Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Apkasi Otonomi Expo 2021, Presiden Ajak Daerah Manfaatkan Peluang Ekspor

BALIILU Tayang

:

de
BERI SAMBUTAN: Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 20 Oktober 2021. (Foto: Muchlis Jr).

Bogor, Jabar, baliilu.com – Nilai ekspor Indonesia selama periode Januari hingga Agustus 2021 mengalami pertumbuhan hingga mencapai angka USD142 miliar atau tumbuh 37,7 persen year on year (YoY). Presiden Joko Widodo pun meminta daerah untuk memanfaatkan pertumbuhan ekspor tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Hampir semua negara sekarang ini membutuhkan komoditas-komoditas kita sehingga jangan sampai ada daerah yang justru menghambat, membuat ruwet perizinan, tidak mendorong agar ekspor kita bisa berkembang dengan baik,” ujar Presiden dalam sambutannya saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 20 Oktober 2021.

Presiden meminta para kepala daerah untuk terus meningkatkan volume ekspor dengan memfasilitasi para pelaku usaha untuk agresif memanfaatkan peluang ekspor yang ada.

“Mulai didorong produk apapun didorong untuk berani berkompetisi memanfaatkan peluang ekspor yang ada sehingga membuat produk kita dikenal dan kompetitif di pasar global,” lanjutnya.

Selain itu, Presiden menuturkan bahwa potensi pasar ekspor masih terbuka lebar sehingga harus dimanfaatkan dengan sejumlah mitra dagang Indonesia, mulai dari Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, India, hingga Amerika Serikat.

“Peluang ini yang harus kita manfaatkan untuk mendorong komoditas kita, produk-produk kita masuk ke negara-negara yang tadi saya sebut,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pemkab Jembrana Salurkan Beras 15 Kg per Bulan untuk Ratusan Lansia Kurang Mampu

Published

on

By

Bantuan Beras untuk Lansia Jembrana
SALURKAN BERAS:​ Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna saat menyalurkan bantuan beras kepada para lansia di Kantor Lurah Lelateng, Selasa (29/9). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat, khususnya para lanjut usia (lansia). Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna secara langsung menyalurkan bantuan beras kepada para lansia di Kantor Lurah Lelateng, Selasa (29/9).

​Dalam kesempatan tersebut, bantuan beras diserahkan kepada 23 lansia penerima manfaat di Kelurahan Lelateng. Secara keseluruhan, program penyaluran bantuan beras ini menyasar sebanyak 367 lansia kurang mampu dan terlantar di seluruh Kabupaten Jembrana.

​Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan berharap agar ke depannya penyediaan beras untuk bantuan masyarakat dapat dibeli langsung dari pabrik penggilingan lokal Jembrana. Hal ini penting agar perputaran ekonomi daerah dapat tumbuh dan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Kami berharap ke depan beras yang dibagikan kepada masyarakat ini bisa dibeli dari penggilingan lokal Jembrana, sehingga perputaran uangnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita sendiri. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan harian para lansia,” ujarnya.

​Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, menjelaskan bahwa bantuan beras ini disalurkan secara rutin untuk menjamin kebutuhan pangan harian para lansia penerima manfaat.

​”Masing-masing lansia menerima bantuan beras sebanyak 15 kilogram per bulan. Alokasi ini memperhitungkan kebutuhan konsumsi harian lansia sebesar 200 gram per hari, sekaligus memberikan alokasi tambahan bagi keluarga atau kerabat yang membantu memasakkannya,” terangnya

​Ia menambahkan, program kepedulian lansia yang bersumber dari APBD Kabupaten Jembrana ini akan terus dijalankan secara maksimal sebagai wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap lansia kurang mampu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Gianyar Hadirkan Tiga Kriya Unggulan pada Kriyanusa 2026

Published

on

By

Tiga Kriya Gianyar Tampil di Kriyanusa 2026
KRIYANUSA 2026: Dekranasda Kabupaten Gianyar turut berpartisipasi mengikuti Parade Pakaian Daerah Dekranasda Kabupaten dan Kota dalam Kriyanusa 2026 yang berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. (Foto: Hms Gianyar)

Jakarta, baliilu.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gianyar turut berpartisipasi dalam Kriyanusa 2026 yang berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi kriya dan wastra Gianyar melalui ajang pameran kerajinan berskala nasional.

Kriyanusa 2026 menghadirkan beragam program yang memadukan pameran kerajinan, wastra, kreativitas, dan teknologi, antara lain Pameran Kerajinan Nusantara, Panggung Lokakarya, Digital Immersive Experience, Fashion DNA, Wastra Holo, Membatik Digital, Fashion Show, Talk Show, dan Mini Workshop. Kegiatan pameran diikuti oleh ratusan peserta dengan total 410 stan.

Dalam pameran tersebut, Dekranasda Gianyar menampilkan tiga produk kriya dari pelaku usaha lokal, yakni Krishna Shoes, Wira’s Silver, dan Srisedana Tenun.

Krishna Shoes menghadirkan produk sandal yang memanfaatkan kain endek sebagai motif. Penggunaan wastra lokal pada produk alas kaki tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan kain endek ke dalam produk fungsional yang lebih dekat dengan kebutuhan dan gaya masyarakat masa kini.

“Harapan saya dengan keikutsertaan pada pameran Kriyanusa ini, produksi sandal kami yang bermotif kain endek bisa semakin dikenal ke luar daerah,” ujar Ni Luh Putu Krisna Udayani, pelaku usaha Krishna Shoes.

Sementara itu, Wira’s Silver menampilkan produk kerajinan perak yang dibuat secara handmade dengan mengedepankan keterampilan dan ketelitian dalam proses pengerjaannya. Produk yang ditampilkan menunjukkan karakter kerajinan perak yang memadukan keterampilan kriya dengan nilai estetika.

Produk lainnya, Srisedana Tenun, menampilkan kain tenun ikat dengan teknik pewarnaan air brush serta motif yang memiliki karakter khas Gianyar. Produk tersebut memperlihatkan kreativitas dalam mengembangkan teknik dan motif tenun tanpa meninggalkan identitas lokal yang menjadi bagian dari kekuatan wastra Gianyar.

Mewakili Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Wakil Ketua Ny. Diana Dewi Agung Mayun, mengatakan bahwa keikutsertaan Gianyar dalam Kriyanusa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keragaman dan kualitas produk kriya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Melalui Kriyanusa 2026, kami ingin menunjukkan bahwa kriya dan wastra Gianyar memiliki potensi untuk terus berkembang dan dikenal lebih luas. Kreativitas para perajin perlu terus didorong agar mampu menghadirkan produk yang tetap berakar pada budaya lokal, namun dapat mengikuti perkembangan selera dan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujar Ny. Diana Dewi Agung Mayun.

Selain mengikuti pameran, Ny. Diana Dewi Agung Mayun juga berpartisipasi dalam Parade Pakaian Daerah Dekranasda Kabupaten dan Kota yang berlangsung pada Senin, 28 September 2026 di Panggung Utama Hall B JICC. Dalam kesempatan tersebut, ia tampil mengenakan wastra endek dengan konsep kasual, yang memadukan karakter kain tradisional dengan gaya busana yang lebih modern dan praktis. Program parade tersebut diikuti oleh Ketua atau Wakil Ketua Dekranasda kabupaten/kota peserta Kriyanusa.

Keikutsertaan Dekranasda Gianyar dalam Kriyanusa 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas ruang promosi bagi pelaku kriya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra dan kerajinan Gianyar kepada masyarakat dari berbagai daerah. Melalui pameran dan berbagai program yang dihadirkan, produk kriya lokal memperoleh kesempatan untuk tampil, dikenal, dan menjangkau pasar yang lebih luas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Percepat Laporan Keuangan, BKAD Buleleng Kenalkan Inovasi DIGILAKU

Published

on

By

Sosialisasi DIGILAKU BKAD Buleleng
SOSIALISASI: Sosialisasi DIGILAKU yang dibuka langsung oleh Kepala BKAD Buleleng, Made Pasda Gunawan di Ruang Rapat BKAD Buleleng, Selasa (29/9). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mempercepat langkah menuju era digitalisasi pemerintahan. Kali ini melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Buleleng, percepatan dan efisiensi tata kelola keuangan daerah direncanakan dikemas dalam aplikasi DIGILAKU (Digitalisasi Layanan Keuangan). Demikian terungkap dalam Sosialisasi DIGILAKU yang dibuka langsung oleh Kepala BKAD Buleleng, Made Pasda Gunawan di Ruang Rapat BKAD Buleleng, Selasa (29/9).

Kaban Made Pasda menerangkan DIGILAKU merupakan sebuah platform inovasi digital yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan layanan dan mempercepat pengelolaan tata kelola keuangan OPD Lingkup Pemkab Buleleng. Pihaknya menyebutkan kehadiran aplikasi DIGILAKU menjadi solusi strategis untuk mendigitalisasi proses administrasi keuangan yang sebelumnya kerap berjalan secara konvensional atau manual, khususnya dalam hal penerbitan Berita Acara Rekonsiliasi Laporan Keuangan.

“Selama ini, proses penyusunan laporan keuangan di tingkat OPD sering kali menghadapi hambatan teknis, terutama terkait mekanisme penandatanganan dokumen yang masih bersifat manual. Sering kali, proses penatausahaan keuangan terkendala oleh kesibukan atau mobilitas kepala OPD yang membuat kehadiran fisik untuk penandatanganan menjadi sulit dipenuhi tepat waktu. Nah DIGILAKU ini nantinya akan hadir untuk percepatan urusan laporan keuangan itu,” ujarnya.

Kaban yang akrab disapa Pasda itu menambahkan, fitur tanda tangan elektronik yang ada dalam DIGILAKU memungkinkan proses pengesahan dokumen menjadi jauh lebih cepat, praktis, efektif, serta efisien dari segi waktu. Selain itu, aplikasi itu juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung gerakan ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan alat tulis kantor secara masif.

“Kompleksitas hal-hal positif inilah yang kemudian kita kemas dalam program aplikasi DIGILAKU, di mana rancangan jangka pendek dan jangka panjangnya telah kami sesuaikan agar penerapannya ke depan bisa sepenuhnya menggunakan sistem digital,” terang Kaban Pasda.

Pihaknya menekankan melalui DIGILAKU, Pemkab Buleleng menaruh harapan besar agar aplikasi berbasis website itu mampu menjawab berbagai tantangan dan hambatan dalam tata kelola keuangan daerah. Inovasi itu diyakini mampu memangkas kendala jarak, keterbatasan waktu, serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang.

Melalui sistem itu, seluruh OPD dapat memproses dan melaporkan pertanggungjawaban keuangan secara real-time selama jam kerja kepada BKAD Buleleng selaku Bendahara Umum Daerah dan pengelola keuangan di Pemerintah Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca