Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Permohonan Maaf atas Ketidaknyamanan Peliputan Konpers Penutupan Rapimnas Kadin di Bali

BALIILU Tayang

:

MEDIASI: Mediasi antara Paspampres dengan perwakilan dari Baliberkarya.com yang difasilitasi oleh Kapendam IX/Udayana bertempat di Media Center Pendam IX/Udayana, Minggu (5/12/2021). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sehubungan dengan adanya pemberitaan dari Baliberkarya.com dengan judul “Lecehkan Wartawan, Oknum Paspampres Staf Pengamanan Wapres Ledek Media Hanya Modal HP” yang tayang pada Minggu, 4 Desember 2021, telah dilakukan mediasi antara Paspampres dengan perwakilan dari Baliberkarya.com yang difasilitasi oleh Kapendam IX/Udayana bertempat di Media Center Pendam IX/Udayana, Minggu (5/12/2021).

Peristiwa bermula saat terjadinya kesalahpahaman antara Paspampres Kapt. CPM Masrian dengan beberapa wartawan yang sedang melakukan peliputan Konferensi Pers Penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tahun 2021, yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (04/12/21) yang dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, K. H. Ma’ruf Amin.

Dalam keterangannya, Masrian menegaskan tidak pernah bermaksud untuk melecehkan profesi wartawan pada saat acara berlangsung.

“Saya tidak pernah ada niatan untuk melecehkan rekan-rekan media. Niat saya tulus untuk kelancaran berlangsungnya acara,” tegas Masrian.

Permintaan maaf disampaikan Masrian atas ucapannya yang menyinggung rekan media pada peristiwa tersebut.

“Seandainya perkataan saya dirasa menyinggung orang lain atau rekan-rekan wartawan, kami minta maaf. Semua ini semata untuk kelancaran tugas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Masrian menjelaskan kronologi peristiwa pada saat itu bahwa ia hanya bermaksud mengamankan acara agar dapat berjalan dengan tertib dan lancar, mengingat situasi cukup padat dipenuhi dengan tamu undangan dan juga para wartawan yang diundang.

“Di tempat tersebut banyak yang memegang HP, kami hanya menanyakan ini siapa saja. Kalau wartawan silakan [meliput], kalau bukan wartawan silakan bergeser, karena keadaan yang ramai,” ujarnya.

Menanggapi masalah ini, Komandan Tim Paspampres Pendahulu dalam kunjungan kerja Wakil Presiden ke Provinsi Bali, Letkol Marinir Franky Harfian Kusuma, menyampaikan permohonan maaf kepada para awak media yang merasa tersinggung akibat adanya kesalahpahaman tersebut.

“Dengan dinamika di lapangan yang cukup tinggi, kami memohon maaf kepada para awak media yang merasa tersinggung, kami tidak ada niatan untuk melecehkan ataupun menyepelekan. Semua untuk kelancaran tugas yang kami laksanakan,” tutur Franky.

Menutup keterangannya, Franky menyebutkan peristiwa ini menjadi koreksi dan bahan evaluasi ke depan dalam melaksanakan tugas negara.

“Ini sebagai introspeksi kami ke depan, hal ini akan menjadi koreksi dan evaluasi sebagai bahan pembelajaran kami agar tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat menyinggung orang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, mediasi yang berlangsung antara Paspampres dengan Baliberkarya.com menghasilkan kesepakatan yaitu selesainya kesalahpahaman antara kedua belah pihak secara kekeluargaan.

Pihak Baliberkarya.com memberikan apresiasi atas pertemuan yang difasilitasi oleh Pendam. Kemudian, perwakilan Baliberkarya.com memahami kesalahpahaman yang terjadi disebabkan oleh dinamika pekerjaan di lapangan. Untuk itu, Baliberkarya.com akan menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi dalam penulisan berita yang lebih berimbang ke depannya.

Mediasi tersebut berakhir dengan saling memaafkan diantara kedua belah pihak dan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi bersama.

Proses mediasi dihadiri oleh Kapendam IX/Udayana Letkol Kav. Antonius Totok, Komandan Tim Pendahulu Letkol Marinir Franky Harfian Kusuma, Wakil Komandan Tim Pendahulu Mayor Pas. Wahyu Kurniawan, dan Komandan Pelaksana Acara Kapt. CPM Masrian.

Sementara, dari pihak media diikuti oleh Ketua Serikat Media Ciber Indonesia (SMSI) Bali Emanuel Dewata Oja, Koordinator Liputan Baliberkarya.com Joko, serta penulis artikel sekaligus Wartawan Baliberkarya.com Dewa. (*)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sudaji Peace Trail Fun Run 2026: Padukan Olahraga, Pariwisata dan Aksi Pelestarian Lingkungan

Published

on

By

Ny. Putri Koster Lepas Sudaji Peace Trail Fun Run 2026
SUDAJI PEACE TRAIL FUN RUN: Sebanyak 144 pelari ambil bagian dalam Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 yang digelar di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Minggu (20/9/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Sebanyak 144 pelari ambil bagian dalam Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 yang digelar di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Menempuh jarak sekitar 6 kilometer, para peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati indahnya persawahan dan kehidupan pedesaan sekaligus terlibat dalam aksi kepedulian terhadap lingkungan melalui penaburan eco enzyme di sejumlah kawasan seputaran Desa Sudaji.

Kegiatan ini dilepas secara langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster bersama Ketua (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) HKTI Provinsi Bali, Gede Muliawan Arya dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna di Lapangan Desa Sudaji, Minggu (20/9).

Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya menyampaikan apresiasi kepada panitia, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sudaji, masyarakat, komunitas, dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan tersebut.

Menurutnya, Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan sebuah cara untuk memperkenalkan kekayaan alam dan kehidupan masyarakat pedesaan kepada peserta sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

“Ini adalah cara kita berolahraga sambil menikmati alam, mengenal kehidupan masyarakat desa, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus mengingatkan kembali kepada kita semua tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya Bali,” ujarnya.

Desa Sudaji memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Hamparan persawahan, lingkungan yang asri, aktivitas pertanian, budaya, tradisi, hingga kehidupan masyarakat menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan sebagai pengalaman wisata yang autentik.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga diajak merasakan suasana Bali secara lebih dekat. Mulai dari menikmati udara pagi pedesaan, menyaksikan hamparan sawah, berinteraksi dengan masyarakat, hingga mencicipi kuliner lokal dan mengenal produk UMKM.

“Bali bukan hanya tentang tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga kehidupan budaya, alam, dan masyarakat yang memberikan pengalaman kepada setiap wisatawan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan sport tourism harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, ketika masyarakat dan wisatawan menikmati keindahan alam, maka tanggung jawab untuk menjaganya juga harus menjadi bagian dari setiap aktivitas.

Karena itu, konsep eco-friendly yang diusung dalam Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 dinilai menjadi langkah positif. Termasuk semangat penggunaan pupuk organik, pelestarian ekosistem persawahan, aksi penanaman pohon, serta penaburan eco enzyme sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. “Ini adalah contoh sederhana bahwa sport tourism dapat berjalan bersama dengan environmental sustainability,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni pembangunan yang menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara alam, manusia, dan kebudayaan. Keberadaan sawah dan sistem subak tidak hanya dipandang sebagai bagian dari pariwisata, tetapi juga sebagai warisan pengetahuan, nilai, kebersamaan, dan kearifan masyarakat Bali dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam.

Pihaknya berharap kegiatan seperti Sudaji Peace Trail Fun Run dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari Calendar of Event pariwisata berbasis desa di Kabupaten Buleleng. Dengan demikian, kegiatan tersebut dapat secara konsisten menarik wisatawan, komunitas olahraga, maupun wisatawan minat khusus untuk datang dan menikmati potensi Desa Sudaji.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna menyampaikan dukungan dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap kegiatan yang diprakarsai Pokdarwis dan kelompok tani Desa Sudaji tersebut.

Ia menilai Desa Sudaji merupakan salah satu desa wisata unggulan di Buleleng yang telah dikenal luas, bahkan telah memperoleh berbagai penghargaan hingga tingkat Internasional.

“Ini tentu menjadi sebuah aset bagi Kabupaten Buleleng untuk bagaimana mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Desa Sudaji, khususnya dari kelompok sadar wisata,” ujarnya.

Wabup Supriatna berharap semangat dan komitmen dalam mengembangkan Desa Sudaji dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Buleleng.

“Semoga terus berkomitmen dan konsisten menjadikan Sudaji ini sebuah desa wisata dan juga bisa memberikan inspirasi buat desa-desa yang lain yang ada di Kabupaten Buleleng,” harapnya.

Melalui Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Desa Sudaji menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi desa secara lebih luas. Ketika langkah para pelari menyusuri alam pedesaan berpadu dengan aksi menjaga lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat, sport tourism tidak lagi sekadar tentang mencapai garis finis, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi alam dan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dukung Peningkatan Produksi Petani, Bupati Sanjaya Ikuti Gerdal Hama Tupai di Selemadeg Barat

Published

on

By

Judul Gambar Bupati Sanjaya Ikuti Gerdal Hama Tupai di Selabih
GERDAL HAMA TUPAI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tupai yang diselenggarakan oleh Panitia Sabha Desa Adat Selabih, Selemadeg Barat, Tabanan, Minggu (20/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Upaya menjaga produktivitas pertanian melalui pengendalian hama dilakukan secara kolaboratif melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tupai yang diselenggarakan oleh Panitia Sabha Desa Adat Selabih, Selemadeg Barat, Tabanan, Minggu (20/9).

Kegiatan ini mendapat antusiasme masyarakat dan peserta dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali hingga Banyuwangi. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir bersama Sekda dan jajaran serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat dan berbaur di tengah para peserta dalam kegiatan perburuan hama tupai yang dipusatkan di sejumlah zona.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam membantu petani mengendalikan hama tupai yang selama ini dapat mengganggu tanaman dan hasil pertanian mereka. Terlebih, Desa Selabih merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan, seperti kelapa, kopi, sawo, dan kakao. Melalui gerakan ini, pengendalian hama diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama, sehingga tanaman lebih terlindungi dan produktivitas pertanian masyarakat dapat terus terjaga dan meningkat.

Gerdal Hama Tupai tersebut dibagi ke dalam 141 zona yang ditentukan melalui undian, dengan 140 regu peserta dan Bupati Sanjaya dan jajaran turut di zona 41, yang masing-masing beranggotakan 10 orang atau total sekitar 1.400 peserta. Para peserta datang dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali hingga Banyuwangi, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu per orang. Kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai hadiah, di antaranya hadiah utama dari sponsor Agata sebesar Rp. 5 juta, hadiah undian sebesar Rp. 2,5 juta, Rp. 1,5 juta dan Rp 1 juta, serta hadiah Rp. 500 ribu bagi peserta yang memperoleh tupai terbanyak.

Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam membantu pengendalian hama yang selama ini turut mengganggu hasil pertanian.

“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat dalam membantu petani mengendalikan hama. Dengan berkurangnya hama tupai, kita harapkan tanaman dan hasil pertanian masyarakat dapat lebih terjaga, sehingga produksi pertanian kedepannya semakin meningkat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wayan Edi, salah seorang petani asal Selabih. Menurutnya, keberadaan tupai selama ini cukup mengganggu dan berpotensi mengurangi hasil yang diperoleh petani. Ia menyambut baik adanya kegiatan tersebut karena masyarakat dan para pemburu turut membantu mengurangi hama yang selama ini cukup sulit dikendalikan oleh petani.

“Untuk hama niki, dari petani nike sampun kewalahan tidak sanggup membasmi hama tupai. Sekarang sudah ada semeton-semeton yang membantu, tiang berterimakasih sekali. Harapan untuk kedepan semoga ini bisa berlanjut semoga hasil pertanian lebih meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, Satriya, peserta pemburu asal Taman Punggul, Abiansemal, menegaskan bahwa keikutsertaan para pemburu bukan semata-mata untuk membasmi, melainkan membantu masyarakat dengan mengurangi populasi tupai yang menjadi hama bagi pertanian. “Intinya kami ingin membantu, bukan membasmi. Kami dari pemburu membantu masyarakat dengan mengurangi tupai yang menjadi hama di sini,” ujarnya.

Selain kegiatan pengendalian hama, acara juga dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan masyarakat oleh UPTD Puskesmas Selemadeg Barat serta gerakan vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) oleh Puskesmas/Puskeswan 3 Megati. Kehadiran layanan tersebut turut melengkapi kegiatan dengan semangat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan hewan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam mendukung keberlangsungan pertanian serta kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolres bersama Forkopimda Gianyar Pantau Pelaksanaan Pilkel Serentak 2026 di Sejumlah TPS

Published

on

By

Forkopimda Gianyar Pantau Pilkel Serentak 2026
PEMANTAUAN: Forkopimda Kabupaten Gianyar bersama unsur penyelenggara dan aparat keamanan melaksanakan pemantauan pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Tahun 2026 di sejumlah TPS, Minggu (20/9/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Forkopimda Kabupaten Gianyar bersama unsur penyelenggara dan aparat keamanan melaksanakan pemantauan pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Tahun 2026 di sejumlah TPS, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan pemantauan berlangsung pukul 08.40 hingga 11.35 WITA, menyasar sejumlah TPS di wilayah Kecamatan Gianyar, Blahbatuh, Tampaksiring, Tegallalang, dan Payangan.

Rombongan Forkopimda yang dipimpin Bupati Gianyar I Made Mahayastra turut didampingi Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, Ketua DPRD Gianyar, unsur TNI, Kejaksaan, KPU, Bawaslu, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau langsung proses pemungutan suara di TPS-TPS yang berada di Desa Tulikup, Desa Blahbatuh, Desa Pejeng, Desa Tampaksiring, Desa Manukaya, Desa Kedisan, dan Desa Puhu.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Pilkel berjalan sesuai ketentuan serta situasi keamanan tetap terjaga selama proses pemungutan suara berlangsung.

Hingga kegiatan pemantauan selesai, seluruh rangkaian berjalan aman, lancar dan kondusif. Proses pemungutan suara di masing-masing TPS masih berlangsung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca