Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud Kukuhkan 14 Guru Besar, Total Miliki 171 Guru Besar Tetap

BALIILU Tayang

:

de
PENGUKUHAN: Unud mengukuhkan 14 Guru Besar Tetap berlangsung secara hybrid dengan lokasi utama di Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, Sabtu (9/10/2021).

Denpasar, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) mengukuhkan 14 orang Guru Besar Tetap yakni 1 orang dari Fakultas Peternakan, 5 orang dari Fakultas Teknik, 3 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2 orang dari Fakultas Kedokteran, 1 orang dari Fakultas Pertanian, dan 2 orang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Acara pengukuhan berlangsung secara hybrid dengan lokasi utama bertempat di Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, Sabtu (9/10/2021).

Keempat belas Guru Besar dimaksud yakni:

(1). Prof. Dr. Ir. Ni Nyoman Suryani, M.Si. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak pada Fakultas Peternakan dengan Judul Orasi Ilmiah “Ketersediaan Pakan Hijauan, tantangan pengembangan Sapi Bali”.

(2). Prof. Dr. Ir. Dewa Ketut Sudarsana, M.T. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Teknik Sipil pada Fakultas Teknik dengan Judul Orasi Ilmiah “Strategi Mitigasi Dampak Negatif  pada Tahap Eksekusi Proyek Peningkatan Jalan”.

(3). Prof. Gusti Ayu Made Suartika, S.T.,M.Eng.Sc.,Ph.D. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota pada Fakultas Teknik dengan Judul Orasi Ilmiah “Smart-City dan Ruang Publik”.

(4). Prof. Dr. Dra. I Gst. Ayu Kt. Giantari, M.Si. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Judul Orasi Ilmiah “Strategi Digital Marketing dalam Meningkatkan Kinerja Bisnis UMKM Sektor Kuliner di Bali”.

(5). Prof. Dr.dr. I Made Oka Adnyana, Sp.S(K) Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Neurologi pada Fakultas Kedokteran dengan Judul Orasi Ilmiah “Hubungan Stres dan Nyeri Kepala serta Peran Yoga Dalam Penatalaksanaannya pada Masa Pandemi Covid-19”.

(6). Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, M.M. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Agribisnis pada Fakultas Pertanian dengan Judul Orasi Ilmiah “Model Agribisnis Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan”.

(7). Prof. Dr. Dra. Retno Kawuri, M.Phil. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Mikrobiologi/Biologi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan Judul Orasi Ilmiah “Potensi Senyawa Aktif dari Bakteri Sterptomyces Drozdowiczii Dalam Menghambat Multidrug Resistant Acinetobacter Baumannii (MDR-A. Baumannii)”.

(8). Prof. Dr. Drs. Anak Agung Ketut Darmadi, M.Si. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Fitokimia pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan Judul Orasi Ilmiah “Potensi Ekstrak Daun Kayu Manis (Cinnamomum Burmanni Blume) sebagai Biopeptisida untuk Mengendalikan Beberapa Penyakit pada Tanaman Holtikultura”.

(9). Prof. Dr. Dra. Desak Ketut Sintaasih, M.Si. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Judul Orasi Ilmiah “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Keunggulan Bersaing Organisasi”.

(10). Prof. I Wayan Widhiada, S.T.,M.Sc.,Ph.D. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Robotika dan Kontrol pada Fakultas Teknik dengan Judul Orasi Ilmiah “Teknologi Produk Inovasi Kaki Bionik Robot Otomatis untuk Para Penyandang Cacat”.

(11). Prof. Ir. Linawati, M.Eng.Sc.,Ph.D. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Teknik Elektro pada Fakultas Teknik dengan Judul Orasi Ilmiah “Teknologi Internet Masa Depan”.

(12). Prof. Dr. Ir. Ngakan Made Anom Wiryasa,MT,IPM Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kelembagaan Tata Ruang pada Fakultas Teknik dengan judul Orasi Ilmiah “Tranformasi Sosial-Fisik Menuju Morfologi Perkotaan yang Berkelanjutan melalui Pengaturan Kembali Lahan di Indonesia”.

(13). Prof. Dr. Ni Nyoman Yuliarmi, SE.,M.P. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan judul Orasi Ilmiah “Implementasi Penguatan Kelembagaan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Bali”.

(14). Prof. dr. Pande Putu Januraga, S.Ked., M.Kes., Dr. PH. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Fakultas Kedokteran dengan Judul Orasi Ilmiah “Pendekatan Multi-Disiplin, dari Debuah Diskursus ke Arah Profesionalisme Riset dan Pendidikan Kesehatan Masyarakat”.

Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara dalam sambutannya menyampaikan pengukuhan Guru Besar hari ini tidak seperti biasanya, karena hadirin yang dapat hadir langsung mengikuti prosesi terbatas sesuai penerapan protokol kesehatan. Mengingat saat ini kita masih berada dalam masa pandemi Covid di tengah gencarnya pelaksanaan vaksinasi oleh pemerintah.

Namun tentunya hal ini tidak mengurangi makna dari prosesi pengukuhan yang dilaksanakan. Guru Besar merupakan jabatan fungsional tertinggi bagi dosen dan tentu untuk mencapainya tidak mudah karena butuh perjuangan, pengorbanan dan kerja keras dalam memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bagi perguruan tinggi, jumlah Guru Besar yang dimiliki sangat memiliki peranan penting sebagai Prime Mover yang menggerakkan perputaran roda Tridharma Perguruan Tinggi. Kehadiran Guru Besar juga sangat penting dalam memantapkan kewibawaan dan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Hampir setiap tahun terdapat Guru Besar yang memasuki masa purna tugas dan hal ini harus segera diantisipasi dengan langkah strategis agar dosen yang sudah bergelar doktor berupaya meningkatkan statusnya menjadi Guru Besar. Jabatan Guru Besar ini, di samping merupakan sebuah kebanggaan karena telah mampu mencapai jenjang tertinggi, juga memberikan manfaat yang besar bagi universitas, fakultas, program studi maupun mahasiswa.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sebelumnya pada Maret 2021 Universitas Udayana telah mengukuhkan 6 orang Guru Besar dan dalam kurun waktu enam bulan ini terdapat dua orang Guru Besar yang purna tugas dan tiga orang Guru Besar meninggal dunia sehingga dengan dikukuhkannya empat belas orang Guru Besar hari ini, jumlah Guru Besar yang dimiliki Universitas Udayana sebanyak 171 orang dengan ini rasionya telah melampaui 12 persen dari total jumlah dosen. Jumlah ini juga diharapkan dapat meningkat setiap tahunnya.

Rektor berharap Guru Besar yang telah dikukuhkan mampu mengemban tugas dengan sebaik-baiknya, karena di balik jabatan ini mengandung makna yang besar serta tuntutan tanggung jawab yang lebih besar. Sebagai seorang Guru Besar diharapkan menjadi teladan dan mampu mengayomi serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat melalui ilmu yang dimiliki untuk memajukan bangsa dan negara ini.

Para Guru Besar yang baru dikukuhkan juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para junior maupun rekan sejawat untuk meraih gelar tertinggi ini dalam upaya meningkatkan jumlah SDM unggul di Unud, sehingga mampu bersaing tidak hanya di kancah nasional tetapi juga di tingkat internasional.

Melalui kesempatan tersebut Rektor juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Senat dan Komisi Senat, para pimpinan di lingkungan Universitas Udayana, Tim Penilai Angka Kredit serta seluruh pihak yang telah turut memberi dukungan dan berkontribusi hingga hari ini Universitas Udayana mengukuhkan 14 orang Guru Besar Tetap. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bupati Sanjaya Lantik Pimpinan Perumda Sanjayaning Singasana, Tekankan Peran Penggerak Ekonomi

Published

on

By

Perumda Sanjayaning Singasana
LANTIK DIREKTUR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik Direktur Utama dan Dewan Pengawas Independen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan di Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Senin (29/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik Direktur Utama dan Dewan Pengawas Independen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan di Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Senin (29/6). Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), sehingga Perumda mampu dikelola secara profesional, sehat, dan berdaya saing sebagai penggerak ekonomi daerah.

Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tabanan tertanggal 15 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, I Gusti Made Arya Gunanta, S.E. resmi dilantik sebagai Direktur Utama Perumda Sanjayaning Singasana, sementara Kadek Surya Prasetya Wiguna, S.E. dilantik sebagai Dewan Pengawas Independen Perumda Sanjayaning Singasana.

Acara pengambilan sumpah dan jabatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Direktur Utama Perumda Tirta Amertha Buana, serta jajaran pegawai Perumda Sanjayaning Singasana.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar mengisi jabatan struktural, melainkan menjadi momentum memperkuat peran perusahaan daerah sebagai instrumen pembangunan ekonomi. Menurutnya, keberadaan Perumda harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.

Ia menjelaskan, Perumda tidak boleh hanya dipandang sebagai badan usaha yang mengejar keuntungan semata, tetapi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran perusahaan daerah juga harus mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi dengan didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan tata kelola yang profesional.

“Hari ini bukan sekadar mengisi jabatan struktural. Perumda tidak boleh hanya menjadi badan usaha yang mengejar keuntungan, tetapi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Perumda harus mampu menggerakkan sektor ekonomi dan dikelola oleh sumber daya manusia yang baik,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menekankan bahwa Perumda yang sehat adalah Perumda yang mampu menciptakan keuntungan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Untuk itu, manajemen perusahaan dituntut membangun sistem kerja yang profesional, efektif, dan berorientasi pada hasil. Ia juga mendorong Perumda memiliki daya saing yang tinggi dengan membuka peluang bisnis baru, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), mendukung penyelenggaraan berbagai event dan festival, serta melakukan ekspansi usaha tidak hanya di tingkat Provinsi namun hingga ke tingkat nasional.

Menutup arahannya, Sanjaya mengajak seluruh jajaran Perumda Sanjayaning Singasana untuk menjadikan amanah tersebut sebagai motivasi dalam membangun perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berintegritas. “Bangun semangat, etos kerja, dan budaya gotong royong. Saya percaya Perumda Sanjayaning Singasana akan mampu tumbuh menjadi perusahaan yang sehat, profitable, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pertemuan Gubernur Koster dengan Biffa London, PWC, dan Transport for London

Published

on

By

Gubernur Koster
KUNJUNGAN KERJA: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat saat melakukan kunjungan kerja ke BIFFA, yang merupakan Badan Usaha Pengelolaan Limbah dan Daur Ulang terbesar di Inggris. (Foto: Hms Pemprov Bali)

London, Inggris, baliilu.com – Setibanya di London, tanggal 21 Juni 2026, Gubernur Bali Wayan Koster, bersama Tim, langsung melakukan kunjungan kehormatan di Kantor Kedutaan Besar Indonesia, diterima langsung oleh Duta Besar Indonesia, Desra Percaya. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Duta Besar berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama strategis di bidang investasi, pendidikan, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan program prioritas Provinsi Bali.

Tanggal 22 Juni 2026, pukul 08.00-12.00, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke BIFFA, yang merupakan Badan Usaha Pengelolaan Limbah dan Daur Ulang terbesar di Inggris. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Bali dan Menteri LH RI meninjau fasilitas dan proses pemilahan sampah dengan mesin modern untuk jenis sampah non-organik dari rumah tangga dan industri. Hasil pemilahan sampah untuk jenis sampah plastik dijual kepada pihak ketiga sebagai bahan baku industri, sedangkan jenis sampah kemasan didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi.

Setelah melakukan peninjauan lapangan, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat melakukan rapat dengan jajaran manajemen BIFFA dan PACK UK (Packaging PRO Appointed to Deliver Extended Producer Responsibility for Packaging Scheme). Dalam rapat dibahas secara mendalam mengenai perlunya pemberlakuan kebijakan Extended Producer Responsibility bagi industri yang mengeluarkan produk kemasan yang menimbulkan sampah. Gubernur Bali Wayan Koster, menyampaikan sudah menyiapkan kebijakan berupa kajian awal untuk menyusun rancangan Peraturan Daerah tentang tanggungjawab tambahan produsen yang menimbulkan sampah atau dikenal EPR/Extended Producer Responsibility. Namun, rancangan Peraturan Daerah ini belum bisa diselesaikan, karena masih menunggu selesainya Rancangan Peraturan Presiden yang tengah disiapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Hal ini disampaikan oleh Bapak Menteri Lingkungan Hidup beserta jajaran dalam rapat, bahwa rancangan Peraturan Presiden ini akan segera diselesaikan dan Bali akan dijadikan sebagai percontohan pemberlakuan EPR.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa rancangan Perda tentang EPR akan segera diproses, finalisasi menunggu terbitnya Perpres, serta menegaskan Bali siap menjadi percontohan penerapan EPR.

Tanggal 22 Juni 2026, pukul 14.00-16.00, Gubernur Bali Wayan Koster, mengadakan pertemuan dengan Pricewaterhouse Coopers (PwC) dan Transport for London. Pertemuan membahas; perkembangan inisiatif di Bali yang didukung oleh Future Cities Infrastructure Programme (FCIP), menyelaraskan prioritas strategis, serta menjajaki peluang keberlanjutan dukungan teknis ke depan. Memperoleh wawasan dari pengalaman London dalam mengembangkan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Bertukar pandangan mengenai model tata kelola, mekanisme pembiayaan, serta pengembangan mobilitas perkotaan.

Pada pertemuan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, memaparkan mengenai kebijakan dan program tentang Bali Energi Bersih yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 dan Kendaraan Bermotor Listrik berbasis Baterai yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019, yang merupakan transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Gubernur Bali, menyampaikan bahwa kebijakan ramah lingkungan dan berkelajutan ini merupakan implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, berbasis nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Gubernur Bali Wayan Koster, menyampaikan kepada PwC untuk bekerjasama dalam merancang model transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan secara terintegrasi yang akan diterapkan untuk kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Diundang Menghadiri London Climate Action Week 2026

Published

on

By

Gubernur Koster
Dubes Inggris untuk Indonesia Yang Mulia Dominic Jermey bersama Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: ist)

London, Inggris, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, memenuhi undangan Secretariat Climate Group tanggal 20 Mei 2026, untuk menghadiri acara Opportunity Summit Perdana Climate Group dan Program Under2 Coalition pada London Climate Action Week 2026, pada tanggal 20 – 24 Juni 2026.

Summit ini mempertemukan para pembuat kebijakan senior, eksekutif perusahaan global besar, investor, serta komunitas iklim yang lebih luas untuk membuka gelombang baru daya saing energi bersih.

London Climate Action Week 2026 merupakan salah satu acara independen terbesar di dunia yang berfokus pada perubahan iklim, dengan menghadirkan ratusan kegiatan dan acara di seluruh London, baik secara langsung, hybrid, maupun daring.

Setiap tahun, pemerintah daerah, pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, otoritas lokal, dan perwakilan masyarakat sipil dari seluruh Inggris dan berbagai negara di dunia berkumpul untuk mempercepat aksi iklim, mendorong kolaborasi, dan menampilkan solusi yang telah memberikan dampak nyata.

Summit ini menyoroti kepemimpinan kota, negara bagian, dan wilayah dalam menghadirkan solusi iklim yang praktis, memajukan energi bersih, meningkatkan kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pihak penyelenggara percaya bahwa tindakan dan komitmen inovatif dari Bali memiliki kekuatan untuk menginspirasi pihak lain serta membantu mendorong momentum global yang sangat dibutuhkan saat ini. Gubernur Bali,Wayan Koster, diminta untuk menampilkan keberhasilan dalam menerapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang dapat dikontribusikan untuk mencapai tujuan iklim nasional maupun internanasional.

Pihak penyelenggara menilai bahwa Gubernur Bali Wayan Koster, memiliki pengalaman dan wawasan yang dapat membantu membentuk masa depan yang lebih tangguh, adil, dan berkelanjutan bagi semua pihak. Oleh karena itu, pihak penyelenggara sangat mengharapkan Gubernur Bali Wayan Koster, untuk hadir dalam acara yang telah diagendakan, sehingga mendapat kesempatan untuk terhubung dengan para pemimpin lainnya, bertukar pengetahuan, dan menjajaki kemitraan baru.

Kehadiran Gubernur Bali, Wayan Koster, diyakini akan membantu membentuk percakapan global dan memastikan bahwa suara serta inovasi daerah menjadi bagian terdepan dalam aksi iklim.

Kedutaan Besar Inggris, tanggal 26 Mei 2026 mengirim surat kepada Gubernur Bali Wayan Koster untuk berpartisipasi dalam London Climate Action Week 2026, pada tanggal 20–24 Juni 2026. Kedutaan Besar Inggris menilai bahwa Pemerintah Provinsi Bali memiliki agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi perubahan iklim, melalui berbagai inisiatif kebijakan.

Kedutaan Besar Inggris mengharapkan partisipasi Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., dalam rangka menghadiri Climate Group’s Inaugural Opportunity Summit dan rangkaian kegiatan Under2 Coalition Programme.

Forum ini mempertemukan para pemimpin pemerintah daerah, pemangku kebijakan, pelaku usaha, serta mitra internasional untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung transisi menuju pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan.

Kedutaan Besar Inggris memahami bahwa Bali telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mendukung agenda transisi hijau di Indonesia. Melalui berbagai kebijakan dan inisiatif, Bali telah menjadi daerah percontohan yang penting untuk pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan di tingkat daerah. Ambisi dan upaya Bali untuk mencapai target Net Zero Emission yang lebih awal dibandingkan target nasional telah mengundang perhatian internasional, dan kehadiran Bali pada forum ini dinilai akan memberikan kontribusi berharga serta contoh positif bagi pemerintah daerah lainnya, baik di Indonesia, maupun di luar negeri.

Partisipasi Gubernur Bali juga akan semakin memperkuat profil Indonesia dalam jejaring kerja sama internasional di bidang perubahan iklim, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pertukaran pengalaman dengan berbagai mitra global.

Kedutaan Besar Inggris juga menyampaikan bahwa penyelenggara acara, Climate Group, telah menyediakan dukungan penuh terkait partisipasi Gubernur Bali, termasuk tiket perjalanan, akomodasi, transportasi lokal, dan fasilitasi visa. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca