Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wabup Suiasa Ikuti Rapat Koordinasi Monitoring PEN

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa saat mengikuti Rakor Monitoring dan Evaluasi PEN padat karya restorasi terumbu karang ICRG dari Rumah Jabatan Wakil Bupati Badung, Rabu (6/1).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Plt. Asisten Perekonomian AA Bayu Kumara, Kadis Perikanan I Nyoman Suardana, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan I Made Widiana, Kepala Bagian Ekonomi AA Sagung Rosyawati mengikuti Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya restorasi terumbu karang ICRG (Indonesia Coral Reef Garden).

Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan lewat Webinar dari Ruang Teknologi Informasi Rumah Jabatan Wakil Bupati Badung, Rabu (6/1). 

Dalam rapat tersebut Menko Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional dan global sangat terasa pada tahun 2020. Triwulan I tahun 2020, ekonomi nasional masih tumbuh 2,97%, walau turun dibandingkan dengan triwulan I tahun 2019 yang sebesar 5,07. Hal ini terjadi karena pengaruh eksternal dimana Covid-19 yang menghantam hampir di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Hal ini terjadi karena kebijakan social distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) baru dimulai pada pertengahan Maret, dimana social distancing dan PSBB tersebut sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi. 

Sinergi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemda mempunyai peran strategis dalam mendorong percepatan dan efektivitas pemulihan ekonomi nasional. Pemda memahami struktur ekonomi daerah, demografi dan kondisi sosial ekonomi masyarakatnya. Di samping itu, kebijakan APBD dapat disinergikan untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah. Masyarakat dan pelaku usaha termasuk UMKM juga mempunyai peran yang strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. 

Lebih lanjut dikatakan bahwa Pemerintah memberikan kemudahan/stimulus fiskal dan moneter, yang disambut dengan positif oleh pelaku usaha dengan menggerakkan usahanya secara baik. Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional dilakukan dengan mengambil kebijakan fiskal dan moneter yang komprehensif. Di samping itu, Pemerintah juga mengalokasikan dana APBN. Pemulihan ekonomi nasional diharapkan mulai terasa pada awal-awal pertama tahun 2021 ini. Ekonomi nasional bertumbuh positif sehingga kontraksi tahun 2021 bisa ditekan sekecil mungkin. Ekonomi nasional akan mengalami recovery secara signifikan. 

Baca Juga  KUESIONER PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN JEMBRANA PILKADA SERENTAK 2020

Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat 3 (tiga) kebijakan yang dilakukan yaitu peningkatan konsumsi dalam negeri, peningkatan aktivitas dunia usaha serta menjaga stabilitas ekonomi dan ekspansi moneter. Kebijakan tersebut dilaksanakan secara bersamaan dengan sinergi antara pemegang kebijakan fiskal, pemegang kebijakan moneter dan institusi terkait. Salah satu penggerak ekonomi nasional adalah konsumsi dalam negeri, semakin banyak konsumsi maka ekonomi akan bergerak. Pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah Provinsi Kabupaten /Kota di seluruh Indonesia berusaha menggerakkan dunia usaha melalui pemberian insentif/stimulus kepada UMKM dan korporasi. Mari bekerja sama dan membangun sinergi untuk memulihkan perekonomian nasional.

Terkait terumbu karang, Menko Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan betapa pentingnya menjaga pertumbuhan terumbu karang untuk keberlangsungan ekosistem di laut dan demi generasi dan anak cucu di tahun yang akan datang. Indonesia yang memiliki hamparan laut yang sangat luas dan terumbu karang hampir 70 % lautan Indonesia. “Sebagai bangsa yang cinta keindahan, keasrian serta kenyamanan tentu kita harus menjaganya. Sehingga ini semua bisa kita wariskan kepada anak cucu kita kelak,” jelasnya. (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Terima Kunja Jepara, TP. PKK Badung Saling Tukar Wawasan Program Pemberdayaan

Published

on

By

TP PKK Badung Sambut Kunjungan Kerja TP PKK Jepara
SAMBUT KUNJA: Sekretaris I TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, bersama jajaran saat menyambut kunja TP. PKK Kabupaten Jepara, Senin (7/9) di Puspem Badung. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sekretaris I TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, bersama jajaran menyambut hangat kunjungan kerja (kunja) TP. PKK Kabupaten Jepara, Senin (7/9). Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Jepara, Hj. Laila Saidah Witiarso, diterima di Rumah Jabatan Wakil Bupati Badung, Puspem Badung.

Dalam pertemuan tersebut, Nyonya Yunita Alit Sucipta memaparkan kondisi geografis serta karakteristik wilayah Kabupaten Badung yang memiliki potensi berbeda di setiap kawasannya. Ia menjelaskan wilayah selatan dikenal sebagai lumbung pariwisata, wilayah utara didominasi sektor pertanian, sedangkan wilayah tengah tumbuh pesat sebagai pusat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kuliner, sekaligus pusat pemerintahan daerah.

“Karakteristik wilayah Badung ini sangat beragam dari selatan hingga utara. Melalui pertemuan ini, kami juga sangat tertarik untuk mengetahui berbagai program yang telah dijalankan TP. PKK Kabupaten Jepara, mulai dari proses pelaksanaan hingga manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP. PKK Kabupaten Jepara, Hj. Laila Saidah Witiarso, memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM Jepara serta memaparkan sejumlah program kerja yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi potensi daerah.

“Kami membawa dan memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM Kabupaten Jepara yang terus kami kembangkan. Kami berharap kunjungan kerja ini dapat menjadi sarana bertukar informasi, pengalaman, dan wawasan antardaerah, khususnya dalam pengembangan program PKK dan industri kreatif,” kata Hj. Laila Saidah Witiarso.

Usai sesi diskusi dan tukar-menukar cinderamata, rombongan TP PKK Kabupaten Jepara melanjutkan agenda dengan mengunjungi Galeri IKM Kreatif Dekranasda Kabupaten Badung yang berlokasi di lantai 2 Balai Budaya Puspem Badung. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk melihat secara langsung proses pengembangan industri kecil menengah serta produk kreatif lokal di Badung. (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (15/1) di Bali, Kasus Positif Bertambah 311 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 202 Orang

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP Posyandu Kota Denpasar Dukung Transformasi Posyandu 6 SPM di Aksi Sosial Provinsi Bali

Published

on

By

TP Posyandu Denpasar Ikuti Aksi Sosial Membina dan Berbagi
MEMBINA DAN BERBAGI: Ketua TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menghadiri kegiatan Aksi Sosial "Membina dan Berbagi" TP Posyandu Provinsi Bali di Balai Banjar Bun, Kecamatan Denpasar Timur dan Balai Banjar Kelod, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan, Senin (7/9/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar menyatakan komitmen mendukung akselerasi transformasi Posyandu menuju Posyandu Era Baru berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam kegiatan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” TP Posyandu Provinsi Bali di Balai Banjar Bun, Kecamatan Denpasar Timur dan Balai Banjar Kelod, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. Kehadiran TP Posyandu Provinsi diharapkan memperkuat sinergi pemerintah provinsi dan kota dalam mendorong implementasi 6 SPM di tingkat tapak.

Dalam laporannya, Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang didampingi Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan, kegiatan menyasar 105 kader Posyandu 6 SPM. Rinciannya 30 kader dari Kelurahan Dangin Puri dan 75 kader dari Kelurahan Renon.

Adapun dalam kesempatan ini diserahkan bantuan kepada 105 orang kader posyandu yang berasal dari 7 Lingkungan (7 Posyandu) di Kelurahan Dangin Puri. Jumlah bantuan yang diserahkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kepada kader Posyandu di setiap lokasi Aksi Sosial yakni mencakup 30 kg Beras, 2 krat (60 butir) telur dan 2 kotak susu per orang.

Secara keseluruhan, total jumlah bantuan yang diserahkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali pada Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Kelurahan Dangin Puri berjumlah 3.150 kg Beras, 210 krat (6.300 butir) telur dan 210 Kotak Susu.

Sedangkan di Kelurahan Renon sendiri, untuk penerima bantuan sebanyak 75 orang kader posyandu yang berasal dari 5 Lingkungan (5 Posyandu). Jumlah bantuan yang diserahkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kepada kader Posyandu di setiap lokasi Aksi Sosial mencakup 30 kg Beras, 2 krat (60 butir) telur dan 2 kotak susu. Total jumlah bantuan yang diserahkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali pada Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Kelurahan Renon secara keseluruhan berjumlah total 2.250 kg Beras, 150 krat (4.500 butir) Telur dan 150 Kotak Susu.

Baca Juga  Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Kemitraan dengan Usaha-usaha Besar

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan, perhatian, dan bimbingan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali. Pembinaan ini penting agar kader semakin memahami tugas dan fungsinya dalam menjalankan layanan Posyandu 6 SPM secara optimal di tengah masyarakat,” kata Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Ia menambahkan, Kota Denpasar saat ini memiliki 459 kelompok Posyandu 6 SPM yang tersebar di 27 desa dan 16 kelurahan. Seluruh kelompok telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Perbekel dan Lurah.

Jumlah kader aktif tercatat 6.274 orang. Mereka melayani masyarakat pada 6 bidang SPM, yaitu kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Penguatan Posyandu Era Baru di Denpasar juga didukung 4 Tim Pembina Posyandu Kecamatan, 27 Tim Pembina Desa, dan 16 Tim Pembina Kelurahan. Tim-tim tersebut berkolaborasi dengan OPD terkait untuk melaksanakan sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Denpasar berharap sinergi antara TP Posyandu Provinsi Bali dengan kabupaten/kota dapat terus menginspirasi dan memberi dampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menegaskan, peran Posyandu saat ini sudah meluas dan tidak hanya di bidang kesehatan. Agar mudah diingat kader, enam bidang SPM dirangkum dalam akronim P3K ST, yaitu Pendidikan, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kesehatan, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Ia juga mendorong kader menjadi penghubung antara persoalan warga dengan kebijakan pemerintah. “Para kader harus lebih peka dan proaktif melihat kondisi di lapangan, lalu menyampaikannya melalui jalur yang tepat agar bisa ditindaklanjuti,” ucap Ny. Putri Koster. (eka/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (15/1) di Bali, Kasus Positif Bertambah 311 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 202 Orang

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri “Karya Baligia Punggel”, Wawali Arya Wibawa Apresiasi Gotong-royong Krama Kepaon

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Baligia Punggel Desa Adat Kepaon
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Upacara Mepandes serangkaian Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mepandes Desa Adat Kepaon di Jaba Pura Dalem Penataran Suwung, Desa Adat Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan, Senin (7/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Semangat gotong-royong dan menyama braya kembali menjadi kekuatan krama Desa Adat Kepaon dalam melaksanakan Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mepandes. Sinergi antara Desa Adat, LPD, Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Upacara Mepandes serangkaian karya di Jaba Pura Dalem Penataran Suwung, Desa Adat Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan, Senin (7/9).

Karya yang dilaksanakan secara bersama ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban adat dan keagamaan, tetapi juga mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat. Kehadiran Pemerintah Kota Denpasar dalam kegiatan tersebut turut menegaskan komitmen untuk terus mendukung keberadaan adat, tradisi dan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan kehidupan masyarakat Kota Denpasar.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, semangat kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Kepaon merupakan implementasi nyata nilai gotong-royong dan Vasudhaiva Kutumbakam. Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi kunci sehingga pelaksanaan karya dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi semangat gotong-royong dan kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Kepaon. Sinergi antara Desa Adat, LPD, Pemerintah dan seluruh pihak menjadi kekuatan dalam menyukseskan karya sekaligus meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, semangat tersebut hendaknya terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Sebab, pelaksanaan karya secara bersama tidak hanya memperkuat nilai spiritual dan adat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial antarkrama.

“Inilah kekuatan masyarakat Bali, ketika semua bersatu dan bergotong-royong, berbagai hal yang berat dapat dilaksanakan bersama. Semangat menyama braya seperti ini harus terus kita jaga,” imbuhnya.

Baca Juga  Update Covid-19 (15/1) di Bali, Kasus Positif Bertambah 311 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 202 Orang

Sementara itu, Bendesa Adat Kepaon, AA Ketut Wirya didampingi Ketua Panitia, I Gusti Ketut Mayun Mahardika mengatakan, pelaksanaan karya secara bersama merupakan salah satu upaya untuk meringankan beban krama. Selain itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kebersamaan serta rasa menyama braya di lingkungan Desa Adat Kepaon.

“Tujuan utama kami adalah meringankan beban masyarakat atau krama desa. Dengan dilaksanakan bersama, rasa kebersamaan dan menyama braya juga semakin kuat,” katanya.

Atma Wedana Baligia Punggel dalam karya ini diikuti sebanyak 104 peserta, sedangkan Mepandes Massal diikuti sebanyak 194 peserta. Puncak Upacara Mepandes dilaksanakan pada Senin (7/9), sementara Puncak Karya Atma Wedana Baligia Punggel akan dilaksanakan pada Buda Umanis Wuku Prangbakat, 16 September 2026 mendatang. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan dan partisipasi seluruh krama serta sinergi bersama berbagai pihak.

AA Ketut Wirya menegaskan, keberhasilan pelaksanaan karya tidak terlepas dari dukungan seluruh krama dan pihak-pihak yang telah bergotong royong sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

“Kami berharap karya ini bukan hanya menjadi sebuah kewajiban adat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meringankan beban krama, dan semakin menumbuhkan rasa menyama braya di Desa Adat Kepaon,” pungkasnya.

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan, I Kadek Ermanto, Bendesa Adat se-Kota Denpasar serta undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa juga turut menyerahkan Bantuan Dana Hibah untuk mendukung pelaksanaan Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mepandes Desa Adat Kepaon. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca