Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Direktur Poltrada Bali Serahkan Bantuan Kelengkapan Prokes kepada Sopir Terminal Ubung

BALIILU Tayang

:

de
Politeknik Transportasi Darat Bali dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan memberikan bantuan kelengkapan protokol kesehatan kepada sopir angkutan umum di Terminal Ubung Denpasar, Kamis (1/10).

Denpasar, baliilu.com – Memasuki masa transisi, kegiatan perekonomian masyarakat mulai menggeliat kembali. Namun, di balik antusiasme masyarakat menjalani new normal, kekhawatiran tertular Covid-19 masih tinggi, terutama ketika melakukan perjalanan dengan transportasi publik. Mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Bali dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan memberikan bantuan kelengkapan protokol kesehatan kepada sopir angkutan umum di Terminal Ubung Denpasar, Kamis (1/10).

Kelengkapan protokol kesehatan yang terdiri dari face shield 100 buah, masker poltrada 50 buah, hand sanitizer 50 buah, sticker dan brosur 250 buah, wastafel alat cuci tangan 1 buah dan 200 paket bahan sosialisasi kampus diserahkan secara langsung oleh Direktur Poltrada Bali (Politeknik Transportasi Darat Bali) Bambang Wijanarko didampingi Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan.

Dalam kesempatan tersebut Bambang Wijanarko mengatakan, dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bantuan kelengkapan protokol kesehatan diserahkan kepada 20 kendaraan angkutan umum, carry 6 kendaraan, elf 11 kendaraan dan bus sedang 3 kendaraan.

Menurutnya pelaksanaan kegiatan ini juga sebagai wujud nyata partisipasi Poltrada Bali sebagai institusi pemerintah dan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam melayani masyarakat.  Selain itu kegiatan ini juga untuk membantu masyarakat transportasi untuk memahami bahwa new normal bukan sekedar aturan teknis di lapangan, namun juga sebuah kebiasaan baru yang harus dimengerti dan diterapkan secara disiplin oleh semua golongan masyarakat khususnya pengguna transportasi. “Maka dari itu selain menyerahkan bantuan perlengkapan protokol kesehatan kami bersama Dinas Perhubungan Kota Denpasar juga memberikan Penyuluhan Keselamatan Transportasi Jalan melalui Pemberian Informasi dan Penerapan Transportasi Berkeselamatan serta Berkesehatan di Era New Normal bagi Penyelenggara Angkutan Umum di UPT Terminal Ubung,” jelas Bambang.

Baca Juga  Di Masa PPKM, Kasat Pol PP Ajak Jajaran dan Instansi Terkait Lakukan Penurunan Baliho dan Razia Masker

Di samping itu menurutnya, kegiatan ini dapat meningkatkan eksistansi Poltrada Bali sebagai “branding” yang baik untuk tetap berperan aktif bagi masyarakat dan menarik minat calon taruna baru untuk prodi baru Poltrada Bali.

Dengan demikian penyuluhan dilaksanakan dengan penyampaian brosur keselamatan, stiker (jaga jarak/panduan protokol kesehatan) bagi sarana transportasi dan aktivitas publik, pelindung wajah bagi operator, partisi pelindung bagi sopir angkutan umum, masker, hand sanitizer dan pemberian kaos serta bahan publikasi kampus sebagai wujud sosialisasi Kampus Poltrada Bali.

Sementara Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan, mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Poltrada Bali kepada sopir Penyelenggara Angkutan Umum di UPT Terminal Ubung. Menurutnya pemerintah dan swasta, harus bekerja sama untuk memastikan agar masyarakat  merasa aman naik transportasi publik sesuai dengan protokol kesehatan.

Dalam kesempatan itu Sriawan juga memberikan imbauan kepada awak pengemudi angkutan umum agar tetap produktif dalam pelayanan angkutan transportasi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan berkesehatan. Tidak lupa pula disampaikan SOP serta petunjuk teknik transportasi yang meliputi protokol kesehatan pribadi saat berada di tranportasi umum di era kenormalan baru, edukasi masyarakat transportasi tentang adaptasi kebiasaan baru yang aman, sehat dan produktif.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltrada Bali Aris Budi menambahkan, bantuan alat cuci tangan sistem pedal tiga sisi hasil rancangan dosen Poltrada Bali sebagai wujud pengabdian masyarakat. Dengan bantuan kelengkapan protokol kesehatan yang diberikan pihaknya berharap alat ini dapat membantu penerapan new normal bagi pengguna Terminal Ubung untuk selalu mencuci tangan kapan pun dan dimana pun. “Melalui arahan Bapak Direktur Poltrada Bali, alat ini dapat bermanfaat dan digunakan dimana pun karena menggunakan teknologi touchless washtafel yaitu alat cuci tanpa disentuh dengan tangan sehingga dapat mencegah penularan virus melalui tangan dan dapat membantu membunuh kuman yang menempel pada tangan kita,” ucap Aris. (eka)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Resmikan Rumah Sepeda Indonesia di Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Serahkan Bantuan Sembako di Sembiran, Ny. Putri Koster Ingatkan untuk Terapkan 3M

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Operasi Prokes di Kelurahan Sesetan Terjaring 18 Pelanggar

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Yayasan TBM Laksanakan Panen Lele dan Sayur dengan Sistem Bioflok dan Hidroponik

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca