Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Optimalisasi Program Desa Bersinar, Walikota IGN Jaya Negara Terima Audiensi Kepala BNN Denpasar

BALIILU Tayang

:

eka
TERIMA AUDIENSI: Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menerima audiensi Kepala BNN Denpasar, AKBP. I Ketut Adnyana Putera, di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (11/03) (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Optimalisasi program Desa Bersinar (bersih narkoba) di Kota Denpasar, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menerima audiensi Kepala BNN Denpasar, AKBP. I Ketut Adnyana Putera, di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (11/03). Pada kesempatan tersebut Walikota didampingi Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana,  Asisten I  I Made Toya dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai.

Pada kesempatan itu Jaya Negara menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kehadiran dan perhatian BNN Pusat, BNN Provinsi dan BNN Denpasar yang dinakodai oleh Komjen Petrus Golose dalam menegakkan P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) guna mewujudkan Indonesia Bersinar (bersih narkotika).

Lebih lanjut, disampaikan Kota Denpasar akan siap mendukung sepenuhnya berkenaan dengan program BNN Pusat, BNN Provinsi maupun BNN Kota Denpasar. “Penerapan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi harus diutamakan daripada langkah represif. Semoga ke depan dengan salam War on Drug mari kita wujudkan Denpasar bersih narkoba dapat terwujud,” tegas Jaya Negara

Sementara itu kepala BNN Denpasar, AKBP. I Ketut Adnyana Putera menjelaskan bahwa BNN hadir untuk melindungi dan melayani masyarakat, khususnya yang ada di Denpasar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kemudian pihaknya melihat Desa Bersinar dan upaya P4GN yang dilakukan di Denpasar begitu luar biasa karena dari sisi program itu sejalan dengan program yang dimiliki oleh BNN.

“Kita tahu di Denpasar ini sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka di Bali bahkan di dunia, apalagi dengan mulainya dibuka pariwisara tentu dapat menjadi potensi meningkatkan penyalahgunaan  narkoba. Oleh karena itu, kami bersama dengan Pemkot Denpasar, dalam melindungi dan melayani masyarakat terutama dari aspek pencegahan kemudian pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi sesuai dengan tagline yang diwacanakan kepala BNN RI dengan tagline War on Drug,” katanya.

Baca Juga  Libur Galungan dan Kuningan, Siswa SMP di Denpasar Digembleng Adat Budaya Lewat Pasraman di Sekolah

Lebih lanjut Adnyana Putera mengungkapkan, BNN memiliki program P4GN dengan menggunakan 3 pendekatan yakni hard power, soft power dan smart. Dimana hal ini sangat cocok dengan visi dan misi Kota Denpasar yang berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam dalam melindungi masyarakat dan mempersiapkan generasi muda Denpasar yang tangguh dan bersih narkoba dibutuhkan sinergi semua pihak. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Serahkan Hadiah Ogoh-ogoh, Gubernur Koster-Wagub Minta STT Kembangkan Kreativitas dan Kuatkan Jati Diri Bali

Published

on

By

Gubernur Koster serahkan piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha
SERAHKAN PENGHARGAAN: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 rupanya belum benar-benar padam di Bali. Di balik sunyinya Nyepi yang telah berlalu, bara kreativitas generasi muda Pulau Dewata justru terus menyala. Hal itu tampak saat Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5).

Dalam suasana hangat penuh kebanggaan, Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta kompak memberikan motivasi sekaligus apresiasi kepada para Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga denyut budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh yang semakin bernilai artistik dan sarat makna filosofis.

Bagi Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta, ogoh-ogoh bukan lagi sekadar tradisi tahunan menjelang Nyepi. Lebih dari itu, karya monumental tersebut telah menjelma menjadi simbol ketangguhan, solidaritas, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap akar budaya leluhur Bali.

“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Wayan Koster.

Momentum penghargaan itu juga membuka fakta mengejutkan di balik megahnya karya ogoh-ogoh yang selama ini hanya dinikmati masyarakat saat malam pengerupukan. Saat berdialog langsung dengan para penerima penghargaan, Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta dibuat terperangah ketika mengetahui proses pengerjaan ogoh-ogoh membutuhkan waktu hingga empat sampai lima bulan dengan biaya produksi melampaui Rp 50 juta.

Angka fantastis itu lahir bukan dari kemewahan semata, melainkan dari gotong-royong, pengorbanan waktu, tenaga, hingga semangat kebersamaan para pemuda di banjar-banjar Bali.

Baca Juga  Pandemi Corona, Ungkap Kasus Narkoba di Bangli Meningkat 83,3%

Di hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur, para generasi muda itu serempak menceritakan bagaimana mereka rela begadang berbulan-bulan demi melahirkan karya terbaik yang nantinya diarak dalam prosesi pengerupukan. Dedikasi tersebut sontak membuat suasana di Jayasabha dipenuhi rasa haru sekaligus bangga.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 5 juta kepada sepuluh Sekeha Teruna Teruni (STT) favorit pilihan langsung Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali.

Sepuluh STT penerima penghargaan tersebut yakni STT. Anom Darsana dari Karangasem, ST. Asti Dharma Kerti dari Bangli, YDA. Purbawisesa dari Jembrana, ST. Sukarela dari Denpasar, ST. Siladharma Silakarang dari Gianyar, ST. Swadharmita dari Klungkung, STT. Ananta Genta Laksana dari Tabanan, STT. Munca Sari dari Tabanan, ST. Samagama Triwarga dari Buleleng, serta ST. Bhuana Kusuma dari Badung.

Matur Suksma Dukungan Pak Gubernur untuk Generasi Muda Bali

Menjelang acara usai, suasana emosional tak terhindarkan. Satu per satu para penerima penghargaan mendekati Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta untuk berjabat tangan sembari menyampaikan rasa terima kasih mereka.

Dengan wajah sumringah dan penuh kebanggaan, mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kreativitas generasi muda Bali.

“Matur suksma Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar mereka bergantian.

Momen sederhana itu seolah menjadi penegas bahwa di tengah gempuran modernisasi dan perubahan zaman, Bali masih memiliki generasi muda yang rela berdiri di garis depan menjaga nyala budaya leluhur agar tetap hidup, megah, dan diwariskan ke masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Digelar di Klungkung, Pasar Rakyat TP PKK Bali Gabungkan Aktivitas Ekonomi dan Kepedulian Sosial

Serap Produk Lokal UMKM dan Pertanian, TP PKK Bali Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan serta Perlindungan Produk Tenun Daerah

Loading

Published

on

By

TP PKK Provinsi Bali menggelar kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe
PASAR RAKYAT: TP PKK Provinsi Bali saat menggelar kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Jumat (8/5/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com  – Berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kota/Kabupaten, TP PKK Provinsi Bali menggelar kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Jumat (8/5/2026).

Sesuai dengan tema yang diusung, yaitu “Berbelanja dan Berbagi”, kegiatan ini menggabungkan aktivitas ekonomi dan kepedulian sosial.

TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kota/Kabupaten memborong produk pertanian dan UMKM yang dijual di Pasar Rakyat. Selanjutnya, belanjaan tersebut dibagikan kepada 100 warga yang membutuhkan, seperti lansia dan keluarga prasejahtera. Selain itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, juga membagikan oleh-oleh dari Gubernur Bali berupa 2 ton beras, 6.000 butir telur, dan 100 liter minyak kelapa tandusan.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dalam sambutannya menceritakan cikal bakal kegiatan pasar rakyat yang mulai digelar sejak masa pandemi Covid-19.

“Ide ini muncul saat pandemi, ketika hasil panen para petani dan produk UMKM tidak terserap pasar. Bahkan waktu itu, petani kita sampai membagikan hasil panen mereka secara cuma-cuma,” katanya.

Menyikapi hal itu, TP PKK Bali menggagas pelaksanaan pasar rakyat skala kecil di depan Kantor Gubernur Bali. Dengan mengedepankan semangat gotong-royong, ASN yang saat itu masih menerima gaji didorong untuk membantu dengan membeli berbagai produk yang dijual di pasar rakyat. Selain itu, TP PKK Bali juga menggelar gerakan PKK secara bergilir di kota/kabupaten.

Pasca pandemi, TP PKK Bali melanjutkan program ini karena dinilai membawa banyak dampak positif. Ny. Putri Koster mengatakan, Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali dirancang sebagai wadah promosi bagi petani, perajin, dan pelaku UMKM lokal di seluruh Bali. Selain membantu pemasaran produk tanpa biaya stan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat dan menjaga semangat gotong-royong.

Baca Juga  Pandemi Corona, Ungkap Kasus Narkoba di Bangli Meningkat 83,3%

“Tujuan mulia kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi, menyapa UMKM, sekaligus mengajak masyarakat untuk peduli, karena di sini terjadi perputaran ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Masih dalam sambutannya, Ny. Putri Koster memberikan penekanan khusus kepada Kabupaten Klungkung sebagai salah satu sentra tenun. Ia berharap para pedagang kain memiliki pemahaman tentang upaya pelestarian kain tradisional dan turut merawat tenun khas Klungkung. Berdasarkan fakta di lapangan, banyak kain endek produksi luar Bali yang dipasarkan di Bali, khususnya di Klungkung. Menurutnya, hal ini sangat merugikan karena lambat laun tenun khas Bali bisa kehilangan identitas. Menyikapi hal tersebut, Ny. Putri Koster meminta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Bali untuk melakukan survei penjualan kain tenun.

“Kita ingin punya data valid, berapa persen hasil tenun luar yang dipasarkan di Daerah Bali,” imbuhnya. Menutup arahannya, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda dan Ketua TP Posyandu ini menyinggung tentang optimalisasi pemasaran garam lokal.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Ny. Eva Satria menginformasikan, Klungkung memiliki total 30.171 IKM dan UMKM. Adapun yang terlibat dalam kegiatan Pasar Rakyat sebanyak 99 produsen, terdiri atas 22 produsen Industri Kecil Menengah (IKM), 9 produsen pangan segar dan tanaman, 12 produsen makanan, serta 56 produsen kuliner. Produk yang dipasarkan meliputi kebutuhan pokok, kuliner tradisional, kain tenun, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lokal lainnya.

Baca Juga  Arya Wibawa Hadiri Pelantikan Kepengurusan DPC Gerkatin Denpasar

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyambut baik terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali menjadi momentum penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat promosi produk lokal Klungkung agar semakin dikenal luas.

Kegiatan Pasar Rakyat juga dihadiri Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra; Sekretaris I TP PKK Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta; serta Ketua TP PKK Kota/Kabupaten lainnya yang masing-masing didampingi Sekretaris I bersama jajaran pengurus. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

BPIFK Diresmikan di Bali, Wagub Giri Prasta Optimistis IKM Fesyen dan Kriya Makin Tumbuh

Published

on

By

bpifk bali
DAMPINGI MENTERI: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat mendampingi Menteri Perindustrian RI meresmikan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Kuta, Badung, Jumat (8/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com  – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan kepada awak media bahwa Bali sebagai salah satu pusat pariwisata kerap digadang-gadang menjadi hub perekonomian di wilayah Indonesia Timur. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Menteri Perindustrian RI meresmikan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Kuta, Badung, Jumat (8/5).

“Kami yakin kalau ke depannya industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) lebih dikembangkan di Bali, Bali akan menjadi pusat bisnis pariwisata internasional,” jelas Giri Prasta.

Sementara itu, dengan adanya Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), menurutnya, dapat merangsang perkembangan IKM dan UMKM fesyen serta kriya di Indonesia, khususnya Bali.

“Kami mendukung penuh pembangunan BPIFK di Pulau Dewata. Apalagi dengan adanya fasilitas-fasilitas yang tersedia, kami yakin dapat meningkatkan pertumbuhan IKM fesyen dan kriya di Bali dan Indonesia,” jelasnya.

Diketahui, BPIFK yang terletak di jantung pariwisata Bali tersebut memiliki beberapa layanan terintegrasi, antara lain workshop fesyen, workshop kriya logam (perhiasan), workshop kriya keramik, workshop kriya kayu, creative business incubator (CBI), creative hub, layanan Klinik SiniBisa, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa Bali diharapkan dapat menjadi pusat industri fesyen dan kriya di Indonesia.

“Jadi Bali adalah hub yang paling tepat untuk mendukung pasar dalam negeri dan luar negeri. Di sisi lain, Bali juga memiliki artisan-artisan yang sudah siap. Inovasinya bagus dan kreatif, kualitasnya juga terjaga,” jelasnya.

Agus Gumiwang menyampaikan bahwa Bali memiliki ekosistem industri kreatif yang kuat, yang tumbuh dari kekayaan budaya dan keterampilan masyarakatnya. Terdapat 25 sentra IKM fesyen serta 197 sentra IKM kriya di Provinsi Bali. Hal tersebut menjadikan Bali menduduki peringkat keempat sebagai provinsi dengan sentra IKM kriya terbanyak di Indonesia.

Baca Juga  Polresta Denpasar Amankan 16 Pengedar Narkoba, Amankan 2 Kg Ganja

Selain itu, kualitas dan daya saing produk kriya Bali juga diakui dunia internasional, di mana Kabupaten Gianyar dianugerahi predikat World Craft City oleh World Crafts Council pada tahun 2019. Bali tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif yang terhubung dengan pasar nasional dan internasional.

Kehadiran BPIFK di Bali diharapkan menjadi katalis penguatan industri fesyen dan kriya nasional melalui penguatan kapasitas pelaku industri, inovasi desain, pemanfaatan teknologi, merangsang pertumbuhan sentra-sentra industri baru, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca