Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

“Karya Padudusan Agung” Pura Samuantiga Bedulu, Mulai 1 April Tradisi “Ngambeng”

BALIILU Tayang

:

Para pengayah saat mempersiapkan sarana prasarana upakara. (Foto: Ist)

Gianyar, balilu.com Karya Padudusan Agung dan Ida Bhatara Tedun Kabeh, di Pura Kahyangan Jagat Samuantiga, di Desa Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, dilaksanakan Minggu, 17 April 2022.

Rangkaian upacara tahunan di Pura Samuantiga ini, akan diawali dengan nyambut karya. Serangkaian upacara nyambut karya, akan diawali dengan pecaruan yang dilaksanakan 1 April 2022.

Bendesa Pura Samuantiga, I Gusti Ngurah Made Serana, mengungkapkan hal itu, saat dijumpai di Pura Samuantiga, 31 Maret 2022.

Menurut Gusti Ngurah Made Serana, bersamaan dengan nyambut karya, juga sebagai pertanda mulai dilaksanakan tradisi Ngambeng. Tradisi ngambeng ini, bermakna untuk pemberitahuan kepada masyarakat, bahwa di Pura Samuantiga segera akan dilaksanakan piodalan ataupun karya agung.

Dalam tradisi ngambeng itu, biasanya lebih banyak melibatkan anak-anak dari usia sekolah dasar. Rombongan pengayah anak-anak ini, memasuki rumah warga. Setelah mengucapkan salam Om Swastyastu, anak-anak juga mengucapkan “Tyang ngambeng…”, biasanya pemilik rumah biasanya menghaturkan keperluan bahan upacara untuk dipersembahkan ke Pura Samuantiga, melalui pengayah ngambeng. Biasanya berupa beras, janur maupun bahan upacara lainnya secara tulus dan iklas, tanpa paksaan.

I Gusti Ngurah Made Serana

Selain kelompok anak-anak, tradisi ngambeng juga dilakukan kelompok yowana dari anggota sekaa teruna pengempon Pura Samuantiga. Ngambeng juga kerap dilakukan pengayah khusus Pura Samuantiga yang disebut Parekan bagi kaum laki-lakinya, pengayah Permas bagi pengayah wanita. Ngambeng oleh Parekan maupun Permas ini, biasanya lebih mengkhusus untuk mencari bahan upacara tertentu. Misalnya bunga merak untuk menghias dan bungkak atau kelapa muda.

Selain tradisi ngambeng, pada hari nyambut karya, warga juga mulai maturan pawilet. Maturan pawilet ini, biasanya berupa beras, telur, maupun materaial lain yang dapat menunjang pelaksanaan upacara. Berbeda dengan ngambeng yang dijemput pengayah ngambeng, dalam maturan pawilet justru dilakukan umat dari berbagai daerah, datang ke Pura Samuantiga, untuk menghaturkan berbagai bahan penunjang upacara. Warga yang maturan pewilet ini, lebih banyak dilakukan oleh warga pengempon Pura Samuantiga. Maupun warga pengempon Pura yang tinggal di luar daerah maupun uang sudah menikah ke luar lima desa adat pengempon.

Menurut Ida Bagus Parsa, Penglingsir Saba Pura Samuantiga, lima desa adat pengempon Pura Samuantiga itu, masing-masing Desa Adat Wanayu Mas, Desa Adat Taman, Desa Adat Bedulu, yang ada di Perbekelan Desa Bedulu Kecamatan Blahbatuh. Sedangkan dua desa adat lainnya, Desa Adat Tengkulak Kaja dan Desa Adat Tengkulak Tengah Perbekelan Desa Kemenuh Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Baca Juga  ‘’Bhakti Penganyar’’ di Pura Agung Jagatnatha, Topeng Kolosal Seniman Denpasar Bawakan Cerita Candra Bhairawa

Dijelaskan Ida Bagus Parsa, tradisi ngambeng dan maturan pawilet ini berlangsung sekitar sembilan hari. Tahun ini dilaksanakan mulai tanggal 1 – 9 April 2022. Selanjutnya, usai tradisi ngambeng dan maturan pawilet, dilakukan upacara pengrawuh. Hari ini, biasanya menjelang malam hari, ditandai dengan adanya sinar berbentuk bola api dari atas area Pura Samuantiga menuju manda suci Pura. Fenomena ini biasanya dilihat oleh Pemangku Pura dan beberapa orang yang ada di area suci Pura.

Dua hari setelah pengrawuh, dilakukan upacara Negtegan lan Munggahan Sinari, tepatnya 12 April 2022, Pukul 09.00 Wita. Keesokan harinya, 13 April 2022 dilaksanakan Mapekeling Karya lan Nyangling. Upacara Nyangling ini, merupakan tahapan untuk menyucikan secara simbolis, seluruh bahan upakara yang akan digunakan dalam Karya Padudusan Agung. Pada hari ini, juga dilakukan nunas tirta pakuluh atau air suci dari Puncak Gunung Agung di Karangasem.

Tiga hari menjelang puncak karya, digelar upacara Mapepada, Ngamedalan Ida Bhatara lanjut ngias pretima Ida Bhatara, serta memben banten. Keesokannya, 15 April 2022, dilaksanakan upacara Tawur Panca Sanak Agung.

Pengayah saat ngayah.

Pada Puncak Karya Padudusan Agung yang dilaksanakan, Minggu 17 April 2022, pada Pukul 09.00 Wita. Dalam prosesi Mukiang Karya ini juga dirangkai dengan upacara Mapeselang dan upacara Memasar. Setelah dilaksanakan puncak Karya Padudusan Agung, setiap harinya dilakukan upacara Nganyarin yang melibatkan seluruh desa adat, melalui masing masing Pemerintah Kabupaten dan Kota di Bali, upacara Nganyarin oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Tiga Hari setelah puncak Karya Padudusan Agung, 20 April, Ida Bhatara Ratu Manca dan Ida Bhatara Pura Penataran Sasih Pejeng budal menuju Pura Payogan masing masing. Ritual ini, diawali dengan tradisi Masiat Sampian yang diikuti lebih dari 400 pengayah Parekan dan puluhan Permas. Parekan adalah pengayah khusus dari kelompok pria, sedangkan Permas adalah pengayah dari kalangan perempuan.

Baca Juga  Hadiri Karya di Pura Watu Macepak Bangli, Wagub Giri Prasta Ingatkan Krama Jaga dan Lestarikan Adat, Seni, Tradisi dan Budaya

Serangkaian Karya Padudusan Agung ini, juga dilaksanakan piodalan di Pura Dalem Puri yang ada di sisi timur Pura Kahyangan Jagat Samuantiga. Selain Pura Dalem Puri, di area Pura Samuantiga juga terdapat Pura Pelinggih Sedaan Atma, Pura Geduh, Pura Titi Gonggang.

Selanjutnya Pemelastian akan dilaksanakan pada hari kesebelas, tanggal 28 April 2022, mulai Pukul 05.00 sampai selesai. Tradisi ini dilakukan dengan berjalan kaki, yang melibatkan ribuan orang pengiring menuju Pantai Masceti di Desa Medahan, Blahbatuh.

Sebagai akhir dari rangkaian Karya Padudusan Agung, dilaksanakan Ida Bhatara Masineb tanggal 29 April 2022. Dan keesokan harinya, dilangsungkan tradisi Mejaga-jaga yang dirangkai Mecaru Eka Sata dan Panca Sata. Mecaru ini kemudian disusul sengan ritual Penyepian Pura. Seperti hari raya Nyepi pada Tilem Kesanga, Penyepian Pura dilakukan dengan menjalankan catur berata penyepian, dan menutup area suci Pura Samuantiga, selama sehari penuh, selama 24 jam.

Dengan ritual penyepian ini, maka usai sudah rangkaian Karya Padudusan Agung Pura Samuantiga di Desa Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Dukung Pelestarian Adat, Wabup Bagus Alit Sucipta Apresiasi Semangat Gotong-royong Krama Puri Punggul

Published

on

By

wabup Alit Sucipta
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta, menghadiri “Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih” di Merajan Kemimitan Puri Punggul dan Pura Batur, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (28/4). (gs/bi)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menghadiri rangkaian upacara (Karya) Padudusan Alit, Mamungkah, Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, hingga Mupuk Pedagingan di Merajan Kemimitan Puri Punggul dan Pura Batur, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (28/4).

Kehadiran Wabup Bagus Alit Sucipta disambut hangat oleh Penglingsir Puri Punggul, Puri Taman, Puri Gerana, dan Puri Selat. Turut mendampingi, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Perbekel Desa Punggul I Kadek Sukarma, Bendesa Adat Punggul I Gst Ngr Wedastra, Tokoh Masyarakat I Wayan Muntra, serta krama pengempon.

Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, Wabup menyerahkan bantuan Dana Aci sebesar Rp 150 juta. Dukungan juga mengalir dari Anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp 10 juta dan I Wayan Muntra sebesar Rp 5 juta.

Dalam sembrama wecana-nya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan rasa angayu bagia dapat hadir dan bersembahyang bersama masyarakat (ngrastiti bhakti) guna mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi semua.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada krama pengempon atas semangat gotong-royong yang luar biasa. Dengan ketulusan dan kebersamaan dalam ngayah, kami meyakini Ida Bhatara akan memberikan anugerah kesehatan dan kesejahteraan bagi kita semua,” ujarnya

Sementara itu, Manggala Karya I Gusti Lanang Oka mengungkapkan bahwa puncak upacara ini merupakan tindak lanjut setelah rampungnya renovasi pelinggih yang sebelumnya dibantu oleh hibah Pemkab Badung senilai Rp 2 miliar.

“Kami mewakili 375 KK pengempon mengucapkan terima kasih mendalam atas kehadiran Bapak Wakil Bupati serta dukungan dana yang diberikan. Upacara ini terlaksana berkat swadaya murni masyarakat sebesar Rp 250 ribu per KK, punia pasemetonan, serta bantuan penuh dari Pemerintah Kabupaten Badung,” jelasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Padudusan Pengeratep” di Banjar Bukit Buwung Kesiman

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Penyineban IBTK 2026 di Pura Agung Besakih Resmi Ditutup, Gubernur Bali Turut “Ngayah Megambel”

Published

on

By

ibtk 2026
PENYINEBAN: Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com  — Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). Prosesi sakral yang berlangsung khidmat ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Tak hanya hadir secara seremonial, Gubernur Koster juga menunjukkan keterlibatan langsung dalam tradisi dengan “megambel” atau memainkan gamelan gangsa bersama para pemedek.

Aksi ngayah tersebut berlangsung di sela-sela prosesi penyineban dan menjadi perhatian umat yang hadir.

Momen langka itu pun banyak diabadikan warga sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.

Selain itu, kehadiran Gubernur juga disambut antusias. Di sela prosesi, ia tampak dikerumuni pemedek yang ingin berfoto bersama. Dengan ramah, Gubernur melayani permintaan tersebut tanpa meninggalkan kekhidmatan jalannya upacara.

Upacara penyineban diawali dengan pelaksanaan bhakti penganyar terakhir pada pagi hari, dilanjutkan prosesi utama pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA. Ritual ini ditandai dengan doa bersama, diikuti rangkaian prosesi seperti Nuwek Bagia Pula Kerthi, nedungan Ida Bhatara, katuran tetingkeb ring ambal-ambal, hingga mundur mawali ke pesineban.

Umat juga melaksanakan persembahyangan (muspa) kepada Ida Bhatara Lingsir serta ritual ngeseng dan mendem Bagia Pulekerthi.

Ketua Panitia IBTK Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha, menjelaskan bahwa penyineban merupakan simbol berakhirnya masa nyejer, yakni periode Ida Bhatara berstana di Pura Penataran Agung sejak puncak karya pada 2 April 2026.

“Setelah doa bersama, seluruh pralingga Ida Bhatara kembali ke pelinggih masing-masing, menandai berakhirnya rangkaian karya,” ujarnya.

Ia menambahkan, prosesi penyineban dipuput oleh enam sulinggih yang memimpin di sejumlah lokasi utama.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri “Abulan Pitung Dina Karya Padudusan” di Pemerajan Agung Sakti Padangsambian

Di Bale Gajah, upacara dipimpin oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa dari Griya Kedhatuwan Kawista Blatungan bersama Ida Dalem Semara Putra dari Puri Semara Pura. Sementara di Tapini, dipuput oleh Ida P Istri I Wayah Jelantik Dwaja dari Griya Budakeling Karangasem bersama Ida P Istri Karang.

Untuk tahapan Pengrajeg Karya dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Kemenuh dari Griya Batan Manggis Singarata, sedangkan Pengemit Karya dipimpin oleh Ida Rsi Wayabya Sogata Suprabhu Karang dari Griya Buduk Badung. Adapun pada saat pelaksanaan bhakti penganyar, upacara dipimpin oleh Ida Pandita Empu Maha Yoga dari Griya Angsoka Bebanda.

Selain dihadiri Gubernur dan Sekda Provinsi Bali, prosesi ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali periode 2018–2024 Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Bimbingan Komunitas Hindu, jajaran Kepolisian Daerah Bali, Komando Militer Resor 163/Wira Satya, Parisada Hindu Dharma Indonesia, serta Majelis Adat Desa Provinsi Bali.

Selain prosesi keagamaan, panitia juga menyampaikan laporan keuangan pelaksanaan karya. Selama 21 hari kegiatan, total dana yang terkumpul mencapai Rp 8.965.742.204, dengan pengeluaran sebesar Rp 6.477.534.000, sehingga tercatat saldo akhir sebesar Rp 2.488.208.204.

Jro Widiartha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya karya, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga keagamaan, hingga umat Hindu yang turut ngayah dengan tulus.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan, untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya. Namun berkat dukungan semua pihak, karya ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan secara sekala dan niskala,” ungkapnya.

Sebagai penutup keseluruhan rangkaian IBTK 2026, upacara Mejauman dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026, yang menjadi simbol berakhirnya seluruh prosesi karya secara menyeluruh. (gs/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara “Penyineban Karya Pedudusan Agung” Puri Agung Jero Kuta

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon

Published

on

By

wawali arya wibawa
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyerahkan dana bantuan saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, bertepatan dengan rahina Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, bertepatan dengan rahina Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4).

Pada kesempatan itu, Wawali Kota Arya Wibawa juga turut menyerahkan secara simbolis bantuan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar sebesar Rp 200 juta untuk pelaksanaan karya tersebut.

Wawali Kota Arya Wibawa menyampaikan apresiasinya atas semangat gotong-royong dan kebersamaan warga dalam menyukseskan pelaksanaan karya. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat nilai-nilai srada dan bhakti umat Hindu di Kota Denpasar.

“Upacara ini merupakan wujud bakti dan keimanan umat dalam menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan harapan supaya renovasi merajan yang telah rampung dapat terus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Ia menilai keberadaan tempat suci sangat penting sebagai pusat kegiatan keagamaan dan budaya.

“Semoga keberadaan merajan ini memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi pangempon, serta masyarakat sekitar,” harap Arya Wibawa.

Sementara ketua panitia, Putu Wira Yudha Segara menjelaskan, rangkaian upacara telah dimulai sejak 8 April lalu. Puncak karya dilaksanakan hari ini, setelah rampungnya renovasi merajan.

“Kami bersyukur bisa menyelesaikan renovasi merajan ini secara gotong-royong. Terima kasih kepada Bapak Wakil Walikota atas kehadiran dan dukungannya kepada pangempon,” katanya.

Upacara ini menjadi simbol semangat pelestarian adat dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Melalui pelaksanaan karya ini, para pangempon diharapkan terus menjalankan swadharma untuk kepentingan umat dan generasi mendatang. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Padudusan Pengeratep” di Banjar Bukit Buwung Kesiman
Lanjutkan Membaca