Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Di Badung, Sandiaga Puji Balai Budaya Giri Nata Mandala dan Upayakan Perluasan Dana Hibah

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta didampingi Wabup Suiasa dan Ketua DPRD Putu Parwata saat menyambut kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (12/2).

Badung, baliilu.com – Hari kedua berkantor di Bali dalam upaya mendorong pemulihan pariwisata dan ekonomi di tengah mewabahnya pandemi Covid-19,  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno melihat dari dekat Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (12/2). Sandiaga meyakini ke depan balai budaya ini dapat dimanfaatkan untuk pergelaran event-event baik skala nasional maupun internasional.

Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungannya di Puspem Badung disambut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa dan Ketua DPRD Badung Putu Parwata.

Setelah melihat langsung dan berkeliling di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Menparekraf Sandiaga mengaku takjub melihat tempat penyelenggaraan event yang ada di Kabupaten Badung. Pihaknya sangat kagum melihat balai budaya di Puspem Badung yang begitu megah. Menurutnya, balai budaya ini skalanya sudah kelas dunia.

“Bila kita melihat fasilitasnya, gedung balai budaya ini skalanya kelas dunia. Fasilitas ini sudah hadir di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama dengan Pemkab Badung dan Provinsi Bali akan bersinergi serta bergerak cepat untuk membuat satu inovasi baru yaitu dengan meningkatkan event-event nasional dan internasional di Bali.

Sandiaga Uno juga menuturkan setelah vaksin baik vaksin dari pemerintah dan vaksin gotong-royong sudah tersedia di atas bulan Maret, Pemerintah Badung dan Pemerintah Pusat akan mencanangkan program pariwisata berbasis vaksin.

Di samping itu kepada Giri Prasta, Sandi akan mengupayakan perluasan dana hibah. Hal itu diperlukan agar pelaku usaha pariwisata dan ekonomi tetap bisa bertahan akibat pandemi.

Untuk itu Menteri Sandiaga Uno mengajak semua pihak harus siap bergandengan tangan demi pemulihan ekonomi nasional. “Dengan bergandengan tangan kita akan bisa bangkitkan kembali pariwisata di Badung dan Bali. Kita harus gerak cepat, gerak bersama, pulihkan ekonomi kreatif dan bersama kita bisa bangkit dari pandemi dan lambatnya ekonomi,” tambahnya.

Baca Juga  Jelang Pemilihan Perbekel Serentak di Badung, Sekda Pimpin Rapat Persiapan

Sementara itu, Bupati Giri Prasta atas nama pemerintah dan masyarakat Badung terlebih lagi masyarakat Bali menghaturkan terima kasih atas kehadiran Menparekraf bersama jajaran di Kabupaten Badung. Bupati yakin dengan kehadiran Menparekraf akan memberikan kontribusi yang kuat bagi Badung dan memberikan rasa kebanggaan paling tidak imun tubuh masyarakat Badung dan Bali sudah terasa sedikit terobati.

“Kami yakin Menparekraf akan membantu kita semua. Dengan program-program dari pemerintah pusat yang bersinergi dengan program di daerah, mudah-mudahan darurat pandemi Covid-19, darurat ekonomi dapat teratasi dan sektor pariwisata segera pulih kembali,” harapnya.

Bupati menambahkan, pandemi ini sangat berdampak pada pendapatan Badung yang sebagian besar bersumber dari pajak hotel dan restoran. Namun Pemkab Badung tidak tinggal diam dan tetap berupaya semaksimal mungkin sehingga pandemi dan lesunya ekonomi ini dapat diatasi serta berusaha agar bagaimana sektor pariwisata bisa tumbuh kembali. Untuk itu diharapkan Menparekraf dapat memfasilitasi berkenaan dengan bantuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Kami selama ini tetap berupaya dalam situasi pandemi tetap bisa diatasi. Paling tidak masyarakat tidak kekurangan makan,” ujarnya. (bt)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Jelang Pemilihan Perbekel Serentak di Badung, Sekda Pimpin Rapat Persiapan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Jelang Pemilihan Perbekel Serentak di Badung, Sekda Pimpin Rapat Persiapan

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Jelang Pemilihan Perbekel Serentak di Badung, Sekda Pimpin Rapat Persiapan
Lanjutkan Membaca