Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Lestarikan Tradisi lewat Lomba Gong Suling dan Baleganjur Remaja, Jaya Negara: Kreativitas Harus Terus Tumbuh di Masa Pandemi

BALIILU Tayang

:

eka
SAKSIKAN PENJURIAN: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra dan Mamas Lestari saat menyaksikan penjurian lomba Gong Suling dan Baleganjur Remaja di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar pada Minggu (24/10).

Denpasar, baliilu.com – Denpasar Youth Festival (D’Youth) 2021 menghadirkan Lomba Gong Suling dan Baleganjur Remaja di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Minggu (24/10). Pelaksanaan penilaian lomba tahap II ini disaksikan langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra dan Mamas Lestari.

Di sela penilaian Lomba, Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi kepada penampilan seni baik Gong Suling maupun Baleganjur yang telah tampil apik. Hal ini menjadi bukti bahwa perkembangan seni tradisi saat ini dapat disesuaikan dengan aturan yang ada, yakni penerapan disiplin protokol kesehatan.

Dari pelaksanaan lomba ini pihaknya berharap, seni, tradisi, dan kreatifitas anak muda Kota Denpasar terus tumbuh meski di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Luar biasa penampilan tadi, semua tampil apik dan maksimal, harapan kami tentu melalui kegiatan ini dapat menjadi ruang ekspresi serta mewadahi kreativitas yang harus terus tumbuh meski di masa pandemi saat ini,” ujar Jaya Negara yang juga seorang seniman.

Panitia kegiatan, IB Eka Harista mengatakan, Lomba Gong Suling dan Baleganjur ini menjadi salah satu kegiatan pada gelaran D’Youth Fest 2021 yang merupakan salah satu kategori tradisi. Dimana, seperti diketahui bersama saat ini anak muda Bali, khususnya Kota Denpasar banyak yang berkesenian di bidang karawitan Bali.

“Gong Suling ini merupakan sebuah kompetisi yang pertama dilaksanakan. Sedangkan lomba Baleganjur ini sudah sering dilaksanakan. Namun saat ini pelaksanaan lomba dikemas secara hybrid system yakni daring dan luring,” terangnya.

Gus Eka berharap, dari pelaksanaan D’Youth Fest ini diharapkan dapat berkesinambungan. Sehingga pola berkesenian di Bali dengan konsep adanya penggalian, pelestarian dan pengembangan dapat diaplikasikan. Dengan harapan seni tradisi dan modern dapat seimbang dalam pelaksanaanya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri ‘’Pamelaspasan’’ Gedong dan Tajuk di Banjar Gunung Penatih

“Poksi Tupoksi, ruang yang ada, kalangan dan partisipan yang terlibat dalam kegiatan ini bisa merata dan kompetensi seni dan budaya di Kota Denpasar ini dapat kembali bangkit dan lestari dengan memberikan ruang kepada STT, anak muda, siswa SMA/SMK serta komunitas-komunitas,” jelasnya. 

Gus Eka menambahkan, pelaksanaan lomba Gong Suling serangkaian D’Youth Festr 2021 diikuti oleh 22 peserta. Dimana, pada tahap pertama telah dilaksanakan penilaian secara virtual untuk selanjutnya 10 peserta terbaik ditampilkan di DNA. Sama halnya dengan Gong Suling, lomba Baleganjur diikuti oleh 20 peserta. Dimana, pada tahap pertama telah dilaksanakan penilaian secara virtual untuk selanjutnya 10 peserta terbaik ditampilkan di DNA.

“Jadi hari ini telah ditampilkan 20 peserta, yakni 10 peserta Lomba Gong Suling dan 10 peserta Lomba Baleganjur,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf Diparda Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengatakan, kegiatan ini merupakan inisiasi Bapak Walikota dan Wakil Walikota Denpasar dalam memberikan ruang bagi pelestarian seni tradisi oleh generasi muda. Sehingga, dengan kedua lomba ini diharapkan kesenian Bali tetap eksis dan tetap lestari di tengah kemajuan zaman saat ini.

“Tentu ini tak lepas dari komitmen bapak Walikota dan Wakil Walikota dalam memberikan ruang pelestarian seni tradisi di tengah modernisasi saat ini, dengan harapan seni tradisi dapat eksis dan lestari,” terangnya.

Untuk diketahui, dari hasil penjurian lomba Gong Suling, Juara I diraih Suling Sundaram, Juara II diraih Gambelan Suling Madu Swara, Juara III diraih Sekeha Gong Sari Dharma Kertih dan Juara Favorit diraih Sanggar Tasik Kula Githa. Sedangkan hasil penjurian lomba Baleganjur, Juara I diraih Sekehe Tri Angga Art, Juara II diraih  Sekehe Super Saiyan, Juara III diraih Sekehe Gita Widya Kencana dan Juara Favorit diraih Sekehe Gong Ambeg Jaya Swara. Dimana, seluruh pemenang berhak atas piala, piagam dan uang tunai. (Ags/eka)

Baca Juga  Pemkot Denpasar Komitmen Dukung Program Pemagangan Nasional

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian “Metatah” Massal PHDI Denpasar

Published

on

By

sangging jaya negara

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian dalam membantu masyarakat melaksanakan upacara keagamaan.

Metatah massal tersebut diikuti sebanyak 157 peserta. Selain metatah, kegiatan juga dirangkaikan dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta dan Mewinten Saraswati sebanyak 35 peserta. Kegiatan turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang juga turut ngayah sebagai sangging.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan bersama masyarakat dalam pelaksanaan yadnya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong-royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, pelaksanaan metatah massal tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Denpasar, kata Jaya Negara, akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi Walikota Denpasar yang turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah massal. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Metatah Massal, Menek Kelih, dan Mewinten Saraswati, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, dan budaya Bali di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Desa Sanur Kauh Jadi Tuan Rumah Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Tangkil Ngaturang Bhakti“ di Pura Bukit Mentik, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Pujawali di Pura Bukit Mentik
HADIRI KARYA: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan peradaban Bali melalui penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Koster menyebut Pura Bukit Mentik sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus terus dijaga.

Menurutnya, kawasan Kintamani memiliki anugerah alam yang sangat besar dengan keberadaan Gunung dan Danau Batur. Kekayaan tersebut, kata Koster, harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali.

“Ini harus kita rawat dengan baik,” tegas Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa dirinya memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di Kabupaten Bangli. Pembangunan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, budaya, adat, dan kehidupan spiritual masyarakat.

Komitmen tersebut, lanjut Koster, menjadi bagian dari haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memastikan Bali tetap ajeg dengan kekuatan adat dan budaya sebagai fondasinya.

“Jaga Bali agar tetap ajeg,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan seluruh desa adat di Bali menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bali ke depan. Desa adat dinilai memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pemkot Denpasar Hadirkan Ksatria Sadhu
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel“ Desa Adat Kesiman

Apresiasi Kolaborasi Ringankan Masyarakat Jalankan Upacara Yadnya

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Angasti Puja Kesiman
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman, Kamis (1/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman yang dilaksanakan pada Wraspati Umanis Ugu, bertempat di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (1/10).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta undangan terkait lainnya.

Di sela rangkaian upacara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Desa Adat Kesiman.

“Sinergitas antara krama adat dengan pemerintah dalam melaksanakan upacara yadnya ini patut diberikan apresiasi. Tentunya pelaksanaan upacara yadnya yang kolaboratif ini dapat meringankan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Hindu di Bali,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat di Kota Denpasar sejalan dengan visi pembangunan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Pemerintah Kota Denpasar juga berharap seluruh rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat berjalan baik dan memberikan kebaikan bagi masyarakat yang melaksanakannya,” tambah Arya Wibawa.

Bendesa Adat Kesiman, Jro Mangku Ketut Wisna di sela acara mengatakan, upacara Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman.

“Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September 2026 lalu, dilanjutkan prosesi Ngingsah pada 16 September 2026 serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September 2026. Dilanjutkan prosesi Nganget Don Bingin pada 24 September 2026, dilanjutkan upacara Mesasap Segara yang diikuti 526 peserta pada 27 September 2026. Lalu dilanjutkan upacara Metatah Massal yang diikuti 345 peserta, dilanjutkan prosesi Ngajum Puspa pada tanggal 29 hingga 30 September 2026,” jelasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Layanan PAUD Berkualitas, Pemkot Denpasar Gelar Bimtek

Selanjutnya, Jro Mangku Ketut Wisna mengatakan setelah dilaksanakan rangkaian upacara tadi, dilanjutkan dengan rangkaian upacara lainnya.

“Barulah dilaksanakan puncak Karya yang diikuti 307 puspa pada 1 Oktober 2026 yang dipuput oleh lima sulinggih Siwa-Buddha. Selanjutnya seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober 2026 mendatang,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca