Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Badung Sampaikan Presentasi Calon Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021

BALIILU Tayang

:

ANUGERAH KEBUDAYAAN: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyampaikan presentasi calon penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021 secara virtual di Rumah Jabatan Bupati Badung, Senin (18/10).

Badung, baliilu.com – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengikuti wawancara dan presentasi calon penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021 dan Kabupaten Badung berkesempatan masuk dalam daftar calon penerima.

Acara ini berlangsung virtual di Rumah Jabatan Bupati Badung, Senin  (18/10) dimana Bobby F sebagai Moderator, dan M Alfan Alfian, Siti Zuhro serta Nunus Supardi sebagai tim penilai. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikburistek untuk setiap daerah bertujuan untuk melakukan penilaian dalam tahap presentasi dan wawancara guna mendapatkan top lembaga. Turut hadir Kadis Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha, Kadis Kominfo Badung IGN Gede Jaya Saputra dan Kabag Prokompim Badung Made Suardita.

Dalam paparannya Bupati Giri Prasta mengatakan kesinambungan program pemerintah Kabupaten Badung diwujudkan dengan pengarusutamaan budaya dalam kegiatan pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan dengan pendekatan langsung, pendekatan transmisi serta pendekatan keteladanan.

“Kami di Badung selalu memberdayakan lembaga adat dan lembaga tradisional, serta melakukan pelestarian kesenian dan memfasilitasi kegiatan ibadah masyarakat. Kami juga memberikan insentif dan hibah dana motivasi kepada sanggar, insentif per bulan kepada tokoh agama, tokoh ada dan pengurus subak. Serta kami selalu mendorong kreativitas generasi muda secara rutin dengan memberikan bantuan dana kreativitas dan bantuan peralatan kesenian. Dan memberikan santunan kematian, santunan penunggu pasien dan santunan lansia. Karena di Badung kami memiliki motto ‘Perang Puputan Badung’ dan Kabupaten Badung ‘Cura Dharma Raksaka’,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen sepenuhnya dengan prinsip adalah Badung boleh maju, jangan sampe kemajuan Badung itu menggerus akar budaya yang ada di Kabupaten Badung dan komitmen kami setiap tahunnya di atas 10% dianggarkan di APBD untuk bidang kebudayaan itu sendiri. Semua lini kita perhatikan, karena kita melihat juga pola pembangunan nasional semesta berencana point ke 4 yaitu adat, agama, seni dan budaya. Dan di masa pandemi ini, semua bidang itu terkena dampaknya, secara ekonomi terkena kontraksi maka bidang budaya ini pun mengalami persoalan.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Dwijati di Nusa Lembongan

“Paling tidak kami memiliki warga masyarakat Kabupaten Badung ini tidak keluar dari akar budaya, sehingga kegiatan adat, seni dan budaya. Kami akan tetap menguatkan pelestarian adat, seni dan budaya di Kabupaten Badung ini dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi regulasi UUD 1945 dan termasuk undang- undang berkaitan dengan adat, seni dan budaya,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Badung juga membantu membangun sarana dan prasarana fisik baik banjar sebagai kegiatan sosial dan adat masyarakat, bantuan pembangunan sarana ibadah umat beragama baik itu Pura, Masjid, Gereja dan Wihara. Karena di Badung termasuk di Bali ini sangat terkenal dengan toleransi antar-umat beragamanya. Karena kita di Badung melaksanakan konsep yang sejati-jatinya yaitu Indonesia Raya yang isinya adat, agama, tradisi dan budaya maka harus mengedepankan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kaitan pandemi ini dengan budaya di Kabupaten Badung kami pastikan tidak ada dampak terhadap budaya yang kami miliki, karena budaya ini sudah terpatri di dalam sanubari kami dari seluruh warga masyarakat kami yang ada di Kabupaten Badung ini. Ketika kemarin kami melaksanakan event budaya dilakukan secara virtual ataupun dilakukan secara berkelompok tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak untuk tetap mengingatkan masyarakat Badung ini akar budayanya,” pungkasnya. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

“Karya Atma Wedana Kinembulan“ Desa Adat Taman, Bupati Adi Arnawa Ajak Rawat Pilar Adat

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Atma Wedana Kinembulan
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menguatkan sendi-sendi adat dan meringankan beban swadaya krama dalam melaksanakan kewajiban keagamaan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menggelontorkan bantuan hibah daerah sebesar Rp 500 juta saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya Memukur, Mepetik, Munggah Deha, dan Mepandes di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Bantuan finansial bernilai strategis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wayan Adi Arnawa dan diterima langsung oleh Bendesa Adat Taman, I Made Tantra, di sela-sela prosesi upacara yang diikuti oleh ratusan krama pemilik sawa.

Puncak ritual keagamaan massal ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Taman, Ketua BPD, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam sembrama wacananya, Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Taman yang telah bersatu padu dan menjaga spirit gotong-royong dalam menyelenggarakan upacara panca yadnya berskala besar ini.

“Karya Atma Wedana Kinembulan dan rangkaian Karya Manusa Yadnya ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan momen sakral kita untuk berbakti kepada leluhur sesuai ajaran haluan agama Hindu. Semangat gotong-royong yang terjalin erat di antara krama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa persatuan krama merupakan pilar utama dalam mempertahankan kelestarian adat dan kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi. Pihaknya berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, sidapurna, serta memancarkan kerahayuan bagi seluruh desa.

Sementara itu, Bendesa Adat Taman I Made Tantra mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian Guru Wisesa atau Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemimpin daerah beserta dukungan dana hibah ini diakui sangat meringankan beban pembiayaan krama desa.

Baca Juga  Pemkab Badung Bangun Asrama Griya Adhyaksa Narendra Kejari Badung

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Taman tahun ini sukses mengakomodasi keperluan adat krama dengan total keikutsertaan sebanyak 52 sawa sekah, 51 peserta potong gigi, dan 40 anak peserta upacara mepetik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Ngenteg Linggih” Banjar Puseh Sading, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Hibah Upakara

Published

on

By

Bupati dan Wabup Badung Hadiri Karya Ngenteg Linggih
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri “Karya Ngenteg Linggih“ dan “Wrespati Kalpa“ di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit Nyatur, Mupuk Pedagingan, Rsi Gana, dan Wrespati Kalpa di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). Karya di Pura Dalem Begawan Penyarikan ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Taman Lukluk.

Seusai persembahyangan bersama tersebut, Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan hibah upakara Tahun Anggaran Induk 2026 sebesar Rp 400 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, Wayan Sukena.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama Banjar Puseh dalam menyelenggarakan yadnya. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini merupakan bentuk dukungan sekaligus upasaksi atas pelaksanaan karya suci pasca-pemugaran pelinggih.

“Pelaksanaan karya suci ini merupakan wujud nyata sradha bhakti dan rasa syukur kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saya mengapresiasi kebersamaan krama Banjar Puseh dalam melaksanakan yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, labda karya, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh krama,” ujarnya.

Bupati juga mengajak krama untuk senantiasa meningkatkan keharmonisan dan menjaga persatuan. Selain membahas konteks upacara adat, Adi Arnawa secara khusus menyinggung kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah terjadi di lapangan. Ia mengapresiasi kedisiplinan krama Badung yang tetap tertib saat mengantri di sejumlah SPBU.

“Badung merupakan barometer pariwisata yang sangat bergantung pada stabilitas wilayah. Karena itu, keamanan masyarakat menjadi hal fundamental. Saya mengapresiasi krama yang telah menunjukkan kedisiplinan di tengah situasi kelangkaan BBM. Mari kita tetap menjaga suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Aksi Bersih-bersih Sampah di Pantai Kedonganan

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Wayan Sukena menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan stimulus dari Pemkab Badung. Ia melaporkan bahwa karya serupa terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1969 silam. Rangkaian upacara kali ini merupakan hasil paruman krama yang telah dimulai bertahap sejak 24 September 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung Made Rai Wirata, tokoh masyarakat Wayan Muntra, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, Bendesa Adat Sading, serta unsur Kelihan Adat dan Dinas se-Kelurahan Sading. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Sanjaya Ikuti Persembahyangan Pujawali di Besakih, Mohon Kerahayuan Jagat Tabanan

Published

on

By

Bupati Sanjaya Sembahyang di Pura Besakih
PENANDATANGANAN PRASASTI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Memperkuat sradha bhakti sekaligus memohon kerahayuan jagat Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10).

Persembahyangan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten III, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Setibanya di Pura Basukian Puseh Jagat, Bupati Sanjaya beserta jajaran menuju Genah Pesandekan Pura Basukian untuk katuran boga alit, kemudian mengikuti persembahyangan bersama dan sungkem ring gedong Pura Basukian. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti hibah penataan pura.

Rangkaian persembahyangan kemudian berlanjut ke Pura Goa Raja, yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti. Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan keagamaan ini menjadi wujud sradha bhakti sekaligus permohonan agar masyarakat dan wilayah Kabupaten Tabanan senantiasa dianugerahi kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan selaras antara aspek sekala dan niskala. “Dalam membangun Tabanan, kita harus menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala, agar pembangunan berjalan harmonis dan kerahayuan senantiasa menyertai masyarakat,” ungkapnya.

Selain sebagai wujud bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, persembahyangan ini juga menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat nilai spiritualitas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dengan landasan sradha bhakti yang kuat, diharapkan pelaksanaan pembangunan di Tabanan senantiasa berjalan harmonis, berlandaskan nilai-nilai spiritual dan demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Dwijati di Nusa Lembongan
Lanjutkan Membaca