Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Badung Perluas Sasaran Vaksinasi Dosis 1, Wabup Suiasa Targetkan 4.255 Peserta di Desa Taman

BALIILU Tayang

:

Wabup Suiasa saat memimpin rapat koordinasi persiapan vaksinasi di Ruang Pertemuan Kantor Desa Taman, Abiansemal, Minggu (13/6).

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung kembali memperluas sasaran vaksinasi bagi masyarakat, mulai Senin 14 Juni (kemarin) kickoff vaksinasi akan menyasar masyarakat di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, dengan sasaran peserta sebanyak 4.255 orang.

Hal tersebut terungkap saat rapat koordinasi persiapan vaksinasi yang dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa di Ruang Pertemuan Kantor Desa Taman, Abiansemal, Minggu (13/6).

Wabup Suiasa mengatakan, vaksinasi akan terus berlanjut guna memenuhi skema dan target yang telah dipasang. “Dari skema dan target, kegiatan vaksinasi di Badung kita targetkan selesai bulan Juni. Karena pemerintah pusat sudah memberi sinyal bulan Juli akan membuka pariwisata Bali, asalkan kasus positif Covid-19 terus menurun. Kasus di Bali harus terus ditekan di kisaran dua digit atau kasusnya di bawah 100 per hari dan di kabupaten/kota satu digit atau di bawah 10 kasus per hari,” jelas Suiasa.

Lebih lanjut dikatakan, selain memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan Covid-19, gencarnya kegiatan vaksinasi diyakini menjadi salah satu faktor menurunnya kasus positif di Kabupaten Badung. Vaksinasi yang secara rutin dilakukan ini tidak terlepas dari ketersediaan vaksin dan tim vaksinator yang selalu siap setiap saat. Selain itu skema, pola dan target yang dilakukan sudah berjalan dengan baik. Ini juga tidak terlepas dari motivasi dan tanggung jawab aparat paling bawah serta dukungan dari masyarakat. Disebutkan,  vaksinasi di Badung menggunakan strategi teori gelombang air laut. Begitu bentuk gelombang akan mau pecah, di sisinya sudah ada gelombang baru. “Skema ini yang kami terapkan, bila di satu tempat vaksinasi sudah mau selesai, kita sudah bergegas memulai vaksin di tempat lain, begitu seterusnya. Skema ini terbukti sangat efektif sehingga Badung menjadi daerah di Bali yang paling efektif melakukan vaksinasi,” terangnya.

Untuk itu, Wabup Suiasa mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan vaksinasi ini, sehingga semaksimal mungkin dapat meningkatkan imun dan kekebalan tubuh masyarakat serta menurunkan kasus Covid di Badung. “Meskipun tantangannya cukup berat, namun dengan semangat dan gotong royong kami yakin kita bersama-sama dapat menyukseskan vaksinasi ini,” tambahnya. Pihaknya selaku pimpinan akan menjaminkan ketersediaan vaksin. Dinas Kesehatan telah menyiapkan 56 tim mobiling di luar tim yang standby di puskesmas dan pustu. Setiap tim juga ditarget dapat melayani vaksinasi minimal 150 orang per hari.

Wabup Suiasa juga menyampaikan, saat ini kegiatan vaksinasi difokuskan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Abiansemal. Selama tiga hari ke depan vaksinasi akan dilakukan di Desa Taman. Demi lancarnya vaksinasi, Suiasa memberikan motivasi dan semangat kepada kelian se-Desa Taman  untuk selalu solid bekerja sama sekaligus bertanggung jawab menyukseskan kegiatan vaksinasi Covid-19. “Terima kasih atas dedikasinya para kelian dinas, kami mengajak mari kita bersama-sama tetap solid dan bertanggung jawab demi suksesnya vaksinasi. Bangkitkan rasa moralitas kita, mari kita tunjukkan bahwa pemerintah selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Mudah-mudahan dengan kerja sama tim yang solid target sasaran dapat tercapai dalam tiga hari tersebut,” pintanya.

Mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak, baik itu tim kesehatan, pihak kecamatan, desa hingga banjar serta dukungan dari masyarakat, vaksinasi di Badung dapat terlaksana dengan baik dan lancar dan mampu menurunkan angka kasus Covid-19 di Badung. “Kami juga berharap kasus Covid dapat turun secara signifikan, sehingga rencananya bulan Juli pariwisata akan dibuka,” imbuh Suiasa.

Sementara itu, Perbekel Desa Taman I Gusti Made Sudarpa menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati serta motivasi dan arahannya guna menyukseskan program vaksinasi ini. Pihaknya bersama para kelian sudah mempersiapkan segala sesuatunya dan disepakati empat lokasi yang akan digunakan sebagai tempat kegiatan vaksinasi, di antaranya di SDN 3 Taman, SDN 1 Taman, SDN 5 Taman, SDN 4 Taman dengan jumlah total sasaran vaksinasi sebanyak 4.255 peserta dari 12 banjar dinas, dan berlangsung selama tiga hari,” pungkasnya.

Rapat tersebut juga dihadiri anggota DPRD I Nyoman Dirgayusa, perwakilan Dinas Kesehatan dr. I Wayan Darta, Kadis Kominfo I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Perbekel Desa Taman I Gusti Made Sudarpa, LPM, BPD, Satgas Covid Desa Taman, Puskesmas Abiansemal IV, Bendesa Adat Taman I Made Tantra, Bendesa Adat Jempeng I Ketut Jenar, Bendesa Adat Batu Bayan I Made Konda, Kelian Dinas se-Desa Taman dan PKK Desa Taman. (bt)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca