Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Giri Prasta Soft Launching Aplikasi Implementasi Diklat Kepemimpinan Nasional Tingkat II

BALIILU Tayang

:

de
SOFT OPENING: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat soft launching aplikasi untuk inovasi Bidang Pelayanan Publik di Gedung Command Center Diskominfo Kabupaten Badung, Selasa (7/9).

Badung, baliilu.com – Dalam rangka Implementasi Diklat Kepemimpinan Nasional Tingkat II, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta melakukan soft launching aplikasi untuk inovasi di bidang pelayanan publik di Gedung Command Center Diskominfo Kabupaten Badung, Selasa (7/9).

Adapun aplikasi yang akan di-soft launching adalah “Indahnya Terang Bulan” (Identifikasi Wilayah Pelayanan Tera/Tera Ulang Berkelanjutan) oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kab. Badung, Gapura Desa (Gerbang Pelayanan Umum Pertama Menuju Desa Berbasis Elektronik, Sejahtera dan Aman) dengan Aplikasi Smart Card Reader oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Badung, Bang Goni (Badung Go Tani) oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung, Si Kawan (Sistem Informasi Fasilitasi Kinerja Dewan) oleh Sekretariat DPRD Kab. Badung, dan Bares Berbasis Terstruktur, Sistematik dan Massif oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Badung.

Turut hadir Sekda Badung Adi Arnawa, Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan I Made Widiana, Kadis Kominfo I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan I Wayan Puja, Kadis Capil AA Ngurah Arimbawa, Kepala BKPSDM I Gede Wijaya, Asisten Administrasi Umum Cokorda Raka Darmawan, Sekretaris Dewan IGA Made Wardika, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, Camat Petang I Wayan Darma dan pejabat terkait di lingkungan Pemkab Badung.

Bupati Giri Prasta menyampaikan terimakasih kepada kepala OPD yang telah berinovasi yang mempermudah dan mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat. Ketika berbicara Badung Smart City maka semua desa yang ada di Badung akan menjadi Smart Village dan OPD harus bergerak bersama- sama dengan menggunakan teknologi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dan Dinas Kominfo akan menjadi leader pertama untuk memberikan semua akses baik fiber optik maupun servernya.

Baca Juga  <strong>Bupati Giri Prasta akan Wujudkan Bangga Jadi Petani di Badung</strong>

“Untuk masalah sampah sudah ada DLHK dengan tim, bagaimana ke depannya kita bisa mengatasi masalah sampah dengan teknologi yang ada, untuk urusan berkenaan dengan wanita tani dan itu wajib diayomi oleh Dinas Pertanian kita. Semua akan menggunakan aplikasi sehingga persoalan yang ada di desa ini betul-betul kepala OPD ini sebagai leader akan menggerakkan sampai ke tingkat bawah, melaksanakan tugas ini dengan sistem yang dimiliki. Kita di Kominfo juga sudah memiliki bank data dan server,” jelasnya.

Pihaknya juga mengatakan proses pelayanan yang seperti inilah yang diinginkan oleh Bapak Presiden Jokowi dengan 4.0 industrinya. Untuk mewujudkannya harus disiapkan SDM dan Start Up-nya guna menyambut industri 4.0 ini. Dengan aplikasi yang dibuat oleh OPD ini, membuka dan berpeluang sekali untuk melaksanakan rintisan- rintisan usaha yang ada di desa maupun di banjar-banjar di Badung.

“Inilah yang kita lakukan bersama dan saya selaku Bupati, ketika ada rintisan usaha baik itu UKM maupun IKM ke depannya bagaimana kita memikirkan bantuan stimulus jangan sampai masyarakat kami meminjam uang di bank dengan bunga yang besar. Kami meyakini semua aplikasi ini akan saling terintegrasi. Kominfo ini adalah rumah besarnya, karena Kominfo ini sudah memiliki fiber optik sepanjang 150 km dari ujung selatan Badung sampai dengan ujung utara Badung dan pure menggunakan APBD. Dengan kapasitas jaringan memadai dan mencukupi maka nanti ke depannya akan dijadikan sebuah program secara holistic yang terintegrasi dari semua lini dan satu komando,” ujarnya.

Sementara Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan I Made Widiana berharap sesuai arahan Bupati Badung, pihaknya sebagai kepala OPD sebagai Agen Of Change atau agen-agen perubahan. Jadi pengelolaan pelayanan yang lama yang dilakukan dengan lambat sekarang diubah dengan mengadakan pelayanan yang cepat, murah dan terintegrasi, tanpa mengurangi dari segi ketentuan- ketentuan.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Pelayang Cemagi Kite Festival I

“Inilah yang kita akan bangun terus secara bersama guna meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Badung ini,” ujarnya.

Acara ini juga diselingi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada perusahaan yang telah membantu peningkatan pelayanan publik diantaranya PT. Angkasa Pura I (Persero), PT. Wira Agung Raya (SPBU 54.803.11), Pepito Express Seminyak, Pasar Adat Tegal Darmasaba, PT. Krisna Multi Lintas Cemerlang dan Rumah Belanja Tiara Gatsu. Serta penyerahan piagam penghargaan untuk kecamatan terbaik ketahanan pangan diantaranya Kecamatan Mengwi, Kecamatan Abiansemal dan Kecamatan Petang. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Rakor Bappeda Se-Bali 2026, Jembrana Raih Peringkat Pertama

Published

on

By

Jembrana Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah
PERINGKAT PERTAMA: Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. Prestasi gemilang ini diumumkan secara resmi di sela-sela acara Rapat Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Bali.

Tahun ini, Rapat Koordinasi Bappeda mengusung tema strategis, “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025-2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali“.

Keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam menyabet penghargaan tertinggi ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap konsistensi dan kualitas dokumen perencanaan daerah. Indikator utama penilaian mencakup: pertama, keselarasan sinkronisasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kedua, keterpaduan program antara Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pusat dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Piagam penghargaan Terbaik I diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga ritme pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan sejalan dengan visi pembangunan nasional serta visi daerah Bali.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran OPD di Lingkungan Pemkab Jembrana untuk terus meningkatkan performa perencanaan dan eksekusi program demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Giri Prasta Berikan Apresiasi dan Dukungan Wakil Badung di Acara BRTV 2021
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Agung Mayun Hadiri Rapat Paripurna PU Fraksi DPRD Gianyar

Published

on

By

Rapat Paripurna DPRD Gianyar Bahas APBD 2027
RAPAT PARIPURNA: Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Sudarsana tersebut, empat fraksi DPRD menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur, penanganan kemiskinan, dan pengurangan.

Pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Gianyar dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja. DPRD mengapresiasi pengajuan Ranperda APBD 2027 oleh Bupati Gianyar serta menekankan pentingnya pembahasan anggaran secara kritis, transparan, dan akuntabel agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“APBD bukan hanya persoalan angka, tetapi mencerminkan arah kebijakan pembangunan daerah, instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Suteja membacakan PU Fraksi.

Dalam rencana tersebut, pendapatan daerah direncanakan lebih dari Rp 3.751 triliun, terdiri atas PAD sebesar Rp 2.478 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp 1.272 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 3.690 triliun lebih.

Empat fraksi, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan Demokrat Bersatu, menyampaikan sejumlah catatan strategi terhadap rencana anggaran tersebut.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi perbaikan infrastruktur jalan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Fraksi ini juga mendorong agar kebijakan anggaran tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan dasar, peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan.

Fraksi Golkar menyoroti proyeksi SiLPA sebesar Rp 158,9 miliar lebih dan meminta penjelasan mengenai besaran yang bersumber dari efisiensi anggaran maupun kegiatan yang tidak terealisasi. Fraksi ini juga menyerap optimalisasi penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, serta alokasi anggaran untuk mengatasi kemiskinan, kemiskinan, dan masalah pendidikan serta kesehatan.

Baca Juga  <strong>Atasi Kemacetan, Bupati Giri Prasta Dukung Pembangunan LRT</strong>

Selain itu, pembangunan jalan di pedesaan dinilai perlu mendapat perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Fraksi Gerindra menekankan pentingnya perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah rusak, serta kepastian penyelesaian pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2027. Fraksi ini juga meminta evaluasi terhadap pengelolaan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) yang dinilai belum optimal dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Persyaratan personalia administrasi penyaluran hibah juga menjadi perhatian agar anggaran yang telah ditetapkan dapat terserap tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, Fraksi Demokrat Bersatu meminta penjelasan mengenai prioritas pembangunan, strategi peningkatan PAD dari sektor pariwisata, retribusi dan pengelolaan aset daerah, serta komitmen pemerintah dalam menjaga efisiensi belanja dan mencegah kebocoran anggaran.

Secara umum, keempat fraksi menegaskan bahwa APBD harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, memiliki target yang terukur, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Meski memberikan sejumlah catatan dan pertanyaan, keempat fraksi pada prinsipnya menerima Ranperda APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2027 untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan-undangan.

Pembahasan selanjutnya diharapkan menghasilkan kebijakan anggaran yang efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DWP Buleleng Perkuat Peran Orang Tua Cegah Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi BESTIE Buleleng

Published

on

By

Sosialisasi BESTIE Buleleng bersama DWP
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng dari Dinsos P3A Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng terus memperkuat peran keluarga dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng (Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati) dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng dalam pertemuan rutin DWP Buleleng yang terselenggara di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10).

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, menyampaikan bahwa sosialisasi ini memberikan manfaat penting bagi para anggota, khususnya dalam meningkatkan pemahaman orang tua untuk melindungi anak di lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengenali berbagai bentuk kekerasan, serta memberikan pemahaman agar anak mampu melindungi diri dari situasi yang membahayakan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu anggota DWP semakin mampu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak memahami bentuk-bentuk kekerasan dan dapat mengantisipasinya,” ujarnya.

Dewi Suyasa juga berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masing-masing instansi, sekolah, serta unsur DWP perangkat daerah. Dengan demikian, informasi mengenai pencegahan kekerasan pada anak dan inovasi BESTIE Buleleng dapat tersebar lebih luas, tidak hanya di kalangan anggota DWP, tetapi juga masyarakat umum.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, Putu Agustini, selaku narasumber, memaparkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, meliputi kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, dan eksploitasi. Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini, komunikasi antara anak dan orang tua, serta keterlibatan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Pelayang Cemagi Kite Festival I

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan inovasi BESTIE Buleleng, sebuah upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dengan menginspirasi remaja untuk memiliki empati dan menjadi tutor bagi teman sebaya. Program ini dijalankan melalui tiga langkah, yakni tutor sebaya, layanan WhatsApp, serta sinergi dengan lembaga terkait.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan terkait pencegahan kekerasan pada anak dapat menghubungi layanan WhatsApp BESTIE Buleleng di nomor 0821-312-5468.

Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Buleleng diharapkan semakin berperan aktif dalam membangun keluarga yang peduli, meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan, serta mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca