Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Disdukcapil Denpasar Raih Penghargaan ’’Dukcapil Bisa’’ dari Kemendagri

BALIILU Tayang

:

de
Kadisdukcapil Kota Denpasar Dewa Gede Juli Artabrata saat mengikuti Rakornas secara virtual.

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar mendapat penghargaan ’’Dukcapil Bisa’’ skala nasional tahun 2020 dari Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian. Penghargaan diserahkan bersamaan dengan Rakornas (rapat koordinasi nasional) yang diikuti oleh Dukcapil seluruh Indonesia secara virtual, Selasa (30/3).

Menurut Kadisdukcapil Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata, pengharapan tersebut merupakan apresiasi yang tinggi, komitmen yang kuat dan konsisten dalam mengemban dan menjalankan tugas yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota, terbaik berdasarkan sembilan kriteria, meliputi total perekaman KTP-el 98%, total penerbitan KIA 20%, total penerbitan akta kelahiran 92%, penggunaan kertas putih pada 18 dokumen, penggunaan tanda tangan elektronik pada 18 dokumen kependudukan, layanan online, layanan  terintegrasi, perjanjian kerjasama, dan akses data organisasi perangkat daerah.

’’Tujuan dari pelayanan adminduk (administrasi kependudukan) agar semua masyarakat Denpasar memiliki dokumen kependudukan. Bersyukur sudah memenuhi target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yang didukung dengan kinerja staf Dukcapil dan masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan,’’ katanya usai mengikuti rakornas.

Kadis yang akrab disapa Dewa Juli itu menyebutkan penerima penghargaan Dukcapil Bisa terdiri atas sepuluh kabupaten/kota dengan jumlah penduduk besar (1,5 juta lebih), sepuluh kabupaten/kota dengan jumlah penduduk sedang (500.000-1,5 juta), sepuluh kabupaten/kota dengan jumlah penduduk kecil (di bawah 500.000) dan sembilan kabupaten/kota dengan bersifat afirmasi wilayah dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Denpasar tergolong kota yang berpenduduk sedang bersama sembilan kabupaten/kota yang ditetapkan Mendagri yakni Kabupaten Grobogan, Sleman, Kendal, Bantul, Buleleng, Gunung Kidul dan Kabupaten Madiun serta Kota Tangerang Selatan dan Kota Tasikmalaya. (eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Verifikasi Faktual Mangupura Award 2026 di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung

Published

on

By

Tim Verifikasi Mangupura Award 2026 melakukan verifikasi faktual di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung.
VERIFIKASI: Tim Verifikasi saat memverifikasi Sekretariat Daerah Kabupaten Badung di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (27/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Masuk nominasi 10 besar, Sekretariat Daerah Kabupaten Badung mengikuti Verifikasi Faktual Mangupura Award Tahun 2026, Kamis (27/8). Tim Verifikasi diterima di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung. Penilaian kali ini masuk pada tahap presentasi dan verifikasi lapangan. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian dokumen dan implementasi kinerja Sekretariat Daerah berdasarkan kriteria penilaian. Ada tujuh instrumen penilaian di tingkat perangkat daerah, meliputi; penatausahaan aset, tata kelola keuangan, tata kelola arsip, tata kelola sumber daya manusia, tata kelola pelayanan publik, program inovasi, serta administrasi akuntabilitas kinerja.

Tim Juri Mangupura Award Tahun 2026 yang dipimpin Putri Ayu Wijayanti dari STIKOM Bali beserta anggota tim juri, diterima Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Luh Suryaniti, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan serta para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Badung.

Mangupura Award merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Badung kepada Perangkat Daerah yang menunjukkan kinerja unggul, tata kelola pemerintahan yang baik, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan inovasi. Penghargaan ini sekaligus menjadi instrumen strategis dalam mendorong penguatan reformasi birokrasi, peningkatan akuntabilitas kinerja, serta terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi hasil.

Asisten Bidang Administrasi Umum, Wayan Wijana menyampaikan apresiasi kehadiran tim penilai Mangupura Award 2026 di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung. Menurutnya keberhasilan masuk nominasi 10 besar merupakan kerja keras, kerja sama, dan komitmen dari seluruh Bagian di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung. Melalui verifikasi dari Tim Juri diharapkan seluruh jajaran Sekretariat Daerah dapat memberikan gambaran yang utuh kepada tim juri bahwa dokumen yang telah diunggah benar-benar dapat dibuktikan sesuai pelaksanaan di lapangan. Selain verifikasi dokumen, tim juri juga diharapkan memperoleh informasi secara lengkap mengenai pelaksanaan pelayanan publik, berbagai inovasi yang telah dilakukan, serta capaian-capaian yang diraih Sekretariat Daerah Kabupaten Badung.

Sementara Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agus Aryawan menjelaskan, keberadaan Mangupura Award menjadi instrumen penting dalam mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan kinerja perangkat daerah. Karena itu, Sekretariat Daerah Kabupaten Badung memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Mangupura Award.

Ia menilai indikator penilaian yang digunakan dalam Mangupura Award memiliki keterkaitan erat dengan berbagai aspek evaluasi dan pemeriksaan eksternal yang harus dipersiapkan oleh pemerintah daerah.

“Verifikasi faktual Mangupura Award tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum bagi Sekretariat Daerah untuk memastikan seluruh tata kelola, administrasi, pelayanan, inovasi, dan akuntabilitas kinerja berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

“Pamikukuh“ Prajuru Desa Adat Pecatu Periode 2026-2031

Bupati Adi Arnawa Tekankan Sinergi Pemerintah dan Desa Adat Jaga Masa Depan Pecatu

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Upacara Pamikukuh miwah Pajaya-jayaan Prajuru Desa Adat Pecatu masa ayahan 2026-2031 di Pecatu, Kuta Selatan.
HADIRI PAMIKUKUH: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Upacara “Pamikukuh miwah Pajaya-jayaan” Prajuru Desa Adat Pecatu, masa ayahan Isaka Warsa 1948-1953 atau 2026-2031, di Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis (27/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pesatnya perkembangan Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi masyarakat setempat. Di tengah geliat pariwisata dan investasi yang kian masif, sinergi pemerintah dengan desa adat dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan kawasan tetap sejalan dengan daya dukung lingkungan, sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Upacara Pamikukuh miwah Pajaya-jayaan Prajuru Desa Adat Pecatu, masa ayahan Isaka Warsa 1948-1953 atau 2026-2031, Kamis (27/8).

Dalam kesempatan itu, Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan selamat kepada Bendesa Adat Pecatu terpilih I Made Sutama beserta jajaran prajuru yang dikukuhkan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada prajuru sebelumnya yang telah menuntaskan masa ayahan dan meletakkan fondasi bagi keberlanjutan tata kelola Desa Adat Pecatu. Ia berpesan agar kepemimpinan baru tetap berpegang pada awig-awig dengan mengedepankan tata kelola yang transparan, terbuka, serta dilandasi semangat mengayomi dan merangkul seluruh krama.

“Dalam menjalankan awig sekaligus tata kelola agar tetap satu. Dalam pengambilan keputusan harus transparan, terbuka dan harus ada semangat mengayomi, merangkul,” tegasnya.

Ia menilai Bendesa Adat Pecatu yang baru memiliki pengalaman birokrasi yang tidak perlu diragukan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi modal dalam mengelola desa adat yang kini menghadapi perkembangan wilayah cukup pesat. Menurut Adi Arnawa, Pecatu merupakan salah satu kawasan strategis di Badung Selatan yang tengah berkembang menjadi destinasi pariwisata unggulan. Perkembangan tersebut turut mendorong pertumbuhan investasi dan populasi, sehingga membutuhkan tata kelola yang semakin matang. Karena itu, ia meminta Bendesa Adat bersama seluruh prajuru dapat menyikapi perkembangan tersebut dengan cermat. Terlebih Desa Adat Pecatu bersama Puri Agung Jro Kuta merupakan pengempon Pura Luhur Uluwatu, salah satu Pura Sad Kahyangan di Bali.

Bupati Adi Arnawa juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang dalam melihat perkembangan Pecatu. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah, menurutnya, harus mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat lokal.

“Mulai hari ini diharapkan merubah mindset. Dengan pembangunan yang semakin masif ke Pecatu, terutama pembangunan infrastruktur, saya meyakini ekonomi masyarakat di Pecatu akan semakin meningkat. Tentunya tantangannya juga akan semakin meningkat,” katanya.

Sebagai kawasan yang menjadi salah satu pusat akomodasi wisata, pemerintah dan desa adat seyogyanya berjalan beriringan dalam menjaga geliat pariwisata Pecatu agar tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan karakter dan keberlanjutan kawasan. Ia pun mengajak Desa Adat Pecatu tidak hanya menjadi penerima dampak pembangunan, tetapi turut mengambil peran dalam penataan pariwisata.

“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Ayo membangun sinergi antara pemerintah dengan desa adat,” ajaknya sembari mengajak masyarakat agar banyak belajar juga dari desa adat lainnya dalam membangun sinergi yang baik antara desa adat dengan pemerintah.

Ia berharap kepemimpinan baru Desa Adat Pecatu mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan nilai-nilai adat. Dengan demikian, perkembangan pariwisata tidak hanya dinikmati generasi sekarang, tetapi juga tetap menjadi warisan bagi anak cucu.

“Tantangan bagi Bendesa Adat dan prajuru sekalian, mari menjaga bersama agar pariwisata ini bisa dinikmati anak cucu kita ke depan,” pungkasnya.

Bendesa Adat Pecatu terpilih I Made Sutama mengatakan, jajaran prajuru baru mulai menjalankan tugas setelah prosesi pengukuhan. Sebanyak 28 orang prajuru akan mengemban tanggung jawab dalam masa ayahan 2026-2031. Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia pemilihan yang telah menyelesaikan seluruh tahapan hingga terpilihnya Bendesa Adat Pecatu yang baru.

Pihaknya akan melanjutkan program kerja yang telah disusun prajuru sebelumnya dan masih tersisa sekitar empat bulan. Selanjutnya, program kerja untuk 2027 akan mulai disusun pada November mendatang berdasarkan visi dan misi yang dibawa saat pencalonan, dengan tetap melakukan evaluasi terhadap program sebelumnya.

“Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada prajuru sebelumnya yang telah meletakkan pondasi landasan yang bagus untuk kami lanjutkan. Kalau ada yang belum dilaksanakan, kami akan laksanakan. Kalau perlu ada yang kami evaluasi, kami akan evaluasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah selesai tugasnya dan berhasil menghasilkan serta mewujudkan Kelian Desa Adat yang baru,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan krama Desa Adat Pecatu agar pelaksanaan swadarma sebagai Bendesa Adat dapat berjalan baik dan membawa Pecatu ke arah yang lebih baik. Ia menegaskan penguatan tata kelola menjadi salah satu perhatian awal kepengurusan baru. Koordinasi akan dilakukan dengan staf desa adat dan seluruh prajuru untuk memastikan tugas pokok dan fungsi masing-masing berjalan jelas.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Badung I Made Tommy Martana Putra, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, Bendesa Adat Pecatu sebelumnya I Made Sumerta, Penglingsir Puri Jero Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, serta beberapa tokoh puri lainnya, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung Ida Bagus Gede Widnyana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujudkan Generasi Emas, Bunda PAUD Badung Apresiasi Gelar Kreativitas Anak PAUD/TK Se-Badung

Published

on

By

Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Gelar Kreativitas Lomba PAUD/TK Se-Kabupaten Badung di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala.
GELAR KREATIVITAS: Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat acara Gelar Kreativitas Lomba PAUD/TK Se-Kabupaten Badung di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, kompleks Puspem Badung, Kamis (27/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengapresiasi acara Gelar Kreativitas Lomba PAUD/TK se-Kabupaten Badung, yang berlangsung di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, kompleks Puspem Badung, Kamis (27/8).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah ekspresi dan pengembangan potensi anak usia dini di seluruh wilayah Kabupaten Badung, dengan mengusung semangat pendidikan yang menyenangkan, edukatif, dan berbasis kearifan lokal.

Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung beserta jajaran, Pengawas TK se-Kabupaten Badung, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Badung, Ketua Himpunan Penyelenggara PAUD Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Badung, serta para dewan juri.

Gelar kreativitas ini diselenggarakan dengan tujuan utama memberikan wadah yang luas bagi anak usia dini untuk mengekspresikan diri secara bebas dan positif, meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan bakat dan minat sejak dini, serta menumbuhkan semangat belajar melalui konsep bermain yang mendidik. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memastikan tumbuh kembang anak Badung secara optimal, sebagai fondasi terwujudnya Generasi Emas Badung.

Berbagai cabang lomba telah disiapkan dan diikuti oleh ratusan peserta PAUD/TK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Badung, meliputi: Lomba Mewarnai diikuti 60 peserta dari TK se-Kabupaten Badung, Lomba Kolase diikuti 60 peserta, Lomba Finger Painting diikuti 60 peserta, Lomba Meronce diikuti 60 peserta, Lomba Memasukkan Bola ke dalam Keranjang diikuti 60 peserta, dengan 10 tim di setiap kecamatan se-Kabupaten Badung, Lomba Tari Baris Tunggal diikuti 6 peserta se-Kabupaten Badung, Lomba Pakaian Adat ke Pura diikuti 6 peserta, Lomba Celoteh Anak dan Lomba Dolanan (permainan tradisional anak).

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, guru, pengawas, serta orang tua yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. “Anak-anak adalah harta paling berharga dan harapan masa depan Kabupaten Badung. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya mengasah kreativitas dan bakat mereka, tetapi juga menanamkan kepercayaan diri, keberanian tampil, serta rasa cinta terhadap budaya dan kearifan lokal kita sejak usia dini. Semangat bermain sambil belajar adalah kunci utama tumbuh kembang anak yang sehat dan bahagia,” ujarnya.

Bunda PAUD juga berharap agar semangat kreativitas ini terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga setiap anak di Badung dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Ia juga mengapresiasi keikutsertaan anak-anak dalam lomba bernuansa budaya seperti pakaian adat dan dolanan, yang merupakan langkah luar biasa dalam melestarikan warisan leluhur. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca