Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Bimtek Transformasional Pemerintahan Desa, Bupati: Perbekel dan BPD Harus Miliki Pemahaman Sama, Gerak Cepat Mambangun Desa

BALIILU Tayang

:

de
BUKA BIMTEK: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta membuka Bimtek Transformasional Pemerintahan Desa bagi unsur Pemerintah Desa dan BPD di Kabupaten Badung tahun 2021, di Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Rabu (24/11). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bekerjasama dengan PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero) dan PT. Narapatih Inspiratama, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Transformasional Pemerintahan Desa bagi unsur Pemerintah Desa dan BPD di Kabupaten Badung tahun 2021. Bimtek tersebut dibuka Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta secara daring dari Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Rabu (24/11). Bupati mengharapkan antara perbekel dengan BPD agar lebih sinkron dan memiliki pemahaman yang sama, sehingga mampu bergerak cepat bersama-sama membangun desa.

Bupati memberi apresiasi kepada PT. PII selaku penyedia Corporate Social Responsibility (CSR) dan PT. Narapatih Inspiratama selaku penyelenggara kegiatan yang telah berkontribusi kepada Pemkab Badung. Sehingga dari Bimtek ini aparat desa dan BPD dapat melaksanakan sebuah sinkronisasi. “Khusus kepada perbekel dan BPD mohon diikuti ini dengan seksama dan taat. Karena ini sebuah momentum besar, ketika kita menambah sebuah edukasi. Bagaimana penerapan regulasi UU No. 6 Tahun 2016 tentang Desa, termasuk regulasi yang dimiliki BPD. Sehingga proses pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan bisa berjalan dengan baik,” tegas Bupati.

Ada beberapa hal yang ditekankan Bupati kepada perbekel dan BPD. Pertama, masih dilihat kurang sinkronnya pemahaman antara perbekel dengan BPD. Tetapi saat ini sudah berjalan dan melalui bimtek ini diharapkan dapat lebih disempurnakan sehingga terjadi gerak cepat pembangunan desa di Badung. Kedua, berkenaan dengan ketepatan penyusunan pelaksanaan RPJMDes dan Rencana Kerja Pemerintah Desa. “Terkait hal ini jangan menunggu arahan, silakan pedomani regulasi,” terangnya.

Dan ketiga, adalah kontrol BPD.  Selain itu Bupati menyoroti BUMDes. Bupati tidak mau BUMDes 100 persen bersifat lembaga keuangan simpan pinjam. Yang dilakukan adalah 90 persen menghidupkan dan mengembangkan potensi desa. “Nanti BUMDes kami akan berikan stimulus. BUMDes harus mampu menghidupkan ekonomi masyarakat,” imbuhnya. Yang terakhir berkaitan dengan TPS 3R, bagi desa yang belum mendapat bantuan DAK secara fisik oleh pemerintah pusat, akan diarahkan dari kabupaten. Seluruh desa wajib ada pengelolaan sampah mandiri. 

Dirut PT. Narapatih Inspiratama, Kidri Putra, menyampaikan bimtek yang akan berlangsung selama tiga hari ini bertujuan guna mendukung aparat desa untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman sehingga dapat menjalankan tugasnya menjadi fasilitator yang efektif dalam pemerintahan masyarakat desa sesuai dengan aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan. 

Dirut PT. PII (Persero) M. Wahid Sutopo menjelaskan, kegiatan ini merupakan program CSR tahap II dari program pelatihan, untuk perangkat desa dan BPD di wilayah Badung. Pihaknya juga sangat bersyukur dapat berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Badung. “Sejumlah program sudah disiapkan yang pada intinya kami ingin turut membantu membangun kapasitas di tingkat desa dalam melaksanakan pemerintahan yang transformatif. Karena kinerja dari pemerintahan desa sangat berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Direktur Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri, Dr. Paudah, M.Si. menyambut baik kegiatan pengembangan kompetensi bagi aparat desa ini. “Sebagai ujung tombak pelayanan dan pembangunan, desa membutuhkan kapasitas yang tepat untuk dapat mengelola mulai dari kewenangan yang diberikan, anggaran yang disediakan dengan harapan kewenangan dan anggaran dapat dikelola dengan baik untuk menghasilkan pelayanan publik di desa,” harapnya.

Bimtek tersebut juga diikuti oleh Direktur Advokasi dan Kerjasama Desa dan Perdesaan, Kemendesa, PDTT, M. Fachri, Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kemendesa PDTT, Nugroho Sutijo Nagoro, Analis Data dan Informasi Kemendagri Dr. Conrita Ermanto, Narasumber bidang Pengadaan Barang dan Jasa Rita Berlis, Kadis PMD Badung Komang Budhi Argawa, para Camat, Perbekel, BPD dan Ketua Bumdes se-Badung. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, DKPKP Gianyar Gelar Gerakan Pangan Murah

Published

on

By

pasar murah
PANGAN MURAH: Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) saat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan 25 peserta dari unsur UMKM, BUMD, kelompok tani, bulog, dan pelaku usaha pangan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah strategi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan kenaikan harga bahan pokok.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai menjelang hari raya. Stabilitas pangan menjadi prioritas agar masyarakat merasa tenang dan daya beli tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, buah-buahan, serta aneka produk pangan lainnya persiapan hari raya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gerakan Pangan Murah juga menjadi wadah yang mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Melalui keterlibatan kelompok tani, distributor, UMKM, dan pelaku usaha pangan, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih kompetitif.

Sri Widyawati menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada periode meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan,” tegasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga tampak memadati area kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat. Karena permintaan masyarakat, GPM akan dilaksanakan 2 hari (11-12 Juni 2026) khusus untuk buah – buahan.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, tersedianya kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, serta masyarakat dapat menyambut dan menyelenggarakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan aman, nyaman, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pelepasan Siswa Kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng, Tampilkan Pameran Vokasi dan Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus

Published

on

By

slb negeri 1 buleleng
PELEPASAN: SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan di sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri 1 Buleleng Made Winarsa menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut memiliki 157 siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan khusus. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan inklusif.

Lebih lanjut disampaikan, SLB Negeri 1 Buleleng juga telah memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung hingga 40 siswa. Asrama tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah, dengan syarat telah memiliki tingkat kemandirian yang memadai. Kehadiran asrama diharapkan dapat mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Buleleng maupun wilayah sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Winarsa juga memberikan motivasi kepada para orang tua siswa agar tidak pernah merasa putus asa dalam mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keistimewaan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Di balik keterbatasan yang dimiliki, pasti ada kelebihan yang tertanam dalam diri setiap anak. Tugas kita bersama, khususnya para guru, adalah menggali dan mengangkat potensi tersebut ke permukaan sehingga dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri dan tetaplah percaya pada kemampuan anak-anak kita,” ujarnya.

Melalui pameran karya dan pentas seni yang ditampilkan, para siswa menunjukkan berbagai kemampuan di bidang seni, keterampilan, dan kreativitas. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi dan berkarya apabila diberikan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Kegiatan pelepasan ini berlangsung penuh kebanggaan, tidak hanya bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, tetapi juga bagi orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap pendidikan inklusif guna mewujudkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satgas Anti-Mafia Bola akan Kembali Diaktifkan, Cegah Judi Selama Piala Dunia 2026

Published

on

By

mafia bola
BERI KETERANGAN: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 agar tetap menjadi ajang hiburan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satgas Anti-Mafia Bola guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum, khususnya praktik perjudian yang memanfaatkan momentum pesta sepak bola dunia tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali,” ujar Kapolri usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kapolri menjelaskan, pengaktifan kembali Satgas Anti-Mafia Bola merupakan upaya preventif untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sebagai sarana melakukan tindak pidana, termasuk perjudian.

Menurutnya, Piala Dunia seharusnya menjadi ajang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.

“Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas,” tegasnya.

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar menjadi penonton yang cerdas dan tidak terlibat dalam aktivitas perjudian selama perhelatan Piala Dunia berlangsung. Ia menekankan bahwa aturan hukum terkait perjudian di Indonesia telah diatur secara tegas sehingga harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Perjudian merupakan pelanggaran hukum yang aturannya sudah sangat jelas. Karena itu, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian,” ujarnya.

Selain melakukan langkah pencegahan terhadap praktik perjudian, Polri juga berupaya menghadirkan suasana menonton yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Untuk itu, Polri bekerja sama dengan LPP TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di berbagai satuan kewilayahan.

Kegiatan nobar tersebut akan dilaksanakan mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh Indonesia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memastikan perhelatan Piala Dunia dapat dinikmati secara aman, tertib, dan bebas dari praktik perjudian.

“Kami dari Polri akan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan nobar, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca