Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Gubernur Koster Ajak Pangdam, Kapolda, dan Bupati Gotong-royong Percepat Vaksinasi di Badung

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Koster foto bersama usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Balai Banjar Desa Adat Jimbaran dan Hotel Ayana, Kabupaten Badung, Senin (Soma, Wage Julungwangi) 29 Maret 2021.

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Kapolda Bali, Irjen Putu Jayan Danu Putra, Danrem 163/ Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf, dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bergotong royong mempercepat vaksinasi di Kabupaten Badung. Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Balai Banjar Desa Adat Jimbaran dan Hotel Ayana, Kabupaten Badung, Senin (Soma, Wage Julungwangi) 29 Maret 2021.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Badung karena pelaksanaan vaksinasi di Jimbaran sudah berlangsung tertib serta tidak berkerumun. Dalam kesempatan ini saya mengajak Bapak Pangdam IX/Udayana, Bapak Kapolda Bali, dan Bapak Danrem 163/Wira Satya untuk bergotong royong guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Badung dengan mengerahkan Tenaga Vaksinator dan Tracer Covid-19,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini di sela-sela kegiatan peninjauan vaksinasi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Alasan Wayan Koster untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi, karena Kabupaten Badung menjadi prioritas vaksinasi sebagai zona hijau, yaitu Nusa Dua (Badung), Ubud (Gianyar) dan Sanur (Denpasar) aman dari Covid-19. Pada tanggal 25 Maret 2021 juga telah melakukan rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan dalam kegiatan Bali Investment Forum 2021 agar Pemerintah Pusat memprioritaskan ketersediaan vaksin di Bali.

Mendengar hal itu, Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Badung menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Bali, Pangdam IX/Udayana, dan Kapolda Bali terkait bantuan pengerahan personil untuk memperlancar penanganan vaksinasi. “Sehingga dalam sehari sebanyak 1.000 orang bisa divaksin dan kami target vaksinasi tahap kedua bisa selesai sebelum bulan Juni,” ujarnya dihadapan Gubernur Koster dan Sekda Bali, Dewa Made Indra saat diwawancarai awak media.

Baca Juga  Pimpin Gelar Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Kapolda Bali : Mari Bekerja Sama Perangi Narkoba

Mengenai rencana pemerintah untuk membuka kembali kawasan wisata di Pulau Dewata kepada para wisatawan asing, orang nomor satu di Pemprov Bali ini mengatakan bahwa berdasarkan arahan Bapak Presiden RI dimana pariwisata Bali rencana akan dibuka kembali untuk wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2021 mendatang secara bertahap dengan catatan semua pelaku wisata dan wisatawan disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Sebelumnya Wayan Koster dalam berbagai pertemuan dengan Presiden RI dan tingkat Menteri, tidak henti-hentinya menyuarakan Bali agar terus mendapatkan vaksin dari Pemerintah Pusat. “Dari 4,3 juta penduduk, saya berharap 70 persennya atau sekitar 3 juta penduduk di Bali bisa mendapatkan vaksin dan saya harap Bali mendapatkan prioritas setidaknya sampai Juli 2021 sebanyak 2,5 juta warga kami sudah divaksin,” ujarnya.

Bali dengan konsep gotong royongnya yang dikomando langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Kapolda Bali, Irjen Putu Jayan Danu Putra, Danrem 163/ Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf dan bekerjasama dengan Bupati/Walikota se-Bali, tercatat juga telah mendapatkan apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian.

Karena pelaksanaan vaksinasi berbasis banjar yang ditinjaunya langsung di Ubud, Gianyar, pada Selasa (23/3) bisa dijadikan contoh untuk wilayah lain di Pulau Bali termasuk di Indonesia. Menurut Tito Karnavian, model vaksinasi berbasis banjar ini dinilanya berjalan sangat tertib, tidak terjadi kerumunan, hingga yang utama adalah jumlah warga yang divaksin bisa diselesaikan dalam waktu yang cepat dan terukur targetnya.

Atas semangat yang diberikan Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Bali, Wayan Koster juga terus melakukan doa secara niskala dan berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat agar 3 Zona Hijau yaitu Ubud (Gianyar), Sanur (Denpasar), Nusa Dua (Badung) yang aman dari Covid-19 bisa segera tertangani dengan cepat kegiatan vaksinasinya yang sudah dilakukan sejak Senin 22 Maret 2021 dan paling lambat selesai tanggal 4 April 2021 (14 hari) sudah selesai.

Baca Juga  Gelar Olahraga Bersama, Polda Bali dan Kodam IX/Udayana Pupuk Sinergitas dan Rasa Saling Menghargai

Dimana total yang divaksin di 3 kawasan ini mencapai 170.487 orang, Kawasan Ubud, meliputi Kelurahan Ubud, Kedewatan, Sayan, dan Petulu total sebanyak 47.045 orang; Kawasan Nusa Dua dan sekitarnya, meliputi ITDC, Kelurahan Benoa, Tanjung Benoa, Jimbaran, dan Tuban total sebanyak 87.715 orang; dan Kawasan Sanur, meliputi Desa Sanur, Sanur Kauh, serta Sanur Kaja total sebanyak 35.727 orang.

“Perjuangan ini tidak hanya di 3 kawasan tersebut saya lakukan untuk mendapatkan vaksinasi, namun juga 6 kabupaten/kota yang lain terus saya lakukan,” jelasnya sembari merinci sampai saat ini kelompok masyarakat  terus menjalani vaksinasi yang meliputi lansia, pelayan publik (petugas keamanan, pegawai pemerintah, petugas transportasi, pelaku pariwisata, pasar swalayan, pedagang pasar, tenaga pendidik, pegawai Bandara Ngurah Rai, pegawai pelabuhan, pegawai perbankan, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, atlet, dan wartawan, red) hingga masyarakat perkotaan.

Kemudian data tanggal 28 Maret 2021 jumlah penduduk yang sudah divaksinasi hampir mencapai 400.000 orang. “Kami harapkan vaksinasi di Bali rampung dalam 100 hari, dari tanggal 22 Maret sampai 30 Juni 2021,” tegas Wayan Koster.

Guna mendukung suksesnya vaksinasi, Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini juga melibatkan vaksinator yang berasal dari Tenaga Kesehatan (Nakes) RS Pemerintah dan Swasta termasuk Bidan dan Perawat serta unsur TNI/Polri. Di samping juga tenaga pendukung sebanyak 12.000 orang yang berasal dari nakes maupun non-nakes.

“Pencapaian target vaksinasi sangat tergantung dengan jumlah vaksin yang dialokasikan Pemerintah Pusat untuk Bali, mengingat ketersediaannya yang terbatas. Untuk itu, saya berupaya keras agar Bali mendapat alokasi yang mencukupi, untuk mempercepat pembentukan kekebalan komunitas guna mencegah penularan Covid-19. Pencapaian ini sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dalam rangka pemulihan pariwisata Bali,” tambahnya seraya mengatakan dengan target vaksinasi tersebut, sudah cukup untuk herd immunity dan dengan demikian, diharapkan bulan Juli 2021 pariwisata untuk wisatawan mancanegara sudah bisa dibuka secara bertahap dan terbatas. (gs)

Baca Juga  Monitoring Kamtibmas Malam Tahun Baru 2025, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Sebut Bali Relatif Aman dan Kondusif

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Pimpin Gelar Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Kapolda Bali : Mari Bekerja Sama Perangi Narkoba

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Antisipasi Kriminalitas, Ops Ketupat Agung Polda Bali Sasar Rumah Kosong Ditinggal Mudik

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Kapolda Bali Pimpin Sertijab PJU Polda Bali

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca