Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Hadiri Puncak ”Karya Nyekah Kinembulan” Desa Adat Sibangkaja

BALIILU Tayang

:

de
KARYA NYEKAH: Bupati Giri Prasta saat menghadiri Puncak Karya Nyekah Kinembulan Desa Adat Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Selasa (5/10).

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak Karya Nyekah Kinembulan Desa Adat Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Selasa (5/10).

Dalam kesempatan tersebut Bupati didampingi Kadis Kebudayaan Gede Eka Sudarwitha, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Bendesa Adat Sibangkaja I Made Ciriartha, Perbekel Sibangkaja Ni Nyoman Rai Sudani serta tokoh masyarakat setempat.

Guna mendukung karya tersebut Bupati menyerahkan dana punia sebesar Rp 100 juta, secara pribadi Bupati juga mapunia Rp 20 juta.

Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas terlaksananya karya mamukur kinembulan di Desa Adat Sibangkaja. Hal ini telah sesuai dengan sastra-sastra agama Hindu. Bupati juga berterima kasih kepada panitia karya, bendesa adat, perbekel serta camat yang telah bersinergi sehingga karya ini terlaksana dengan baik dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Bupati menjelaskan, karya mamukur kinembulan artinya nyekah secara bersama-sama. Diharapkan ke depan di Desa Adat Sibangkaja juga melaksanakan upacara manusa yadnya seperti metatah, mepetik dan metelubulanan. Lebih lanjut dijelaskan, bahwa karya pitra yadnya memukur kinembulan berawal dari adanya upacara ngaben, dan karya ini sebagai wujud mengantarkan atma menuju surga.

Disebutkan, dalam karya nyekah ada prosesi upacara ngangget don bingin dan murwa daksina. Pada upacara murwa daksina, dengan menggunakan sapi gading sebagai lambang Dewa Siwa yang akan mengantarkan atma menuju surga. Selanjutnya meajar-ajar ataupun nyegara gunung. Ini yang disebut catur loka pala. Bila meajar-ajar ke arah Utara menuju Beratan, ke Barat menuju Batukau, arah Selatan ke Uluwatu dan arah Timur ke Goa Lawah.

Terakhir yang terpenting yaitu pada saat ngelinggihang puspa di merajan rong tiga. “Pada saat ngelinggihang disebut dewa pratista, menyatukan bumi dengan langit. Bila rong tiga menghadap ke Barat, puspa yang lanang melinggih di sebelah Selatan, yang istri melinggih di sebelah Utara. Ini adalah konsep padu muka, dimana dik (lanang), bhataranya Brahma tempatnya di Selatan dan widik (istri) bhataranya Wisnu tempatnya di Utara dan di tengah-tengah Siwa Guru,” jelasnya. 

Baca Juga  Peluncuran Perdana Endek Motif Jepun Bebadungan dan Pembukaan Badung Fashion Trend 2024

Prawartaka Karya Ida Bagus Putu Widnyana atas nama krama Desa Adat Sibangkaja menyampaikan terima kasih atas kehadiran serta bantuan dana dari Bupati dan Pemkab Badung untuk mendukung karya ini. Karya nyekah kinembulan sudah merupakan program desa adat yang akan dilaksanakan bila sawa sudah lebih dari 40 sawa atau sudah lima tahun.

“Karya Nyekah ini kami rencanakan tahun 2020 lalu, namun karena adanya wabah Covid-19, baru bisa terlaksana tahun 2021 ini,” jelasnya. Di masa pandemi, pihaknya tetap berupaya mematuhi protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penyebaran Covid-19. 

Nyekah kinembulan kali ini diikuti 88 sawa, terdiri dari 50 sawa lanang dan 38 sawa istri dari 7 banjar di Desa Adat Sibangkaja. Mengenai biaya bersumber dari masing-masing sawa dikenakan 4 juta, juga bantuan dana dari desa adat, desa dinas dan dana punia dari para donatur, termasuk bantuan dari Bupati Badung dan DPRD Badung. Mengenai dudonan karya telah dimulai sejak sebulan yang lalu. Puncak karya pada Anggara Wage Gumbreg, 5 Oktober 2021. “Besok akan dilanjutkan dengan upacara nyegara gunung ke Pura Goa Lawah, matur-atur ke Pura Dalem Gede serta ngelinggihang di masing-masing merajan,” imbuhnya. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati” Pura Dalem Batu Selem Banjar Tenten

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Ngeratep Pura Batu Selem
NGERATEP: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri prosesi “Ngeratep” serangkaian Karya Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9).

Karya ini merupakan salah satu rangkaian upacara Ngodak Sesuhunan Pelawatan Barong Landung di pura setempat.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, khususnya krama pengempon.

“Pelaksanaan yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap, upakara ini dapat memberikan energi dharma yang memancarkan hal positif bagi jagat Bali, khususnya Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan upacara ini selain sebagai yadnya, juga menjadi upaya dalam melestarikan tradisi Bali yang sangat sakral.

“Ini adalah bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentunya kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat baik secara sekala maupun niskala bagi masyarakat dan umat,” imbuhnya.

Sementara itu, Manggala Karya, I Wayan Selamet menjelaskan, rangkaian upacara ini telah berjalan sejak 11 September lalu. Ia mengatakan, penyelenggaraan karya ini diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan, serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod.

“Astungkara karya ini dapat terlaksana. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Walikota Denpasar dan tentunya semoga melalui upacara ini krama pengempon selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan diberikan anugerah kemakmuran serta kerahayuan,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Optimalisasi Pelayanan, Bupati Giri Prasta Serahkan GNSS Receiver kepada BPN Badung

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Ngodak Tapakan“ di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Bupati Badung Tekankan Semangat Kebersamaan

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Serahkan Bantuan Karya Ngodak Tapakan
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan dana upakara saat menghadiri “Karya Ngodak Tapakan“ Ratu Gede, Ratu Lingsir, dan Ratu Alit di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngodak Tapakan Ratu Gede, Ratu Lingsir, dan Ratu Alit di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Jumat (25/9).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Camat Abiansemal beserta jajaran, Perbekel Desa Bongkasa, Bendesa Adat Bongkasa Pertiwi, Angga Puri Ubud, serta para tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga dan gembira dapat hadir bersama Wakil Bupati Badung dalam pelaksanaan karya tersebut. Menurutnya, pelaksanaan karya besar di Desa Adat Karangdalem menjadi momentum penting yang mencerminkan kuatnya nilai spiritual sekaligus kebersamaan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya bersama Bapak Wakil Bupati hadir pada kesempatan yang baik ini untuk memenuhi undangan di tempat ini. Saya merasa bangga dan gembira melihat warga masyarakat di Desa Adat Karangdalem dapat melaksanakan acara atau karya besar seperti saat ini,” ujarnya.

Bupati menyebutkan bahwa pelaksanaan karya tersebut setidaknya menunjukkan dua hal penting. Pertama, merupakan wujud bakti dan rasa syukur bersama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya yang berstana di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem.

“Kedua, ini juga menjadi bukti bahwa kita memiliki semangat gotong-royong, sejiwa, sehati, dan kebersamaan seluruh warga, sehingga acara di Desa Adat Karangdalem ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Bupati Adi Arnawa kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mempertahankan semangat kebersamaan tersebut. Menurutnya, persatuan dan gotong-royong merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah, terlebih Kabupaten Badung memiliki sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama perekonomian.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta ‘’Mendem Pedagingan’’ di Padmasana Pura Puseh Buangga Desa Adat Getasan Petang

“Bagaimana caranya agar kebersamaan seperti ini terus kita jaga dan pertahankan. Karena kita semua sudah mengetahui bahwa Kabupaten Badung mengandalkan sektor pariwisata. Desa Bongkasa dan Bongkasa Pertiwi juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata, termasuk desa wisata di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi perkembangan Desa Bongkasa dan Bongkasa Pertiwi yang nilainya semakin baik. Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia, akan terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan kawasan dan aktivitas pariwisata masyarakat.

Salah satu infrastruktur yang tengah diupayakan adalah pembangunan fasilitas pendukung berupa jembatan yang nantinya diharapkan dapat menghubungkan dari Gianyar hingga ke Bongkasa. “Kalau hal tersebut dapat terwujud, saya sangat yakin jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bongkasa akan semakin meningkat. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke sini, secara otomatis pendapatan warga masyarakat kami di Bongkasa juga akan semakin bertambah. Itulah yang selalu kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Bupati Adi Arnawa menegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung akan terus hadir dan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan keagamaan. “Saya selaku Pemerintah Daerah Badung tentu akan selalu hadir dan mendukung setiap kegiatan warga di sini. Saya bersama Bapak Wakil Bupati dan jajaran DPRD Badung pasti akan mendampingi dan membantu setiap prosesnya. Apa saja kebutuhan warga di sini, tentu akan kami upayakan dan bantu secara bertahap,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan dana upakara sebesar Rp. 775 juta, diikuti oleh anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp. 10 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Salurkan Dana BKK di Kuta Utara dan Kutsel

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Rangkaian Mepeed dan Persembahyangan Bersama, Bupati Sanjaya Perkuat Kebersamaan Jajaran Pemkab Tabanan

Published

on

By

Sanjaya Ikuti Mepeed Pujawali Tri Kahyangan Tabanan
MEPEED: Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Tradisi Mepeed yang diikuti jajaran Pemkab Tabanan dan juga ratusan pegawai yang berjalan bersama dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam menjaga hubungan sosial serta nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran bersama dalam rangkaian tersebut mencerminkan semangat gotong-royong sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, serta para pegawai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memanjatkan doa bersama. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadiran dalam rangkaian pujawali merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh bapak gubernur dan juga Pemkab Tabanan, aktualisasi dari visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ajak pemerintah bersama jajaran ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini, kita ikut peran serta sehingga terjalin kebersamaan bagaimana kita kompak antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan, rahayu,” ungkapnya.

Baca Juga  Peluncuran Perdana Endek Motif Jepun Bebadungan dan Pembukaan Badung Fashion Trend 2024

Mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, Bupati Sanjaya dan jajaran kemudian melanjutkan persembahyangan dari Pura Puseh Desa Bale Agung menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Rangkaian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan sebagai wujud shrada bhakti sekaligus doa bersama untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca