Jakarta, baliilu.com – Mendunia tetapi tetap mencintai negaranya, itulah Agnez Monica dalam deskripsi singkat. Prestasinya yang sudah terdengar hingga dunia internasional, tidak membuatnya lupa pada Indonesia. Hal ini dibuktikan dari inisiatifnya mendirikan klinik vaksinasi Covid-19 di Jakarta Utara.
Klinik tersebut bekerja sama dengan Yayasan Artha Graha Peduli (AGP) yang didirikan oleh Tomy Winata. Klinik itu terletak di lahan Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) AGP di Kelurahan Ancol yang juga Agnez dirikan bersama Tomy.
Pada akun Instagramnya @agnezmo, Agnez menuliskan, “Klinik yang kami bangun ini punya fasilitas yang lengkap. Bukan cuma tempat untuk suntik vaksinnya, tapi juga siap dengan ambulance, ruang emergency, lab, dan lain-lain.”
Menurut Vivi Henny, Koordinator Rumah Sakit Lapangan AGP di Ancol, Minggu, 20 Juni 2021, Rumkitlap ini didirikan untuk mendukung pemerintah dalam melakukan percepatan vaksinasi Covid-19. Klinik ini didukung oleh sekitar 60 tenaga kesehatan dan 120 relawan.
Pengelolaan Rumkitlap ini telah sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemenkes sebelumnya telah menyatakan bahwa vaksinasi massal dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi bekerja sama dengan Kementerian atau Dinas Kesehatan pada kota atau provinsi lokasi pelaksanaan.
Klinik Agnez ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jakarta Utara melalui Puskesmas Pademangan. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan vaksin dari pemerintah, yaitu vaksin Sinovac kini AstraZeneca.
Klinik juga menyediakan makanan bagi peserta vaksinasi yang sudah menunggu dari pagi. Mereka juga disediakan tempat menunggu sebelum dan setelah melakukan vaksin.
Agnez juga turut membantu menyuarakan kegiatan vaksinasi ini melalui platform media sosialnya. Dia mengatakan para fansnya untuk segera melakukan vaksinasi di klinik tersebut dengan mendaftarkan diri.
Aksi penyebarluasan vaksin dan kemudahan vaksinasi yang Agnez lakukan sejalan dengan program percepatan vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah. Aksi ini penting, terlebih belakangan ini jumlah kasus positif Covid-19 semakin meningkat.
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan pada konferensi pers, Kamis (17/6), bahwa masyarakat sebaiknya kembali memperketat protokol kesehatan (prokes). Warga juga sebaiknya tidak lengah dan merasa pandemi telah selesai.
“Kenyataannya kenaikan pada minggu ini menunjukkan bahwa konflik masih ada dan pahami ini masih nyata di hadapan kita,” kata Wiku.
Terkait lonjakan ini, DPR sempat menyoroti pentingnya penerapan praktik 3T yaitu Testing, Tracing, Treatment. 3T dapat memudahkan otoritas terkait mendeteksi persebaran Covid-19 lebih cepat sehingga menekan potensi penularan.
Apalagi, lonjakan Covid-19 ini diperkirakan sebagai dampak libur Lebaran di mana masyarakat melakukan aktivitas mudik, berwisata, atau berbagai kegiatan lainnya yang berkerumun.
Maka, penerapan 3T juga sebaiknya diikuti dengan pengetatan aturan physical distancing dan pembatasan berkumpul pada ruang publik. Pemerintah dan pemda juga disarankan untuk meningkatkan antisipasi ruang isolasi mandiri bagi pasien kasus positif Covid-19.
Tindakan lainnya adalah percepatan pelaksanaan vaksinasi secara nasional. Ketua DPR RI Puan Maharani yang kini sedang menggencarkan percepatan pelaksanaan vaksinasi menyoroti pentingnya hal ini untuk membentuk kekebalan komunal.
Vaksinasi tidak memastikan masyarakat tidak akan terkena Covid-19, tetapi dapat meningkatkan imunitas tubuh dan meringankan gejala jika memang seseorang yang sudah divaksin terkena virus Corona. Vaksinasi dapat menjadi benteng bagi tubuh dan menunjang berbagai usaha lain dalam pengendalian Covid-19. (*/gs)