Gianyar, baliilu.com – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Indonesia dan khususnya Pulau Dewata telah meluluhlantakkan semua sektor kehidupan, khususnya sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali. Tak terkecuali Bali Zoo (Kebun Binatang Bali-red) yang terletak di Desa Singapadu, Gianyar yang berdiri sejak tahun 2002, sebuah destinasi wisata yang sangat diminati wisatawan domestik dan mancanegara itu juga ikut terkena imbas.
Dari catatan Bali Zoo, angka kunjungan per hari sebelum pandemi rata-rata mencapai 900-1.000 orang. Namun saat ini pasca reopening, terjadi penurunan sebesar 60%-65% dengan tingkat kunjungan rata-rata hanya mencapai 300-400 orang per hari.
‘’Untuk pencegah penyebaran Covid-19 dan mengikuti imbauan pemerintah, Bali Zoo kami tutup untuk publik sejak tanggal 19 Maret 2020 dan dibuka kembali untuk kunjungan publik pada 11 Juli 2020,’’ ujar Emma, public relation Bali Zoo kepada awak media ketika mengunjungi Bali Zoo belum lama ini.
Seperti berada di Savanna, bisa melihat satwa dari jarak dekat
Emma menyampaikan saat operasional tutup untuk publik, staff yang tidak berhubungan dengan satwa secara langsung, diistirahatkan di rumah. Namun tim konservasi termasuk di dalamnya zoo keeper (perawat satwa), dokter satwa, petugas nutrisi satwa tetap bekerja seperti biasa. Sehingga perawatan satwa di Bali Zoo yang luasnya 10 hektare tetap berjalan normal seperti biasa walaupun sedang tutup. Saat Bali Zoo sudah dibuka kembali untuk kunjungan publik, seluruh staff di Bali Zoo dipekerjakan kembali.
Seperti yang dianjurkan pemerintah dimana pencegahan penyebaran Covid-19 tetap menjadi perhatian utama, namun juga sektor ekonomi mesti tetap bergerak, maka ketika Bali Zoo dibuka dimana saat ini melakukan kegiatan di tengah pandemi tentu dengan protokol kesehatan yang harus dipenuhi.
Saat beroperasi kembali untuk publik, lanjut Emma, Bali Zoo telah mempersiapkan protokol kesehatan baik untuk pengunjung dan staff dan juga dalam menjaga kesehatan satwa. Bali Zoo menambahkan wastafel di beberapa titik strategis di dalam area Bali Zoo dan menambahkan panduan mencuci tangan yang baik dan benar, memeriksa suhu sebelum memasuki area zoo, hingga mendata seluruh pengunjung. Area dengan mobilitas tinggi di Bali Zoo, diberikan tanda jarak antri seperti tiket, entrance, halte bus dan di dalam bus hingga di tempat duduk untuk area restaurant.
Atas penerapan protokol kesehatan aman Covid-19 di Bali Zoo, maka Bali Zoo telah menerima sertifikat “Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Usaha Pariwisata” yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Putrawan, S.Sos, M.Si pada 9 Juli 2020.
Terkait program untuk menyesuaikan situasi pandemi, Emma mengatakan program highlight di Bali Zoo antara lain Breakfast with Orangutan, Elephant Mud Fun dan Night at The Zoo setelah reopening ini belum beroperasi kembali. Nantinya setelah bandara dibuka dan wisatawan mancanegara kembali travelling ke Bali, program ini akan dibuka kembali. “Untuk program regular lainnya seperti animals presentation, animals encounters hingga keeper talk tetap berjalan dan tidak ada pengurangan durasi waktu,’’ ujarnya.
Bali Zoo memiliki beberapa program yang sudah termasuk di dalam tiket masuk Bali Zoo, seperti animals dan bird presentation, animals encounter hingga keeper talk. Dan jika ingin menikmati pengalaman seru seperti memberi makan satwa secara langsung, bisa mencoba dengan membeli feeding rusa seharga Rp 25.000, feeding gajah Rp 30.000 hingga feeding harimau Rp 30.000.
Di tengah pasca reopening dari Covid-19, dimana wisatawan yang berkunjung ke Bali Zoo didominasi oleh lokal dan domestik serta terhitung ada beberapa turis mancanegara, Bali Zoo menawarkan special price untuk menarik minat pengunjung.
Di antaranya, Bali Zoo memberikan special price untuk wisatawan lokal dengan identitas Bali, Rp 75.000 dewasa dan Rp 55.000 untuk anak di saat weekdays, Rp 95.000 dewasa dan Rp 75.000 untuk anak di saat weekends. Untuk wisatawan domestik (tanpa identitas Bali) Bali Zoo memberikan special price Rp 110.000 dewasa dan Rp 85.000 untuk anak baik di weekdays ataupun weekends dari harga normal Rp 140.000
Sedangkan program unggulan Bali Zoo PROMO HEBAT (Hemat Banget) spesial untuk identitas Bali, Rp 75.000 dewasa dan Rp 55.000 anak untuk weekdays, Rp 95.000 dewasa dan Rp 75.000 anak untuk weekends. PROMO PELAJAR (spesial untuk kartu pelajar Bali) Rp 100.000 berdua.
Jika wisatawan membludak, ungkap Emma, “Selain menerapkan protokol kesehatan, Bali Zoo telah menyelesaikan proyek renovasi di dalam area zoo dan telah membuka area Savanna, sehingga bisa mengakomodasi dan pengunjung dapat tersebar di beberapa titik area”.
Pada saat pandemi ini, imbuhnya, pengunjung bisa menikmati area baru Savanna dengan landscape Afrika yang immersif di Bali Zoo. Dengan luas 1,7 hektare, Savanna menjadi rumah bagi beberapa satwa Afrika seperti meerkat, singa, hyena dan burung unta. Dengan konsep Afrikanya yang unik, pengunjung bisa mencoba menaiki dan berfoto di atas mobil jeep di exhibit singa atau berfoto di seluruh area Savanna dengan spot-spot instagramablenya.
Emma memaparkan Bali Zoo memiliki 450 jumlah satwa secara keseluruhan, dengan 65 jumlah species. Untuk perawatan satwa sehari-hari diberikan mineral dan vitamin oleh keeper ataupun vet. Satwa diberikan vaksinasi, pemeriksaan body scoring, general treatment secara berkala dan pemeriksaan khusus lainnya sesuai dengan kebutuhan dari spesies satwa tersebut.
Dengan tagline Bali Zoo, Love, Conserve, Share, Bali Zoo telah berhasil mengembangbiakkan hingga melepasliarkan beberapa satwa. Seperti satwa endemik Indonesia, Owa Jawa telah berhasil dikembangbiakkan di Bali Zoo. Salah satunya Boris, seekor Owa Jawa yang berhasil hingga tahap pelepasliaran ke habitatnya di Kawasan Cagar Alam Situ Patenggan, Jawa Barat pada Juli 2019. Selain Owa Jawa, Bali Zoo juga telah berhasil melepasliarkan satwa lain di antaranya rusa dan landak.
Untuk pengembangbiakan satwa, Bali Zoo telah berhasil mengembangbiakkan satwa di antaranya lemur, singa, harimau benggala, burung kakak tua jambul kuning, hingga walabi. Untuk merawat satwa yang ada di Bali Zoo setiap bulannya, Bali Zoo menghabiskan 57.000 kg untuk pakan satwanya. (ekawati)
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.
Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.
Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.
Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).
“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.
Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.
Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.
“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.
Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.
“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.
Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.
“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.
Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.
Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB
Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.
“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.
Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.
Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.
Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.
“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)
Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai.
Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.
“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.
Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities.
Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)