Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sebanyak 193 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar, Total 91,31%

BALIILU Tayang

:

de
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai

Denpasar, baliilu.com – Kasus sembuh Covid-19 di Kota Denpasar terus bertambah. Bahkan, penambahan kasus sembuh sukses melampaui penambahan kasus positif harian. Berdasarkan data resmi pada Jumat (27/8) kasus sembuh diketahui bertambah 193 orang. Di hari yang sama, pasien positif bertambah 133 orang. Dari jumlah tersebut 61,65 persen atau sebanyak 82 orang diketahui belum mengikuti vaksinasi dan sebanyak 32,33 persen atau 43 orang berstatus warga luar Kota Denpasar.

Sementara itu, kasus meninggal dunia bertambah sebanyak 14 orang dengan status terkonfirmasi positif Covid-19. Dimana, diketahui seluruhnya pasien yang meninggal belum divaksinasi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, secara terperinci. Dimana, tren penularan bagi masyarakat yang belum vaksinasi masih tinggi, sehingga masyarakat diharapkan untuk mengikuti vaksinasi. Selain itu, kasus meninggal dunia juga masih tinggi dengan dominasi masyarakat yang belum vaksinasi. Karenanya, kewaspadaan bersama serta kesadaran untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan wajib ditingkatkan.

“Kondisi ini menggambarkan tantangan penanganan pandemi Covid-19 di Kota Denpasar dengan tipe masyarakat yang heterogen, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif tercatat 35.262 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai 32.199 orang (91,31) persen, meninggal dunia 824 orang (2,34 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 2.239 orang (6,35 persen).

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 4 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Apresiasi Album ‘’Like Share Comment’’ dari Gamelan Mulut

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapan pun dan dimana pun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam beberapa minggu terakhir kasus mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzyme wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai.

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan, satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan),” kata Dewa Rai. (eka/hms)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gubernur Koster Dukung dan Siap Hadiri “Karya Tawur Agung Manca Wali Krama“ Pura Ulun Danu Batur

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menerima panitia penyelenggara Karya Tawur Agung Manca Wali Krama dan Renovasi Pura Ulun Danu Batur di Jayasabha, Denpasar.
TERIMA PANITIA: Gubernur Bali Wayan Koster menerima panitia penyelenggara pelaksanaan “Karya Tawur Agung Manca Wali Krama“ dan Renovasi Pura Ulun Danu Batur di Jayasabha, Denpasar, Rabu (22/7) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama dan Renovasi Pura Ulun Danu Batur saat menerima audiensi panitia penyelenggara di Jayasabha, Denpasar, Rabu (22/7) pagi. Gubernur juga menyatakan kesiapannya untuk menghadiri puncak karya yang akan digelar pada 26 September 2026.

Ketua Panitia Karya, I Gede Darmawa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan yang telah diberikan, termasuk hibah untuk mendukung pelaksanaan karya dan renovasi kawasan suci Pura Ulun Danu Batur.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur dan Pemerintah Provinsi Bali. Hibah tahun 2023 telah kami terima, demikian juga bantuan tahun 2026 sebesar Rp 1,5 miliar yang digunakan untuk memperbaiki Bale Panjang dan Bale Gong,” ujar Darmawa.

Ia menjelaskan, Karya Tawur Agung Manca Wali Krama merupakan upacara besar yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali di Pura Ulun Danu Batur, salah satu pura kahyangan jagat yang memiliki peran penting dalam sistem religius dan pengelolaan sumber daya air di Bali.

Puncak pelaksanaan karya dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026. Karena itu, panitia secara khusus mengundang Gubernur Koster untuk hadir sebagai saksi dari unsur pemerintah sekaligus memohon doa restu agar seluruh rangkaian upacara berjalan dengan lancar.

“Kami tentu mengundang Bapak Gubernur untuk hadir. Mohon doa restu agar pelaksanaan karya dapat berjalan lancar. Kehadiran Bapak Gubernur sebagai saksi dari pihak pemerintah tentu menjadi kehormatan bagi kami,” katanya.

Panitia juga menyampaikan bahwa rangkaian upacara meliputi pelaksanaan Wana Kerthi dan Danu Kerthi, yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam menjaga kelestarian hutan, sumber daya air, dan keseimbangan alam.

Baca Juga  Salah Gunakan Masker, Tim Yustisi Bina Tiga Pelanggar Prokes

“Kami juga memohon arahan dan kehadiran Bapak Gubernur pada pelaksanaan Danu Kerthi. Upacara ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program-program Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Darmawa.

Menurutnya, pelaksanaan karya mendapat dukungan luas dari krama adat di seluruh Bali. Berbagai desa adat serta masyarakat dari kabupaten/kota turut memberikan bhakti penganyar sebagai bentuk gotong-royong dan pengabdian dalam menyukseskan upacara suci tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur Wayan Koster menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk terus mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali sebagai fondasi pembangunan daerah.

Koster juga memastikan akan menghadiri pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama sesuai undangan panitia.

Menurutnya, pelaksanaan karya besar di Pura Ulun Danu Batur merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali.

“Pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama merupakan bukti nyata implementasi kearifan lokal, adat istiadat, tradisi, dan budaya Bali yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Koster.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali akan terus hadir mendukung pelaksanaan upacara adat dan keagamaan yang memiliki nilai strategis dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta sebagaimana filosofi Sad Kerthi yang menjadi landasan pembangunan Bali Era Baru.

Melalui dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, serta semangat gotong-royong seluruh krama Bali, Gubernur Koster berharap pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama Pura Ulun Danu Batur 2026  menjadi momentum memperkuat pelestarian warisan budaya, spiritualitas, sekaligus menjaga keseimbangan alam Bali secara berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Siswa SD di Denpasar Dikenalkan Muatan Lokal Mesolah dan Megending

Walikota Jaya Negara: Momentum Kenalkan Budaya dan Tradisi Sejak Dini

Loading

Published

on

By

Walikota Denpasar Jaya Negara meninjau pengenalan muatan lokal mesolah dan megending kepada siswa di SD Negeri Tulangampiang.
PENGENALAN MUATAN LOKAL: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meninjau langsung pengenalan muatan lokal lewat mesolah dan megending kepada peserta didik di SD Negeri Tulangampiang, Denpasar, Kamis (23/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar dikenalkan dengan muatan lokal sebagai bagian dari penyempurnaan proses pembelajaran di sekolah. Selain mata pelajaran Bahasa Bali, para siswa juga diperkenalkan materi mesolah dan megending sebagai wahana pelestarian budaya dan tradisi sejak usia dini. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut dihadiri langsung Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, di SD Negeri Tulangampiang, Denpasar, Kamis (23/7).

Pemberian materi dipandu langsung oleh Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha, bersama tim dan disambut antusias oleh para siswa baru. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta, Perbekel Desa Pemecutan Kaja AA Ngurah Arwatha, Kepala SD Negeri Tulangampiang I Made Astawa, para kepala SD se-Kecamatan Denpasar Utara, serta para guru dan pegawai di lingkungan SD Negeri Tulangampiang.

Salah seorang siswa, Dwi Sea Anindhira, mengaku senang mengikuti materi mesolah dan megending. Menurutnya, kegiatan tersebut membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus memperkenalkan bahasa, seni, dan budaya Bali secara bersamaan.

“Senang, semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena belajarnya jadi menyenangkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengatakan bahwa pengenalan mesolah dan megending merupakan bagian dari penguatan muatan lokal yang dikemas secara edukatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik pada jenjang sekolah dasar. Kegiatan tersebut juga selaras dengan pelaksanaan MPLS yang mengedepankan prinsip ramah anak, edukatif, inklusif, serta mendukung pembentukan karakter peserta didik.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan identitas budaya, dan pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Apresiasi Album ‘’Like Share Comment’’ dari Gamelan Mulut

Lebih lanjut dijelaskan, muatan lokal akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler sebagai bagian dari implementasi pembelajaran yang berpihak pada peserta didik sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah.

“Melalui pengenalan mesolah dan megending, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual sehingga anak-anak semakin mencintai bahasa, seni, dan budaya Bali sejak dini,” ujar Wiratama.

Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi semangat dan antusiasme para siswa dalam mengikuti materi mesolah dan megending. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenalkan budaya dan tradisi Bali sejak dini.

“Minimal dasar-dasar budaya Bali sudah dikenal oleh siswa sejak dini, mulai dari Bahasa Bali, tari Bali, hingga megending Bali,” ujar Jaya Negara.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen memberikan ruang kreativitas bagi para siswa melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan pembelajaran yang didukung ruang berekspresi, seperti Pesta Kesenian Bali (PKB), Denpasar Festival (Denfest), maupun berbagai kegiatan seni dan budaya lainnya di Kota Denpasar.

“Harapan kami, budaya dan tradisi Bali dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda. Pada akhirnya, tujuan utamanya adalah pelestarian budaya itu sendiri. Di era saat ini, selain harus memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional, muatan lokal juga sangat penting dikenalkan kepada peserta didik,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Penyerahan Sertifikat Tanah Pura dan Aset Pemda

Perkuat Kepastian Hukum Aset di Denpasar

Loading

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa menghadiri penyerahan sertifikat tanah rumah ibadah pura dan aset pemerintah daerah di Wantilan Desa Adat Panjer
HADIRI PENYERAHAN: Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa saat menghadiri penyerahan sertifikat tanah rumah ibadah pura dan aset pemerintah daerah di Wantilan Desa Adat Panjer pada Rabu (22/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Penyerahan Sertifikat Tanah Rumah Ibadah (Pura) dan Aset Pemerintah Daerah dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI Masa Persidangan V Tahun Persidangan 2025-2026  bertempat di Wantilan Desa Adat Panjer, Rabu (22/7) sore.

Hadir diantaranya Ketua Tim/Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Drs. Y. Aria Bima Trihastoto dan jajaran, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, sejumlah perwakilan Pimpinan Daerah di Bali, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Bali, Eko Priyanggodo, perwakilan OPD Pemkot Denpasar, sejumlah tokoh masyarakat dan adat serta undangan terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, total diberikan sekitar 30 buah Sertifikat Rumah Ibadah (Pura) dan aset Pemerintah Daerah di Bali. Di Kota Denpasar sendiri, terdapat dua aset milik Pemkab Badung yang sebelumnya telah dihibahkan pada Pemkot Denpasar beberapa tahun lalu. Pada tahun 2026 ini, sertifikat tersebut telah mengalami proses balik nama menjadi aset milik Pemkot Denpasar, yakni Aset berupa Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar dan Kantor UPT Korwil Dikdas Denpasar Utara.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Bali, Eko Priyanggodo mengatakan kesempatan ini merupakan percepatan sertifikasi tanah dan rumah ibadah (pura) dan aset pemerintah merupakan bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN untuk mewujudkan tertib administrasi pertanahan serta memberikan perlindungan hukum terhadap aset-aset yang memiliki nilai strategis.

Kolaborasi yang baik antara Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota, pemerintah daerah, dan instansi terkait akan terus diperkuat guna memastikan target sertifikasi tercapai optimal.

Lebih jauh, Eko Priyanggodo mengatakan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat koordinasi antara Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN, serta seluruh Kantor Pertanahan di Provinsi Bali serta Pemerintah Daerah dalam mendukung percepatan program strategis nasional di bidang pertanahan.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Apresiasi Album ‘’Like Share Comment’’ dari Gamelan Mulut

“Dengan adanya kepastian hukum melalui sertifikasi, lanjutnya, diharapkan tanah rumah ibadah (pura) dan aset daerah dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi kepentingan umat, sementara aset pemerintah semakin tertib administrasi dan terlindungi dari potensi sengketa di masa mendatang,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin menyebut kegiatan ini juga sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat terkait sertifikasi tanah dan aset masyarakat perlu ditingkatkan atau diperbaiki.

“Kita ingin mempercepat legalisasi dan sertifikasi aset ini untuk mewujudkan tertib administrasi pertanahan serta memberikan perlindungan hukum terhadap aset-aset yang memiliki nilai strategis. Semoga pelaksanaan sertifikasi tanah dan aset di Bali ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang kita harapkan,” ujarnya.

Sementara Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Kementerian ATR/BPN, Komisi II DPR RI, jajaran Pemerintah Kota Denpasar, desa adat, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bersinergi mendukung percepatan sertifikasi tanah.

“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Wawali Arya Wibawa.

Dirinya menambahkan, penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rumah Ibadah (Pura) dan Aset Milik Pemerintah Daerah merupakan langkah strategis dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan dan pemanfaatan aset.

Hal ini bukan hanya berkaitan dengan tertib administrasi pertanahan, tetapi juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi aset daerah.

Dengan adanya sertifikat, pengelolaan aset akan menjadi lebih tertib, akuntabel, dan terlindungi dari berbagai potensi sengketa di kemudian hari. Bagi rumah ibadah, legalitas ini memberikan rasa aman kepada masyarakat adat dan pengempon pura dalam melaksanakan kegiatan keagamaan maupun pelestarian budaya berkelanjutan.

“Ke depan, Pemkot Denpasar akan terus mendorong percepatan penataan dan sertifikasi seluruh aset daerah serta aset sosial keagamaan sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tegas Wawali Arya Wibawa. (eka/bi)

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 12 Orang, Terendah Sejak 3 Bulan Terakhir

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca