BRIEFING: Pelatih FSK Komang Adnyana didampingi Asisten Pelatih Jimmy Edwin saat mem-briefing squad FSK di sesi latihan di Lapangan Pau Banjarangkan Klungkung, Senin (9/8).
Klungkung, baliilu.com – Federasi Sepakbola Klungkung (FSK) yang terdaftar tahun 2018 melakukan latihan intensif untuk persiapan menghadapi dua event besar ke depan yakni mengikuti Liga Divisi III zone Bali dengan target masuk 4 besar dan Porprov 2022.
Manager FSK Kadek Sugiartha mengatakan hal itu saat squad FSK melakukan sesi latihan di Lapangan Pau Banjarangkan Klungkung, Senin sore (9/8). Didampingi Asisten Manager Salim Asegaf, Kadek Sugiartha menyampaikan latihan yang digelar intensif ini untuk persiapan menghadapi dua event. Pertama mengikuti Liga Divisi III zone Bali yang akan digelar September pada 4 titik lapangan di Bali. Selanjutnya mempersiapkan diri menuju Porprov 2022.
Squad FSK lakukan pemanasan lari-lari ringan
‘’Harapan kami, FSK ini bisa memberikan hasil yang terbaik di dua event yang akan diikuti,’’ terang Sugiartha seraya menegaskan squad FSK sebagian besar dari putra Klungkung. Hadir pada sesi latihan, Pembina FSK Komen Yudarta, Pelatih Kepala Komang Adnyana didampingi Asisten Pelatih Gus Giri dan Jimmy Edwin.
Sementara itu, Pembina FSK Komen Yudarta mengimbuhkan, untuk mencapai hasil yang terbaik, baik saat mengikuti Porprov 2022 maupun ajang event nasional yang berbentuk Liga Divisi III zone Bali, FSK memberanikan diri dengan bangga merekrut pemain-pemain putra Klungkung.
Pembina FSK Komen Yudarta
‘’Kalau kita tak mempunyai rasa bangga, bahwa kita di Klungkung ini punya pemain sesungguhnya. Kita menerima pemain Jawa lebih baik, pemain Denpasar lebih baik, kalau terus mindset itu diterima oleh pemain Klungkung maka selamanya kita akan menjadi bulan-bulanan mereka. Jadi kita akan ubah cara berpikir mereka dengan memberikan porsi latihan berbeda,’’ terang Komen Yudarta.
Tetapi kalau mengikuti dengan gaya permainan yang sama, lanjut Komen, susah untuk membuat hasil yang baik. Karena rata-rata targetnya sama. Oleh karena itu, akan ubah yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin dengan mengharmoniskan manajemen, cop coach sehingga ada chemistry antara pemain, couch dan manajemen. ‘’Kalau itu bisa terjadi yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Jadi ketika kita menghadapi porprov, lebih yakin langkah kita tidak sekedar ikut,’’ ujarnya.
Uniform FSK
Terkait kendala pandemi Covid, Komen mengungkapkan, dengan pandemi yang berkepanjangan, tidak pernah ada jawaban pasti kapan, dan kita tak pernah latihan, jadi semua tim mengalami kendala yang sama. Berarti kendalanya sama adalah fifty fifty. Siapa tim yang lebih siap terutama diasah mentalnya karena mereka bersaing dengan orang-orang sesungguhnya datang dari sekolah bola yang sama, kepelatihan yang sama. Yang bisa memenangkan adalah orang yang lebih siap. Ada chemistry bermain dan ada patriotik membela FSK.
‘’Nah kita perlu membangkitkan patriotik pemain Klungkung yang ada yang menjadi kekuatan kita,’’ tuturnya.
Yang menjadi rohnya kalau ditarik sejarahnya pada 28 April 1908, hanya Klungkung yang punya semboyan fight to the death artinya Puputan Klungkung atau spirit yang membuat ke prestasi yang lebih baik.
Pelatih FSK Komang Adnyana
Pelatih FSK Komang Adnyana menambahkan, untuk mengikuti Liga Divisi III yang akan digelar September, squad FSK melakukan persiapan dengan mengikui latihan dua kali dalam sepekan Senin dan Rabu sore. Sedangkan Jumat atau Sabtu mengadakan uji coba. Karena persiapan waktu yang sempit, pelatihan fisik dan teknik dijadikan dalam satu latihan.
‘’Teknik langsung dengan bola, latihan fisiknya juga dapat. Waktu kita sempit kalau dipisah-pisahkan semua waktu tidak dapat, maka dijadikan satu, dalam teknik biar dapat juga ke fisik. Kita carikan satu minggu sekali uji coba biar tahu hasil dari latihan kita,’’ ujar Adnyana yang asal Pikat Dawan Klungkung ini.
Squad FSK sesi latihan bersama pelatih Komang Adnyana
Mantan Timnas Futsal dan Gelora Dewata ini menyampaikan, squad FSK rata-rata sudah pada mengerti apa yang kita inginkan. Tidak mengajarkan terlalu banyak karena skill dan teknik sudah punya, tinggal menempa fisiknya. ‘’Agar tak jenuh dan monoton, latihan fisik dengan bola kita kasi,’’ pungkasnya. (gs)
JUARA UMUM: Kontingen Kota Denpasar kembali menegaskan dominasinya di ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026 dengan berhasil mempertahankan gelar juara umum yang berlangsung pada 5–10 Juni 2026. (Foto: Hms Dps)
Denpasar, baliilu.com – Kontingen Kota Denpasar kembali menegaskan dominasinya di ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026 dengan berhasil mempertahankan gelar juara umum. Pada perhelatan yang berlangsung pada 5–10 Juni 2026 tersebut, Denpasar tampil sebagai kontingen terbaik dengan raihan 345 medali emas, 264 perak, dan 197 perunggu.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, saat dikonfirmasi, Kamis (11/6).
Keberhasilan ini, kata Agung Wiratama sekaligus memperpanjang tradisi prestasi Kota Denpasar sebagai salah satu kekuatan utama olahraga pelajar di Bali, meskipun harus menghadapi persaingan yang semakin ketat dari seluruh kabupaten/kota peserta.
Berdasarkan hasil akhir perolehan medali, posisi juara umum kedua diraih Kabupaten Badung dengan koleksi 268 emas, 238 perak, dan 223 perunggu, sedangkan juara umum ketiga ditempati Kabupaten Buleleng dengan raihan 152 emas, 153 perak, dan 104 perunggu.
Agung Wiratama kemudian menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta jajaran kontingen yang telah berjuang maksimal selama pelaksanaan Porjar Bali 2026.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh kontingen Kota Denpasar yang telah berjuang dengan sekuat tenaga untuk mempertahankan prestasi pada Porjar Bali 2026. Persaingan antar-kontingen kabupaten/kota tahun ini sangat ketat, sehingga kami terus memberikan motivasi kepada para atlet agar tetap berjuang memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Menurut Agung Wiratama, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan, disiplin latihan, serta semangat juang tinggi yang ditunjukkan para atlet muda Denpasar di berbagai cabang olahraga.
Ia juga menegaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Walikota Denpasar dan Wakil Walikota Denpasar yang terus memberikan motivasi kepada para atlet selama proses persiapan hingga pertandingan berlangsung.
“Astungkara Kota Denpasar berhasil mempertahankan gelar juara umum Porjar Bali 2026. Capaian ini juga berkat motivasi dan arahan dari Bapak Walikota serta Bapak Wakil Walikota yang terus memberikan dukungan kepada atlet-atlet kita sehingga mampu mempertahankan prestasi ini,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap prestasi yang diraih pada Porjar Bali 2026 dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus mengembangkan potensi di bidang olahraga sekaligus mempersiapkan diri menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga pelajar di Kota Denpasar. Kami berharap akan lahir lebih banyak atlet berprestasi yang nantinya mampu mengharumkan nama Denpasar, Bali, bahkan Indonesia,” pungkasnya. (eka/bi)
BUKA TURNAMEN: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan enendang bola menandai pembukaan Turnamen Futsal KEJORA V antar-Sekolah Dasar se-Kabupaten Jembrana yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kecamatan Jembrana di GOR Krsna Jvara, Selasa (9/6). (Foto: Hms Jembrana)
Jembrana, baliilu.com – Semangat sportivitas dan pembinaan olahraga usia dini mewarnai pembukaan Turnamen Futsal KEJORA V antar-Sekolah Dasar se-Kabupaten Jembrana yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kecamatan Jembrana di GOR Krsna Jvara, Selasa (9/6).
Turnamen yang diikuti puluhan tim dari berbagai sekolah dasar tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat). Kehadiran kedua pimpinan Jembrana tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan bakat olahraga sejak usia sekolah.
Dalam sambutannya, Bupati Kembang menegaskan bahwa kompetisi olahraga antarpelajar bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi sarana penting dalam proses pembibitan atlet masa depan Jembrana.
“Melalui turnamen seperti ini, kita bisa melihat potensi-potensi anak-anak sejak dini. Mereka yang memiliki bakat dan kemampuan dapat dibina secara berkelanjutan sehingga nantinya mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan olahraga harus dilakukan secara terstruktur dan dimulai sejak usia sekolah dasar. Dengan kompetisi yang rutin dan berjenjang, anak-anak akan terbiasa berlatih, berkompetisi secara sehat, serta memiliki mental juara.
Bupati Kembang juga mengapresiasi KKG PJOK Kecamatan Jembrana yang konsisten menghadirkan kegiatan positif bagi peserta didik. Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi agenda rutin sebagai wadah menyalurkan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga.
“Prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Semua berawal dari pembinaan sejak usia dini. Karena itu saya mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, guru, orang tua hingga organisasi olahraga untuk bersama-sama mendukung perkembangan atlet-atlet muda Jembrana,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, I Putu Dodik Ari Saputra mengatakan turnamen ini bertujuan meningkatkan minat siswa terhadap olahraga futsal sekaligus menumbuhkan karakter disiplin, kerja sama tim, dan sportivitas.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjaring bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Jembrana pada berbagai kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Turnamen berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta, guru pendamping, serta orang tua siswa yang turut memberikan dukungan kepada tim masing-masing. Suara sorak-sorai memenuhi arena pertandingan saat laga perdana dimulai usai seremoni pembukaan. Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap ekosistem pembinaan olahraga pelajar semakin kuat sehingga mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di masa mendatang. (gs/bi)
TURNAMEN TENIS MEJA: Wawali Arya Wibawa berkesempatan mengawali pertandingan melawan salah seorang peserta pada turnamen Tenis Meja yang memperebutkan Piala Bergilir Perbekel Cup IV Desa Padangsambian Kelod di balai Banjar Padangsumbu Kaja, Minggu (7/6) pagi. (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi Turnamen Tenis Meja Perbekel Cup IV Desa Padangsambian Kelod yang diselenggarakan di Banjar Padangsumbu Kaja, Minggu (7/6).
Selain sebagai kegiatan rutin tahunan, turnamen ini juga ditujukan untuk mencari bibit-bibit muda yang memiliki bakat dalam jenis olahraga tersebut.
Sesaat setelah seremonial pembukaan kejuaraan dimulai, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa langsung mengawali pertandingan melawan beberapa peserta, termasuk di antaranya peserta remaja.
“Saya melihat talenta luar biasa yang dimiliki oleh adik-adik ini. Mudah-mudahan turnamen seperti ini akan dapat menyaring atlet muda berbakat yang akan berprestasi nantinya untuk mewakili Kota Denpasar,” ungkap Wawali Arya Wibawa usai menyelesaikan 1 babak pertandingan.
Selebihnya, Wawali Arya Wibawa juga mengatakan kegiatan turnamen pada tingkat desa seperti ini akan menjadi angin segar dalam perkembangan olahraga tenis meja di Kota Denpasar. Selain itu, kegiatan ini akan menjadi wahana untuk meningkatkan kebugaran, imunitas, dan juga mempererat tali persaudaraan sesama penghobi olahraga tenis meja.
“Saya ucapkan selamat bertanding untuk para peserta, tetap jaga sportivitas dan jadilah yang terbaik,” pesan Wawali Arya Wibawa.
Sementara itu, Perbekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra mengatakan turnamen tenis meja ini merupakan yang kali keempat digelar, setelah sebelumnya pelaksanaan digelar secara rutin pada tahun sebelumnya. Adapun, hadiah yang diperebutkan adalah Piala Bergilir Perbekel Cup dan sejumlah hadiah lainnya.
Jumlah peserta yang ikut dalam turnamen ini, kata Gede Wijaya, terdiri dari 26 tim single, dan 26 tim double, yang merupakan perwakilan dari 13 dusun.
“Nantinya tim yang bertanding ini akan memperebutkan Piala Bergilir Perbekel Cup,” jelas Gede Wijaya. (eka/bi)