Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Serahkan Piala Bergilir Lomba Ogoh-ogoh Mini Banjar Beraban

BALIILU Tayang

:

eka
LOMBA OGOH-OGOH: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menyerahkan Piala Bergilir Walikota Denpasar pada Lomba Ogoh-Ogoh Mini ST. Dharma Putra, Banjar Beraban, Minggu (27/2). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa secara resmi menyerahkan Piala Bergilir Lomba Ogoh-ogoh Mini ST. Dharma Putra, Banjar Beraban Denpasar Ke-3,  Minggu (27/2). Pelaksanaan lomba tersebut merupakan rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1944 tahun 2022 serta upaya memberikan ruang kreativitas bagi kreator Ogoh-ogoh di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, I Gede Westra, Camat Denpasar Barat, IB Purwanasara serta panglingsir Banjar Beraban.

Dalam lomba Ogoh-ogoh mini ada 2 katagori yang dilombakan yakni kategori tradisional dan kategori modern. Adapun yang berhasil  menjadi juara I kategori tradisional adalah  Robert dengan judul Ogoh- ogoh Roga Sanghara Bhumi, dan berhak atas piala bergilir Walikota Juara II diraih Mang Yoga dengan judul karya Amuk Segara, serta jJuara III diraih AKA JRX dengan judul karya Kumbakarna Bela Pati Alengka. Juara harapan I diraih Yogi Swara dengan judul karya Kala Anggon, juara harapan II diraih Kata Bhizer dengan judul karya Kungkang Brahma, dan juara harapan III diraih Bracuk dengan judul karya Boma Pralaya.

Sedangkan Kategori Modern Juara I diraih Tu Adi Art dengan judul karya Ogoh-Ogoh Kalaning Raja Buruh, Juara II diraih Mang Wira dengan judul karya Sang Dora Kala dan Juara III diraih I Putu Kardinatha dengan judul karya Kama Salah.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa usai menyerahkan piala bergilir memberikan apresiasi terhadap Lomba Ogoh-ogoh Mini ST. Dharma Putra, Banjar Beraban, Denpasar Ke-3 serangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1944. Hal ini tentu menjadi kegiatan positif di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19 saat ini. Namun demikian inovasi dan kreativitas anak muda harus tetap tumbuh.

Baca Juga  Sambut HUT Ke-77 RI, Wawali Arya Wibawa Buka Kejuaraan Tenis Meja STDS

“Kita harus terus berinovasi, terus berkreativitas, inovasi dan kreativitas anak muda ini harus tetap tumbuh meski di masa pandemi, namun yang produktif dengan tetap disiplin menerapkan  protokol kesehatan,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut dikatakan, melalui lomba ini diharapkan kreativitas sekaa teruna dalam bidang karya Ogoh-ogoh dapat tertampung dan dapat dinikmati oleh pecinta Ogoh ogoh. Terlebih hasil karya dari insan muda Denpasar dan juga seluruh Bali ini sangat menginspirasi dan telah menggunakan unsur-unsur teknologi.

Dimana, karya Ogoh-ogoh saat ini sudah berkembang pesat. Sehingga tak hanya menampilkan wujud Ogoh-ogoh mini, namun juga menampilkan sketsa hingga alur cerita dalam konsepnya. Sehingga tantangan saat ini dalam keterbatasan yang ada dapat  tetap produktif, berinovasi dan berkreativitas.

“Harapan saya saat ini dalam masa pandemi dapat memberikan solusi, dan wadah kreativitas anak muda dalam berkespresi dan berharap pandemi ini segera berakhir,” ujarnya.

Ketua Panitia  Lomba Ogoh-ogoh Mini ST. Dharma Putra, Banjar Beraban, Denpasar Ke-3, I Wayan Paramartha Anthavijaya mengatakan, Ogoh-ogoh menjadi prosesi unik di Kota Denpasar dengan kreativitas sekaa teruna yang ada. Sehingga pada situasi pandemi saat ini ST. Dharma Putra menggelar lomba Ogoh-ogoh mini sebagai wadah kreativitas para kreator Ogoh-ogoh. Sehingga diharapkan mampu membangkitkan semangat berkompetisi menghadirkan berbagai inovasi di bidang karya seni Ogoh-ogoh.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi media pengembangan kreativitas dan wawasan pemuda, sekaligus menjadi stimulan bagi penyelenggara kegiatan serupa di kemudian hari, serta berharap mampu terus mengembangkan kegiatan ini secara berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kegiatan Lomba Ogoh-ogoh Mini ST. Dharma Putra, Banjar Beraban, Denpasar ini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraanya. Dimana, tahun ini diikuti total 47 peserta yang merupakan gabungan Katagori Modern dan Tradisional. (eka/bi)

Baca Juga  Jelang Hari Suci Nyepi, Desa Dauh Puri Kangin Sosialisasi Prokes di 5 Banjar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri “Pujawali” Merajan Agung Bendesa Manik Mas dan Arya Kanuruhan di Renon

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Renon
HADIRI PUJAWALI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Pujawali Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas dan Upacara Dewa Yadnya Piodalan lan Bhuta Yadnya Mecaru Rsi Gana Pretisentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung Kelurahan Renon, Rabu (16/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Pujawali Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas dan Upacara Dewa Yadnya Piodalan lan Bhuta Yadnya Mecaru Rsi Gana Pretisentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung Kelurahan Renon, Rabu (16/9).

Upacara tersebut dilaksanakan setelah proses renovasi bangunan merajan rampung dikerjakan. Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa juga menyerahkan punia. Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya beserta tokoh masyarakat setempat.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pelaksanaan upacara pujawali dan piodalan ini diharapkan dapat meningkatkan srada dan bhakti masyarakat. Dengan selesainya renovasi palinggih, pura pemerajan ini diharapkan dapat terus bermanfaat khususnya bagi krama pengempon di Kelurahan Renon.

Sementara Ketua Panitia Karya di Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas Banjar Kelod Renon I Nyoman Bhiantara Lely mengucapkan terima kasih kepada Wakil Walikota dan jajaran Pemerintah Kota Denpasar.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar, terutama Bapak Wakil Walikota yang sudah berkenan hadir menyaksikan upacara ini dan memberikan stimulan. Semoga ke depan para pengempon pura bisa menjalankan swadharma untuk kepentingan umat bersama,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Panitia Karya di Merajan Pretisentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung Banjar Tengah Kelurahan Renon I Made Dedy Suarnaya. Ia mengatakan upacara ini dilaksanakan sehubungan dengan selesainya pemugaran palinggih pura dan tembok penyengker.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar karena sudah membantu dalam pembangunan pura,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Jelang Hari Suci Nyepi, Desa Dauh Puri Kangin Sosialisasi Prokes di 5 Banjar
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Piodalan“ di Desa Adat Selat, Bupati Adi Arnawa Targetkan Penguatan Infrastruktur Pura

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Piodalan Desa Adat Selat
HADIRI PIODALAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Piodalan di Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum Desa Adat Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen memperkuat pembangunan infrastruktur daerah yang berjalan selaras dengan pelestarian adat, tradisi, dan kebudayaan Bali. Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat bertindak sebagai upasaksi dalam upacara Piodalan Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum di Desa Adat Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9).

Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut disambut hangat oleh warga sebagai wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan karya suci krama. Bupati menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas kebersamaan para pemangku, perangkat desa, dan krama yang telah bergotong-royong menyukseskan pujawali tersebut.

Turut hadir Anggota DPRD Badung Putu Dendi Astra Wijaya, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, Perbekel Desa Selat I Made Semawan, serta tokoh masyarakat setempat.

Menurut Bupati Adi Arnawa, keharmonisan antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat menjadi pilar utama dalam menjaga keajegan Bali. Oleh karena itu, penataan sarana ibadah akan terus dikawal secara bertahap seiring dengan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

“Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan serta ikut menjadi upasaksi atas karya suci yang dilaksanakan masyarakat. Semoga melalui pemelaspasan dan pemeliharaan pelawatan di pura ini, kita semua senantiasa dianugerahi keselamatan dan kerahayuan,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Selat Ida Bagus Made Anom melaporkan bahwa rangkaian Karya Piodalan, Ngodakan, serta Ngeratep Ida Bhatara Sakti ini telah bergulir sejak 16 Mei 2026. Prosesi diawali dengan pemugaran tiga bangunan pelinggih (termasuk Pelinggih Ida Ratu Mas) dan perbaikan pratima. Pembiayaan fisik tersebut bersumber dari pos anggaran Perubahan APBDes melalui bantuan hibah Pemkab Badung yang bersinergi dengan Pemerintah Desa Selat. Sedangkan operasional upakara dihimpun melalui urunan warga dan punia sukarela.

Baca Juga  Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Pemkot Denpasar Gelar Lomba "Fun Games" Antarbagian

Setelah puncak piodalan, rangkaian upacara akan ditutup dengan prosesi Mepinton di Pura Dalem hari Rabu 16 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, pihak desa adat juga menyampaikan aspirasi terkait rencana penataan kawasan Pusat Desa (Pusdes) dan fasilitas umum Petang Pleban yang mencakup kawasan Puseh Desa, Alas Sangker, dan Alas Arum.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta jajaran yang telah hadir. Kami berharap Pemkab Badung dapat memberikan dukungan paridana serta pengkondisian anggaran di masa mendatang untuk menata kembali pelinggih maupun sarana penunjang di kawasan tersebut,” harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Karya Yadnya di Pura Dalem Sari, Bupati Adi Arnawa: Pariwisata Badung Berkembang karena Budaya

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Yadnya di Pura Dalem Sari
UPASAKSI: Bupati Adi Arnawa, hadir sebagai upasaksi saat Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, Melaspas dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Sari, Br. Adat Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung merealisasikan hibah upakara sebesar Rp 450 juta melalui APBD Perubahan TA 2026 untuk mendukung pelaksanaan rangkaian Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, Melaspas, Mupuk Pedagingan, dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Sari, Br. Adat Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal. Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen pemerintah dalam meringankan beban krama sekaligus menjaga keberlangsungan adat, seni, dan budaya Bali.

Dukungan finansial tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir sebagai upasaksi dalam acara Adining Yadnya, Selasa (15/9). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Lebah Manuaba, Ida Pedanda Griya Budha Saraswati Batuan (Gianyar), serta Ida Pedanda Istri Griya Magelung Baha selaku Tapini Karya.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga eksistensi kebudayaan yang menjadi tiang utama sektor pariwisata daerah. “Pariwisata Badung berkembang pesat karena bernafaskan budaya, dan budaya itu hidup karena krama yang melestarikannya. Oleh karena itu, negara harus hadir untuk memastikan kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.

Rangkaian karya suci yang telah dimulai sejak 29 Juli ini diramaikan oleh berbagai pementasan kesenian tradisi keagamaan Bali, seperti Wali Gong Tegak, Topeng, Wayang Lemah, Rejang Dewa, Baris Gede, dan Pesantian. Sinergi antara pemerintah dan krama pengempon diharapkan mampu memperkuat semangat menyama braya serta gotong-royong di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Agenda keagamaan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Dendy Astra Wijaya, Camat Abiansemal, Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kelian Banjar Adat, Prajuru Dinas, para pemangku, serta seluruh Prawartaka Karya. Seluruh rangkaian upacara adat di Pura Dalem Sari ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga prosesi penyineban pada 27 Oktober 2026 mendatang. (gs/bi)

Baca Juga  Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Pemkot Denpasar Gelar Lomba "Fun Games" Antarbagian

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca