Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Setelah BLT, Fraksi PDI Perjuangan Minta Pemkab Badung Berikan Stimulus bagi UMKM

BALIILU Tayang

:

de
Wayan Sugita Putra, pembicara dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung menyampaikan pemandangan umum (PU) terhadap Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Badung tahun 2022, pada sidang paripurna DPRD Badung, Jumat (6/8/2021). PU fraksi yang dikomando Gusti Anom Gumanti tersebut dibacakan oleh Wayan Sugita Putra.

Mengawali PU-nya, fraksi dengan 28 anggota tersebut menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tinggi terhadap pemerintah dan semua pihak yang terlibat dalam mengantisipasi penyebaran dan percepatan penanganan dampak covid-19 di Badung. “Seperti diketahui, pandemi Covid-19 menimbulkan kerugian yang cukup besar dan telah berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat,” ujar Sugita Putra.

Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan memberikan apresiasi pula kepada Pemkab Badung yang telah membantu meringankan beban masyarakat dalam kondisi sulit ini dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) secara serentak di 6 kecamatan. “Kami Fraksi PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih atas langkah cermat dan taktis yang telah diambil Bupati Badung dengan turun langsung ke lapangan mengawasi pembagian BLT agar tepat sasaran,” ujar politisi asal Kuta Selatan tersebut.

Setelah mencermati dan mempelajari secara teliti dan seksama penjelasan Bupati Badung tentang Rancangan KUA tahun 2022, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan, rancangan KUA tahun anggaran 2022 yang diajukan pemerintah telah disesuaikan dengan ketentuan baru berdasarkan PP No.12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Pendapatan daerah terdiri atas pendapatan asli daerah, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pendapatan daerah pada 2022 dirancang Rp 2,9 triliun lebih. Jumlah ini mengalami penurunan dari APBD induk tahun 2021 sebesar 23,69 persen.

PAD dirancang Rp 1,9 triliun atau 31,40 persen dari APDB induk tahun 2021. Pendapatan transfer Rp 888,8 miliar, turun 1,89 persen dari APBD induk yahun 2021. Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 80,2 miliar, sama dengan APBD induk 2021.

Belanja daerah terdiri atas belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer. Belanja daerah pada rancangan PPAS tahun 2022 mengalami penurunan 23,69 % dari APBD induk tahun 2021 menjadi Rp2,9 triliun. Penurunan ini setara dengan Rp 900,6 miliar. Belanja operasi dirancang Rp 2,3 triliun, belanja modal Rp 52,7 miliar, belanja tak terduga  Rp 185,2 miliar, belanja transfer Rp 266,7 miliar.

Menurut Fraksi PDI Perjuangan, penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Badung menyebabkan penerimaan PAD pada 2021 ini mengalami penurunan yang sangat tajam khususnya penerimaan dari pajak hotel dan restoran yang menjadi sumber utama PAD Badung.

Dengan kondisi pendapatan yang menurun dan cemderung sulit, pemerintah tetap komitmen mengalokasikan anggaran yang menyentuh hajat hiudp masyarakat banyak. Terbukti, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan 21,16 persen dan belanja kesehatan 10,13 persen dari total belanja daerah.

Dalam rancangan PPAS tahun 2022, Fraksi PDI Perjuangan juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam pengalokasian anggaran tahun 2022. Terbukti pemerintah mengupayakan pengembangan lingkungan yang bersih dan nyaman dengan mengalokasikan anggaran yang memadai di tahun 2022. Begitu pula di bidang adat dan agama dan budaya tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam rancangan PPAS tahun 2022.

Berdasarkan uraian di atas, Fraksi PDIP di atas, postur dan komposisi rancangan sementara tahun 2022 telah berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak. Dengan begitu, fraksi ini dapat menerima semua program pemerintah dengan melakukan pendalaman terhadap PAD dan anggaran daerah tahun 2022 dengan TAPD terkait.

Pada kesempatan ini, Fraksi PDIP memberikan saran untuk dapat dipertimbangan. Di antaranya, pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi dan mempercepat penanganan Covid-19. Fraksi PDIP mendukung langkah percepatan yang diambil oleh pemerintah terhadap dampak dari pendemi Covid-19.

Fraksi PDIP juga mendesak pemerintah merasionalisasi anggaran belanja khususnya belanja modal barang dan jasa mengingat kondisi pariwisata yang menjadi sumber utama PAD Badung belum maksimal. Sementara anggaran yang terafiliasi dengan penanganan Covid-19, Fraksi PDIP sepenuhnya memberikan dukungan.

Selanjutnya Fraksi PDIP menyarankan pemerintah mencari terobosan-terobosan sumber pendapatan baru yang menjadi tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan yang ada di Badung. PDIP juga mendorong pemerintah untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait agar segera menyikapi penerbangan langsung ke Bali dengan harapan para pelaku pariwisata kita mengawali recovery pariwisata di Bali. Pemkab didesak lebih intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar mendapatkan dana transfer yang lebih besar.

“Setelah pemberian BLT kepada masyarakat, kami menyarankan kepada pemerintah memikirkan bantuan stimulus bagi UMKM yang ada di Badung agar roda perekonomian secara perlahan bisa digerakkan,” tegasnya. (eka/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan

Published

on

By

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
RATAS: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Rapat tersebut secara khusus membahas perkembangan terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat dengan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin memperoleh laporan terkini mengenai kondisi karhutla, khususnya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta perkembangan penanganan secara keseluruhan di Kalimantan dan Sumatra.

“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Seskab Teddy.

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kemudian melaporkan perkembangan penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Hingga Rabu sore masih terdapat 209,78 hektare lahan yang terus dalam proses pemadaman oleh tim di lapangan.

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” ungkap Suharyanto.

Pemerintah terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menyelesaikan karhutla ini antara lain dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang terus dilakukan secara masif. Kepala BNPB mengatakan bahwa OMC akan dilakukan setidaknya sampai dengan musim hujan kembali normal.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya di Istana Merdeka. Sementara Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan laporan dari tempat masing-masing melalui konferensi video.

Rapat ini menegaskan perhatian Presiden terhadap perkembangan karhutla di lapangan. Pemantauan harian terus dilakukan agar upaya pemadaman dapat segera menuntaskan sisa titik kebakaran. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp 218,3 Triliun

Published

on

By

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 218,3 triliun kepada Bank Indonesia (BI). Dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa pelunasan tersebut menandai berakhirnya kewajiban pemerintah kepada BI atas obligasi yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis keuangan tahun 1997-1998.

“Utang yang obligasi yang Rp 218,3 triliun itu dibayar, sudah selesai. Sudah tuntas kita bayar. Dengan demikian, kita betul-betul menutup lembaran sejarah penerbitan obligasi penanganan krisis tahun 1997-1998 yang diselesaikan di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucap Menkeu, pada Selasa, 22 September 2026.

Menurut Menkeu, kewajiban tersebut tercatat sebagai utang pemerintah kepada Bank Indonesia dan secara bertahap dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembayaran terakhir dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari sisa surplus Bank Indonesia.

“Bank Indonesia itu ketika beroperasi bisa jadi mengalami surplus. Ketika dia mengalami surplus, maka surplusnya itu ada ketentuannya berapa besar, itu diserahkan kepada kas negara dan kami mencatat sebagai penerimaan negara bukan pajak,” jelasnya.

“Nah, penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari surplus BI seperti ini, itu digunakan untuk membayar utang yang dibuat ketika penanganan krisis dulu itu,” tambahnya.

Meski kewajiban pemerintah kepada Bank Indonesia telah tuntas, Menkeu menegaskan bahwa pelunasan tersebut tidak menghapus hak negara untuk menagih kewajiban para obligor maupun debitur BLBI. Pemerintah tetap memiliki hak tagih terhadap kewajiban yang belum diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.

“Kalau para debitur itu tercatat sebagai nasabah di bank, bank-nya itu kemudian sudah dilakukan rekap, pernah menerima BLBI atau dilakukan rekapitalisasi, kemudian diambil alih oleh pemerintah, maka pemerintah memiliki hak tagih atas semua debitur yang masih, atas semua kewajiban dari obligor maupun debitur tersebut. Jadi, saya sekaligus pada saat ini ingin menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan penagihan kewajiban kepada debitur dan obligor tersebut,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penyelesaian kewajiban tersebut. Pelunasan utang obligasi BLBI dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Indonesia dalam menangani dampak krisis sekaligus menjadi pembelajaran bagi pengelolaan kebijakan ekonomi nasional.

“Tentu ini menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia, bagi kebijakan makroekonomi Indonesia, sehingga menjadi catatan sejarah dan ditutup. Pada hari ini, utang ke BI untuk obligasi BLBI selesai dibayar tuntas lunas,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polri dan Pecalang Perkuat Sinergitas Pengamanan IAWP Ke-63 di Bali

Published

on

By

Polri dan Pecalang Perkuat Pengamanan IAWP di Bali
PENGAMANAN: Pecalang Desa Adat Pedungan ikut terlibat dalam mendukung pengamanan kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara. (Foto: Hms Polri)

Denpasar, baliilu.com – Polri memperkuat sinergitas bersama Pecalang Desa Adat Pedungan dalam mendukung pengamanan rangkaian International Association of Women Police (IAWP) ke-63 di Denpasar, Bali. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memastikan seluruh rangkaian kegiatan internasional berjalan aman, tertib, dan tetap menghormati nilai serta kearifan lokal Bali.

Salah satu keterlibatan tersebut terlihat dalam kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara.

Penyarikan Desa Adat Pedungan Kadek Duwi Cahyadi mengapresiasi langkah Polri yang melibatkan Pecalang dalam pengamanan rangkaian kegiatan IAWP. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan kolaborasi antara aparat keamanan dengan kekuatan pengamanan berbasis desa adat.

“Sinergitas pengamanan antara Pecalang dengan Polri sangat luar biasa. Kami dari Desa Adat Pedungan mengucapkan terima kasih kepada Polri karena sudah melibatkan Pecalang Desa Adat dalam kegiatan ini,” ujar Kadek.

Menurut Kadek, Pecalang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa adat. Karena itu, kolaborasi dengan Polri menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan berskala internasional di Bali.

“Di Bali, eksistensi agama dan budaya itu adalah desa adat. Untuk menjaga eksistensi dan keamanan itu, keberadaan Pecalang menjadi terdepan yang berkolaborasi dan bekerja sama dengan aparatur pemerintah, khususnya Polri,” katanya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026), mengatakan sinergitas dengan Pecalang merupakan bagian penting dalam mendukung pengamanan kegiatan internasional sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan kearifan lokal Bali.

“Polri mengapresiasi sinergitas yang terjalin bersama Pecalang dalam pengamanan rangkaian IAWP ke-63. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keamanan dapat dibangun bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta tetap menghormati kearifan lokal,” ujar Trunoyudo.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui Pecalang turut memperkuat upaya Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan IAWP yang diikuti delegasi dari berbagai negara.

“Sinergitas seperti ini merupakan bentuk kebersamaan dalam menjaga keamanan. Polri bersama masyarakat, termasuk Pecalang, dapat hadir dan bekerja sama untuk memberikan rasa aman bagi seluruh peserta dan delegasi yang hadir di Bali,” katanya.

Sinergitas tersebut juga mencerminkan pendekatan Polri dalam membangun pengamanan dengan melibatkan unsur masyarakat dan kearifan lokal. Dalam pelaksanaan IAWP ke-63, keberadaan Pecalang turut mendukung Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi para delegasi dari berbagai negara.

Kadek berharap kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan, khususnya dalam mendukung berbagai kegiatan internasional yang berlangsung di Bali.

“Harapan ke depan, tentu sinergitas ini harus dipertahankan. Budaya tidak bisa dilepaskan dari Bali, sehingga sinergitas pengamanan antara Polri dan desa adat harus terus terjaga,” tegasnya.

Melalui sinergitas Polri dan Pecalang, pengamanan IAWP ke-63 tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai bagian dari kekuatan lokal Bali dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca