Fapet Unud saat berkunjung ke Sentra Ternak Sobangan di Jl. I Gusti Ngurah Rai, Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Badung, Kamis, 17 Februari 2022. (Foto: Ist)
Badung, baliilu.com – Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Udayana melaksanakan kunjungan peninjauan lapangan ke Sentra Ternak Sobangan untuk melanjutkan program kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung di Jl. I Gusti Ngurah Rai, Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Badung, Kamis, 17 Februari 2022.
Kunjungan Fakultas Peternakan Universitas Udayana ini diwakili oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Peternakan Universitas Udayana Dr. Ir. Dewi Ayu Warmadewi, S.Pt., M.Si., IPM., juga hadir Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Dr. Ir. Budi Rahayu Tanama Putri, S.Pt., MM., IPU.. ASEAN. Eng, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Informasi Dr. I Nyoman Sumerta Miwada, S.Pt., M.P., Koprodi S1 Dr. Ir. Ni Luh Putu Sriyani, S.Pt, MP, IPM, Koordinator Unit Pengelola Informasi dan Kerja Sama Dr. Eny Puspani, S.Pt., M.Si., Kepala Farm Sobangan Ir. I Nyoman Ardika, M.Si., Sekretaris UPIKS Fapet Unud A.A. Pt. Putra Wibawa, S.Pt., M.Si. Kunjungan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Kunjungan ini diterima oleh Analis Pengawas Bibit Ternak Sentra Ternak Sobangan Drh. I Nyoman Oka Widiarta, M.Si., didampingi Drh. Ni Komang Asni, M.Si, I Ketut Ariasa, S.Pt., dan I Made Suardana. Tujuan diadakannya kunjungan ini adalah menindaklanjuti dari pertemuan yang diadakan sebelumnya tentang pembaruan PKS yang telah habis masa berlakunya. Sehingga nantinya akan terciptanya kerja sama antara Fakultas Peternakan Universitas Udayana dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung.
Sentra Ternak Sobangan, Badung. (Foto: Ist)
Analis Pengawas Sentra Ternak Sobangan Oka Widiarta menyampaikan, kondisi Sentra Ternak Sobangan pada saat ini, dan program kerja sama dan penelitian dalam bidang akademik dan non-akademik yang dimiliki oleh Sentra Ternak Sobangan. “Kita berkeinginan bahwa kita memiliki lahan dan ada Fapet Unud yang memiliki ahli di bidang peternakan, sehingga kita akan membuat sekarang sentra ini sebagai pusat pendidikan,” ujar Oka.
Dimana nantinya sapinya bisa dikurangi, manajemen kandang sudah bisa diterapkan sehingga bisa ditetapkan kandang mana untuk ternak bunting dan melahirkan. Sehingga kedepannya mahasiswa bisa belajar sampai mempelajari hijauan pakan bisa praktek. ‘’Selain itu, juga peternak bisa belajar juga ke sini sebagai rumah edukasi, sehingga Tri Dharma Perguruan Tinggi bisa dijalankan juga di sentra ternak ini. Jadi kampus juga hadir di sini memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan pengembangan penyebaran bibit baik ternak maupun hijauan pakan,’’ ujarnya.
Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Peternakan Universitas Udayana menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan Fapet Unud ke Sentra Ternak Sobangan. “Kami berkeinginan untuk segera menindaklanjuti untuk pertemuan yang kemarin dengan segera memperbarui kerja sama dalam bidang mana yang bisa kita kerjasamakan karena untuk di Unud harus spesifik kegiatan tertentu,” ujar Warmadewi.
Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan staf yang berada di Sentra Ternak Sobangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung dengan dilanjutkan perkenalan jajaran Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Setelah sesi perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke lapangan untuk melihat lahan yang akan digunakan sebagai pengembangan STS di Sentra Ternak Sobangan. Seusai kunjungan ke lapangan, acara ditutup dengan sesi foto bersama, dan seluruh Jajaran Fakultas Peternakan Universitas Udayana mengucapkan terima kasih banyak atas penerimaan yang sangat hangat dan baik dari Sentra Ternak Sobangan. Sumber: www.unud.ac.id(gs/bi)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)
Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.
Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.
“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.
Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.
Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.
Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).
Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.
Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.
“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.
Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.
Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.
“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.
Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.
Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.
Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.
“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.
“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.
“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)