Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Dandim Jembrana: Vaksin Covid-19 Itu Aman dan Halal

BALIILU Tayang

:

de
Forkopimda Jembrana terima vaksinasi Covid-19 untuk memberi keyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 aman dan halal, Jumat (29/1).

Jembrana, baliilu.com – Aparat TNI khususnya Kodim 1617/Jembrana selalu berkoordinasi dengan Polres Jembrana dan instansi terkait lainnya dalam pengamanan vaksin Covid-19. Pengamanan secara ketat selama 24 jam diberlakukan mulai saat pengambilan vaksin dari Denpasar sampai di tempat penyimpanan.

Pengamanan secara berlanjut oleh TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Kesehatan Jembrana juga dilakukan saat pendistribusian vaksin ke RSU Negara, Poliklinik Polres Jembrana maupun masing-masing puskesmas.

Hal tersebut disampaikan Dandim 1617/Jembrana saat menghadiri dan melaksanakan vaksinasi tahap pertama yang berlangsung di lantai III RSU Negara Jalan Wijaya Kusuma Nomor 17 Negara, Jumat (29/1/2021).

“TNI mendukung penuh proses pelaksanaan vaksinasi dan siap mengawal serta mengamankan proses vaksinasi sampai selesai. Vaksinasi perdana yang dilaksanakan terhadap pejabat Forkopimda terlebih dahulu, hal tersebut bertujuan meningkatkan kepercayaan dan partisipasi tenaga kesehatan serta publik atau masyarakat dalam program vaksinansi gratis yang dilaksanakan bertahap sesuai program pemerintah,” jelas Dandim.

Dalam pelaksanaannya vaksinasi tentu tetap mengikuti aturan protokol kesehatan dan sesuai tahapan-tahapan vaksinasi.

“Untuk hari (29/1) ini vaksin yang sudah keluar dari gudang Farmasi Jembrana sebanyak 520 vial dan sudah didistribusikan ke RSU Negara, Poliklinik Polres Jembrana dan Puskesmas se-Kabupaten Jembrana”, jelas Dandim Haruna.

Lebih lanjut Dandim Haruna juga menuturkan ikutnya Forkopimda Jembrana pada pelaksanaan vaksinasi perdana tersebut untuk memberi keyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 aman dan halal. Sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin pada waktunya.

“Kita semua selaku pimpinan daerah melaksanakan vaksinansi perdana agar masyarakat melihat sendiri dan percaya kalau vaksin Covid-19 itu aman dan halal, masyarakat hendaknya tidak percaya terhadap isu hoaks yang banyak beredar terkait bahayanya vaksin tersebut,” tegas Dandim Haruna.

Sementara itu Bupati Jembrana I Putu Artha, S.E. M.M., yang hadir saat vaksinasi perdana tersebut menuturkan dirinya sangat menyayangkan tidak lolos tahap screening vaksinansi sehingga tidak memenuhi syarat untuk ikut kegiatan vaksinasi karena dirinya memiliki riwayat stroke ringan dan tensi tinggi.

Kepada semua masyarakat Jembrana Bupati Artha meminta maaf karena tidak bisa ikut vaksinansi. Meskipun demikian Bupati Artha meminta dan meyakinkan kepada masyarakat agar tidak ragu dan takut untuk divaksinasi.

Lebih lanjut Bupati Jembrana  menjelaskan dimajukannya jadwal vaksinansi dari rencana sebelumnya karena persiapan tempat dan teknis vaksinansi semuanya sudah siap. Selain itu vaksin juga sudah tersedia di Kabupaten Jembrana.

“Petugas vaksinasi maupun para calon yang akan divaksin juga telah siap sehingga pelaksanaan vaksinansi jadwalnya dimajukan dari rencana awal tanggal 2 Februari 2021, menjadi tanggal 29 Januari 2021,” sebut Bupati Artha.

Kegiatan vaksinansi tahap pertama tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Jembrana di antaranya  Bupati Jembrana I Putu Artha, S.E., M.M., Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan S.E., M.M., Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Hasrifuddin Haruna, S. Sos., Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K.

Vaksinasi juga diikuti Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana Pipiet Suryo Prianto Wibowo, S.H., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Negeri Negara Ni Kadek Kusuma Wardani, S.H., Sekda Kabupaten Jembrana Drs. I Nengah Ledang, Wakil Ketua DPRD Jembrana I Wayan Suardika, S.P., M.Si., Wakil Ketua DPRD Jembrana I Made Putu Yudha Bhaskara serta Ketua GP Ansor Jembrana Syarif Hidayahtullah. (gs)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca