Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Diskusikan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Pariwisata di Bali, Pangdam Udayana Ikuti Rakor Dipimpin Menko Marves RI

BALIILU Tayang

:

de
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengikuti Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves RI) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A., melalui video conference di Ruang Yudha Puskodalopsdam IX/Udayana, Kamis (18/2/2021).

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka mendiskusikan tentang penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan kepariwisataan di Provinsi Bali, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengikuti Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves RI) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A., melalui video conference di Ruang Yudha Puskodalopsdam IX/Udayana, Kamis (18/2/2021).

Mengawali Rakor, Menko Marves RI menyampaikan angka kasus harian bahkan mingguan di Bali menunjukkan tren penurunan. Namun angka kematian masih memiliki tren yang meningkat. Jumlah operasi perubahan perilaku, perilaku pakai masker dan jaga jarak relatif stagnan. Mobilitas dari dan ke Bali sejak akhir Bulan Januari telah menurun. Perjalanan darat mendominasi angka mobilitas, sehingga perlu perhatian khusus.

Pada 2020, lanjut Menko, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai -9,31% dan merupakan terendah secara nasional. Jumlah kunjungan wisatawan pun juga mengalami penurunan sebesar -83,26% year on year. Sehingga tujuan utamanya adalah memulihkan kembali sektor pariwisata untuk membangkitkan perekonomian Bali. Caranya adalah dengan menerapkan Tren Menuju Pariwisata Berkualitas, Wisata Vaksin, Ekonomi Digital dan Kreatif serta Pembangunan Desa Wisata. Oleh sebab itu, Pemprov bersama TNI-Polri dan Imigrasi di Bali agar menerapkan secara ketat prokes termasuk kepada wisatawan asing yang melanggar aturan pemerintah.

Terkait pariwisata di Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf RI) H. Sandiaga Salahuddin Uno juga menyampaikan bahwa pihaknya yang telah berkantor di Bali telah mendukung revitalisasi destinasi Bali secara bertahap melalui Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II.

“Pemulihan ekonomi khususnya di bidang pariwisata di Bali ini sangat tergantung pada pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, saya berharap untuk Bali agar diberikan prioritas untuk vaksin kepada pekerja sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan masyarakat Bali. Karena 80% di Bali ini bergantung pada pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Menparekraf RI.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., menyampaikan bahwa persediaan reagen untuk tes PCR sudah hampir habis dikarenakan kebutuhannya meningkat untuk tracing dan testing. Begitupun pada Rapid Test Antigen yang sebagai persyaratan utama dalam pelaksanaan kegiatan yang mengundang orang secara terbatas. Persediaan itulah yang diharapkan oleh Gubernur guna mendukung penanganan Covid-19 di Bali.

“Kalau dukungan dari Pangdam dan Kapolda, itu sudah sangat baik. Kami sudah bersinergi secara luar biasa apalagi terhadap Pangdam dan Kapolda yang baru ini, jadi betul-betul sangat kooperatif dan ofensif di lapangan. Hanya memang kami belum bisa memahami, sudah kencang begini tapi masih ada saja kasus-kasus positif di sini, mungkin juga vaksinasi yang barangkali perlu untuk ditingkatkan. Yang sangat kami harapkan adalah percepatan untuk menyelamatkan para pelaku usaha pariwisata dan pendukung pariwisata,” ungkap Gubernur Bali.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana dalam kesempatan tersebut mengungkapkan sampai dengan sekarang pihaknya meyakini, masih adanya surat keterangan swab yang bodong, oleh karenanya agar dipastikan pihak mana yang boleh mengeluarkan surat keterangan swab antigen maupun PCR, sehingga dapat dipastikan yang masuk ke Bali tidak membawa virus tersebut, demikian juga pada masyarakat Bali yang kembali ke Bali.

Kemudian terkait upacara adat, Pangdam melaporkan bahwa pihaknya dalam hal ini anggota TNI yang ada di lapangan juga ikut dalam kepanitiaan upacara adat tersebut sekaligus hadir untuk mengawasi protokol kesehatan yang diterapkan. ‘’Jika saat itu tersedia antigen, maka akan kami test semua saat sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai, namun pada kenyataannya ketersediaannya sangatlah terbatas sehingga harus benar-benar selektif dalam penggunaannya,’’ ungkapnya.

Berikutnya mengenai turis mancanegara, pada akhir-akhir ini sudah mulai bersedia untuk di Tes Antigen jika mereka melanggar prokes. ‘’Kami juga sudah koordinasi dengan Dirjen Imigrasi, agar Imigrasi Bali pun juga ikut pada saat pelaksanaan operasi yustisi,” tegas Pangdam.

Terkait vaksinasi, Pangdam menyampaikan bahwa untuk di TNI khususnya Kodam IX/Udayana telah menyiapkan vaksinator yang berjumlah 260 orang terdiri dari 199 Prajurit TNI dan 61 PNS TNI, sehingga Pangdam menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana dalam hal ini telah siap untuk melaksanakan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Bali.

Hadir mendampingi Pangdam IX/Udayana dalam Rakor di Ruang Yudha Puskodalopsdam IX/Udayana yakni Kasdam IX/Udayana, Danrem 163/WSA, Asops Kasdam IX/Udayana, Kakesdam IX/Udayana dan Kasiops Korem 163/WSA. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Jelang Tumpek Wayang, Pemprov Bali Gelar Aksi Bersih Sampah Serentak

Kumpulkan 3,56 Ton Sampah di Mangrove Pesanggaran

Loading

Published

on

By

Aksi Bersih Sampah di Mangrove Pesanggaran
AKSI BERSIH: Pemerintah Provinsi Bali bersama jajaran Forum Forkopimda, instansi vertikal, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, dan unsur masyarakat menggelar aksi bersih sampah plastik di kawasan hutan mangrove Pesanggaran, Indonesia Power, Denpasar, Jumat (9/10/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, dan unsur masyarakat menggelar aksi bersih sampah plastik di kawasan hutan mangrove Pesanggaran, Indonesia Power, Denpasar, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan sehari menjelang Hari Tumpek Wayang, Sabtu (Saniscara Kliwon Wayang), 10 Oktober 2026, tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 3,56 ton sampah.

Aksi bersih sampah plastik yang berlangsung pukul 07.00–10.00 WITA tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak di kabupaten/kota se-Bali dalam rangka memperingati Hari Tumpek Wayang. Kegiatan difokuskan pada pembersihan sampah plastik di kawasan hutan mangrove dan lingkungan sekitarnya sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memitigasi potensi banjir akibat penumpukan sampah pada saluran air, drainase, dan sungai.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari jajaran Forkopimda Provinsi Bali, antara lain unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan lembaga peradilan, hingga perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali. Unsur TNI dan Polri yang diundang mencakup Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Korem 163/Wira Satya, Lanud I Gusti Ngurah Rai, serta Lanal Denpasar. Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan bersama menangani persoalan sampah plastik di Bali.

Dari unsur pemerintahan, kegiatan turut melibatkan jajaran perangkat daerah Pemprov Bali, instansi vertikal terkait lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam, serta Pemerintah Kota Denpasar. Dukungan di tingkat wilayah mencakup unsur Kelurahan Pedungan, Pemogan, Sesetan, dan Serangan, serta Desa Adat Pedungan, Pemogan, Pesanggaran, dan Serangan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar juga dilibatkan untuk mendukung penyediaan personel dan kendaraan pengangkut sampah.

Partisipasi juga melibatkan kalangan akademisi dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Pendidikan Nasional, Institut Seni Indonesia Bali, Politeknik Negeri Bali, dan Universitas Dhyana Pura. Selain itu, sejumlah komunitas pemerhati lingkungan, seperti Sungai Watch, Bersih-Bersih Bali, Eco Bali, Malu Dong, Plastik Detox, Trash Warrior Bali, serta berbagai komunitas peduli sungai dan lingkungan, turut menjadi bagian dari unsur yang dilibatkan dalam gerakan ini.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, menyampaikan bahwa aksi bersih sampah tersebut merupakan upaya bersama untuk mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya akibat sampah plastik. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah mitigasi terhadap potensi banjir yang dapat dipicu oleh penumpukan sampah di saluran air dan sungai. Melalui kolaborasi pemerintah, aparat, dunia pendidikan, komunitas lingkungan, dan masyarakat, penanganan sampah diharapkan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Sejalan dengan kebijakan tersebut, peserta diwajibkan membawa botol minum guna ulang (tumbler) masing-masing untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Peserta juga membawa perlengkapan kebersihan secara mandiri, seperti penjepit sampah, sarung tangan, dan karung, serta bertanggung jawab memastikan sampah yang dikumpulkan siap diangkut ke tempat penanganan selanjutnya.

Dari pelaksanaan aksi bersih sampah di kawasan mangrove Pesanggaran, berhasil dikumpulkan sebanyak 3.559,53 kilogram atau sekitar 3,56 ton sampah yang tertampung dalam 777 karung. Sampah yang terkumpul kemudian disiapkan untuk diangkut menggunakan kendaraan pengangkut sampah. Capaian tersebut menunjukkan besarnya tantangan penanganan sampah sekaligus pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir dan ekosistem mangrove.

Melalui momentum peringatan Tumpek Wayang, aksi bersih sampah ini diharapkan semakin memperkuat kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Gerakan serentak tersebut juga menjadi pengingat bahwa penanganan sampah memerlukan tanggung jawab bersama dan perubahan perilaku secara berkelanjutan, mulai dari pembatasan penggunaan plastik sekali pakai hingga pengelolaan sampah dari sumbernya, guna mewujudkan Bali yang bersih, sehat, dan lestari. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pimpin Aksi Bersih di Area Puspem Badung, Bupati Adi Arnawa Bumikan Jana Kerthi Jelang Tumpek Wayang

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa pimpin aksi bersih-bersih di Puspem Badung
AKSI BERSIH-BERSIH: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta dan para ASN serta komponen masyarakat menggelar aksi bersih-bersih lingkungan serta pembersihan sampah plastik di kawasan Puspem Badung, Jumat (9/10). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Komitmen menjaga kelestarian ekologi berbasis kearifan lokal ditunjukkan secara nyata oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Badung. Dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan komponen masyarakat menggelar aksi bersih-bersih lingkungan serta pembersihan sampah plastik di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Jumat (9/10).

Aksi gotong-royong yang menyasar saluran irigasi, anak sungai, dan telajakan ini digelar khusus untuk menyambut Rahina Tumpek Wayang. Kegiatan kolaboratif ini diikuti oleh Wakil Ketua III DPRD Badung I Made Sunarta, Sekda Badung IB Surya Suamba, jajaran Kepala OPD, Forkopimda, para Camat, Instansi Vertikal, perwakilan Perguruan Tinggi, pelajar, serta komunitas peduli lingkungan.

Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan, budaya menjaga kesucian alam sesungguhnya telah diwariskan oleh leluhur Bali sejak lama, salah satunya diimplementasikan lewat perayaan Tumpek Wayang. Melalui momentum ini, ia mengajak generasi muda untuk membumikan kembali nilai-nilai tersebut agar menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.

“Pemerintah Kabupaten Badung hadir lengkap untuk melaksanakan bersih-bersih lingkungan termasuk irigasi di sepanjang Puspem ini. Di Bali, budaya itu sudah tumbuh dan terbukti dari perayaan Tumpek Wayang. Kita diingatkan untuk selalu bersih-bersih lingkungan, bukan hanya sekarang, tetapi seterusnya. Mudah-mudahan ini menjadi budaya bagi generasi muda ke depan,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa mengaitkan aksi ini dengan filosofi Jana Kerthi, yaitu menjaga keseimbangan lingkungan demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Menurutnya, Puspem Badung harus menjadi contoh terdepan (role model) dalam hal pengelolaan kebersihan dan tata hijau.

Ia mengingatkan bahwa urusan sampah bukan semata-mata beban Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga Badung. Pemerintah daerah berkewajiban menyiapkan regulasi dan sarana, namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh perubahan perilaku masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi pembatasan kantong plastik dan botol plastik sekali pakai di lingkungan instansi pemerintahan, termasuk pembudayaan membawa botol minum (tumbler) mandiri sesuai Surat Edaran Sekda.

Di akhir arahannya, ia meminta masyarakat menerapkan lima langkah konkret: kurangi sampah, pilah dari sumbernya, manfaatkan sampah bernilai, kelola residu, dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kebersihan bukan pekerjaan satu pihak, bukan pula pekerjaan satu hari. Kebersihan adalah budaya, tanggung jawab, dan bagian dari kualitas hidup kita bersama. Setelah lingkungan ini bersih, mari kita jaga agar tetap bersih,” pungkas Bupati Adi Arnawa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jadi Tuan Rumah “Berbelanja dan Berbagi” Ke-8, Badung Hadirkan 131 Pelaku Usaha Lokal dan Bantu 100 Warga

Published

on

By

Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ke-8 di Puspem Badung
BERBELANJA DAN BERBAGI: Pasar Rakyat bertajuk "Berbelanja dan Berbagi" Ke-8 Tahun 2026 di area Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (9/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Semangat gotong-royong dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan menggema di Kabupaten Badung. Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali berkolaborasi dengan TP PKK Kabupaten Badung sukses menggelar Pasar Rakyat bertajuk “Berbelanja dan Berbagi” Ke-8 Tahun 2026 di Area Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat (9/10).

Aksi sosial dan penguatan ekonomi ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba, serta jajaran Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali dan pejabat terkait lingkungan Pemprov Bali serta Pemkab Badung.

Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini bukan sekedar ruang transaksi jual-beli biasa. Dua pilar utama, yaitu kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan serta pemberdayaan ekonomi mikro berjalan beriringan demi membantu masyarakat yang membutuhkan agar kelak bisa mandiri.

“Ini bukan sekedar ruang transaksi jual-beli tetapi kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan untuk masyarakat,” ucapnya.

Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, pasar rakyat kali ini menyalurkan bantuan sosial pangan secara merata kepada 100 warga prasejahtera yang tersebar di enam wilayah Kabupaten Badung.

Rincian penerima bantuan tersebut menyasar 30 warga dari Desa Darmasaba, 30 orang dari Kelurahan Sempidi, 27 orang dari Kelurahan Kapal, 7 orang dari Kelurahan Dalung, 3 orang dari Desa Kuwum, dan 3 orang dari Kelurahan Kerobokan Kaja.

Di sisi penguatan ekonomi, kegiatan ini menjadi berkah melimpah bagi para petani dan pelaku usaha kecil. Sebanyak 131 pelaku usaha lokal terlibat langsung mempromosikan produknya, yang terdiri dari 39 pelaku UMKM, 28 produsen produk pertanian dan pangan olahan, serta 64 pelaku usaha kuliner. Perputaran ekonomi ini dinilai efektif memotong jalur distribusi, sehingga memberikan keuntungan langsung bagi produsen lokal.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Koster, mengapresiasi kerja keras jajaran TP PKK Badung atas suksesnya pelaksanaan acara ini. Ia menegaskan bahwa gerakan “Berbelanja dan Berbagi“ merupakan komitmen berkelanjutan yang diinisiasi sejak periode kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster guna menjadikan kepedulian sosial sebagai budaya hidup masyarakat Bali.

“Konsep ‘Berbelanja dan Berbagi’ mengandung makna yang sangat dalam. Berbelanja produk lokal berarti kita menghargai karya anak bangsa dan menjaga kelestarian budaya. Sementara berbagi adalah wujud kemanusiaan yang luhur. Kesejahteraan tercipta saat kita saling menguatkan; yang mampu membantu yang kurang mampu, dan yang dibantu didorong untuk semakin mandiri,” ujarnya.

Melalui sinergi kokoh antara program provinsi dan kabupaten, gerakan ini diharapkan dapat melahirkan kemandirian ekonomi jangka panjang, sekaligus meratakan kesejahteraan krama di seluruh wilayah Badung dan Bali secara umum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca