Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

“Launching” HPN 2022 dan Anugerah Adinegoro

BALIILU Tayang

:

LAUNCHING: Launching Hari Pers Nasional (HPN) 2022 dan disiarkan secara langsung dari studio TVRI Jakarta, Minggu (30/1/2022) malam. (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Pengumuman pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang dikemas bersamaan dengan Launching Hari Pers Nasional (HPN) 2022 dan disiarkan secara langsung dari studio TVRI Jakarta, Minggu (30/1/2022) malam, menandai dibukanya rangkaian kegiatan HPN hingga hari puncak 9 Februari 2022, di Kendari Sulawesi Tenggara nanti.

Hadir Dirjen Kominfo Usman Kansong, Ketua KPI Pusat Agung Suprio, Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun, Ketua Umum PWI Pusat dan juga Penanggung Jawab HPN, Atal Sembiring Depari, Ketua KPI Pusat Agung Supri, Direktur Program dan Berita LPP TVRI Irianto, serta Sekda Pemprov Sultra Nur Endang Abbas.

Ketua Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro PWI Pusat, Rita Sri Hastuti di sela launching HPN terbut menjelaskan bahwa setelah melalui proses penjurian yang seksama, para pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021 akhirnya resmi diperoleh.

“Anugerah Jurnalistik Adinegoro bukan hanya sekadar Anugerah Adinegoro. Ini adalah kebanggaan kalangan pers di Indonesia. Semula ini dimulai tahun 1974, diawali oleh PWI Jaya, kemudian pada tahun 2009 diangkat oleh PWI Pusat, dan menjadi lebih luas kategorinya. Sekarang ada enam, yang semula satu kategori,” ulas Rita Sri Hastuti menceritakan sejarah penghargaan tertinggi bagi karya jurnalistik di Tanah Air ini.

Proses penjurian berlangsung selama bulan Desember 2021 secara virtual mengingat situasi masih pandemi Covid-19.

Totalnya ada enam kategori yang dilombakan, yaitu liputan berkedalaman untuk media cetak, liputan berkedalaman untuk media siber, liputan berkedalaman untuk media televisi, liputan berkedalaman untuk media radio, foto berita untuk media cetak dan media siber, serta karikatur opini untuk media cetak dan media siber.

Kategori in-depth reporting Media Cetak dan Siber
Pemenang Kategori Media Cetak oleh Andy Riza Hidayat, Dhanang David Aritonang, Insan Alfajri, Irene Sarwindaningrum dari Harian Kompas berjudul ‘Berbahaya, Masker Medis Palsu Beredar di Masyarakat’ yang diterbitkan 3 April 2021.

“Saya memberikan ini dengan nilai tertinggi adalah pertama ada magnitude dan dampaknya luas terkait COVID. Pesan ini disampaikan di tengah anjuran pemerintah dan banyak pihak untuk memakai masker, 3M tapi ternyata masker saja tidak cukup,” komentar Ketua Juri Anugerah Adinegoro 2021 untuk Kategori In-Depth Reporting Media Cetak, Putut Tri Husodo.

Putut melanjutkan, isu yang diangkat dalam artikel tersebut agak orisinil. Sebab, jarang ada wartawan lain mengincar teknis sedetail seperti disajikan Andy Riza dkk. “Jadi effort -nya menurut saya cukup luar biasa dan hasilnya ini menggunakan code of conduct yang sangat baik, yaitu membawa ke laboratorium ITB sehingga hasilnya sangat valid sebagai sebuah karya jurnalistik yang investigatif,” ucapnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Hadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2024

Poin lain yang disorotinya adalah wawancara ke berbagai pihak juga cukup luas. “Dengan demikian, saya memberikan apresiasi tertinggi untuk karya ini meski dalam penyajiannya garing, tidak terlalu colourful, bahasanya resmi. Ini kelemahan satu-satunya,” ucap mantan Wakil Pemimpin Redaksi Gatra dan mantan wartawan Majalah Tempo ini.

Juri lainnya, Asro Kamal Rokan menanggapi singkat. “‘Berbahaya, Masker Medis Palsu Beredar di Masyarakat’ ini memang persoalan perlindungan masyarakat dan lemahnya pengawasan, ini salah satu yang saya unggulkan,” ungkap Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) tersebut.

Sri Mustika (akademisi) menyebutkan, ada beberapa karya peserta lain yang sebetulnya ia unggulkan meski bukan yang menjadi nomor satu. “Misalnya melawan petaka perkawinan anak, ada kaitannya juga dengan pandemi banyak orang kesulitan secara ekonomi, mengawinkan anaknya di bawah umur. Walaupun itu soal perkawinan saya kira masih ada relevansi dengan Covid,” tuturnya.

Kemudian artikel berjudul ‘Saling Menguatkan di Antara kehilangan’ (Media Indonesia) yang juga dinilainya layak menjadi nominasi pemenang. “Bagaimana anak-anak yang menjadi yatim, saling men-cover sama tetangga. Ini baru pertama, walau zaman dulu sudah ada, donasi ASI mengalir dari jauh. Satu kelompok ibu-ibu di grup WA, dokter anak bergabung di situ menyelamatkan anak-anak yatim yang ibunya meninggal karena Covid. Mereka tetap mendapat haknya menerima ASI eksklusif, ini satu kegiatan atau gerakan sosial yang cukup aktual dan baru, inovatif dan juga inspiratif,” puji Sri.

Untuk Kategori Media Siber dimenangi Sunariyah dan M. Ilman Nafi’an dari IDN Times.com dengan judul ‘Bertaruh Nyawa, Berjuang Melawan Ganasnya COVID-19’ yang diterbitkan 29 November 2021.

Mulharnetti Syas selaku juri kategori in-depth reporting media siber bersama Yoko Sari dan Priambodo RH sepakat memilih artikel karya tim IND Times.com tersebut. Dari segi tema terkait Covid-19, menurut Netti, begitu Mulharnetti Syas disapa, lebih tetap sasaran, utamanya persepsi menggiring opini publik dan kedalaman materi.

“Karakteristik dari media siber ini lengkap karena dia meng-hiperlink ke data-data yang dia punya, kemudian dia punya info grafis, sumber beritanya tidak satu orang,” urai akademisi dari Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta tersebut.

“Ada yang beberapa (karya peserta lain) feature tapi seperti observasi. Ketika saya membaca berita ini sampai tiga kali, saya mendapatkan informasi yang utuh, komprehensif,” imbuhnya.

Baca Juga  PWI DIY Dukung Penetapan Hari Kebudayaan Nasional Setiap 17 Oktober

Meski begitu, bagi Yoko Sari, artikel ‘Bertaruh Nyawa, Berjuang Melawan Ganasnya COVID-19’ masih memiliki kelemahan. “Ada satu hal yang menurut saya tidak tersentuh, bagaimana pemerintah mengatasi itu, tidak menjawab yang diinginkan pembaca. Kita tahu ada masalaah ini, masyarakat kekurangan oksigen, tapi apa langkah pemerintah tidak ada. Tidak ada figur di-leadnya itu juga membuat satu nilai minus bagi artikel ini,” ungkapnya.

Kategori in-depth reporting Televisi dan Radio
Pemenang Kategori Televisi diraih oleh Miftah Faridl, Aga Dipa, Agoes Soekarno dari CNN Indonesia TV bertajuk ‘Menghapus Mereka Yang Mati’ yang ditayangkan 22 Oktober 2021.
Ketua Juri Kategori Televisi, Nurjaman Mochtar melihat karya Miftah dkk mengkonfirmasi angka-angka tentang orang mati di tengah pandemi. Angka-angka ini menjadi acuan pengambil keputusan, tapi tidak diungkapkan ke publik.
“Jadi data-data ini dikeluarkan tidak sesuai dengan kenyataan, wartawan ini, saya melihat ‘Menghapus Jejak Kematian’ pada keakurasian yang baik karena ini bisa untuk diambil keputusan. Ini selisihnya hingga 5 persen ke atas, terakhir closing nya adalah bahwa kematian ini bukan sekedar angka,” tuturnya.

Komentar senada diutarakan juri lainnya, Tjandra Wibowo. Ia setuju ‘Menghapus Mereka yang Mati’ secara alur rapih dan bukan sekadar angka.
“Saya sudah cocok dengan Ibu Tjandra dan Pak Nur, ini bagi saya cukup jeli menjadi sebuah problem yang diangkat. ‘Menghapus Mereka yang Mati’ nesw value ok, data dan kelayakannya juga ok diprosesnya juga cukup kuat,” timpal akademisi dari Universitas Padjajaran, Dadang Rahmat Hidayat yang juga juri Kategori Media Televisi.
Selanjutnya, pemenang Kategori Radio adalah Taufik, Ramli, dan Dian dari RRI Sintang berjudul ‘Oksigen Terakhir untuk Ayah’ yang disiarkan 3 Agustus 2021.

Frank Pedak yang menjadi juri kategori ini, langsung mengomentari judul siaran berdurasi sekitar 7 menit tersebut. “Sangat puitis dari judulnya. Dia juga menggunakan metode induksi yang umumnya digunakan dalam pemuatan human interest,” puji Frank.

Salah seorang juri lainnya, Harleyantara sependapat narasi yang disajikan dalam siaran ini tidak monoton. “Bagi saya mixing narasi narsumnya oke bener, dari segi ilmuwan dan human interest-nya masuk. Begitu juga dari sisi seninya masuk juga. Keren pokoknya,” ujar Harley.
Ketua Juri Kategori Radio, Awanda Erna mengamini karya Taufik dkk layak dijadikan sebagai pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021. “Kalau in-depth, saya memilih perjuangannya dan feature saya memaklumi. Jadi kesimpulannya, ‘Oksigen Terakhir untuk Ayah’ yang menjadi unggulan ini sudah memenuhi tema aktual, semangat dan harapan. Secara teknik penyajiannya juga ok, dari sudut mixing dan dinamis,” ujarnya.

Baca Juga  Kalsel Siap Jadi Tuan Rumah HPN 2025, Persiapan Dimatangkan

Kategori Foto Berita dan Karikatur
Kategori Foto Berita dimenangkan oleh Sigid Kurniawan dari LKBN Antara dengan judul ‘Ganda Putri Indonesia Raih Emas Olimpiade’ yang terbit pada 2 Agustus 2021.

Setidaknya ada 214 foto yang diseleksi hingga akhirnya Tim Juri yang diketuai Oscar Matuloh didampingi Reno Esnir (praktisi) dan Melly Riana Sari (akademisi) sepakat memilih karya Sigid Kurniawan sebagai pemenang.

“Foto ini tidak hanya dinilai dari momen, teknis itu juga kami pertimbangkan, ekspresi yang terlihat di sini benar-benar masuk, dapat, dibantu teknik yang baik,” kata Melly singkat.

Oscar tak memungkiri sebetulnya banyak foto dengan kejadian mirip karya Sigid tersebut. “Foto ini dibuat fotografer Indonesia, pewarta foto kita. Saya juga kebetulan melihat jumlah foto-foto demikian, yang mirip kejadiannya dan kelihatannya kok gambar ini memang yang tepat,” ucap Oscar.

Meski sederhana, menurut Oscar, pengambilan gambar karya itu tidak mudah. “Ini kalau nggak salah lensa 300an mili, dia harus berdiri di posisi tertentu, enggak boleh terlalu dekat, tapi dia bisa meletakkan komposisinya dengan baik,” jelas fotojurnalis terkemuka Indonesia yang saat ini menjabat kepala Divisi Museum dan Galeri Foto Jurnalistik ANTARA tersebut.

Kemudian dari segi momentum, saat ganda putri Indonesia, Apriani Rahayu terlihat menyeka air mata. Di belakangnya terdapat lima cincin berwarna yang saling terkait. “Kita bisa melihat ada simbol negara kita, ada simbol bendera dan secara keseluruhan kita bisa melihat gambar ini menjadi satu jawaban tentang bentuk perlawanan kita juga terhadap satu kerja keras, tapi kita perlu ingat bahwa olahraga ini berlangsung untuk melawan pandemi. Kita berhasil meraih dalam tanda petik pada waktu itu menyatukan Indonesia secara keseluruhan. Jadi ini simbol yang nyata, sebuah kekuatan foto,” pungkasnya.

Adapun pemenang Kategori Karikatur diraih oleh Ashady dari JPPN.com, berjudul ‘Kritiklah Daku’ terbitan 16 Februari 2021.

Panitia menyediakan hadiah Rp 25 juta untuk pemenang tiap kategori, trofi, serta piagam penghargaan dari PWI/Panitia HPN 2021. Hadiah akan diserahkan di hadapan Presiden Joko Widodo pada acara puncak HPN 2022 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 9 Februari mendatang.
Selamat kepada para pemenang! (Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro-HPN 2022 PWI Pusat/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kebakaran Rumah Pemotongan Ayam di Kesiman, Polisi Amankan TKP dan Periksa Saksi

Published

on

By

Kebakaran rumah pemotongan ayam di Kesiman, Denpasar Timur
KEBAKARAN: Kebakaran melanda sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat pemotongan ayam di Jl. Cempaka Putih, Gang Kelapa, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Senin (5/10/2026) pagi. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kebakaran melanda sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat pemotongan ayam di Jl. Cempaka Putih, Gang Kelapa, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Senin (05/10/2026) pagi. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 08.40 Wita, setelah warga melihat kobaran api dari sebuah pos kecil yang berada di area rumah.

Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan air sembari meminta bantuan. Api dengan cepat membesar akibat material bangunan yang mudah terbakar dan hembusan angin yang cukup kencang.

Tak lama berselang, petugas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar tiba di lokasi dan melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Setelah api berhasil dipadamkan, personel Polsek Dentim langsung mengamankan TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik serta sejumlah saksi. Polsek Dentim juga berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Denpasar untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui kronologi dan penyebab kebakaran.

Akibat kejadian tersebut, satu unit mobil Daihatsu Ayla, tiga unit sepeda motor serta mesin pembersih ayam ikut terbakar. Kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 juta. Sementara korban bersama anaknya telah dievakuasi ke rumah kerabat untuk tinggal sementara.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah awal di lokasi, mulai dari pengamanan TKP hingga pengumpulan keterangan saksi.

“Dari keterangan awal yang kami peroleh, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian pos yang digunakan sebagai tempat beristirahat, di mana terdapat sambungan untuk lampu, peralatan elektronik dan pengisian daya telepon seluler. Namun, penyebab pasti masih dalam pemeriksaan,” ujar Kapolsek.

Kapolsek mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik serta tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan, sehingga risiko terjadinya kebakaran dapat diminimalkan. (gs/bi)

Baca Juga  Presiden Jokowi Hadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2024

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Amanat HUT Ke-81 TNI, Presiden Prabowo Tegaskan Kekuatan TNI Tak Terpisahkan dari Rakyat

Published

on

By

Presiden Prabowo sampaikan amanat pada upacara HUT ke-81 TNI
SAMPAIKAN AMANAT: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanatnya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak kelahirannya tidak pernah terpisahkan dari rakyat. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam amanatnya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara nasional, sekaligus tentara pejuang harus terus menjadi landasan dalam menjalankan setiap tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurut Presiden, semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 TNI, yakni “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

“TNI lahir dari rakyat. TNI berjuang bersama rakyat. TNI adalah tentara pejuang kemerdekaan. Sebelum negara bisa memberi anggaran, TNI berdiri dari rakyat. Tanpa digaji, yang beri makan TNI adalah seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden.

Atas dasar sejarah tersebut, Presiden menekankan bahwa seluruh kekuatan yang dimiliki TNI harus senantiasa dipersembahkan untuk melindungi rakyat. Kepala Negara mengingatkan setiap prajurit untuk tidak pernah menjauh dari rakyat dan senantiasa hadir di tengah masyarakat.

“Jiwamu, ragamu, sudah bukan milikmu lagi. Sudah bukan milik keluargamu lagi. Jiwa dan ragamu milik rakyat Indonesia. Karena itu, jangan pernah jauh dari rakyat. Harus di tengah-tengah rakyat,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran TNI untuk terus mendengarkan kesulitan yang dihadapi masyarakat serta hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan. Presiden pun mengapresiasi kiprah para prajurit yang selama ini berada di garis depan dalam membantu masyarakat saat berbagai bencana melanda.

“Saya melihat sendiri bagaimana prajurit kita hadir ketika terjadi bencana. Ketika terjadi banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran hutan,” ungkap Presiden.

Baca Juga  Tingkatkan SDM Wartawan, PWI Bali Gelar OKK

Menurut Presiden, kehadiran prajurit TNI dalam situasi darurat menunjukkan kuatnya semangat pengabdian kepada rakyat. Bahkan, para komandan dan panglima di lapangan dinilai mampu mengambil inisiatif tanpa harus menunggu perintah ketika mengetahui masyarakat tengah menghadapi kesulitan.

“Kesulitan rakyat adalah tanggung jawab TNI. Saudara datang ketika jalan terputus. Saudara masuk ketika keadaan masih berbahaya. Ada rekan-rekanmu yang mengorbankan jiwa dan raganya membantu rakyat menghadapi bencana,” tutur Presiden.

Kepala Negara turut menyoroti berbagai bentuk pengabdian TNI, mulai dari membantu proses evakuasi, membuka akses jalan, membangun ribuan jembatan, hingga menyalurkan makanan dan obat-obatan ke wilayah terpencil dan terputus. Bagi Presiden, pengabdian tersebut menjadi bukti nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan masyarakat.

“Di saat-saat sulit seperti itulah, rakyat melihat siapa yang benar-benar hadir bersama mereka. Saya menyampaikan terima kasih saya, penghormatan saya kepada kalian. Terus menjadi tentara rakyat. Tentara yang kuat adalah tentara yang dekat dengan rakyat,” ucap Presiden.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa ketangguhan sebuah angkatan bersenjata tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan persenjataan, peralatan, maupun besarnya anggaran. Pengalaman sejarah dan perkembangan geopolitik dunia, menurut Presiden, menunjukkan bahwa semangat juang dan kerelaan untuk berkorban menjadi kekuatan yang tidak kalah penting.

“Tidak hanya senjata dan peralatan yang menentukan tentara itu tangguh atau tidak. Tidak hanya alat, tidak hanya anggaran, yang paling penting adalah semangat, jiwa rela berkorban,” kata Presiden.

Menutup pesan tersebut, Presiden menegaskan bahwa semangat rela berkorban yang dimiliki prajurit, bangsa, dan rakyat merupakan fondasi penting bagi kekuatan sebuah negara. “Tentara yang punya jiwa rela berkorban, bangsa yang rela berkorban, rakyat yang tangguh, rakyat yang berani itulah kekuatan suatu bangsa,” pungkas Presiden. (gs/bi)

Baca Juga  Belajar Pariwisata, PWI - Diskominfo HSS Studi Tiru ke Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Published

on

By

Presiden Prabowo pimpin upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap
INSPEKTUR UPACARA: Presiden Prabowo Subianto bertindak selaku inspektur upacara memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus terus memperkuat kesiapan menghadapi perkembangan ancaman yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.

“Sekarang menunjukkan penuh gejolak, penuh ketidakpastian. Kita tidak tahu kapan ancaman kepada kita akan menjadi nyata. Sekarang ancaman tidak hanya fisik. Kita bisa diserang dan sudah mulai diserang. Melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh,” tutur Presiden Prabowo.

Menurut Presiden Prabowo, gangguan terhadap keamanan nasional juga dapat berlangsung melalui sektor ekonomi dan aktivitas penyelundupan yang mengancam kekayaan serta kehidupan bangsa.

“Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri. Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia. Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita,” ujar Presiden.

Menghadapi perubahan bentuk ancaman tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya TNI untuk terus menyesuaikan diri dan meningkatkan kemampuan. Presiden menegaskan bahwa masa damai harus dimanfaatkan sebagai masa persiapan menghadapi ancaman yang paling buruk sekalipun.

“Perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu, TNI harus terus menyesuaikan diri. Belajar, belajar, belajar dan berlatih, berlatih, berlatih,” tegas Presiden.

Kepala Negara selanjutnya menekankan bahwa TNI harus dibangun sebagai kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, dan adaptif. Sejalan dengan perkembangan teknologi, Presiden menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi bagian penting dari kesiapan TNI dalam menghadapi tantangan ke depan.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Peringatan HPN PWI Provinsi Bali

“TNI sekarang harus menguasai teknologi, TNI sekarang harus mengutamakan prestasi. Sekali lagi saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sistem sekedar senioritas,” tuturnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kemampuan TNI untuk bersinergi dengan berbagai unsur pemerintahan dalam menghadapi berbagai persoalan dan ancaman yang dihadapi masyarakat. Kesiapan tersebut menjadi penting mengingat Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan ribuan pulau, wilayah laut yang luas, perbatasan yang panjang, serta berbagai objek strategis yang harus dijaga.

“Wilayah kita luas, kita memiliki ribuan pulau, wilayah laut yang sangat luas, perbatasan yang panjang. Berbagai objek strategis yang harus kita jaga. Kita juga akan terus membangun kekuatan kita,” ucapnya.

Di tengah penguatan kemampuan TNI, Presiden Prabowo juga menegaskan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya. “Pemerintah akan terus memperhatikan kesejahteraan prajurit. Pendidikan anak-anak prajurit, pelayanan kesehatan, serta kehidupan keluarga prajurit,” tuturnya.

Menutup amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan besarnya tanggung jawab prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Indonesia di tengah perubahan ancaman yang terus berkembang.

“Di pundak saudara ada beban yang tidak ringan. Kehormatan bangsa Indonesia, kedaulatan bangsa Indonesia, kemerdekaan bangsa Indonesia, kesejahteraan rakyat kita berada di pundak saudara-saudara,” tandas Presiden. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca