Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sekda Badung Hadiri Upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Jempeng

BALIILU Tayang

:

eka
HADIRI UPACARA: Sekda Adi Arnawa saat menghadiri upacara Pitra Yadnya di Jaba Pura Puseh Desa Adat Jempeng, Senin (21/3). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Pelestarian seni, adat, agama dan budaya di Badung sudah menjadi program prioritas Pemkab Badung, salah satu di dalamnya adalah Upacara Pitra Yadnya (nyekah massal) dan Manusa Yadnya (metatah). Mewakili Bupati Badung, Sekda Adi Arnawa menghadiri Upacara Pitra Yadnya (metatah,mebejian, ngeseng dan nyekah) yang dilaksanakan Krama Desa Adat Jempeng, Kecamatan Abiansemal, di Jaba Pura Puseh Desa Adat Jempeng, Senin (21/3).

Kehadiran Sekda didampingi DPRD Badung, I Nyoman Dirgayusa, Kadisbud,  I Gde Eka Sudarwitha, Camat Abiansemal, IB Putu Mas Arimbawa bersama Tripika  Kecamatan, Ketua Panitia Karya, I Made Subaga, Bendesa Adat Jepun dan Perbekel Taman. Puncak Karya  yang bertepatan dengan Anggara Paing Watugunung ini dipuput langsung oleh Ida Pandita Empu Putra Paramadaksa. Dalam kesempatan tersebut dan guna mendukung pelaksanaan karya Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana punia secara simbolis Rp 250 juta yang diterima langsung panitia karya I Made Subaga.

Dalam sambrama wacana-nya, Sekda Adi Arnawa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat setempat karena sudah ngayah dengan tulus ikhlas. Sekda Adi Arnawa berpesan kepada masyarakat  dalam setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan di wilayahnya hendaknya dilakukan dengan rasa tulus ikhlas dan semangat gotong royong untuk menyukseskan pelaksanaan upacara tersebut.

Lebih lanjut  Sekda Badung  juga meminta, di saat masa pandemi sekarang ini agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan dan dijaga. Dengan cara mematuhi semua tahapan-tahapan prokes yang berlaku, minimal menggunakan masker pada setiap kegiatan menjadi kunci penting, karena kita adalah daerah pariwisata di mana kita semua menyadarinya bahwa pendapatan Badung bersumber dari sektor pariwisata. Kalau penanganan Covid-19 tidak bisa dilaksanakan secara maksimal, maka kita tidak bisa meyakinkan wisatawan mancanegara dan nusantara untuk datang ke Bali.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Lepas Jalan Santai ST. Kembang Wijaya Desa Blahkiuh

“Saya merasa bangga karena di dalam proses pelaksanaan upacara nyekah massal dan metatah ini masyarakat setempat telah menerapkan protokol kesehatan, karena ini memang harus kita lakukan bersama dan berharap pandemi segera berakhir, perekonomian kembali pulih. Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi dan mendukung segala bentuk upacara keagamaan, adat, dan budaya dengan rasa tulus ikhlas gotong royong semangat kebersamaan meskipun di tengah situasi pandemi saat ini. Pemkab Badung di masa sulit seperti ini selalu berusaha untuk memberikan bantuan dana guna membantu upacara-upacara adat. Inilah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat di tengah kondisi pandemi, kami mohon masyarakat juga untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Karya I Made Subaga mengatakan, Upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Jempeng ini sebagai wujud bakti kepada leluhur yang diikuti 50 sawa, metatah 100 orang. “Karya yang dimulai dari 15 Februari dengan mapiuning, dan  hari ini  21 Maret dilaksanakan nebusin, ngangget don bingin, ngajum, melaspas puspa, mapurwa daksina, nutug kelih, mepetik dan ngekeb. Dan tanggal 22 Maret merupakan puncak karya yang didahului dengan metatah, mebejian, nyekah dan ngeseng. Terima kasih kepada Sekda Badung yang telah hadir pada saat  karya ini dan terima kasih juga atas bantuan dana yang telah di berikan kepada kami,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” Pura Segara Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya di Pura Segara Serangan
HADIRI KARYA :Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian "Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan" Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan” Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).

Kehadiran Walikota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.

Rangkaian prosesi hari itu, diawali dengan persembahan tari Pendet yang dibawakan para ibu-ibu dari Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi, menambah khidmat prosesi karya yang juga turut dihadiri oleh para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong-royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan, puncak karya ini sendiri akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Jaga Kebersihan Aliran Sungai, Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Mancing di Basangkasa

Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Atma Wedana Kinembulan“ Desa Adat Taman, Bupati Adi Arnawa Ajak Rawat Pilar Adat

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Atma Wedana Kinembulan
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menguatkan sendi-sendi adat dan meringankan beban swadaya krama dalam melaksanakan kewajiban keagamaan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menggelontorkan bantuan hibah daerah sebesar Rp 500 juta saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya Memukur, Mepetik, Munggah Deha, dan Mepandes di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Bantuan finansial bernilai strategis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wayan Adi Arnawa dan diterima langsung oleh Bendesa Adat Taman, I Made Tantra, di sela-sela prosesi upacara yang diikuti oleh ratusan krama pemilik sawa.

Puncak ritual keagamaan massal ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Taman, Ketua BPD, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam sembrama wacananya, Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Taman yang telah bersatu padu dan menjaga spirit gotong-royong dalam menyelenggarakan upacara panca yadnya berskala besar ini.

“Karya Atma Wedana Kinembulan dan rangkaian Karya Manusa Yadnya ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan momen sakral kita untuk berbakti kepada leluhur sesuai ajaran haluan agama Hindu. Semangat gotong-royong yang terjalin erat di antara krama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa persatuan krama merupakan pilar utama dalam mempertahankan kelestarian adat dan kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi. Pihaknya berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, sidapurna, serta memancarkan kerahayuan bagi seluruh desa.

Sementara itu, Bendesa Adat Taman I Made Tantra mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian Guru Wisesa atau Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemimpin daerah beserta dukungan dana hibah ini diakui sangat meringankan beban pembiayaan krama desa.

Baca Juga  Sekda Badung Serahkan Kursi Roda, Berharap Dapat Ringankan Beban Warga yang Sakit

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Taman tahun ini sukses mengakomodasi keperluan adat krama dengan total keikutsertaan sebanyak 52 sawa sekah, 51 peserta potong gigi, dan 40 anak peserta upacara mepetik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Ngenteg Linggih” Banjar Puseh Sading, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Hibah Upakara

Published

on

By

Bupati dan Wabup Badung Hadiri Karya Ngenteg Linggih
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri “Karya Ngenteg Linggih“ dan “Wrespati Kalpa“ di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit Nyatur, Mupuk Pedagingan, Rsi Gana, dan Wrespati Kalpa di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). Karya di Pura Dalem Begawan Penyarikan ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Taman Lukluk.

Seusai persembahyangan bersama tersebut, Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan hibah upakara Tahun Anggaran Induk 2026 sebesar Rp 400 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, Wayan Sukena.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama Banjar Puseh dalam menyelenggarakan yadnya. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini merupakan bentuk dukungan sekaligus upasaksi atas pelaksanaan karya suci pasca-pemugaran pelinggih.

“Pelaksanaan karya suci ini merupakan wujud nyata sradha bhakti dan rasa syukur kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saya mengapresiasi kebersamaan krama Banjar Puseh dalam melaksanakan yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, labda karya, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh krama,” ujarnya.

Bupati juga mengajak krama untuk senantiasa meningkatkan keharmonisan dan menjaga persatuan. Selain membahas konteks upacara adat, Adi Arnawa secara khusus menyinggung kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah terjadi di lapangan. Ia mengapresiasi kedisiplinan krama Badung yang tetap tertib saat mengantri di sejumlah SPBU.

“Badung merupakan barometer pariwisata yang sangat bergantung pada stabilitas wilayah. Karena itu, keamanan masyarakat menjadi hal fundamental. Saya mengapresiasi krama yang telah menunjukkan kedisiplinan di tengah situasi kelangkaan BBM. Mari kita tetap menjaga suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung,” tegasnya.

Baca Juga  Sekda Hadiri ‘’Gathering’’, Wujudkan Badung Daulat Pangan

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Wayan Sukena menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan stimulus dari Pemkab Badung. Ia melaporkan bahwa karya serupa terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1969 silam. Rangkaian upacara kali ini merupakan hasil paruman krama yang telah dimulai bertahap sejak 24 September 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung Made Rai Wirata, tokoh masyarakat Wayan Muntra, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, Bendesa Adat Sading, serta unsur Kelihan Adat dan Dinas se-Kelurahan Sading. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca