Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Bali Sembahyang di 8 Pura pada Hari Suci Saraswati, Mohon Kerahayuan, Keselamatan, dan Kesehatan Jagad serta Krama Bali

BALIILU Tayang

:

DE
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra melakukan persembahyangan Hari Suci Saraswati, Sabtu, Saniscara Umanis Watugunung (30/1) di 8 Pura Bali Timur yang berada di Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan di Kabupaten Bangli

Karangasem, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra melakukan persembahyangan Hari Suci Saraswati, Sabtu, Saniscara Umanis Watugunung (30/1) di 8 Pura Bali Timur yang berada di Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan di Kabupaten Bangli.

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pura pertama yang menjadi tujuan persembahyangan Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini, dimulai dari Pura Dasar Bhuana Gelgel, Kecamatan Klungkung. Pura Dasar Bhuana Gelgel adalah tempat suci yang berkaitan erat dengan Pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di abad ke-16 dan mampu membawa kesenian dan kebudayaan Bali mencapai masa keemasannya dengan menjadikan seni sebagai alat pemersatu.

Dalam persembahyangan yang juga diikuti oleh Bupati Karangasem terpilih periode 2021-2025, Gede Dana, Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa, beserta Penyarikan Agung MDA Bali Ketut Sumarta, dan Rektor Unhi Prof. Dr. I Made Damriyasa, M.S ini dipimpin langsung oleh Jro Mangku Made Lila.

Usai di Pura Dasar Bhuana Gelgel, Gubernur Koster kemudian berlanjut menuju lokasi persembahyangan yang kedua, di Pura Goa Lawah, Kecamatan Dawan, Klungkung yang dipimpin langsung oleh Jro Mangku Gede Pujastawa.

Selanjutnya di lokasi ketiga, Gubernur Wayan Koster menghaturkan sembah bhakti di Pura Luhur Andakasa, Kecamatan Manggis, Karangasem yang merupakan tempat berstananya Dewa Brahma, dan selama persembahyangan tersebut dipimpin langsung oleh Jro Mangku Nyoman Kreteng.

Pura keempat yang menjadi tujuan persembahyangan mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini berlokasi di Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem yakni di Pura Silayukti yang merupakan tempat berstananya Ida Bhatara Mpu Kuturan, dan dalam persembahyangan ini dipimpin langsung oleh Jro Mangku Gede Antara.

Baca Juga  Gubernur Koster Mohon Kerahayuan, Keselamatan, dan Kesehatan Jagad serta Krama Bali di 17 Pura Kawasan Besakih

Setelah di Pura Silayukti, rombongan Wayan Koster kemudian menuju Pura yang kelima, tepatnya di Pura Penataran Silawana Hyang Sari Lempuyang yang berlokasi di Banjar Batugunung, Desa Bukit, Karangasem. Persembahyangan yang berlangsung hening ini dipimpin langsung oleh Jro Mangku Nyoman Wisma Suardhita.

Gubernur Bali jebolan ITB ini terus melanjutkan perjalanan sucinya di Hari Saraswati ini dengan bertolak menuju lokasi pura yang keenam, yakni di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem. Setibanya di parkiran Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, Gubernur Koster disambut oleh komunitas bersepeda dari Canggu, Kabupaten Badung, dan mengajak orang nomor satu di Pemprov Bali ini berfoto bersama. Sebelum berfoto, para komunitas sepeda gayung ini mengetahui kehadiran Gubernur Bali, dan mereka merelakan waktu menanti kehadiran Wayan Koster selama 3 jam lamanya.

Usai berfoto dengan komunitas bersepeda dari Canggu, di utama mandala Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir ini, Gubernur Koster disambut hujan selama 10 menit, dan Wayan Koster langsung memfokuskan diri melakukan pemujaan di Pelinggih Meru Tumpang Pitu yang merupakan tempat berstananya Ida Bhatara Lingsir Giri Toh Langkir, dan persembahyangan ini dipimpin oleh Jro Mangku Gede Ketut Sigre.

Masih berkaitan dengan Besakih, Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan ini kemudian menuju lokasi yang ketujuh, di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem. Sebagai Pura Sad Kahyangan Jagad, dan bertepatan pada Pewatekan Ida Bhatara Lingsir pada Rahina Saraswati, persembahyangan Wayan Koster dipimpin langsung oleh Jro Mangku Sueca dengan menghaturkan sembah bhakti di Pelinggih Meru Tumpang Tiga, yang merupakan stana dari Ida Bhatara Lingsir.

Baca Juga  Gubernur Koster Mohon Kerahayuan, Keselamatan, dan Kesehatan Jagad serta Krama Bali di 17 Pura Kawasan Besakih

Pura kedelapan yang menjadi tujuan persembahyangan Gubernur Bali Wayan Koster di Hari Suci Saraswati ini berakhir di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, yakni di Pura Ulun Danu Batur yang merupakan stana dari Bhatara Dewi Danuh atau Betari Ulun Danu dan tempat pemujaan Dewa Wisnu. Dalam persembahyangan tersebut, dipimpin oleh Jro Mangku Budarsana.

Dalam persembahyangan tersebut, Gubernur Koster memohon agar Jagad dan Krama Bali selalu dalam keadaan rahayu, selamat, sehat, nyaman, aman, dan damai dalam situasi masa pandemi Covid-19. Selain itu juga memohon agar selalu mendapat tuntunan dalam melaksanakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yakni dengan menata pembangunan secara fundamental dan komprehensif berdasarkan adat, tradisi, seni dan budaya, serta menerapkan nilai nilai kearifan lokal Bali Sad Kerthi, meliputi Atma Kerthi (penyucian jiwa), Danu Kerthi (penyucian sumber air), Wana Kerthi (penyucian tumbuh tumbuhan), Segara Kerthi (penyucian laut), Jana Kerthi (penyucian manusia), dan Jagad Kerthi (penyucian alam semesta). (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Mohon Kerahayuan, Keselamatan, dan Kesehatan Jagad serta Krama Bali di 17 Pura Kawasan Besakih

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Gubernur Koster Mohon Kerahayuan, Keselamatan, dan Kesehatan Jagad serta Krama Bali di 17 Pura Kawasan Besakih

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Gubernur Koster Mohon Kerahayuan, Keselamatan, dan Kesehatan Jagad serta Krama Bali di 17 Pura Kawasan Besakih

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca