Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Jadi Narasumber Webinar REL 2021, Bupati Giri Prasta Paparkan Upaya Pemulihan Ekonomi Badung Pasca-pandemi

BALIILU Tayang

:

de
NARASUMBER: Bupati Giri Prasta memberikan pemaparan saat menjadi narasumber pada webinar ‘’Economic Leadership for Regional Government Leaders’’ (REL) tahun 2021, Senin (1/11) dari Puspem Badung.

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menjadi narasumber pada webinar Economic Leadership for Regional Government Leaders (REL) tahun 2021, Senin (1/11) dari Rumah Jabatan Bupati Puspem Badung.

Webinar ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia Institute (Bins) bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dalam rangka membekali pengetahuan wawasan ekonomi makro kepada para pejabat pemerintah daerah baik bupati/walikota. Webinar ini mengangkat isu strategis terkait, ideasi pivot sektoral dan peluang digitalisasi, alternatif pemikiran dan pembiayaan ekonomi baru, serta terobosan dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Selain Bupati Giri Prasta selaku Wakil Ketua Umum Apkasi, juga dihadirkan narasumber diantaranya Walikota Bogor Bima Arya selaku Ketua Umum Apeksi, Prof. Rhenald Kasali selaku founder Rumah Perubahan dan Yuswohady selaku Managing Partner Inventure.

Hadir mendampingi Bupati Giri Prasta, Kepala Bappeda Badung Made Wira Dharmajaya, Kabag Prokimpim Made Suardita, Kabag Ekonomi AA Sagung Rosyawati dan Kabag Pemerintahan Dewa Gede Sudirawan.

Dalam paparannya, Bupati Giri Prasta mengungkapkan pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Badung mengalami kontraksi yang sangat dalam, yaitu minus 16,52%. Kondisi ini terutama disebabkan oleh menurunnya aktivitas jasa pariwisata sebagai sektor unggulan daerah yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Kabupaten Badung. Terutama sebagai akibat adanya penerapan PPKM, larangan masuk bagi warga negara asing (WNA), penutupan tempat rekreasi dan hiburan umum serta obyek wisata menyebabkan menurunnya tingkat kunjungan wisatawan yang berdampak pada penurunan penerimaan pendapatan daerah Kabupaten Badung secara signifikan, terutama pada realisasi sektor pajak daerah dan retribusi daerah.

“Berangkat dari kondisi tersebut perlu adanya strategi untuk upaya percepatan pemulihan ekonomi Kabupaten Badung melalui sinergitas antara pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha. Untuk itu kami telah menetapkan strategi pemulihan ekonomi Kabupaten Badung yang terbagi atas strategi jangka pendek dan jangka panjang,” ungkapnya.

Baca Juga  DPRD Badung Terima Dokumen Japem terhadap RTRW 2025-2045

Dijelaskan lebih lanjut, kebijakan strategi jangka pendek yang diambil pihaknya antara lain terdiri dari 4 langkah yaitu realokasi anggaran/refocusing kegiatan dalam rangka pengendalian Covid-19, mendorong dunia usaha dan  masyarakat untuk memanfaatkan dana stimulus dan kebijakan pemda dalam meringankan beban ekonomi masyarakat dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi daerah, mengupayakan agar tenaga kerja yang terdampak atau yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19 untuk mendapatkan jaring pengaman sosial dan mendorong dunia usaha dan masyarakat melakukan upaya inovasi dan shifting to digital bisnis.

“Sementara untuk strategi jangka panjang terdiri dari 2 langkah yaitu ideasi pivot sektoral, terutama pada sektor pariwisata, pertanian, industri kecil/kerajinan dan peluang digitalisasi melalui dukungan fasilitas Badung Smart City. Untuk mencapai arah tersebut, kami akan  berusaha menguatkan penataan destinasi wisata berbasis UMKM, ekonomi kreatif dan kearifan lokal serta memperkuat infrastruktur menuju kawasan pedesaan yang kami kembangkan sebagai  desa-desa wisata yang nantinya kami harapkan akan menjadi pemicu dari revitalisasi quality tourism,” jelas Bupati Giri Prasta.

Sementara itu Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dalam sambutannya menyampaikan webinar ini sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi yang sangat baik antara Bins dengan Apkasi dan Apeksi sekaligus sebagai bukti komitmen yang kuat dalam mendukung pembangunan SDM nasional yang berkualitas, yang bukan hanya memiliki kompetensi dari sisi skil namun juga memiliki integritas dan martabat kepemimpinan yang baik dan jujur.

“Kami percaya penyelenggaraan seminar ini akan semakin menguatkan sisi pemahaman kepala daerah terkait dengan kondisi ekonomi nasional maupun kondisi ekonomi regional. Kolaborasi dan sinergi ini bukan pertama kali kita lakukan, ini sudah dirintis sejak 2015 lalu guna memfasilitasi kebutuhan pemimpin daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional dan mewujudkan perekonomian daerah yang kuat dan stabil,” ujarnya. (gs)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Melayat ke Rumah (Alm) Ngakan Arimbawa di Desa Pejeng Kawan, Gianyar

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

PKK Badung Dorong Peran Generasi Muda Dalam Kartini Sustainability Forum 2026

Published

on

By

Kartini Sustainability Forum
HADIRI KSF 2026: Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, saat menghadiri Kartini Sustainability Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal di Bali Pertiwi Adventure, Bongkasa Pertiwi, Sabtu (9/5/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri Kartini Sustainability Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal di Bali Pertiwi Adventure, Bongkasa Pertiwi, Sabtu (9/5/2026).

Mengusung tema “Merawat Alam, Menguatkan Manusia, Melestarikan Budaya”, forum ini menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga lingkungan, mendorong pemberdayaan perempuan, serta melestarikan kearifan lokal Bali.

Hadir mendampingi Asisten Administrasi Umum, Kadis Sosial, Kepala DLHK, Kepala Kesbangpol Badung, perwakilan Dinas Perikanan, Kabag Prokompim, Plt. Camat Abiansemal, serta Perbekel Bongkasa Pertiwi.

Rangkaian acara diawali dengan aksi pelestarian alam berupa penebaran bibit ikan ke aliran sungai, pelepasan burung, hingga penanaman pohon kelapa gading bersama. Selain aksi lingkungan, kegiatan diisi dengan sesi diskusi interaktif dan talkshow yang menghadirkan narasumber kompeten untuk membahas isu lingkungan dan peran perempuan. Acara kemudian ditutup dengan kunjungan ke pusat produksi kerajinan perak di Desa Bongkasa Pertiwi.

Dalam sambutannya Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi inisiatif FAD Abiansemal dalam mengangkat isu yang relevan dengan tantangan zaman. “Semangat Kartini yang kita peringati dan teladani hingga hari ini adalah semangat pembangunan, keberanian, kemajuan, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan. Tema Merawat Alam, Menguatkan Manusia, Melestarikan Budaya yang diusung dalam forum ini sangat tepat, karena ketiga hal ini saling berkaitan erat dan menjadi pondasi utama kesejahteraan keluarga maupun masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan. “Anak-anak dan remaja adalah penerus tonggak pembangunan. Melalui wadah seperti ini, kalian tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga belajar bertanggung jawab menjaga warisan alam dan budaya Bali yang indah ini. Pemberdayaan perempuan pun menjadi hal penting, karena perempuan memiliki peran sentral di keluarga, dalam mendidik anak, dan menjaga nilai-nilai luhur budaya kita,” tegas Rasniathi

Baca Juga  Badung Sabet Penghargaan UHC Kategori Utama 2024

Pihaknya berharap forum ini menghasilkan langkah konkret yang berkelanjutan bagi masyarakat luas, bukan sekadar acara seremonial. “PKK Kabupaten Badung akan terus mendukung dan bersinergi penuh dengan Forum Anak Daerah, karena visi kita sama: mewujudkan masyarakat, keluarga, dan generasi muda yang tangguh, berbudaya, serta peduli pada kelestarian alam,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Women Ecopreneurs Market Day: Ruang Bertumbuh Baru bagi Bisnis Berkelanjutan dan Komunitas Akar Rumput

Published

on

By

WEA
Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) menghadirkan Women Ecopreneurs Market Day pada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) menghadirkan Women Ecopreneurs Market Day ecopddpada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur. Acara ini adalah bagian dari Women Ecopreneurs Lab, sebuah pendampingan bisnis yang mendukung perempuan pelaku usaha dalam membangun produk yang ramah sosial dan ramah lingkungan. Sejak 2025, para pelaku bisnis perempuan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, mengikuti pendampingan Women Ecopreneurs Lab menggunakan WEA Eco-Entrepreneurship Toolkit.

“Harapannya, produk lokal yang dibuat oleh para ibu pengrajin bisa dikenal luas, bisa mengakses pasar sehingga ibu-ibu bisa terus semangat untuk memproduksi jikalau pasar yang disasar tepat. Kemudian mendapatkan feedback dan masukan dari para pengunjung maupun calon customer,” ujar Aziza, Founder Kriya Kite.

Dengan menggunakan WEA Eco-entrepreneurship Toolkit, mereka mengembangkan produk, memperkuat model bisnis, serta mengevaluasi praktik bisnis lestari mereka. Progres bisnis ini terukur dengan Eco-checklist yang mencakup aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Market Day menjadi ruang pembuktian bagi mereka. Di sinilah mereka melakukan riset pasar secara langsung, mendapatkan masukan secara langsung dari para pembeli. Di sini pula kami membuka akses bagi mereka untuk terhubung dengan pembeli, jejaring, serta peluang rantai pasok yang selama ini sulit dijangkau oleh perempuan akar rumput,” ucap Melisa, WEA Indonesia.

Rangkaian Acara Women Ecopreneurs Market Day

Women Ecopreneurs Market Day menjadi ruang untuk membawa proses tersebut lebih dekat dengan publik. Acara ini menghadirkan: 20 stan Eco-market dari WEA Ecopreneurs dan merek lokal Bali; Sesi presentasi bisnis oleh 5 pengusaha Perempuan; Lokakarya interaktif, berupa pewarnaan tekstil alami dan menganyam limbah gedebog pisang; Sesi berjejaring bersama para pengusaha dan komunitas; dan Pertunjukan live music.

Beragam bisnis yang hadir mencerminkan pendekatan keberlanjutan yang berbeda-beda, mulai dari produk upcycle berbahan limbah, tekstil pewarna alami, pengolahan hasil pertanian lokal, hingga kerajinan berbasis pemberdayaan komunitas perempuan. Melalui Market Day, para pelaku bisnis memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung, membangun jejaring, dan memperluas akses pasar. Acara ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong praktik produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab, sejalan dengan SDGs 12. (gs/bi)

Baca Juga  Pemkab Badung Terima Kunja Pemkab Pangkep Sulsel

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

SingaKren Fest 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”

Published

on

By

singakren
BUKA FESTIVAL: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra resmi membuka Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Jumat (8/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 resmi digelar di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada 8 hingga 10 Mei 2026. Festival yang pertama kali dilaksanakan ini mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” yang mengandung makna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai landasan awal menuju kemajuan. Kegiatan festival ini dibuka langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Jumat (8/5).

Berbagai kegiatan digelar selama festival berlangsung, di antaranya lomba fashion show berpasangan PKK desa/kelurahan, lomba karaoke antar desa/kelurahan se-Kecamatan Buleleng, bakti sosial berupa cek kesehatan gratis, pap smear, donor darah, fun run, zumba, hingga pementasan seni budaya khas Buleleng. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pameran UMKM, kuliner khas Buleleng, dan tenun endek yang ditampilkan pada stand-stand pameran.

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan apresiasi kepada Camat Buleleng beserta seluruh jajaran dan panitia yang telah bergotong royong menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, festival kecamatan merupakan implementasi nyata dari visi pembangunan Kabupaten Buleleng, yakni “Terwujudnya Masyarakat Buleleng yang Mandiri, Unggul, Sejahtera, dan Berkepribadian Berlandaskan Tri Hita Karana”.

“Komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan seni dan budaya di tingkat kecamatan merupakan salah satu wujud pembangunan Buleleng yang tidak hanya dilakukan dari tingkat atas, tetapi dimulai dari desa, kelurahan, banjar, hingga masyarakat secara langsung dengan semangat kebersamaan dan keharmonisan,” ucap Sutjidra.

Di akhir sambutannya, Bupati Sutjidra berharap Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses, serta mampu melestarikan dan memperkuat identitas budaya lokal Buleleng sebagai bagian dari kekayaan daerah. Tradisi, seni, dan budaya yang sarat nilai filosofi diharapkan dapat menjadi penguat kemajuan daerah sejalan dengan tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Melayat ke Rumah (Alm) Ngakan Arimbawa di Desa Pejeng Kawan, Gianyar

Sementara itu, Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema festival memiliki makna pentingnya pemahaman dan penghayatan nilai budaya, tradisi, serta filsafat sebagai landasan dalam membangun kemajuan masyarakat. Menurutnya, kemajuan tidak hanya diukur dari pencapaian material, tetapi juga dari kesadaran dan penghargaan terhadap warisan budaya dan spiritual.

“Melalui SingaKren Fest 2026, Kecamatan Buleleng ingin mempromosikan potensi seni, budaya, tradisi, dan produk unggulan daerah. Festival ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkap Gopi Suparnaca.

Melalui Festival Kecamatan Buleleng ini diharapkan tercipta momentum untuk mempererat persatuan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan potensi budaya lokal di Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca