Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Sambut Hari Ibu, TP PKK Se-Kabupaten Badung Laksanakan Rapid Test

BALIILU Tayang

:

de
Ketua TP PKK Ny. Seniasih Giri Prasta beserta jajaran saat melaksanakan Rapid Test di Lobi Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem, Rabu (16/12).

Badung, baliilu.com – Menindaklanjuti Surat dari Ketua Umum PKK Pusat dan dalam rangka menyambut Hari Ibu Ke-92 Tahun 2020, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung melaksanakan rapid test. Rapid test yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta serta dihadiri pengurus TP PKK tingkat kabupaten dan kecamatan se-Kabupaten Badung bertempat di Lobi Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem, Rabu (16/12). 

Ketua TP PKK Kabupaten Badung  Ny. Seniasih Giri Prasta mengajak kepada seluruh jajaran PKK di Kabupaten Badung untuk tidak takut melakukan rapid test demi menyelamatkan anak, cucu dan keluarga dari penyebaran Covid-19. Menurutnya melalui pelaksanaan rapid test yang dirangkaikan dengan menyambut Hari Ibu ini, TP PKK Kabupaten Badung sampai ke tingkat desa dan kelurahan, ikut berkontribusi dan membantu Pemkab Badung dalam mengedukasi dan turut mensosialisasikan kepada masyarakat Badung terhadap pencegahan Covid-19.

“Saya mengajak seluruh jajaran pengurus TP PKK jangan takut melakukan rapid test. Saya sudah membuktikan serta percaya diri dengan adanya rapid test tidak seperti apa yang dibayangkan. Dengan ikut kegiatan ini kita sudah turut berkontribusi dalam mencegah dan memutus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Badung. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan seperti ini, Covid-19 cepat berlalu, sehingga masyarakat kita bisa beraktivitas dalam mencari nafkah untuk keluarganya,” ungkap Ny. Seniasih Giri Prasta.

Lebih lanjut dikatakan Tim Penggerak PKK bersama Dinas Kesehatan selalu bersinergi dan bekerja sama menekan penyebaran Covid-19 dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tidak terlalu takut berlebihan, yang penting tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)serta disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga  Rakernas dan Munas Forsesdasi 2020, Peningkatan Kualitas dan Percepatan Pelayanan Publik Wujudkan Indonesia Maju

“Untuk itu mari gerakkan PKK di Kabupaten Badung maupun di kecamatan, kelurahan dan desa, untuk selalu menerapkan 3M yaitu menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir,” ajaknya.

Ny. Seniasih Giri Prasta juga berpesan selain mencegah penyebaran Covid-19 juga waspada terhadap penyebaran penyakit lainnya seperti demam berdarah terlebih saat ini sudah memasuki musim penghujan. “Saya berharap Ketua DWP, Ketua WHDI dan ibu-ibu yang lain terus mensosialisasikan pencegahan virus-virus yang ada saat ini termasuk penyakit demam berdarah,” terangnya.

Dalam kegiatan ini juga didahului dengan sosialisasi dari Dinas Kesehatan Badung yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Ni Ketut Karneli yang mengatakan bahwa dasar pelaksanaan rapid test karena adanya  pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia dan Badung khususnya. Banyak warga yang sudah terdampak. Untuk itu pihaknya berharap ibu-ibu PKK yang umumnya berinteraksi langsung dalam keluarga kecil bisa membentengi keluarga dari penyebaran Covid-19 ini.

“Kita merupakan benteng utama untuk melindungi keluarga tercinta. Kami berpesan kepada ibu-ibu dalam pencegahan Covid-19, merupakan hal yang sangat penting dilakukan melalui 3M yaitu memakai masker dengan benar, menjaga jarak di tempat kerumunan, serta mencuci tangan,” ungkap Ketut Karneli. (bt)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Update Covid-19 (18/12) di Denpasar, Pasien Sembuh Nambah 28 Orang, Kasus Positif Nambah 34 Orang

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (18/12) di Denpasar, Pasien Sembuh Nambah 28 Orang, Kasus Positif Nambah 34 Orang

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Gubernur Koster Paparkan Perkembangan Covid-19 dan Upaya Pemulihan Pariwisata Bali

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca