Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

OLAHRAGA

Mahasiswa FKP Unud Sabet Juara Pertama Kejuaraan Wushu Terbuka Piala Gubernur Jateng

BALIILU Tayang

:

de
Syahitna Dicya Amalia. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana. Syahitna Dicya Amalia berhasil merebut juara pertama pada cabang olahraga Gushu dan Daoshu dalam Kejuaraan Wushu Terbuka Piala Gubernur Jawa Tengah yang diadakan secara virtual pada 22-27 Februari 2022. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh sasana Megantara Sakti Wushu yang merupakan salah satu dari sekian banyak sasana wushu di Ibukota Jawa Tengah dan diikuti oleh 501 peserta dari 48 sasana yang berbeda di seluruh Indonesia.

Dalam kejuaraan wushu yang diselenggarakan Megantara Sakti Wushu Indonesia ada 2 kategori yang ditandingkan yaitu modern taolu dan tradisional taolu. Cabang olahraga yang diraih oleh Syahitna adalah Gushu dan Daoshu yang tergolong ke dalam modern taolu, yang dibagi menjadi  6 kelas menurut umur di antaranya junior D kurang dari 9 tahun, junior C 9-11 tahun, junior B 12-14 tahun, junior A 15-17 tahun, senior 18-35 tahun dan veteran untuk usia lebih dari 35 tahun.

Kejuaraan ini menjadi torehan prestasi yang penting dan unik bagi Syahitna, karena perlombaan yang diadakan dengan cara mengirimkan video untuk selanjutnya dinilai oleh para dewan juri. “Di tengah kondisi pandemi yang masih terjadi, saya sangat bangga mampu menorehkan nama saya sebagai juara utama di cabang ini,” tambah mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, FKP Universitas Udayana ini. Seluruh civitas akademika FKP Unud mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih oleh satu mahasiswanya. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Belajar Konservasi Mangrove, Mahasiswa FKP Unud Kunjungi BPPIKHL Jawa Bali Nusra
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OLAHRAGA

Hasil Club Licensing Cycle 2025/26, Bali United Lolos namun Bersyarat Karena Hal Ini

Published

on

By

bali united
PENGHARGAAN: Bali United FC sebagai salah satu klub sepak bola di Indonesia kembali meraih penghargaan sebagai klub profesional dari operator kompetisi, Ileague hari Rabu (13/5) sore. (Foto: baliutd.com)

Gianyar, baliilu.com – Bali United FC sebagai salah satu klub sepak bola di Indonesia kembali meraih penghargaan sebagai klub profesional dari operator kompetisi, Ileague hari Rabu (13/5) sore.

Hasil Club Licensing Cycle 2025/26 ini menampilkan sejumlah klub Indonesia yang berkomitmen terhadap peningkatan profesionalisme dan tata kelola klub Indonesia sesuai standar AFC.

Ada dua kategori hasil dari pemetaan Club Licensing Cycle 2025/26 di tingkat ACL 2 yakni Granted yang diraih PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

Sementara kategori berikutnya ialah Granted with Sanctions adalah Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Malut United FC, Persis Solo, Persijap Jepara dan Bali United FC.

Bali United masuk dalam kategori klub profesional setingkat AFC dengan memenuhi syarat sesuai standar yang diberikan oleh AFC.

Kekurangan tersebut membuat Bali United dinyatakan lolos namun memerlukan syarat atau dinyatakan berhasil tetapi dengan sanksi.

“Bali United lolos bersyarat untuk club Licensing ACL 2 karena ada aspek yang belum terpenuhi yaitu di bidang sporting. Kami memiliki tanggung jawab terhadap lisensi pelatih fisik yang belum memenuhi syarat sesuai standar AFC. Sementara aspek lainnya sudah sesuai dengan standar yang diberikan oleh AFC,” ungkap Club Licensing Officer Bali United, Richi Kurniawan.

Adapun kelima aspek yang menjadi penilaian suatu klub dinyatakan profesional adalah memenuhi standar sporting, legal, personnel and administrative, infrastructure, dan financial.

Meski lolos bersyarat, hasil ini tidak mempengaruhi klub Bali United sebagai klub profesional yang berlaga di Super League musim depan.

Baca Juga  Mahasiswa FKP Unud Ikuti Kuliah Umum Soal Pemodelan Oseanografi dari BPPT BRIN

Artinya jika standar klub profesional sudah berstandar AFC, maka klub tersebut sudah sangat profesional di kompetisi Super League sebagai kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Indonesia.

Lain halnya jika Bali United bakal berlaga di kompetisi Asia, maka keseluruhan aspek standar AFC tersebut harus terpenuhi tanpa syarat alias Granted.

Kendati demikian, perolehan hasil ini patut disyukuri bahwa Bali United tetap berkomitmen untuk terus sebagai pelopor sepak bola modern dan menjadi klub yang menjunjung tinggi profesionalitas di dalam maupun luar lapangan hijau.

Hanya dua klub dari Super League yang tidak memiliki lisensi klub profesional AFC yaitu PSIM Yogyakarta dan PSBS Biak.

Sementara tiga tim promosi Super League musim depan yaitu PSS Sleman, Garudayaksa, dan Adhyaksa FC memperoleh lisensi profesionsal setingkat Super League.

Ketiga tim ini berhasil memegang standar profesional Super League bersama PSIM Yogyakarta, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, dan 16 klub pemegang lisensi ACL 2 termasuk Bali United FC.

Sementara itu, pada lisensi Championship, hanya FC Bekasi City menjadi klub yang memperoleh status Granted.

Kemudian pada lisensi Liga Nusantara, empat klub berhasil mendapatkan status Granted, yakni RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.

Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra menyampaikan bahwa proses club licensing merupakan bagian penting dalam mendorong klub untuk terus meningkatkan standar profesionalisme dan keberlanjutan pengelolaan klub di Indonesia.

“Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi seluruh klub yang telah mengikuti proses ini dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga  Belajar Konservasi Mangrove, Mahasiswa FKP Unud Kunjungi BPPIKHL Jawa Bali Nusra

“Club Licensing merupakan bagian penting dalam meningkatkan standar profesionalisme klub sepak bola Indonesia, baik dari sisi sporting, infrastruktur, administrasi, legal, maupun finansial. Proses Club Licensing 2025/26 juga diiringi dengan pendampingan dan asistensi kepada klub agar implementasi standar AFC dapat berjalan lebih baik dari musim sebelumnya. Kami berharap langkah ini dapat terus mendorong peningkatan kualitas kompetisi dan perkembangan sepak bola Indonesia ke depannya,” tutup Ketua Komite Club Licensing, Essy Asiah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

OLAHRAGA

Bali United Unggul di Babak Pertama, Borneo FC Raih Poin Penuh di Stadion Dipta

Published

on

By

bali united
SELEBRASI: Pemain Bali United FC melakukan selebrasi saat berhasil mencetak gol ke gawang Borneo FC Samarinda pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26. Laga yang berlangsung hari Senin (11/5) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar itu berakhir dengan skor 2-3 di waktu normal. (Foto: baliutd.com) 

Gianyar, baliilu.com – Bali United FC harus mengakui keunggulan tim tamu, Borneo FC Samarinda pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26. Laga yang berlangsung hari Senin (11/5) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar itu berakhir dengan skor 2-3 di waktu normal.

Padahal skuad Serdadu Tridatu mampu unggul di babak pertama setelah Teppei Yachida membuka keunggulan menit 21 ke gawang Nadeo Arga Winata. Memanfaatkan umpan Rahmat Arjuna pada menit 21, Yachida melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Skuad Pesut Etam.

Situasi berubah ketika Mariano Peralta mencetak brace di babak kedua pada menit 49 dan memanfaatkan penalti menit 74.

Ketika tim tamu unggul 1-2, Bali United berhasil menyamakan kedudukan ketika set piece sepak pojok berbuah gol bunuh diri oleh Caxambu menit 76 sehingga kedudukan menjadi imbang 2-2.

Tiga menit kemudian, Juan Villa menambah daftar pencetak gol sehingga kedudukan berubah menjadi 2-3 dan menjadi hasil akhir pertandingan. Pasca berakhirnya pertandingan, pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen menjelaskan situasi yang terjadi di arena pertandingan.

“Saya bangga akan permainan tim di babak pertama sehingga kami mampu unggul. Namun situasi berubah ketika di babak kedua melalui Peralta dan momen penalti yang terjadi. Kami memiliki beberapa peluang di babak kedua melalui Yachida, Mirza dan Tim, hanya memang hasil akhir membuat saya juga kecewa dengan hasil pertandingan ini,” ujar Coach Johnny.

Pelatih asal Belanda ini mengaku kecewa ketika momen ada pemain yang terjatuh dan Boris membuang bola untuk menghentikan pertandingan. Ketika lemparan ke dalam dari Borneo, mereka tidak melakukan respek dengan memberikan ke tim Bali.

Baca Juga  Mahasiswa FKP Unud Ikuti Kuliah Umum Soal Pemodelan Oseanografi dari BPPT BRIN

Hal ini menjadi kekecewaan Johnny Jansen akan situasi pertandingan yang terjadi pada pekan ini.

Usai hasil ini, Bali United bakal melakoni laga kandang menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

OLAHRAGA

Kembalinya Tiga Pemain, Bali United Target Menang Menjamu Borneo FC Samarinda

Published

on

By

bali united
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen. (Foto: baliutd.com)

Gianyar, baliilu.com – Bali United FC bakal melakoni pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 hari Senin (11/5) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Pasukan Serdadu Tridatu akan menjamu Borneo FC Samarinda dalam perjumpaan kedua mereka di musim ini.

Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen mengaku bahwa timnya saat ini dalam motivasi tinggi pasca mengalami kekalahan 2 gol dari tuan rumah Madura United pekan lalu. Sehingga partai besok malam akan menjadi pertarungan sengit mengingat Skuad Pesut Etam juga membutuhkan poin penuh untuk memuncaki klasemen musim ini.

“Situasi yang bagus akan bertemu tim sekelas Borneo. Tentu kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk memperbaiki posisi di klasemen. Kami dalam motivasi tinggi untuk bisa meraih tiga poin kemenangan di pekan ini,” ungkap Coach Johnny.

Hasil kurang maksimal di pekan lalu dalam lawatan mereka ke Madura menjadi dasar dalam kebangkitan untuk hasil positif pekan ini.

Situasi semakin membaik juga mengingat beberapa pemain yang absen pekan sebelumnya telah kembali dalam komposisi tim yang disiapkan dalam laga besok malam.

Dua pemain asing Bali United yang menjalani pemulihan dari cedera diprediksi bakal tampil dan kapten tim yang terkena akumulasi kartu bakal kembali menjaga jantung pertahanan Serdadu Tridatu.

“Kami sangat senang karena kembalinya Brandon dan Mirza dalam latihan, tetapi mereka akan berada di bangku cadangan dan belum bisa bermain 90 menit karena baru pulih dari cedera. Kami kehilangan Iner, Diego Campos, dan Jordy yang masih cedera. Kami juga akan diperkuat Ricky Fajrin besok malam dan semoga bisa meraih kemenangan,” jelas Coach Johnny.

Baca Juga  Pembelajaran Lapangan, Mahasiswa FKP Unud Kunjungi BMKG Wilayah III

Pada pertemuan pertama, Bali United sukses mengalahkan Borneo di kandang mereka dengan skor tipis 0-1.

Menarik untuk dinantikan partai esok malam dan menunggu hasil akhir dari pertarungan antara Bali United dengan Borneo FC Samarinda. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca