Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Guru Nyoman Giri Prasta Terima Pengurus MGPSSR Jembrana dan Bangli, Siap Hadiri Lokasabha

BALIILU Tayang

:

de
AUDIENSI: Ketua MGPSSR Bali Guru Nyoman Giri Prasta foto bersama pengurus MGPSSR Jembrana dan Bangli.

Badung, baliilu.com – Di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Badung, Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali Guru Nyoman Giri Prasta menerima audiensi pengurus MGPSSR Kabupaten Jembrana yang dipimpin Ketuanya Jro Made Sudiada dan pengurus MGPSSR Kabupaten Bangli yang dipimpin Ketuanya Jro I Ketut Kayana, Senin (10/5) di rumah Dinas Bupati Badung, Puspem Sempidi, Badung.

Saat menerima pengurus MGPSSR Jembrana dan Bangli, Guru Nyoman Giri Prasta didampingi Sekretarisnya Jro Pandu P Lagosa dan Bendahara Jro Bagus Sapta Tenaya. Sedangkan pengurus MGPSSR Jembrana yang turut hadir yakni penasehat Jro I Putu Artha, Sekretaris Jro I Wayan Darwin dan Wakil Sekretaris Jro Putu Sunartha. Pengurus MGPSSR Bangli yang turut hadir Ketua Panitia Lokasabha Jro I Made Mulyawan, Ketua Panitia Pembangunan Sekretariat Jro Nengah Tesan dan Perwakilan Maha Gotra Kecamatan Jro Wayan Darma.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MGPSSR Jembrana Jro I Made Sudiada bersama Sekretarisnya  Jro I Wayan Darwin menyampaikan rencana penyelenggaraan Lokasabha VII MGPSSR Jembrana yang akan dilaksanakan pada Senin, 24 Mei 2021 bertempat di Wantilan Pura Jagatnatha Kabupaten Jembrana. ‘’Untuk acara lokasabha ini, kami mengundang dan memohon kehadiran Guru Giri Prasta untuk hadir dan sekaligus memberikan sambutan,’’ ujar Jro Sudiada.

Jro Sudiada juga melaporkan telah melakukan pendataan semeton Pasek yang ada di Jembrana yang kini baru tercatat sebanyak 99 dadia. Disampaikan pula rencana akan membangun gedung sekretariat MGPSSR Jembrana yang selama ini menggunakan rumah tinggal ketua.

Sementara Ketua MGPSSR Bangli Jro I Ketut Kayana juga menyampaikan persiapan gelaran Lokasabha MGPSSR Bangli pada 31 Mei 2021 yang akan dilaksanakan di Gedung Sekretariat bersama PHDI dan MDA Bangli. Kayana juga melaporkan pendataan semeton Pasek di Bangli dari tingkat banjar, desa hingga kecamatan dan sudah selesai November 2020. Walaupun diakuinya masih ada semeton yang masih tercecer atau belum terdata, itu karena berbagai kendala. Kepada Guru Giri Prasta, MGPSSR Bangli juga menyampaikan rencananya bakal membangun Gedung MGPSSR Bangli.

Mendengar penyampaian akan diselenggarakannya lokasabha di Jembrana dan Bangli, Guru Giri Prasta yang juga menjabat Bupati Badung memberikan apresiasi dan menyatakan dukungannya. Dukungan tidak saja siap bakal hadir saat lokasabha, juga di luar dana punia semeton, Guru Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Badung ini memberikan dukungan dengan membantu beaya anggaran lokasabha masing-masing Rp 25 juta untuk Jembrana dan Bangli.

Sebagai semeton Pasek, Guru Giri Prasta memastikan akan selalu membantu pasemetonan. Ia kemudian mengingatkan kepada semeton Pasek untuk menunjukkan jati diri, baik astisi ring Ida Hyang Widhi Wasa, bakti ring kawitan, tindih ring bhisama, dan guyub ring semeton. Kenapa, karena kita, pertama saling sumbah, kedua saling parid, dan ketiga mesidikara. Saling sumbah karena satu Hyang kawitan. Masidikara artinya, duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Dan saling parid, kopi bisa berbagi. ‘’Oleh karena satu, saya mengajak semeton untuk berjuang kepada pasemetonan Pasek,’’ ucapnya seraya siap bakal membenahi dadia-dadia Pasek yang ada di Bali.

Guru Giri Prasta juga mengajak semeton apa yang jelek untuk ditinggalkan, yang baik dilestarikan dan yang sekarang dilaksanakan dan ke depan disempurnakan. ‘’Pokokne ane jelek yuk kita tinggalkan, ane baik mari kita lestarikan, ane sekarang mari kita laksanakan, yuk ke depan kita sempurnakan. Agata, anagata wartamana,’’ pungkas Guru Giri Prasta dan berharap pasemetonan Pasek memiliki big data yang mencatat semeton di 8 kabupaetn /kota yang ada di Bali. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Wagub Giri Prasta Hadiri “Pemelaspasan” Pura Lempuyang Madya

Ajak Umat Perkuat Semangat Menyama Braya dan Lestarikan Tradisi Bali

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspasan Pura Lempuyang Madya
HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri rangkaian upacara melaspas, mendem pedagingan, lan pujawali catur rebah mapadudusan alit di Pura Lempuyang Madya, Karangasem, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak umat Hindu untuk terus memperkuat persatuan, menjaga semangat menyama braya, serta melestarikan adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian upacara melaspas, mendem pedagingan, lan pujawali catur rebah mapadudusan alit di Pura Lempuyang Madya, Karangasem, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta mengikuti prosesi mendem pedagingan bersama para pemedek. Prosesi ini merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian upacara penyucian bangunan suci yang sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Usai mengikuti prosesi mendem pedagingan, Giri Prasta didampingi istrinya, Ny. Seniasih Giri Prasta, melaksanakan persembahyangan bersama yang bertepatan dengan rahina Purnama Sasih Kapat.

Dalam sambrama wacana-nya, Giri Prasta menguraikan sejarah dan nilai spiritual Pura Lempuyang. Merujuk pada lontar kuno Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul, ia menjelaskan bahwa keberadaan Pura Lempuyang berkaitan dengan legenda pemindahan puncak Gunung Mahameru dari India ke Pulau Jawa oleh para dewa. Pecahan gunung tersebut kemudian membentuk sejumlah pegunungan di Jawa dan Bali, termasuk Gunung Lempuyang.

Menurut kisah dalam lontar tersebut, Batara Hyang Pasupati mengutus tiga putra-putrinya untuk berstana di sejumlah gunung guna menjaga keseimbangan spiritual Pulau Bali. Batara Hyang Putra Jaya berstana di Tohlangkir (Gunung Agung) dengan parahyangan di Pura Besakih, Batari Dewi Danuh berstana di Pura Ulun Danu Batur, sedangkan Batara Hyang Gni Jaya berstana di Gunung Lempuyang.

Giri Prasta berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar serta membawa kerahayuan bagi umat dan masyarakat Bali.

“Dumogi karya niki memargi antar, labda karya, sida sidaning don, nemu rahayu, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” doa Giri Prasta.

Lebih lanjut, Giri Prasta mengajak umat menjadikan pelaksanaan upacara keagamaan sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat semangat menyama braya, dan membangun kebersamaan dalam menjalankan swadarma. Menurutnya, semangat gotong-royong dan persatuan umat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan adat, tradisi, dan kehidupan sosial masyarakat Bali.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan adat istiadat, tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal Bali yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pelestarian tersebut diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan upacara keagamaan, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Gubernur Koster Hadiri Puncak “Karya Panca Wali Krama” Ulun Danu Batur, Rawat Kesucian Alam Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Puncak Karya Panca Wali Krama
HADIRI PUNCAK KARYA: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Karya Panca Wali Krama yang digelar setiap sepuluh tahun sekali, di kawasan Pura Ulun Danu Batur, Songan, Bangli, Sabtu (26/9). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Puncak Karya Panca Wali Krama yang digelar setiap sepuluh tahun sekali, terasa begitu khidmat dan penuh harmoni di kawasan Pura Ulun Danu Batur, Songan, Bangli, Sabtu (26/9). Gubernur Bali Wayan Koster hadir langsung dalam puncak karya yang bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat tersebut.

Turut hadir Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta dan Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, bersama para pemangku, pengempon pura, tokoh masyarakat dan umat yang mengikuti persembahyangan.

Bagi Gubernur Wayan Koster, karya di Pura Ulun Danu Batur memiliki makna yang jauh melampaui sebuah ritual keagamaan. Di tempat yang menjadi salah satu pusat spiritual Bali sekaligus kawasan yang erat dengan sumber air dan kehidupan ini, nilai-nilai Sad Kerthi menemukan bentuknya secara nyata.

Wana Kerthi dan Danu Kerthi menjadi bagian penting dari rangkaian karya. Hutan dan air tidak hanya dipandang sebagai bagian dari alam yang harus dimanfaatkan, tetapi sebagai sumber kehidupan yang mesti dimuliakan dan dijaga keberlangsungannya.

Semangat tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dikembangkan Wayan Koster, menempatkan keharmonisan alam, manusia dan kehidupan sebagai fondasi pembangunan Bali.

“Kalau kita menjaga alam, sesungguhnya kita sedang menjaga kehidupan kita sendiri”. Semangat inilah yang tercermin dalam pelaksanaan karya, ketika ritual keagamaan sekaligus menjadi pengingat tentang tanggung jawab manusia terhadap alam Bali.

Dua Bulan Menuju Puncak Karya

Rangkaian karya telah berlangsung sejak 12 Agustus 2026 dan akan berakhir pada 7 Oktober 2026. Berbagai prosesi dilaksanakan secara bertahap sesuai wariga dan dresta Bali.

Salah satu tahapan penting adalah Danu Kerthi atau Mapag Toya pada 8 September 2026, kemudian dilanjutkan Malasti, Mapekelem ring Danu dan Pakelem ring Gunung pada 18 September.

Tahapan inti berlangsung melalui Tawur Manca Wali Krama pada 21 September di Genah Peyadnyan. Puncaknya, Sabtu (26/9), umat melaksanakan persembahyangan di sejumlah pura sebelum dilanjutkan dengan Ida Bhatara Tedun ke Peselang, Perayungan, Pedanaan dan Ngaturin Ageng di Pura Ulun Danu Batur.

Setelah puncak karya, rangkaian dilanjutkan dengan Subakti Penganyar secara bergiliran oleh pemerintah daerah dan masyarakat dari seluruh kabupaten/kota se-Bali hingga 7 Oktober.

Puncak karya ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga Bali bukan hanya tentang membangun dan memajukan daerah, tetapi juga tentang merawat kesucian alam, menghormati sumber kehidupan dan memastikan nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Alit Sucipta “Upasaksi Nebes Tapakan” di Pura Dwijendra Batanbuah

Pemkab Badung Kucurkan Hibah Rp 1 Miliar

Loading

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta Hadiri Upacara Nebes Tapakan Batanbuah
HADIRI UPACARA: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri (upasaksi) Upacara Nebes Tapakan Ida Betara di Pura Dwijendra Banjar Batanbuah yang dirangkaikan dengan persiapan Ngodak Tapakan di Pura Dalem Gede Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/09/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, balillu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri (upasaksi) Upacara Nebes Tapakan Ida Betara di Pura Dwijendra Banjar Batanbuah yang dirangkaikan dengan persiapan Ngodak Tapakan di Pura Dalem Gede Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/09/2026).

Karya yang bertepatan dengan Purnama Kapat ini dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Tegeh Abiansemal dan dihadiri oleh Plt. Camat Abiansemal beserta jajaran, Penglingsir Puri, unsur Tripika, serta para perbekel setempat.

Dalam sambutannya, Wabup mengapresiasi tinggi semangat gotong-royong krama Banjar Adat Batanbuah yang secara swadaya mengumpulkan iuran demi menyukseskan upacara luhur ini.

“Semangat kebersamaan ini merupakan bentuk sradha dan cihna bhakti yang luar biasa. Pemerintah Kabupaten Badung selalu hadir untuk memastikan setiap niat suci krama dalam melestarikan tradisi tetap berjalan lancar. Kami juga mengajak seluruh warga menjaga persatuan demi mendukung program pelestarian seni, adat, agama, dan budaya berbasis kearifan lokal,” ujar Bagus Alit Sucipta.

Sebagai bukti nyata komitmen daerah, Pemkab Badung resmi mengalokasikan bantuan dana hibah pada Anggaran Perubahan 2026 sebesar Rp 1 miliar.

Sementara itu, perwakilan panitia karya, I Made Budayasa, menjelaskan bahwa persiapan rangkaian upacara ini sejatinya telah dirancang matang selama 9 bulan. Sebanyak 545 Kepala Keluarga (KK) secara mandiri mengumpulkan urunan sebesar Rp 600.000 per KK hingga berhasil menghimpun dana awal Rp 300 juta, dari total keseluruhan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp 1,3 miliar.

Pihak panitia pun menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran jajaran pemerintah dan gelontoran dana hibah tersebut. Rangkaian prosesi Ngodak Tapakan (Ratu Gede, Ratu Sakti/Ratu Lingsir, Ratu Ayu, Ratu Alit) ini dijadwalkan akan terus bergulir hingga mencapai puncak prosesi upacara Melaspas pada 9 Desember 2026 mendatang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca