Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Menkes RI Kunjungi Unud, Cek Lokasi Penempatan ‘’Whole Genome Sequencing’’

BALIILU Tayang

:

de
Menkes RI didampingi Rektor Unud bersama Dekan Fakultas Kedokteran dan jajaran serta Direktur RSUP Sanglah Denpasar meninjau lokasi penempatan alat WGS di Skill Lab lantai 4 FK Unud. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Universitas Udayana menerima kunjungan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka meninjau lokasi penempatan Whole Genome Sequencing (WGS), Jumat (25/3/2022). Kementerian Kesehatan RI akan memberikan hibah peralatan WGS kepada Unud dalam hal ini Fakultas Kedokteran melalui kolaborasi dengan RSUP Sanglah Denpasar.

Alat ini akan ditempatkan di Skill Lab Fakultas Kedokteran Kampus Sudirman Denpasar. Kunjungan Menkes RI diterima langsung oleh Rektor Unud bersama Dekan Fakultas Kedokteran dan jajaran serta Direktur RSUP Sanglah Denpasar. Kunjungan diawali dengan peninjauan lokasi penempatan alat di Skill Lab yakni di lantai 4, yang dilanjutkan dengan diskusi di Ruang Pertemuan dr. AA Made Djelantik FK Unud.

Rektor Unud saat memberikan laporan kepada Menkes.

Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU dalam kesempatan tersebut melaporkan keberadaan Tim Unud yang berkolaborasi dengan RSUP Sanglah berkaitan dengan hibah alat genome sequencing. Rektor memberikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas hibah alat ini yang diharapkan bermanfaat di bidang layanan serta berdampak positif bagi layanan masyarakat melalui RSUP Sanglah. Bagi Unud sendiri tentunya berdampak untuk meningkatkan jumlah publikasi dan karya ilmiah. Selama ini banyak peneliti yang harus mengolah data terutama yang berkaitan dengan genome sequencing dengan mengirim sampel ke luar negeri. Dengan keberadaan alat ini jadi memudahkan hal itu dan publikasi akademis bisa ditingkatkan.

‘’Sebelumnya kita sudah sempat menerima kunjungan dari Tim Kemenkes dan kita sudah siapkan SDM untuk mengawal hal ini. Alat-alat yang berkaitan juga sudah dikoordinasikan sehingga mendukung pengoperasiannya. Alat ini akan ditempatkan di Gedung Skill Lab, dimana dari segi lokasi ada di Unud namun akses sepenuhnya untuk rekan-rekan di RSUP Sanglah. Manakala alat ini sudah tiba, kami akan back up dengan daya dan perubahan lay out ruangan. Jika segala sesuatunya sudah lengkap akan langsung di instalasi. Genzet juga sudah disiapkan dan disertai training untuk SDM, dan apabila sudah siap semuanya bisa segera dilakukan uji coba, sehingga bisa dimanfaatkan seluas-luasnya,’’ ujar Rektor.

Baca Juga  Inginkan Pemimpin yang Terbaik, Anggota Koperasi Srinadi Bersama Siap Menangkan AMERTA

Melalui kesempatan tersebut Rektor juga mohon arahan dari Menteri terkait keberadaan alat dimaksud dan fokus awal berkaitan dengan medis dulu dan nanti akan dikembangkan ke biologi molekuler. Diharapkan ke depan dampaknya bagi kesehatan seluruh masyarakat di Indonesia.

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin.

Sementara Menkes RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pihaknya mengharapkan dukungan perguruan tinggi dalam hal ini Unud untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan. Dalam kesempatan tersebut Menkes juga menceritakan sekilas terkait kedatangan alat ini di Bali, yang berawal dari kunjungan ke Bali yang diterima Raja Ubud, dimana sejarah pariwisata di Bali berawal dari Ubud dan kini akan memulai industri kesehatan di Bali. Menkes juga menjelaskan sekilas mengenai genome sequencing dimana sudah dibeli 18 alat yang akan disebar ke seluruh Indonesia dan salah satunya Bali.

‘’Alat ini sangat seksi bagi seorang peneliti dan ini merupakan alat baru dan prioritas utama kesehatan seperti penanganan stroke, cancer, infeksius dan lainnya. Terdapat lima penelitian yang akan didorong, dimana jika di BRIN hasilnya berupa jurnal, sementara di Kemenkes berupa kebijakan dan layanan,’’ beber Menkes Gunadi Sadikin.

Menkes juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya akan memberikan alat saja namun reagennya juga akan dibiayai dan diharapkan fokus ke treatment baru bagi penyakit. Penelitian yang akan dilakukan fokusnya ke produk layanan. Kemenkes sudah membagi-bagi centernya dan penelitinya agar fokus ke bidang-bidangnya. Menkes juga ingin membangun ekosistem start up dengan membangun perusahaan berbasis bioteknologi, dimana akan dirombak sedikit mekanisme pembiayaannya dan tentunya hal ini butuh dukungan pimpinan universitas untuk membangun ekosistem penelitian lebih baik sehingga tidak sepenuhnya menggunakan anggaran negara. Menkes berharap dengan hal ini mudah-mudahan ada yang bisa membawa kita ke tataran yang berbeda kedepannya.

Baca Juga  Basarnas Bali Tinjau Pelabuhan Gilimanuk, Penyeberangan Terpantau Lancar
Menkes RI bersama Rektor Unud, Dekan FK Unud dan jajaran, Direktur RSUP Sanglah foto bersama usai pertemuan.

Dalam kunjungan ini Menkes juga melakukan diskusi dengan Tim SDM yang ditugaskan untuk mengawal Whole Genome Sequencing ini yang dipandu langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unud Dr. Komang Januartha Putra Pinatih terkait teknis ke depan setelah alat tiba. Diharapkan dengan alat ini peneliti di Indonesia tidak kalah dengan peneliti dari luar negeri. 

Whole genome sequencing adalah metode yang digunakan untuk mengurutkan genom yang berada di organisme, seperti bakteri, virus dan manusia. Genom adalah materi genetik yang tersusun dari DNA. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4425-Menteri-Kesehatan-RI-Kunjungi-Unud-Cek-Lokasi-Penempatan-Whole-Genome-Sequencing.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Dorong TPAKD Kabupaten/Kota Bekerja Keras Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Basarnas Bali Tinjau Pelabuhan Gilimanuk, Penyeberangan Terpantau Lancar

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Basarnas Bali Tinjau Pelabuhan Gilimanuk, Penyeberangan Terpantau Lancar

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca