Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rektor Prof. Gde Antara ‘’Grand Launching’’ Central Park Unud, Menuju ‘’World Class University’’

BALIILU Tayang

:

de
Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng, IPU didampingi para pimpinan Unud di Central Park Unud. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng, IPU meresmikan Central Park Universitas Udayana, sebuah ruang terbuka hijau yang dibangun di atas lahan 3.886 M2 di Kampus Jalan PB Sudirman Denpasar, Jumat, 4 Januari 2022.

Grand Launching Central Park Unud merupakan salah satu pembaharuan yang dilaksanakan Unud, tentunya ada banyak pembaharuan di bidang infrastruktur seperti percepatan pembangunan Gedung FMIPA, Gedung Laboratorium Engineering, Gedung Perpustakaan. Pemugaran gedung AB-AC, atap Gedung Widyasabha, Ruang CSSD & fasum RSPTN, pos satpam dan halaman rektorat. Dan tahun 2022 Rektor Prof. Antara akan menyelesaikan dua agenda besar berupa 8 gedung Dekanat di Kampus Jimbaran dan asrama mahasiswa yang berkapasitas 6 ribu bed terbagi dalam 22 tower.

‘’Untuk menuju world class university, Universitas Udayana senantiasa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, dan ke depan ada banyak pembaharuan di bidang infrastruktur dan sistem kinerja di internal Unud,’’ terang Rektor Prof. Antara di depan media saat gathering Grand Launching dan sosialisasi Central Park Universitas Udayana yang juga dihadiri pimpinan Universitas Udayana, para Dekanat, Darma Wanita dan para inkubator bisnis Unud.

Rektor Prof. Gde Antara meninjau karya inkubator bisnis Unud. (Foto: gs)

Rektor Prof. Gde Antara lanjut memaparkan, Central Park Unud berfungsi ekologi, planologi, estetis, edukasi dan berfungsi ekonomis. Secara ekologi, Central Park dapat dikatakan sebagai ‘paru-paru’ kampus. Secara planologi, Central Park berfungsi sebagai pembatas bangunan antar-gedung di area kampus. Dengan demikian, civitas akademika tidak lagi memandang bahwa kampus hanya deretan gedung yang terdiri atas ruang untuk belajar saja, melainkan tetap ada ruang berekreasi, menghirup udara segar, dan berinteraksi. Secara estetik kehadiran Central Park tentunya menambah keindahan.

Central Park Unud telah dilengkapi dengan beragam fasilitas pendukung, diantaranya area parkir sangat luas, daya listrik sebesar 32.000 kva, suasana akademik modern, sistem keamanan yang baik, dan lokasi sangat strategis di pusat kota. Dengan demikian secara ekonomis Central Park dapat menjadi salah satu pilihan menarik untuk pelaksanaan outdoor event, seperti gathering, syukuran, perpisahan, pameran, pertunjukan seni dan bahkan resepsi pernikahan.

‘’Melalui fasilitas yang tersedia, dan didukung sinergi dengan wirausaha muda Unud dan berbagai unit kegiatan mahasiswa maka Unud mengundang semua pihak untuk dapat menjadikan Central Park sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan gathering atau outing, dan berbagai kegiatan lainnya dan diharapkan Central Park dapat diterima, tidak hanya bagi sivitas akademika Unud tetapi juga bagi masyarakat umum,’’ ujar Rektor.

Grand Launching Central Park Unud. (Foto: Ist)

Tidak hanya membangun Central Park, Rektor Prof. Antara juga fokus pada aktivitas penataan aset Unud, baik berupa tanah maupun gedung. ‘’Untuk aset berupa tanah, guna menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kepentingan hukum dari Unud atas aset berupa tanah di kemudian hari, maka Unud meneruskan pelaksanaan proyek pagar aset tanah tahap II yang berfungsi untuk memberikan rasa aman secara harafiah dan psikologis bagi pemilik lahan (Unud, red),” kata Prof. Antara.

Terhadap aset gedung, Rektor juga memusatkan perhatiannya untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur gedung, seperti Gedung MIPA, Gedung Laboratorium Engineering, dan Gedung Perpustakaan yang sebelumnya proses pembangunan gedung ini dapat dikatakan terbengkalai dalam kurun waktu yang cukup lama. Di samping itu, juga tetap dilaksanakan pemugaran terhadap beberapa bangunan gedung, ruangan, dan halaman sebagai bagian dari kegiatan perawatan pra-sarana yang dimiliki oleh Unud, diantaranya: Gedung AB-AC, atap Gedung Widyasabha, Ruang CSSD & Fasum RSPTN, Pos Satpam, dan halaman rektorat.

Saat ini Rektor Antara juga tengah merealisasikan 2 agenda besar pada tahun 2022. Pertama, pembangunan 8 gedung dekanat di areal Kampus Jimbaran. Pembangunan ini dilaksanakan dengan maksud mengefektifkan koordinasi antara pihak dekanat dan rektorat. Apabila koordinasi dapat terbangun dengan baik, maka hal ini diyakini turut mendukung pembenahan sistem kerja di lingkungan internal Unud.

Kedua, Rektor Antara beserta jajarannya juga tengah berkonsentrasi untuk pembangunan Udayana Integrated Student Dormitory yang memiliki kapasitas 6.000 bed yang terbagi dalam 22 tower. Asrama ini dibangun dengan tujuan untuk membentuk karakter mahasiswa baru agar lebih mandiri dan mampu melatih soft skill-nya untuk berinteraksi selama bertempat tinggal di asrama. Guna menunjang kenyamanan mahasiswa selama bertempat tinggal di asrama, maka asrama mahasiswa juga akan dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang, diantaranya fasilitas olah raga dan fasilitas ruang diskusi terbuka. Oleh karenanya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk fokus belajar, melainkan tetap dapat melakukan aktivitas yang menunjang kesehatan fisik dan mental.

Untuk pembiayaan yang nilainya triliunan, Rektor menyebutkan bekerja sama dengan stakeholder dan Unud tidak akan menaikkan UKT untuk mendapatkan dana pembangunan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor menyebutkan peran media sangat penting dalam menyosialisasikan keberadaan Universitas Udayana. ‘‘Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada media dan ke depan kami harapkan kerja sama ini terus berlanjut sehingga keberadaan Universitas Udayana di tengah-tengah masyarakat bisa diambil manfaatnya. Apa pun yang kami lakukan bisa berdaya guna bagi masyarakat. Jangan sampai Unud berjalan sendiri seperti ‘menara gading,’’ ujar Rektor.

Dengan demikian, tanggung jawab institusional sebagai lembaga perguruan tinggi dengan melakukan Tri Dharma akan menghasilkan SDM yang mandiri, berbudaya dan berkepribadian Indonesia bisa terwujud. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ny. Seniasih Giri Prasta Ingatkan Pelajar Bijak Bermedia Sosial dan Terbuka kepada Orang Tua

Forum PUSPA Bali Dorong Penguatan Komunikasi Keluarga, Kecerdasan Emosional, dan Literasi Digital untuk Cegah Kekerasan Anak serta Radikalisme di Kalangan Pelajar

Loading

Published

on

By

Seniasih Giri Prasta
NARASUMBER: Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di SMP Negeri 5 Amlapura, Kabupaten Karangasem, Senin (11/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta mengingatkan para pelajar agar bijak dalam menggunakan media sosial serta membangun komunikasi yang terbuka dengan orang tua sebagai langkah penting mencegah kekerasan terhadap anak dan pengaruh negatif di era digital. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di SMP Negeri 5 Amlapura, Kabupaten Karangasem, Senin (11/5).

Dalam arahannya, Ny. Seniasih Giri Prasta menekankan bahwa keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter dan ketahanan mental anak. Ia mengajak para siswa agar tidak memendam persoalan sendiri maupun menjadikan media sosial sebagai tempat utama untuk mencurahkan masalah pribadi.

“Kalau ingin curhat, curhatlah kepada orang tua, jangan kepada orang lain karena belum tentu memberikan saran yang tepat,” ujarnya di hadapan para siswa.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten di media sosial yang belum tentu membawa dampak positif. Menurutnya, perkembangan teknologi harus disikapi dengan bijak agar tidak memicu perilaku negatif maupun kekerasan pada anak.

Ny. Seniasih Giri Prasta turut mengajak para siswa untuk membangun kedekatan dengan keluarga serta mengurangi sikap saling cuek di lingkungan rumah. Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Selain memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan anak, Forum PUSPA Bali juga mendorong penguatan literasi digital, edukasi keluarga, serta sinergi masyarakat dalam melindungi anak-anak Bali dari berbagai ancaman sosial.

Pada kesempatan tersebut, psikolog Nopi Diah Permata Sari turut memberikan materi mengenai pentingnya kecerdasan emosional bagi anak usia SMP. Ia menjelaskan bahwa kemampuan mengenali dan mengontrol emosi, memahami perasaan orang lain, serta membangun hubungan sosial yang sehat merupakan bekal penting bagi remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Sementara itu, narasumber dari Tim Pencegahan Satgaswil Bali Densus 88 Polri memaparkan materi terkait pencegahan radikalisme dan kekerasan pada anak. Dalam paparannya disampaikan bahwa tantangan di era digital saat ini antara lain meningkatnya penyebaran paham intoleransi dan radikalisme melalui media sosial, sehingga generasi muda perlu memiliki literasi digital serta sikap kritis dalam menerima informasi.

Melalui kegiatan tersebut, Forum PUSPA Bali berharap para pelajar semakin memahami pentingnya komunikasi keluarga, kecerdasan emosional, serta penggunaan media sosial yang sehat demi menciptakan generasi muda Bali yang tangguh dan berkarakter. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Reuni Alumni FEB Unud, Putri Koster Dorong Peran Akademisi Selamatkan Tenun Bali

Published

on

By

putri koster
REUNI: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster saat menghadiri acara Reuni Lintas Angkatan Alumni Tahun 1983 dan 1984 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang berlangsung di Gedung Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar, Minggu (10/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster menghadiri acara Reuni Lintas Angkatan Alumni Tahun 1983 dan 1984 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang berlangsung di Gedung Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar, Minggu (10/5). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak kalangan akademisi untuk turut berkontribusi menjaga keberlangsungan tenun Bali melalui penelitian dan penguatan ekosistem UMKM lokal.

Dalam sambutannya, Putri Koster menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya reuni alumni tersebut serta memaparkan perannya saat ini sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali yang aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap perkembangan UMKM di Bali, khususnya sektor kerajinan dan tenun tradisional.

Ia menegaskan bahwa identitas Bali sejak dahulu adalah menenun, bukan membatik. Namun demikian, menurutnya persoalan tenun Bali telah berlangsung puluhan tahun, mulai dari produksi hingga pemasaran. Putri Koster menyoroti kain endek Bali yang telah memiliki kekayaan intelektual komunal, termasuk kain gringsing Bali, namun penjualan di lapangan justru masih didominasi produk tenun dari luar Bali.

“Saya khawatir suatu saat endek tidak lagi dikenal sebagai endek Bali, tetapi menjadi endek Troso atau endek Jepara,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana dapat ikut mengurai persoalan tersebut melalui penelitian serta bekerja sama dengan BRIDA untuk membedah persoalan tenun Bali dari hulu hingga hilir. Menurutnya, rantai ekosistem tenun Bali saat ini sudah terputus sehingga tidak lagi sepenuhnya berbasis swadesi.

Selain endek, Putri Koster juga menyoroti keberadaan songket Bali yang kini mulai banyak diproduksi dengan teknik bordir sehingga mengurangi nilai tradisionalnya. Ia berharap hasil penelitian akademik nantinya mampu memberikan solusi dan titik terang terhadap persoalan tenun di Bali.

“Ketika Bali menjadi titik pasar utama tenun, maka Bali bisa menjadi pusat pasar tenun terbesar di Indonesia,” tambahnya.

Tak hanya soal tenun, Putri Koster juga menyinggung pelestarian bunga kasna yang mulai langka. Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan penyusunan perarem agar bunga kasna tetap digunakan dalam setiap upacara adat sebagai langkah pelestarian.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya reuni alumni tersebut. Terkait yang disampaikan oleh sang istri, Ny. Putri Koster, tentang keberadaan kain tenun di Bali, ia menilai berbagai produk lokal yang terus tumbuh akan membentuk ekosistem kerajinan rakyat yang kuat di Bali.

Menurutnya, dukungan dan konsistensi Putri Koster dalam menjaga serta melestarikan UMKM lokal, khususnya tenun Bali, menjadi kekuatan penting dalam membangun ekonomi masyarakat Bali. Ia berharap UMKM Bali terus berkembang dan menjadi fondasi ekonomi daerah.

“Semoga kita bekerja lebih profesional dan ikatan alumni ini terus berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan fashion show dari beberapa desainer Bali yang menampilkan kain tenun UMKM lokal Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Belajar ke Bali, Gubernur Siquijor Filipina Terima Beragam Masukan Penting dari Gubernur Koster

Published

on

By

gubernur koster
TERIMA KUNJUNGAN: Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (10/5) pagi menerima kunjungan Gubernur Siquijor, Filipina Jake Vincent Sarmiento Villa di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (10/5) pagi menerima kunjungan Gubernur Siquijor, Filipina Jake Vincent Sarmiento Villa di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan bahwa pariwisata Bali dibangun dengan kekuatan budaya dan alamnya yang indah serta keramahtamahan masyarakat Bali telah menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Menurutnya, tiga unsur tersebut adalah modal dasar yang tidak dimiliki daerah lain dan harus terus dijaga kelestariannya. Budaya Bali yang hidup, alam yang asri, serta sikap ramah masyarakat merupakan satu kesatuan ekosistem pariwisata yang saling menguatkan.

“Budaya, alam, dan keramahan masyarakat merupakan kekuatan utama pariwisata Bali yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Koster yang pada kesempatan ini didampingi Kadis Pariwisata Bali, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menegaskan jika Pemerintah Provinsi Bali terus terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan melalui berbagai kebijakan strategis.

Koster mengatakan pihaknya telah mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan di Bali. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan sejumlah kebijakan lainnya terkait pengelolaan sampah berbasis sumber guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga alam Bali agar tetap bersih, sehat, dan lestari,” ujar Koster sembari menambahkan bahwa pelestarian lingkungan menjadi salah satu prioritas utama karena alam Bali merupakan aset penting yang mendukung kehidupan masyarakat sekaligus sektor pariwisata.

Lebih lanjut, Koster juga menjelaskan bahwa identitas budaya Bali yang kuat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Berbagai tradisi, adat istiadat, seni, hingga kehidupan masyarakat yang masih menjunjung nilai-nilai kearifan lokal dinilai menjadi pengalaman unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Kunjungan Gubernur Siquijor ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, khususnya sektor pariwisata, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk hubungan baik antara kedua wilayah serta dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaborasi yang memberi manfaat bagi masyarakat kedua daerah.

Pelajari Eksistensi Pariwisata Bali di Mata Dunia

Sementara itu, Gubernur Siquijor, Jake Vincent Sarmiento Villa menyampaikan kedatangannya di Bali dalam rangka untuk mempelajari bagaimana pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia.

Menurutnya, Bali memiliki daya tarik yang kuat serta mampu mempertahankan eksistensinya sebagai tujuan wisata internasional.

“Kedatangan kami ke Bali untuk mempelajari bagaimana pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan Bali dalam mengembangkan pariwisata tidak terlepas dari kekuatan budaya, keindahan alam, serta dukungan masyarakat dalam menjaga identitas daerahnya. Pengalaman Bali tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Siquijor dalam mengembangkan potensi pariwisata di wilayahnya.

Melalui kunjungan ini, Gubernur Siquijor berupaya mempelajari serta memperoleh masukan dan poin-poin strategis dari Gubernur Bali, Wayan Koster, terkait perkembangan industri pariwisata di Bali. Dalam pertemuan penuh keakraban tersebut, kedua gubernur saling bertukar data dan statistik mengenai sektor pariwisata serta perkembangan wilayah masing-masing.

Sebagai informasi, Jake Vincent memimpin pemerintahan provinsi terkecil ketiga di Filipina. Sama seperti Bali, Siquijor sendiri merupakan provinsi yang terkenal dengan pariwisata dan keindahan alamnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca