Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Pantau Vaksinasi di Kuta Selatan, Wabup Suiasa Ajak Masyarakat tetap Taat Prokes

BALIILU Tayang

:

de
PANTAU VAKSINISASI: Wabup Suiasa saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Royal Tulip Springhill Resort Jimbaran dan Karma Group Jimbaran, Kuta Selatan, Kamis (22/4).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengajak masyarakat yang belum maupun yang sudah divaksin untuk tetap memakai masker dan tetap menaati protokol kesehatan. Karena kalau ini bisa diwujudkan, kehidupan akan kembali normal dan perputaran ekonomi akan kembali bersemi. Ia juga berharap kepada masyarakat yang akan divaksin untuk memberikan ruang dan prioritas bagi para lansia.

“Sehatmu adalah sehatku, sehatku adalah sehatmu. Marilah kita jaga betapa mahal dan besarnya nilai arti sehat tersebut. Semoga vaksinasi ini dapat berjalan lancar dan saya mengajak masyarakat untuk tetap taat pada protokol kesehatan serta tidak ada lagi klaster baru,” ujar Wabup Suiasa saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Royal Tulip Springhill Resort Jimbaran dan Karma Group Jimbaran, Kuta Selatan, Kamis (22/4).

Turut mendampingi dalam pemantauan tersebut Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Lurah Jimbaran I Ketut Rimbawan serta dihadiri juga GM. Royal Tulip Springhill  Jimbaran Ni Made Yuliantini, GM. Karma Group Jimbaran Ni Made Widyari. Pelayanan vaksinasi di tempat ini melibatkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Badung, RSD Mangusada, Puskesmas Kuta Selatan, tim kesehatan dari RSPTN Unud dan jumantik Badung.

Pada pemantauan di kedua tempat ini, Wakil Bupati I Ketut Suiasa beserta tim Covid-19 juga sekaligus menyaksikan dan memperhatikan pola, alur dan skema jalannya pemberian vaksin dari pendaftaran, pengecekan tensi darah, penyuntikan vaksin sampai penerimaan sertifikat vaksin.

Wabup Suiasa menyampaikan sangat mengapresiasi langkah penggerak pariwisata Badung dalam hal ini manajemen Tulip Springhill Resort dan Karma Group Jimbaran serta para vaksinator dan tim kesehatan baik dari RSUD Mangusada Badung, Dinas Kesehatan dan tim Puskesmas Kecamatan Kuta Selatan  yang sudah bersinergi memberikan ruang dan tempat vaksinasi bagi karyawan hotel maupun spa dan masyarakat sekitar di daerah Jimbaran juga Kuta Selatan dalam upaya memperluas zona hijau khususnya di Kuta Selatan. 

“Langkah-langkah seperti ini sangat kami apresiasi dan sangat dibutuhkan dalam memerangi Covid-19. Kami Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen terus bergerak memberikan pelayanan cepat dan tepat kepada seluruh masyarakat sehingga memberikan kepercayaan kehidupan yang positif bagi masyarakat di Kuta Selatan dan Badung,” ujarnya seraya mengatakan ini menjadi sebuah tantangan bagi Badung dan masyarakat untuk membawa Badung menuju ke zona hijau dalam menyambut pembukaan pariwisata yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Mengingat Badung yang sebagian besar masyarakatnya  mengandalkan perputaran ekonomi dari sektor pariwisata, sinergitas dan kolaborasi ini sangat penting karena pemerintah tidak bisa bergerak sendiri.  “Inilah pentingnya langkah secara bergandengan tangan bersama dalam memerangi Covid-19. Mari kita jaga sinergitas dan kebersamaan ini demi kesehatan kita bersama untuk menuju Badung yang kuat dan bermartabat, tentu dibarengi dengan masyarakatnya yang sehat,” ajaknya seraya menambahkan untuk vaksinasi di Royal Tulip Springhill Jimbaran 500 vaksin dan di Karma Group Jimbaran 200 vaksin.

Sementara itu GM Karma Group Jimbaran Ni Made Widyari mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Badung beserta jajaran serta tim vaksinasi atas sinergitasnya  dalam memberikan pelayanan vaksinasi kepada para karyawan dan karyawati serta masyarakat setempat. Dikatakan kebersamaan dan kolaborasi ini sangat memberikan arti bagi manajemen mereka serta masyarakat setempat.

“Dengan telah divaksinnya para karyawan dan karyawati serta masyarakat dapat memberikan kepercayaan diri kepada mereka terkait pencegahan Covid-19 yang telah menghambat nafas pariwisata Badung dan Bali. Kami berharap dengan vaksinasi ini kita dapat bernafas lega apalagi Badung dan Bali menjadi zona hijau. Dengan hal tersebut tentu denyut kehidupan pariwisata bisa hidup lagi serta masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti dulu,” katanya. (bt)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca