Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Jadi Narasumber di Radio, Ny. Putri Koster: Pakai Masker Terbukti Efektif Kurangi Penyebaran Covid-19

BALIILU Tayang

:

desu
NARASUMBER: Ny. Putri Koster sebagai narasumber bersama dengan Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, pada acara dialog interaktif di stasiun radio Swara Kini Jani di Tabanan, Senin (24/8-2020).

Tabanan, baliilu.com  – Selama pandemi Covid-19 di Indonesia, terutama di Bali, TP PKK tidak hanya berdiam diri, namun bersinergi dengan pemerintah untuk ikut mensosialisasikan berbagai kebijakan pemerintah dalam memerangi virus tersebut. Adapun kebijakan yang disosialisasikan seperti protokol tatanan kehidupan era baru, yang mencakup protokol kesehatan serta protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah program Gebrak Masker, yaitu program membagikan masker untuk masyarakat yang dilakukan oleh TP PKK se-Indonesia.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengakui penggunaan masker sampai saat ini terbukti sangat efektif dalam mengurangi penyebaran Covid-19. “Namun pembagian masker secara gratis ini lebih diutamakan untuk masyarakat yang kurang mampu terlebih dahulu. Saya berharap ke depan pembelian masker bisa dilakukan secara mandiri oleh warga karena penggunaan masker saat ini adalah suatu kewajiban,” jelas Ny. Putri Koster saat berkesempatan sebagai narasumber bersama dengan Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, pada acara dialog interaktif di stasiun radio Swara Kini Jani Tabanan, Senin (24/8-2020).

Wanita yang akrab disapa Bunda Putri ini mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi terus dengan TP PKK kabupaten/kota untuk menyalurkan masker-masker gratis tersebut. Karena menurutnya, TP PKK kabupaten/kota yang lebih mengetahui wilayah dan masyarakat yang membutuhkan, untuk selanjutnya diteruskan ke kader TP PKK tingkat kecamatan hingga tingkat desa.

Menurutnya, program ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia dan diprakarsai oleh TP PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian. Ny. Putri Koster berharap, melalui program ini bisa meringankan beban masyarakat yang memang kesusahan untuk membeli masker. Sehingga program pemerintah dalam memerangi virus Corona juga bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga  Dinas Perikanan Denpasar Tebar 20.000 Benih Ikan Nila di Subak Temaga Penatih

Selain itu, di masa pandemi ini, TP PKK juga turut aktif dalam mengajak para wanita dan ibu-ibu di Bali untuk lebih kreatif dalam membantu perekonomian keluarga. Salah satunya, adalah dengan memenuhi kebutuhan pokok di tingkat rumah tangga melalui menanam bahan pangan seperti sayur dan bumbu dapur.

Menurutnya, program ini telah ia gencarkan sejak awal 2019 melalui HATINYA PKK. Jika program tersebut memang telah dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Bali, ia yakin masa pandemi ini kebutuhan pokok tidak akan menjadi persoalan berarti.

Selain itu, TP PKK juga bersinergi mendukung dan ikut mensosialisasikan kegiatan Pemprov Bali yaitu Pasar Gotong-Royong yang diadakan setiap hari Jumat di seluruh instansi di Pemprov Bali. Kegiatan ini bertujuan membantu para petani dalam mendistribusikan hasil panen mereka ke konsumen. Sejauh ini dia mengaku masyarakat serta ASN di lingkungan Pemprov Bali sangat antusias menyambut Pasar Gotong-Royong tersebut. “Selain harga murah, kualitas barang juga tidak diragukan lagi,” tambahnya seraya berharap ke depan pemerintah kabupaten/kota bisa meniru kegiatan tersebut.

Sementara sebagai Ketua Dekranasda, pendamping orang nomor satu di Bali ini mengaku sudah menyalurkan berbagai bantuan kepada perajin sejak awal pandemi ini berlangsung. Ia mengatakan, pihaknya telah menyalurkan sekitar 410 ton beras untuk para perajin serta masker.

Pihaknya juga terus mengajak para perajin untuk lebih kreatif dalam memasarkan produk mereka di era tatanan kehidupan era baru ini. “Ke depan kita akan kembangkan aplikasi market place bernama Bali Mall, jadi para perajin bisa memasarkan produk mereka di sana,” imbuhnya. Ia menambahkan, pada masa pandemi ini pemasaran secara digital perlu dilakukan agar pasar semakin luas. Maka dari itu, pihaknya mengaku akan memfasilitasi melalui aplikasi. Selain itu, ia juga berharap para perajin ke depan bisa mengadakan pameran secara virtual.

Baca Juga  Jaya Negara Hadir di ‘’Karya Pedudusan Agung’’ Pura Kahyangan Kesambi, Pancarkan Energi Positif bagi Jagat Bali

Berbicara mengenai wanita Bali, tak lupa Ny. Putri Koster selalu menyanjung dan memandang wanita Bali sebagai wanita yang luar biasa dan serba bisa. Hal ini sudah terbukti dalam usaha-usahanya dari mengurus rumah tangga, mengurus pekerjaan hingga acara adat di desa-desa. Peranan wanita Bali menurutnya sangat besar. Karena sudah terbiasa berpeluh dari dulu, mengurus rumah tangga sambil bekerja serta mengambil peranan dalam adat istiadat, ia yakin di era pandemi ini kreativitas wanita Bali tidak diragukan lagi. “Saya yakin di era ini para wanita hebat ini bisa diandalkan dalam membantu suami di tengah pandemi,” tandasnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya mengatakan pihaknya terus mendukung berbagai program TP PKK Provinsi Bali dan terus berkoordinasi, baik dengan TP PKK Prov Bali maupun kader-kader di tingkat kecamatan dan desa.

Program-program seperti penggunaan masker bahkan sebelumnya program HATINYA PKK juga sudah diterapkan dengan baik di Kabupaten Tabanan. “Hal ini juga tidak lepas dari bantuan Ny. Putri Koster sebagai Ketua TP PKK Prov Bali selama ini,” jelasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster juga berkesempatan menyerahkan 1.000 masker kepada TP PKK Kabupaten Tabanan untuk dibagikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Tak lupa ia mengajak masyarakat untuk ikut patuhi protokol kesehatan, ikut ambil bagian dalam memerangi virus Covid-19 ini melalui mematuhi anjuran pemerintah. “Bukan cuma tugas pemerintah dan paramedis saja dalam memerangi virus ini, namun juga tugas kita bersama,” tutupnya. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Update Covid-19 (8/9) di Bali, 12 Pasien Meninggal, Kasus Positif Bertambah 164 Orang, Sembuh Nambah 114 Orang

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Ketua TP PKK & Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Mengucapkan Dirgahayu Ke-74 Bhayangkara

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Stadion Dipta Masuk Nominasi Venue Utama Piala Dunia U-20, Gubernur Koster: Gelaran Vital ‘’We Love Bali Movement’’

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca