Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Implementasi Merawat Bumi, Bupati Giri Prasta Tebar 50 Ribu Benih Ikan Nila di Mengwi

BALIILU Tayang

:

de
TEBAR IKAN: Bupati Giri Prasta bersama Anggota DPRD Nyoman Satria saat melakukan penebaran 50 ribu benih ikan Nila di aliran Telabah Teba Desa Mengwi, Jumat (18/6).

Badung, baliilu.com – Merawat bumi merupakan konsep yang dicanangkan Pemkab Badung sebagai upaya nyata dalam hal pelestarian lingkungan demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan harmonis antara makrokosmos dan mikrokosmos. Hal itu dikemukakan oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat melakukan penebaran 50 ribu benih ikan Nila di aliran Telabah Teba Desa Mengwi, serangkaian kegiatan Bulan Bakti Bung Karno Desa Mengwi Tahun 2021, Jumat (18/6).

Dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh anggota DPRD Badung asal Mengwi Nyoman Satria, Kadis Perikanan Kab. Badung Nyoman Suardana, Camat Mengwi Nyoman Suhartana, Perbekel Mengwi Nyoman Suwarjana, Bendesa Adat Mengwi AA Gelgel beserta tokoh masyarakat Desa Mengwi tersebut, secara pribadi Bupati Giri Prasta menyerahkan dana motivasi sebesar Rp 10 juta kepada Desa Mengwi.

Dalam sambutannya, atas nama Pemkab Badung Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi kepada Desa Mengwi karena telah melaksanakan Bulan Bung Karno yang ketiga. “Kita di Kabupaten Badung sudah ada Peraturan Bupati tentang Bulan Bung Karno karena Bung Karno merupakan founding father/bapak pendiri bangsa Republik Indonesia, 1 Juni kita memperingati lahirnya Pancasila, 6 Juni merupakan hari lahirnya Bung Karno dan 21 Juni wafatnya Bung Karno. Maka nanti setiap tanggal 21 Juni di 46 desa dan 16 kelurahan akan melaksanakan Gertak Badung Bersih, dimana semua OPD sudah kami bagi dalam wilayah binaan,” ujarnya seraya mengajak semua masyarakat dan stakeholder terkait untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sehingga akan terwujud desa yang bersih tanpa mengotori desa yang lain.

Di samping itu sebagai upaya nyata dalam menguatkan implementasi konsep merawat bumi di Kabupaten Badung, Bupati Giri prasta mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Perbup tahun 2017, yang memuat bagaimana saluran irigasi, sungai dan loloan di Kabupaten Badung dijadikan tampak depan lingkungan masyarakat.

“Kegiatan hari ini merupakan wujud peduli kita pada pelestarian lingkungan melalui budidaya ikan air deras, dimana sampai saat ini Badung sudah menebar benih ikan sebanyak 1 juta 55 ekor meliputi penangkaran, irigasi, sungai dan loloan. Dan yang paling penting dalam memelihara ikan adalah merawat air kalau ikannya bisa hidup dengan baik berarti airnya higienis kalau tidak bisa hidup berarti air di sini tercemar,” jelasnya.

Oleh sebab itu, menurut Bupati Giri Prasta ada 2 hal penting yang harus dilakukan masyarakat Badung dalam merawat kelestarian air. Pertama harus ada usaha nyata dari setiap wilayah banjar atau desa yang memiliki sungai untuk memasang alat penangkap sampah di hulu dan hilir sungainya, kedua untuk mengatasi turunnya debit air bisa dilakukan dengan melakukan penghijauan di sepanjang daerah aliran sungai mulai dari hulu ke hilir dengan menanam pohon penghasil dan penyerap air sehingga stabilitas debit air bisa tetap terjaga sepanjang waktu.

“Usaha menjaga dan merawat lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan, apabila kita melakukan itu dengan baik maka alam akan merawat kita seperti yang diajarkan oleh leluhur kita dengan konsep tanam tuwuh, semakin banyak kita menanam tumbuhan maka semakin banyak manfaat yang akan didapat manusia dari alam. Siapa pun yang melakukan itu maka alam akan berpihak padanya, karena siapa pun tidak akan pernah bisa melawan alam. Makanya merawat bumi, itulah konsep kita di Kabupaten Badung yang harus kita jaga bersama demi kesejahteraan anak cucu kita kelak,” tegasnya.

Sedangkan berkaitan dengan usaha penanganan pandemi di Kabupaten Badung, Bupati Giri Prasta memastikan bahwa Badung sebagai Kabupaten pertama yang telah melakukan vaksinasi terbanyak kepada masyarakat yakni menyentuh angka 95%  dan dipastikan juga pada bulan Juli sudah clear semuanya.

“Oleh sebab itu Badung dijadikan role model oleh pemerintah pusat, karena Badung memiliki guraksin (regu penggerak vaksin) yang tersebar di setiap desa dan kelurahan yang ada. Dan tanggal 19 besok kita akan ajak semua bupati yang ada di Indonesia untuk datang ke Badung dalam acara Apkasi, kebetulan saya juga salah satu pengurus Apkasi, inilah cara kita untuk menunjukkan bahwa Badung sudah siap untuk menyongsong pembukaan pariwisata domestik dan internasional bulan Juli nanti. Untuk itu masyarakat jangan kendor dalam menjaga imun tubuh melalui penerapan prokes yang ketat,” pungkasnya.

Sementara itu Perbekel Desa Mengwi Nyoman Suarjana melaporkan dalam bakti sosial serangkaian Bulan Bung Karno 2021, Desa Mengwi bersinergi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Badung menginisiasi penebaran benih ikan Nila di sepanjang aliran telabah teba yang menjadi sumber irigasi pertanian yang ada di wilayah Mengwi sampai ke Mengwitani.

“Pada kesempatan ini atas nama masyarakat Desa Mengwi kami ucapkan terimakasih atas kehadiran dan partisipasi Bapak Bupati dalam acara penebaran benih ikan di Telabah Teba Desa Mengwi ini,” ucapnya. (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tindaklanjuti Laporan Warga via Call Center 110, Polsek Dentim Datangi Lokasi Gangguan Musik Keras

Published

on

By

Polsek Dentim respons laporan gangguan musik keras
RESPONS LAPORAN: Personel Polsek Dentim saat merespons laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang disampaikan melalui Call Center Polri 110 terkait adanya gangguan suara musik keras yang mengganggu waktu istirahat warga di kawasan Jl. Dahlia 1, Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur, Jumat (21/8/2026) dini hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Dentim yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Ipda I Wayan Suartana, S.H., langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan.

Setibanya di lokasi, personel UKL Polsek Dentim tidak menemukan adanya aktivitas yang menghidupkan musik dengan suara keras. Petugas hanya mendapati sejumlah anak muda yang sedang duduk dan berbincang-bincang.

Dalam kesempatan tersebut, Pawas memberikan imbauan agar tetap menjaga ketertiban, tidak membuat keributan maupun menyalakan musik dengan volume keras, mengingat waktu sudah memasuki dini hari dan warga sekitar sedang beristirahat. Imbauan tersebut juga disampaikan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Setelah diberikan imbauan, anak-anak muda tersebut kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing. Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H., M.H., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center Polri 110 akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Polsek Dentim mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi maupun laporan terkait gangguan kamtibmas melalui Call Center Polri 110, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti oleh Kepolisian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pembudidaya Lokal Badung Kebagian Pasar, Hasil Ikan Diserap untuk 6.200 Paket Gemarikan

Published

on

By

Kepala Dinas Perikanan Badung Nyoman Suardana bersama pembudidaya lokal mengemas paket olahan ikan Gemarikan
KEMAS PAKET OLAHAN IKAN: Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M. (kanan) bersama pembudidaya dan pengolah lokal saat mengemas paket olahan ikan. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Badung tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga menjadi pasar bagi pembudidaya maupun pengolah ikan lokal.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M., mengatakan bahan baku paket olahan ikan dalam program Gemarikan berasal dari pembudidaya dan pengolah lokal, yakni Kelompok Ikan Tunjung Putih yang juga berkolaborasi dengan kelompok pembudidaya di Kabupaten Badung guna pemenuhan bahan baku.

“Sehingga program ini juga turut mendukung sektor perikanan lokal,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Paket Gemarikan tersebut berisi ikan nila, ikan lele, hingga abon tuna yang siap dikonsumsi. Hasil budidaya dan olahan masyarakat lokal tersebut kemudian disalurkan sebagai bagian dari program pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

“Tahun ini, Pemkab Badung menargetkan penyaluran 2.000 paket olahan ikan untuk pencegahan stunting. Paket tersebut dibagikan dalam 10 tahap di 10 desa sasaran, dengan masing-masing desa mendapat 200 paket,”ujarnya.

“Secara khusus paket ini diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” sambung Suardana.

Selain itu, pihaknya juga rutin menyalurkan 350 paket olahan ikan setiap bulan. Sasarannya balita yang membutuhkan peningkatan status gizi atau berpotensi mengalami stunting.

“Jika digabung dengan berbagai kegiatan distribusi lainnya sepanjang 2026, total paket olahan ikan yang akan disalurkan kepada masyarakat Badung mencapai 6.200 paket,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, Gemarikan tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi hasil budidaya dan olahan ikan lokal untuk terserap. Pembudidaya dan pengolah ikan Badung pun ikut mendapat manfaat dari program pemerintah tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tangani Kasus Kegawatdaruratan, Aplikasi Badung Sehat Disiagakan 24 jam

Published

on

By

Kepala Dinkes Badung Bagus Padma Puspita jelaskan layanan Aplikasi Badung Sehat yang siaga 24 jam
Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD, MARS., FINASIM. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Arus wisatawan mancanegara yang tinggi ke Badung mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan, terutama dalam menangani kasus kegawatdaruratan. Melalui aplikasi Badung Sehat, layanan kesehatan disiagakan selama 24 jam bagi masyarakat maupun wisatawan. Bersamaan dengan itu, pembinaan dan pengawasan fasilitas kesehatan (faskes) digalakkan, termasuk menertibkan praktik medis tanpa izin di kawasan akomodasi wisata.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Badung menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Badung, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui bandara tersebut mencapai 3.307.775 orang hingga Juli 2026.

Tingginya arus kunjungan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan wisatawan maupun masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, aman, dan sesuai standar. Kesiapsiagaan layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata berkualitas, sebagaimana visi pembangunan Kabupaten Badung.

Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., MARS., FINASIM., mengatakan penguatan layanan kesehatan dilakukan sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di wilayah Badung.

“Kesehatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami. Sesuai visi Bapak Bupati mewujudkan pariwisata berkualitas, jadi tidak hanya bicara soal keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan yang berstandar mutu baik sesuai kebutuhan masyarakat termasuk para wisatawan, seperti perlindungan medis yang andal, respons cepat emergency 24 jam serta profesional dan tentunya mempunyai izin sesuai regulasi. Kami tidak menoleransi praktik medis ilegal yang berisiko membahayakan keselamatan pasien dan tentunya juga tenaga medis tersebut,” ujar Bagus Padma saat diwawancarai di Puspem Mangupraja Mandala, Mengwi, Jumat (21/8).

Melalui sistem Badung Sehat, masyarakat dan wisatawan dapat mengakses berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan kegawatdaruratan. Sistem tersebut didukung armada ambulans yang tersebar di 13 puskesmas dan terintegrasi dengan sistem respons internal tenaga medis serta petugas ambulans.

Integrasi sistem memungkinkan petugas mengarahkan armada terdekat ke lokasi kejadian sehingga waktu tanggap kegawatdaruratan dapat dipangkas. Jika sebelumnya waktu tanggap lebih dari 30 menit, kini rata-rata setiap kasus dapat ditekan menjadi sekitar 10-14 menit.

Selain layanan darurat, Badung Sehat menyediakan sejumlah fitur kesehatan lainnya, seperti telemedicine untuk konsultasi dokter, ambulans non-darurat, home care, informasi ketersediaan vaksin dan kebutuhan donor darah, pengaduan masyarakat, serta pemantauan wilayah terkait penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan rabies.

Bagus Padma mengatakan penguatan layanan digital tersebut berjalan beriringan dengan pengetatan pembinaan dan pengawasan terhadap faskes serta praktik pelayanan kesehatan. Pengawasan Dinkes Badung menyasar klinik yang tidak memiliki izin maupun praktik medis yang dilakukan di luar ketentuan regulasi yang berlaku.

Pengawasan juga menyasar layanan IV drip atau infus vitamin/terapi yang ditawarkan secara terselubung dan tidak dilakukan oleh faskes berizin. Termasuk praktik pelayanan kesehatan yang dilakukan warga negara asing (WNA) tanpa izin resmi untuk memberikan layanan medis.

Dinkes Badung mengimbau seluruh penyedia layanan kesehatan memastikan perizinan dan persyaratan pelayanan dipenuhi sebelum memberikan layanan kepada masyarakat maupun wisatawan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara layanan kesehatan.

Di sisi lain, Dinkes Badung memperkuat pengendalian penyakit menular dan zoonosis. Cakupan vaksinasi rabies pada populasi anjing di Kabupaten Badung telah mencapai lebih dari 80 persen. Selain itu, rabies center telah berjalan di setiap puskesmas dan RS Daerah.

Untuk kawasan wisata dengan potensi interaksi satwa, seperti Sangeh dan Uluwatu, disiapkan prosedur penanganan kasus gigitan satwa. Kasus yang terjadi diarahkan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi dan indikasi, termasuk pemberian Vaksin Antirabies (VAR) maupun Serum Antirabies (SAR) bila diperlukan.

Surveilans epidemiologi juga diperkuat untuk mengantisipasi penyakit menular, termasuk Legionella dan DBD, terutama di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi.

Sementara untuk mencegah gangguan kesehatan pencernaan yang kerap disebut wisatawan sebagai Bali Belly, Dinkes Badung melakukan upaya dari hulu hingga hilir. Penanganan tidak hanya menyasar aspek lingkungan, tetapi juga keamanan pangan di kawasan pariwisata.

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi dan pemeriksaan higiene, air bersih, sanitasi, serta keamanan pangan. Pengawasan dilakukan terhadap tempat pengolahan makanan, restoran, hotel hingga usaha kuliner skala mikro di kawasan wisata untuk memastikan memenuhi persyaratan kesehatan dan higiene sanitasi.

Pengelola vila, homestay, dan hostel juga diimbau mengarahkan wisatawan yang mengalami gangguan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan resmi, seperti puskesmas, klinik maupun rumah sakit yang telah berizin.

Selain layanan kesehatan, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan, kritik, dan saran terkait pelayanan maupun penyelenggaraan pemerintahan melalui Kontak Bupati Badung di nomor 081-558-200-200. Layanan tersebut dapat diakses melalui WhatsApp.

Wisatawan maupun masyarakat yang membutuhkan layanan kegawatdaruratan kesehatan dapat menghubungi Safety Center Kesehatan Badung di nomor 081139919119. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca