Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Penyederhanaan Birokrasi, Gubernur Bali Tegaskan Tidak Ada Pejabat yang Dirugikan dan Semua Kebagian Posisi

BALIILU Tayang

:

de
LANTIK: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi melantik dan mengambil Sumpah/Janji Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (Soma Wage Tambir) 3 Januari 2022. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati serta Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra secara resmi melantik dan mengambil Sumpah/Janji Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (Soma Wage Tambir) 3 Januari 2022.

Mengawali sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyatakan pelantikan kali ini adalah tindaklanjut dari kebijakan penyederhanaan birokrasi di Pemerintah Provinsi Bali, sebagai dampak transformasi Jabatan Administrasi ke Jabatan Fungsional dan penyederhanaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Gubernur Bali jebolan ITB ini menegaskan sangat berkomitmen dan konsisten dalam melaksanakan penyederhanaan birokrasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Sejak dilantik pada tanggal 5 September 2018 bersama Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, telah melakukan penyederhaan birokrasi tahap I melalui perampingan struktur Organisasi Perangkat Daerah dari awalnya 49 OPD pada tahun 2018, menjadi 41 OPD. Pada tahun 2021, kembali dilakukan perampingan Tahap II dari 41 OPD awal menjadi 38 OPD.

“Kebijakan penyelenggaraan birokrasi di Pemprov Bali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, karena Provinsi Bali adalah Provinsi pertama yang melakukan transformasi birokrasi. Jadi saya beberapa kali dihubungi dari Kementerian Dalam Negeri, baik Pak Menteri langsung ataupun Dirjen Otda yang menyampaikan bahwa Pemprov Bali paling progresif dalam penyederhanaan birokrasi. Di daerah lain banyak penambahan OPD, kalau di Bali satu – satunya yang mengurangi,” kata Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini dan disambut applaus dari para pejabat yang dilantik.

Gubernur Koster yang merupakan mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyatakan sangat memahami betul bagaimana fungsi satu OPD berperan efektif, efesien dan memberi manfaat untuk masyarakat. Sehingga tidak ada keraguan yang timbul dalam penyederhanaan birokrasi di Pemprov Bali, yang dikurangi sebanyak 11 OPD.

“Jadi saya telah mengukur, bukan asal, tetapi secara rasional. Karena Pemerintah Provinsi adalah middle managemen dalam struktur pemerintahan pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” imbuh Gubernur Bali.

Transformasi dan perampingan birokrasi menurut Gubernur tentunya akan mengurangi ketersediaan jumlah jabatan, sehingga perlu dilaksanakan penataan ulang penempatan pejabat sesuai kualifikasi, kompetensi dan penilaian kinerja. “Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan kepada Bapak Sekda untuk melakukan langkah – langkah strategis, agar transformasi birokrasi dan perampingan OPD tidak menimbulkan kerugian terhadap para pejabat, dan memastikan seluruh pejabat mendapat tempat atau posisi jabatan,” ungkap Gubernur Wayan Koster.

Pada pelantikan kali ini, mutasi hanya dilakukan dengan pergeseran antarjabatan yang setara, dan tidak ada promosi dari jabatan yang lebih rendah, terhadap 113 pejabat, yang terdiri dari 6 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), 63 Pejabat Administrator (Eselon III), serta 44 Pejabat Pengawas (Eselon IV).

“Jadi walaupun Pemprov Bali progresif dalam transformasi dan perampingan birokrasi, kami tetap menjalankannya dengan cara-cara manusiawi, tidak menonjobkan orang, pengisiannya menunggu yang bersangkutan pensiun. Jadi semua sudah saya perhitungkan,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini.

Pemprov Bali, dikatakan Gubernur Koster telah berhasil melaksanakan transformasi Jabatan Struktural ke Jabatan Fungsional, yang membuat Provinsi Bali menjadi Provinsi pertama yang melaksanakan program langsung dari Presiden RI tersebut.

Penyederhanaan birokrasi bertujuan untuk mengurangi hirarki dalam proses pengambilan keputusan, sehingga birokrasi bisa bekerja lebih cepat, dan fokus pada hasil yang terukur. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang kembali ditekankan oleh Gubernur Bali pada kesempatan itu, yakni pertama Birokrasi harus menjadi dinamis, gesit, profesional, efektif, dan efisien dalam melayani masyarakat melalui transformasi organisasi, transformasi manajemen kerja, dan transformasi jabatan; kedua Pola pikir dan pola kerja agar lebih adaptif melalui pola kerja kolaboratif dalam melaksanakan tugas dan tidak terjebak dalam tugas-tugas yang bersifat rutinitas; serta ketiga Pengelolaan anggaran harus bisa efektif, dan fokus mendukung program prioritas.

“Saya yakin, dengan kerjasama yang baik dan dilandasi jiwa pengabdian yang tinggi, disiplin serta loyalitas, seluruh tugas akan dapat kita laksanakan dengan baik, sebagai prasyarat terwujudnya Bali Era Baru,” pungkas Gubernur Bali, Wayan Koster.

Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dilantik berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 813/04-C/HK/2021. Sedangkan pengangkatan Jabatan Administrator berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 971/04-/HK/2021, serta Jabatan Pengawas berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 972/04-C/HK/2021. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Jaksa Agung Pimpin Pengukuhan ABPEDNAS dan ASLINMAS Provinsi Bali

Kapolda Bali Tekankan Pentingnya Sinergi Desa-Kepolisian

Loading

Published

on

By

Kapolda Bali Hadiri Pengukuhan ABPEDNAS dan ASLINMAS
HADIRI PENGUKUHAN: Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah ABPEDNAS dan ASLINMAS Provinsi Bali, bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, pada Sabtu (19/9/2026). (Foto: Hms Polda Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) Provinsi Bali, bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M., serta turut dihadiri Gubernur Maluku Utara, Gubernur Bali, unsur Forkopimda Provinsi Bali, Ketua DPD ABPEDNAS Bali, Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Tenggara, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarlembaga dan elemen masyarakat dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat mulai dari tingkat desa dan kelurahan.

Dalam amanatnya, Jaksa Agung RI Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan tidak boleh dimaknai sebatas seremoni organisasi. Jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, disiplin, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Jaksa Agung juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan desa, transparansi pengelolaan dana desa, serta sinergi dalam pengawasan melalui program Jaksa Garda Desa.

Menurutnya, ASLINMAS mempunyai peran strategis dalam membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat pada tingkat desa maupun kelurahan. Keberadaan organisasi tersebut sekaligus menjadi salah satu wujud nyata semangat gotong-royong yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Semboyan “Patriot Perlindungan Masyarakat” juga diharapkan tidak sekadar menjadi identitas organisasi, tetapi diwujudkan melalui sikap, tindakan, kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kualitas pelayanan setiap anggota kepada masyarakat.

Anggota ASLINMAS diharapkan senantiasa siap membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban, memberikan perlindungan kepada masyarakat, mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan, membantu pengamanan lingkungan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Sementara itu, keberadaan ABPEDNAS memiliki posisi penting sebagai wadah bagi anggota Badan Permusyawaratan Desa sekaligus mitra pemerintah desa dalam menyerap, menampung, dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Peran tersebut diharapkan semakin memperkuat penyelenggaraan pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyampaikan bahwa Polda Bali mendukung penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat penegak hukum, ABPEDNAS, ASLINMAS, serta seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan kondusif.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan oleh Polri sendiri. Dibutuhkan sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sampai pada tingkat desa. Kami berharap ABPEDNAS dan ASLINMAS dapat menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum, menjaga keamanan lingkungan, serta mendeteksi sejak dini berbagai potensi gangguan kamtibmas,” tegas Kapolda Bali.

Kapolda Bali juga menekankan bahwa desa merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antara Bhabinkamtibmas, perangkat desa, anggota Linmas, Badan Permusyawaratan Desa, serta masyarakat perlu terus diperkuat.

“Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia membutuhkan stabilitas keamanan yang kuat hingga ke tingkat desa. Mari kita jaga Bali melalui semangat kebersamaan, gotong royong dan komunikasi yang baik. Setiap persoalan yang muncul di masyarakat harus sedini mungkin kita identifikasi dan selesaikan secara tepat agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujar Irjen Pol. Daniel Adityajaya.

Menurut Kapolda, kehadiran ASLINMAS juga memiliki arti strategis dalam mendukung terciptanya keamanan berbasis masyarakat. Anggota Linmas yang berada dekat dengan masyarakat diharapkan dapat bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan seluruh perangkat desa dalam menjaga lingkungan, membantu masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai situasi darurat.

Pada kesempatan tersebut, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPD ASLINMAS Provinsi Bali. Sementara itu, I Komang Merta Jiwa dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Bali.

Polda Bali berharap kepengurusan yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh integritas serta mampu membangun kolaborasi yang semakin kuat bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan tata kelola pemerintahan desa semakin transparan dan akuntabel serta situasi kamtibmas di seluruh wilayah Bali tetap aman, damai, dan kondusif. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026, Ny. Putri Koster Dorong Desainer Bali Angkat Tenun Tradisional ke Panggung Dunia

Published

on

By

Ny. Putri Koster Hadiri Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026
HADIRI FASHION GALA: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat menghadiri penyelenggaraan Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 yang digelar di Tuksedo Studio, Gianyar, Jumat (19/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Gianyar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 yang digelar di Tuksedo Studio, Gianyar, Jumat (19/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan kreativitas di bidang otomotif dan fesyen sekaligus menghadirkan ruang bagi karya desainer dengan mengangkat kain tenun endek dan kain berciri khas Bali lainnya.

Ny. Putri Koster berharap kegiatan yang memberikan ruang bagi desainer dan pelaku industri kreatif dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan ekosistem fesyen Bali perlu berjalan beriringan dengan upaya mengangkat kekayaan kain tenun tradisional sebagai identitas budaya sekaligus produk yang memiliki nilai tambah.

“Teruslah digaungkan, angkat juga kearifan tenun tradisional kita, hingga suatu saat Bali tidak hanya terkenal karena tariannya, tidak hanya terkenal dengan tembangnya, tetapi suatu saat nanti Bali bisa menjadi kiblat mode dunia selain negara-negara di Eropa,” ujar Ny. Putri Koster.

Ia menekankan bahwa upaya tersebut membutuhkan proses, konsistensi, dan dukungan berbagai pihak. Pengembangan fesyen Bali, menurutnya, tidak dapat dilakukan secara instan. Ruang berkarya dan promosi perlu terus diperluas agar karya desainer serta kain tradisional Bali semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ny. Putri Koster mencontohkan kiprah desainer Bali, Nyoman Adi, melalui TAKSU yang memperoleh kesempatan memperkenalkan karyanya dalam agenda fesyen di luar negeri, termasuk Paris dan Jepang. Pengalaman tersebut dinilainya menunjukkan adanya peluang bagi karya desainer dan kain tradisional Bali untuk mendapatkan ruang yang lebih luas di panggung internasional.

Karena itu, ia berharap semakin banyak desainer Bali yang tumbuh dan berani mengembangkan karya dengan tetap berpijak pada kekayaan budaya lokal.

“Semoga dari acara ini akan bangkit desainer-desainer Bali lainnya,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, CEO Tuksedo Studio, Pudji Handoko, menyampaikan bahwa Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 juga menjadi momentum peluncuran First Lady, kendaraan yang dirancang di Bali dengan konsep yang terinspirasi dari mobil klasik era 1930-an dan pengaruh gaya Art Deco.

Peluncuran First Lady dipadukan dengan peragaan busana yang menampilkan karya para desainer menggunakan kain tenun endek Bali dan kain berciri khas Bali lainnya. Perpaduan otomotif dan fesyen tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kreativitas lintas bidang dalam satu panggung.

Melalui dukungan terhadap ruang-ruang kreativitas seperti Tuksedo Auto and Fashion Gala, Dekranasda Provinsi Bali terus mendorong pengembangan karya berbasis budaya serta pemanfaatan kain tradisional Bali dalam industri kreatif. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas ruang bagi perajin dan desainer sekaligus meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk kerajinan Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Ground Breaking Oakwood Jimbaran, Wagub Giri Prasta Dorong Pengembangan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Hadiri Groundbreaking Oakwood Jimbaran
GROUNDBREAKING: Wagub Giri Prasta saat menghadiri ground breaking ceremony Oakwood Jimbaran Villas & Residences Bali di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Jumat (18/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyambut baik pembangunan Oakwood Jimbaran Villas & Residences Bali sebagai bagian dari pengembangan fasilitas pendukung pariwisata di Bali. Pengembangan sektor pariwisata diharapkan tetap mengedepankan kualitas, keberlanjutan, serta keselarasan dengan karakter dan kearifan lokal Bali.

Hal tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri ground breaking ceremony Oakwood Jimbaran Villas & Residences Bali di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Jumat (18/9/2026).

Menurut Wagub Giri Prasta, Bali hingga saat ini tetap menjadi salah satu destinasi yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan. Kondisi tersebut perlu dijaga melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa pengembangan fasilitas pariwisata tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan penataan kawasan, kualitas pelayanan, kenyamanan wisatawan, kelestarian lingkungan, serta karakter sosial dan budaya Bali.

Dalam konteks penataan destinasi, Wagub Giri Prasta turut menyinggung pendekatan Tripartite Attraction Design Model, yang pada prinsipnya menempatkan daya tarik utama destinasi, kawasan penyangga, serta fasilitas pendukung sebagai bagian yang perlu ditata secara terpadu.

Pendekatan tersebut, menurutnya, sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan keberlanjutan destinasi. Dengan demikian, pertumbuhan sektor pariwisata diharapkan tetap memberikan ruang bagi pelestarian lingkungan, budaya, serta kehidupan masyarakat Bali.

Wagub Giri Prasta juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali. Investasi di sektor pariwisata diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing destinasi, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi, membuka peluang kerja, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Selain pengembangan fasilitas, promosi pariwisata yang tepat dan terarah juga dinilai penting untuk menjaga posisi Bali sebagai destinasi internasional. Promosi tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas destinasi dan pelayanan sehingga Bali mampu menarik wisatawan yang menghargai budaya, lingkungan, serta karakter khas Pulau Dewata.

Sementara itu, Direktur Operasional Ascott, Mr. Patrick Leg Rand, menyampaikan bahwa Oakwood Jimbaran Villas & Residences dikembangkan sebagai properti yang menghadap kawasan Teluk Jimbaran dengan mengedepankan perpaduan antara kenyamanan kontemporer dan karakter Bali.

Pengembangan identitas properti tersebut diarahkan untuk menghadirkan pengalaman yang mencerminkan kehangatan, ketenangan, serta karakter Jimbaran. Konsep tersebut juga diterapkan dalam berbagai aspek, mulai dari identitas visual hingga pengalaman dan komunikasi dengan tamu.

Melalui pengembangan tersebut, Oakwood Jimbaran Villas & Residences diharapkan dapat turut melengkapi pilihan akomodasi sekaligus mendukung penguatan kualitas pariwisata di kawasan Jimbaran dan Bali secara lebih luas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca