Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Diikuti Para Guru se-Badung, Bupati Giri Prasta Buka Webinar Pendidikan Secara Virtual

BALIILU Tayang

:

eka
BUKA WEBINAR: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta membuka Webinar Pendidikan Kabupaten Badung secara virtual di Rumah Jabatan Bupati Badung, Sabtu (30/10).

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta membuka Webinar Pendidikan Kabupaten Badung dengan tema “Mewujudkan Guru Cakap Bermedia Digital, Cakap Numerasi, dan Berkarakter dalam Menghadapi Tantangan Global” secara virtual di Ruang Kerja Rumah Jabatan Bupati Badung, Sabtu (30/10). Turut hadir mendampingi Bupati, Kabag Prokompim Made Suardita, Kabag Pemerintahan I Dewa Gede Sudirawan, dan perwakilan Dinas Pendidikan.

Webinar pendidikan yang diikuti para guru se-Badung ini merupakan sinergi antara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN), Sahabat Guru, dan Kementerian Kominfo RI. Webinar diperuntukkan bagi 81 daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Badung. Sebagai moderator webinar, Halwa Fauziah, narasumber diantaranya, Menteri Kominfo RI, Johnny G. Plate, Staf Ahli APKASI, Dr. Himmatul Hasanah, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Agung Nugroho Catur, dan Prof. Herman Dwi Surjono.

Mengawali sambutannya Bupati Giri Prasta menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada para guru yang tidak pernah lelah mendidik murid penerus bangsa. Bupati meyakini, orang hebat akan menghasilkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu akan menghasilkan ribuan orang-orang hebat.

“Pembelajaran jarak jauh atau PJJ menuntut para guru untuk cakap dan bekerja lebih keras, dalam beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan media pengajaran yang tepat dan efektif. Pembelajaran secara daring menjadi tantangan bagi pendidikan di Indonesia, bukan hanya masalah teknis yang menjadi keluhannya namun juga problematika mengenai bagaimana pembelajaran daring menyenangkan, sehingga murid mampu menyerap ilmu dengan baik pada setiap kegiatan pembelajaran daring yang dilaksanakan,”ungkapnya.

Lebih Lanjut Giri Prasta memaparkan, aplikasi digital learning merupakan aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran secara daring baik formal maupun non formal. Sehingga siswa dan guru dapat melakukan proses belajar mengajar menggunakan media elektronik dan dapat diakses dimana saja.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Badung Sampaikan Penjelasan Bupati Badung Bahas Rancangan Perubahan APBD 2025 dan KUA-PPAS 2026

“Wujud perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pembelajaran jarak jauh, salah satunya bersinergi dengan Program Literasi Digital Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital 2021 oleh Kementerian Kominfo RI dan APKASI, serta YPAN melalui platform Sahabat Guru, menyelenggarakan webinar pendidikan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengatakan, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pemerintah bersiap meluncurkan program Literasi Digital Nasional (Siberkreasi) dengan mengusung tema “Indonesia Makin Cakap Digital 2021”. Saat ini Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G.Plate menyasar 50 juta masyarakat Indonesia untuk mengikuti program Literasi Digital Nasional tanpa biaya sampai tahun 2024 mendatang.

“Tahun 2021 ini direncanakan akan diadakan 20 ribu program pelatihan berdasar modul dan kurikulum yang menyasar empat pilar literasi digital. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat luas secara gratis di sepanjang tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Melalui kelas-kelas ini, masyarakat dapat mengembangkan literasi dan kecakapan digital di tingkat dasar,” pungkas Giri Prasta.

Sementara Menteri Kominfo RI Johnny G. Plate mengatakan, situasi pandemi saat ini mendorong semua pihak untuk terus beradaptasi dan berperan aktif dalam berbagai aktivitas kehidupan. Dampak pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan besar pada berbagai sektor kehidupan menuju revolusi industri 4.0 . “Bersama-sama kita mendidik generasi masa depan bangsa Indonesia melalui pembelajaran jarak jauh secara daring dari tempat tinggal pembelajaran tatap muka. Proses belajar dan mengajar yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai media harus didasarkan pada pembelajaran yang paradigma berpikir para penerus bangsa. Tidak hanya itu proses pembelajaran juga harus terus dapat mengembangkan talenta dan karakteristik peserta didik kita yang beragam dalam konteks merdeka belajar,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut Kementerian Kominfo memfasilitasi literasi digital bagi para guru demi menuju masyarakat digital. Guru menjadi salah satu elemen penting dalam tatanan masyarakat yang seyogyanya memiliki tetapan yang mumpuni. Oleh karena itu pemerintah melalui Kementerian Kominfo terus menggelorakan gerakan program literasi digital nasional yang cakap digital yang saat ini dilaksanakan secara serentak di 514 kabupaten/kota di seluruh penjuru tanah air.

Baca Juga  DPRD Badung Apresiasi Keseriusan Pemerintah Menggali Pendapatan

“Guru di era digital sebagai agen perubahan pembaharuan pengetahuan dan konsultan pembelajaran dalam era digital dinamis. Era digital bukan terbatas pada efektivitas penggunaan teknologi dalam pendidikan tetapi terutama mentransformasikan mental manusia yang selalu siap belajar orientasi, memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan kreativitas dan imajinasi siswa atau pembelajaran. Selain itu kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa diharapkan dapat ditingkatkan dengan mengasah kemampuan mereka untuk menemukan dan mengidentifikasi berbagai hal secara tepat di dunia,” tutupnya. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bina Vokalia Bali Juara I di Tokyo

Gubernur Koster: Bukti Kemampuan Seni Generasi Muda Bali di Kancah Internasional

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Terima Audiensi Bina Vokalia Bali
TERIMA AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Bina Vokalia Bali di ruang tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (23/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Bina Vokalia Bali di ruang tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (23/9/2026) pagi. Audiensi tersebut berlangsung menyusul keberhasilan Bina Vokalia Bali meraih juara I kategori Children’s Choir A-1 dalam ajang The 8th Tokyo International Choir Competition di Tokyo, Jepang. Gubernur didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana.

Pelatih Bina Vokalia Bali, Putri Faradini Baihaqi, menyampaikan bahwa kompetisi internasional tersebut berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Dai-ichi Seimei Hall, Tokyo, Jepang. Bina Vokalia Bali tampil mewakili Indonesia dengan melibatkan 37 penyanyi muda asal Bali berusia 4–13 tahun.

Dalam kompetisi tersebut, Bina Vokalia Bali berhasil meraih juara I kategori Children’s Choir A-1. Selain itu, kelompok paduan suara anak tersebut juga terpilih sebagai salah satu finalis pada babak Grand Prix, bersaing dengan kelompok paduan suara dari berbagai negara.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas prestasi yang diraih Bina Vokalia Bali. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan kebanggaan bagi Bali sekaligus Indonesia karena generasi muda Bali mampu menunjukkan kemampuan dan bakat seni mereka di panggung internasional.

“Saya mengucapkan selamat kepada anak-anak Bina Vokalia Bali. Prestasi ini membanggakan karena telah mengharumkan nama Bali dan Indonesia di tingkat internasional,” ungkap Gubernur Koster.

Keberhasilan Bina Vokalia Bali menjadi salah satu bukti potensi generasi muda Bali dalam bidang seni, khususnya seni vokal. Pengalaman mengikuti kompetisi internasional tersebut juga membuka kesempatan bagi para penyanyi muda untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak dan generasi muda Bali lainnya untuk terus mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Pembinaan seni sejak usia dini juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang berprestasi sekaligus memiliki kecintaan terhadap seni dan budaya. (gs/bi)

Baca Juga  Lestarikan Budaya, Bupati Badung Buka Langsung Perlombaan ‘’Mejangka’’ dan ‘’Ngibing Joged Bumbung’’

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa Hadiri Peningkatan Kapasitas Prajuru PAKIS MDA Badung

Published

on

By

Rasniathi Adi Arnawa Hadiri Peningkatan Kapasitas Prajuru PAKIS
PENINGKATAN KAPASITAS: Manggala PAKIS Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa hadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Prajuru PAKIS MDA Kabupaten Badung di Ruang Rapat Kantor MDA Kabupaten Badung, Kamis (24/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Manggala Paiketan Krama Istri (PAKIS) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Prajuru PAKIS MDA Kabupaten Badung yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung, Kamis (24/9).

Kegiatan strategis ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas surat Majelis Desa Adat Provinsi Bali Nomor 554/MDA-Prov Bali/VII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026.

Langkah ini seiring dengan dilaksanakannya proses pergantian dan penetapan Prajuru PAKIS, baik di lingkungan MDA Kabupaten Badung maupun MDA Kecamatan se-Kabupaten Badung.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Panyarikan Agung MDA Provinsi Bali, Patengen Agung MDA Provinsi Bali, Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, Panyarikan MDA Badung, serta para Prajuru PAKIS Kecamatan se-Kabupaten Badung. Hadir pula sejumlah narasumber yang memberikan pembinaan secara langsung kepada para peserta.

Manggala PAKIS Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menegaskan bahwa kehadiran seluruh jajaran prajuru yang baru ditetapkan merupakan wujud tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian adat istiadat di lingkungan krama istri.

“PAKIS adalah wadah yang menaungi seluruh krama istri di setiap Desa Adat. Peningkatan kapasitas ini menjadi langkah awal agar PAKIS senantiasa berjalan selaras, terkoordinasi, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur warisan leluhur,” tegasnya.

Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh kebersamaan antar-prajuru, memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab, serta memperkuat komitmen seluruh jajaran PAKIS dalam mengabdi kepada Desa Adat, krama, dan masyarakat Kabupaten Badung.

Melalui bekal pemahaman yang utuh dari pembinaan ini, setiap Prajuru diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus pengayom bagi seluruh warga perempuan di wilayah masing-masing, demi mewujudkan keluarga yang harmonis dan menjaga kelestarian budaya Bali di tengah arus perubahan zaman. (gs/bi)

Baca Juga  Hibahkan Tanah 67,5 Are, Gubernur Koster Diapresiasi Bupati Badung Hingga Krama Adat Tandeg dan Desa Tibubeneng

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Atasi Macet Gatsu Barat – Canggu, Pemkab Badung Dalami Solusi Terowongan Bawah Tanah

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Bahas Rencana Terowongan Bawah Tanah Canggu
TERIMA AUDIENSI: Bupati Wayan Adi Arnawa menerima audiensi PT. Pendar Cahaya Nusantara selaku mitra Shanghai Tunnel Engineering Co. (Singapore) Pte Ltd (STECS) di Puspem Badung, Kamis (24/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung mendalami rencana pembangunan infrastruktur terowongan (Tunnel) bawah tanah sebagai alternatif solusi mengurai kepadatan lalu lintas pada koridor strategis Gatsu Barat–Kerobokan-Canggu.

Pendalaman dilakukan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melalui audiensi lanjutan bersama PT. Pendar Cahaya Nusantara selaku mitra Shanghai Tunnel Engineering Co. (Singapore) Pte Ltd (STECS) di Puspem Badung, Kamis (24/9). Pertemuan ini membahas aspek teknis, kapasitas, estimasi investasi, skema pembiayaan, hingga tahapan implementasi.

Koridor Gatsu Barat–Canggu mendapat perhatian khusus seiring pertumbuhan permukiman, ekonomi, dan pariwisata yang menekan kapasitas jalan permukaan.

“Pembangunan infrastruktur bawah tanah menjadi salah satu alternatif yang perlu kami kaji untuk meningkatkan kapasitas dan konektivitas tanpa melakukan intervensi lahan permukaan dalam skala besar. Kita ingin menghubungkan jalur-jalur strategis seperti Canggu dengan infrastruktur bawah tanah yang ke depan dapat diintegrasikan dengan moda transportasi modern,” ucap Adi Arnawa.

Bupati menegaskan, keterbatasan ruang di Badung membutuhkan pendekatan infrastruktur yang adaptif terhadap tata ruang dan mobilitas jangka panjang.

“Karena itu, aspek konektivitas, kapasitas jaringan, keberlanjutan lingkungan, kebutuhan masyarakat, hingga efisiensi pembiayaan harus dihitung sejak tahap awal. Rencana ini harus ditempatkan dalam kerangka perencanaan transportasi, bukan semata proyek konstruksi,” tegasnya.

Di sisi lain, inovasi ini juga harus berjalan beriringan dengan prinsip kehati-hatian regulasi dan pengadaan. “Yang kita dorong adalah perencanaan yang matang, baik dari sisi teknis, efisiensi biaya, pembiayaan maupun regulasi pengadaannya. Karena ini merupakan infrastruktur strategis, setiap tahapan harus dihitung secara komprehensif,” jelas Bupati Adi Arnawa.

Hasil pembahasan akan menjadi referensi penyusunan roadmap dan studi kelayakan (feasibility study) untuk menilai kelayakan proyek dari aspek teknis, ekonomi, finansial, lingkungan, kelembagaan, serta kesesuaian peraturan perundang-undangan sebelum masuk tahapan berikutnya.

Baca Juga  Hadiri HUT Ke-55 ST Bruma Br. Uma Kapal, Bupati Giri Prasta Beri Apresiasi dan Dukungan

Dalam audiensi tersebut, tim STECS Xu Xuelin bersama PT. Pendar Cahaya Nusantara Suprapto memaparkan sejumlah alternatif konfigurasi satu hingga tiga terowongan. Dari sisi teknologi konstruksi, STECS memaparkan penggunaan Tunnel Boring Machine (TBM). Metode ini masih akan dikaji berdasarkan karakteristik geologi, kedalaman, struktur tanah, dan keselamatan permukaan.

Selain teknologi, dibahas juga alternatif skema pembiayaan, termasuk penerapan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema tersebut memerlukan kajian kelayakan dan penyesuaian kemampuan fiskal daerah.

Audiensi dihadiri Sekda Badung I.B. Surya Suamba, Asisten II I Made Agus Aryawan, jajaran Kepala Dinas PUPR, Bappeda, BPKAD, perwakilan Dinas Perhubungan, Bagian Kerja Sama, Pengadaan Barang dan Jasa, serta Bagian Hukum Setda Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca