Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Terima Kunker Dekranasda Lampung, Ny. Putri Koster: Ajak Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kesejahteraan Pelaku IKM dan UMKM

BALIILU Tayang

:

de
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster menerima kunjungan kerja dari Ketua Dekranasda Provinsi Lampung  Ny. Riana Sari Arinal beserta jajaran di areal Lantai 1 Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Kamis (9/12).

Mengawali sambutannya, pendamping orang nomor satu di Bali ini menyampaikan bahwasannya  pandemi Covid-19 telah berimbas pada terpuruknya sektor pariwisata Bali, termasuk IKM dan UMKM mengingat sektor ini sangat bergantung pada pariwisata dan ekspor.

Namun dalam situasi terpuruk, kita tidak berdiam diri, dengan dukungan penuh dari Dekranas kami terus berupaya untuk bangkit. Program kegiatan dari Dekranasda selama pandemi kita fokuskan pada sosialisasi dan aksi sosial, dimana salah satu aksi sosial yang kami lakukan adalah menyediakan ruang bagi pelaku IKM untuk memamerkan hasil kerajinan mereka. Pemeran dilakukan oleh IKM secara bergiliran secara gratis dengan mengambil tempat di Taman Budaya, Art Center.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menambahkan, tidak saja menyediakan ruang pameran gratis bagi para pelaku IKM, kami juga berupaya mendatangkan konsumen dengan menggerakkan para ASN di lingkungan Pemprov Bali maupun kabupaten / kota se-Bali secara bergantian berkunjung ke pameran ini dan mensupport dengan membeli produk kerajinan, sehingga para perajin tetap semangat untuk berkarya dan berinovasi.

Selama pandemi terjadi, Dekranasda juga terus mengajak para pelaku IKM untuk melakukan evaluasi terhadap produk kerajinan yang dihasilkan, sehingga kualitas produk bisa terjaga. Demikian pula halnya dalam pemasaran, kami juga terus melakukan sosialisasi dan mengajak para pelaku IKM untuk masuk ke pasar digital baik dalam menawarkan produknya  maupun dalam proses transaksi. Bahkan hasil kerajinan para IKM kami saat ini sudah memasuki market place Balimall.id di mana marketplace ini sudah berskala nasional dan menjual produk-produk kerajinan Bali yang asli dan berkualitas.

Baca Juga  Ketua TP PKK Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara Hadiri Lomba Mewarnai di Bintang Supermaket

Bunda Putri juga mengajak Dekranasda Provinsi Lampung untuk menjalin kerja sama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para pelaku IKM dan UMKM. Potensi dan keunikan yang dimiliki oleh masing-masing daerah hendaknya terus dijaga kualitas dan kelestariannya. Ia menyontohkan terkait keberadaan kain tenun tradisional, dimana semua kain tenun tradisional hendaknya diproduksi di rumahnya (daerah asalnya)  dan untuk pemasaran maupun konsumennya bisa dipasarkan dan dipakai oleh siapa saja, bahkan semakin luas pemasarannya maka  IKM akan semakin sejahtera.

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Ny. Riana Sari Arinal menerima cinderamata dari Ny. Putri Koster. (Foto: Ist)

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Ny. Riana Sari Arinal menyampaikan kekagumannya dan mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali untuk mendukung dan berupaya agar para pelaku IKM UMKM Bali tetap bisa bertahan, serta berinovasi di tengah pandemi Covid-19.

Ny. Riana Sari menambahkan, pihaknya juga sangat ingin menjalin kerja sama dengan Dekranasda Provinsi Bali dalam upaya peningkatan kesejahteraan para pelaku IKM UMKM, di mana salah satunya adalah kerajinan dari akar kayu. Hal ini mengingat di Provinsi Lampung banyak sekali terdapat akar-akar kayu yang tidak dimanfaatkan dengan baik sedangkan di Bali ia melihat akar kayu bisa dijadikan sebuah karya seni yang sangat luar biasa.

Ketua Dekranasda Lampung juga menyampaikan kehadiran rombongan di Provinsi Bali juga serangkaian acara peresmian Galeri Tapis di Seminyak Bali. Pihaknya sangat berharap ke depannya semakin banyak kerja sama yang bisa dilakukan dengan Dekranasda Bali. Tidak hanya untuk peningkatan kesejahteraan para pelaku IKM/UMKM di kedua belah pihak, tetapi juga bentuk sinergitas  bersama dalam upaya menjaga kelestarian  warisan leluhur bangsa 

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali I Wayan Jarta, jajaran pengurus Dekranasda Provinsi Bali dan Provinsi Lampung juga diisi dengan penampilan Tarian Kupu-kupu Tarum yang ditarikan oleh para penari disabilitas. Kunjungan kerja pada sore hari ini diakhiri dengan sesi tukar cinderamata dan foto bersama.

Baca Juga  Berniat Angkat Kerajinan Lokal, Ketua Dekranasda Gorontalo Kunjungi Ny. Putri Koster

Seusai acara, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung beserta rombongan dengan didampingi oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali berkeliling melihat Pameran IKM Bali Bangkit 5 yang digelar di area Taman Budaya. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Baca Juga  Berniat Angkat Kerajinan Lokal, Ketua Dekranasda Gorontalo Kunjungi Ny. Putri Koster

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Jadikan Bali Sebagai Pulau Organik, Ny. Putri Koster Ajak Semua Pihak untuk Berpartisipasi

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Published

on

By

penjualan riil bali
Infografis indeks penjualaan riil. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5,0% (mtm), bahan bakar kendaraan bermotor 2,2% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah seiring dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Momentum tersebut turut mendorong permintaan pada sejumlah kelompok barang, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas, rekreasi, dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tetap kuat. IPR Mei 2026 diprakirakan sebesar 126,0, atau meningkat 0,6% (mtm) ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori sandang, barang lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Dari sisi harga, lanjut Achris Sarwani bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026 dan Oktober 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 dan September 2026 sebesar 192,0. “Peningkatan ekspektasi harga tersebut perlu terus dicermati ditengah tekanan inflasi tahunan yang masih terkendali,” ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Tangani Sampah, Pemkab Gianyar Jalin Kerja Sama dengan Kota Osaki Jepang

Pada Mei 2026, katanya, inflasi Bali tercatat sebesar 2,99% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,99% (yoy).

Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Juli 2026 sebesar 172,0, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0.

Sementara itu, sebut Achris Sarwani bahwa IEP enam bulan mendatang, yaitu Oktober 2026 tercatat sebesar 190,0, lebih tinggi dibandingkan IEP September 2026 sebesar 184,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapa inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca