Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Suastini Koster Ajak Semua Pihak Pahami Faktor Terjadinya Kekerasan dalam Rumah Tangga

BALIILU Tayang

:

Ny.Putri Suastini Koster
Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. (Foto : Ist)

Denpasar, balii.com  – Melahirkan generasi yang cerdas dan berkualitas sekaligus tumbuh tanpa rasa takut atau trauma adalah tujuan dari sebuah pernikahan. Namun tidak semudah membalikkan telapak tangan, perjalanan pernikahan penuh dengan perjuangan, lika-liku dan ujian, sehingga membutuhkan karakter dengan cara berpikir yang dewasa dan komunikasi yang baik antara suami dan istri.

“Dalam pernikahan tidak menutup kemungkinan akan ada gangguan dari pihak ketiga baik itu keluarga si perempuan atau keluarga si laki-laki bahkan pihak ketiga yang memang berasal dari luar lingkungan keluarga. Hal inilah mengharuskan setiap pasangan harus kuat dan tidak mudah goyah atau terprovokasi oleh orang lain, agar sebuah pernikahan mampu bertahan sampai akhir, dan anak-anak yang dilahirkan juga mampu tumbuh dengan sehat, cerdas, dan bebas dari trauma,” ungkap Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat membuka webinar series dengan tema “Memahami Kekerasan Dalam rumah Tangga,” di Gedung Jaya Sabha-Denpasar, Kamis (12/5).

Ditambahkan oleh Ny. Putri Koster untuk membangun keluarga yang sejahtera, aman, dan penuh kedamaian maka perlu kesadaran bagi kedua belah pihak (suami – istri) bahkan seluruh anggota keluarga yang ada di rumah untuk dapat saling menghargai, saling memahami, menumbuhkan rasa kepedulian, dan gotong royong bahkan tidak saling mencampuri urusan orang lain agar tidak menjadi momok berkepanjangan dalam rumah tangga, sehingga membahayakan tali pernikahan ke depannya.

“Selain itu penting bagi pasangan suami-istri untuk memahami sumber yang menyebabkan terjadinya sebuah kekerasan dalam rumah tangga, sehingga dapat dicarikan solusi dan pola untuk menghindari terjadinya kekerasan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Tekankan Pendidikan dan Kesadaran Kolektif dalam Penanganan Sampah Bali
Psikiater dan pemerhati kesehatan Prof. L.K Suryani. (Foto : Ist)

Untuk mendalami pola untuk memahami kekerasan dalam rumah tangga, webinar yang diselenggarakan secara berkelanjutan setiap satu bulan sekali ini, menghadirkan Prof. Luh Ketut Suryani.

Psikiater dan pemerhati kesehatan Prof. L.K Suryani mengatakan, untuk menghindari terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, pasangan muda yang ingin melangsungkan pernikahan sebaiknya memahami terlebih dahulu tentang bagaimana dan waktu kapan hubungan seksual antara pria dan wanita itu boleh dilakukan. Karena sebagian besar wanita yang menyerahkan kehormatannya sebelum menikah akan mengalami kesulitan saat harus memilih untuk terpaksa menikah karena hamil duluan, bahkan kesulitan mereka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga suaminya serta merta akan menjadi sulit, bahkan akan sering mengalami emosi karena perbedaan karakter keluarga.

Selain itu, perlu dipahami oleh pasangan muda untuk memilih menikah setelah sama-sama melepaskan rasa trauma dengan masa silam yang pernah dialami saat kecil (jika ada), sehingga tidak akan menjadi patokan yang menyiksa pikiran dan mentalnya yang memiliki peluang akan melakukan hal serupa (perbuatan buruk) terhadap anak-anaknya kelak.

Untuk mengurangi potensi kekerasan dalam rumah tangga, perlu kita pahami semua bahwa hidup dalam pernikahan itu adalah sebuah tantangan dan perjuangan yang penuh dengan ujian dan mau tidak mau harus di hadapi.

Untuk meminimalkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, L.K Suryani berharap Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali yang menggandeng PAKIS seluruh Bali untuk menyosialisasikan bahaya rasa trauma pada anak-anak yang akan diingatnya sampai pada usia yang kitapun tidak tahu sampai kapan, sehingga penting bagi PAKIS untuk memasukkan program sosialisasi pentingnya memahami kekerasan dalam rumah tangga ke tengah masyarakat luas, yang menyasar pasangan muda. (gs/bi)

Baca Juga  Buka Pameran Seni Rupa “Tutur Ayu”, Ibu Putri Koster Tegaskan Bali Harus Tetap Berakar pada Budaya

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Transaksi UMKM Tembus Rp 1,445 Miliar, Wagub Giri Prasta Tutup Karangasem Festival 2026

Published

on

By

karangasem festival
TUTUP FESTIVAL: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menutup secara resmi Karangasem Festival 2026 serangkaian peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura, Senin (22/6) malam. (Foto: bi)

Karangasem, baliilu.com – Karangasem Festival 2026 mencatat capaian ekonomi yang menggembirakan. Selama empat hari pelaksanaan, transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp 1,445 miliar. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menutup secara resmi Karangasem Festival 2026 serangkaian peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura, Senin (22/6) malam.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta mengapresiasi penyelenggaraan festival yang tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Kami mendapat laporan dari Bapak Bupati bahwa selama empat hari pelaksanaan festival telah terjadi transaksi lebih dari Rp1 miliar. Ini menunjukkan kegiatan budaya mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya UMKM di Karangasem,” ujarnya.

Giri Prasta juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah menghadirkan berbagai kegiatan kreatif, lomba-lomba, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam perayaan tersebut.

Menurutnya, Karangasem merupakan contoh daerah yang mampu menjaga keharmonisan antarumat beragama dengan sangat baik. Ia menilai kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem telah menerapkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Semua insan memiliki kedudukan yang sama. Ini yang saya lihat dan telah diterapkan dengan baik di Kabupaten Karangasem,” katanya.

Giri Prasta juga memberikan penghargaan kepada para seniman Karangasem yang terus menjaga dan mewariskan budaya kepada generasi penerus. Menurutnya, Karangasem telah menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu representasi kuat dari semangat dan identitas Bali.

The Spirit of Bali itu ada di Karangasem. Karangasem mampu menunjukkan jati dirinya sebagai kekuatan budaya Bali,” ungkapnya.

Baca Juga  Omzet Capai 2,719 Miliar, Ny. Putri Koster Tutup Pameran IKM Bali Bangkit Tahap VI 2022

Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 dan Karangasem Festival 2026.

Terkait pembangunan daerah, Giri Prasta menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk menerapkan konsep One Island, One Management, One Command dalam membangun Bali secara terpadu, termasuk Kabupaten Karangasem.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya tutup secara resmi Karangasem Festival 2026 serangkaian Hari Jadi Kota Amlapura ke-386,” tutupnya.

Sementara itu, dalam laporannya, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, didampingi Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, menyampaikan bahwa masyarakat telah menyaksikan berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari Karangasem Festival 2026 selama beberapa hari terakhir.

Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ajang hiburan dan perayaan. Festival ini juga menjadi ruang ekspresi kreativitas, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, promosi pariwisata, serta sarana mempererat persatuan dan kebersamaan.

Salah satu indikator keberhasilan Karangasem Festival tahun ini, lanjut Gus Par, adalah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan laporan panitia, selama pelaksanaan festival pada 19–22 Juni 2026, sebanyak 32 pelaku UMKM berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 358 juta. Sementara itu, 85 pelaku usaha kuliner mencatat transaksi mencapai Rp 1,087 miliar.

“Dengan demikian, total perputaran ekonomi yang terjadi selama empat hari pelaksanaan Karangasem Festival 2026 mencapai Rp 1,445 miliar,” ungkapnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa festival tidak hanya menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Karangasem akan terus mendorong agar setiap kegiatan budaya dan pariwisata tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan UMKM, ekonomi kreatif, serta pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Di Masa Pandemi, IKM/UMKM bagai Pelita yang Menyala di Tengah Kegelapan

Gus Par juga menyinggung tema Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, yakni “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa”. Tema tersebut, menurutnya, merupakan refleksi perjalanan panjang masyarakat Karangasem dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Kita menyadari bahwa tantangan pembangunan tidaklah mudah. Namun, dengan semangat gotong-royong, kerja keras, inovasi, dan kebersamaan, berbagai tantangan tersebut dapat kita hadapi dan ubah menjadi peluang untuk kemajuan daerah,” tegasnya.

Pada usia ke-386 tahun, Kota Amlapura telah tumbuh menjadi pusat pemerintahan, budaya, pendidikan, dan ekonomi yang terus berkembang. Sejarah panjang tersebut menjadi modal besar bagi masyarakat Karangasem untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Pada kesempatan itu, Gus Par juga menegaskan bahwa persoalan fasilitas air bersih dan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi tantangan di Karangasem akan terus diupayakan hingga tuntas.

“Meski berat, harus bisa,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan sebagaimana tema tahun ini. Menurutnya, tidak ada tantangan yang tidak dapat dihadapi apabila seluruh pihak bergandengan tangan dan berkolaborasi demi mewujudkan visi pembangunan Karangasem yang AGUNG, yakni Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Lohjinawi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bina Posyandu Angkatan Ke-7, Pemprov Bali Perkuat Kapasitas Tim Pembina dan Pengurus Posyandu Klungkung

Published

on

By

bina posyandu
BINA POSYANDU: Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali mengadakan kegiatan Bina Posyandu Angkatan Ke-7 yang diikuti oleh Tim Pembina dan Pengurus Posyandu Kabupaten/ Kecamatan/ Kelurahan dan Desa se-Kabupaten Klungkung pada Senin (22/6), bertempat di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali mengadakan kegiatan Bina Posyandu Angkatan Ke-7 yang diikuti oleh Tim Pembina dan Pengurus Posyandu Kabupaten/ Kecamatan/ Kelurahan dan Desa se-Kabupaten Klungkung pada Senin (22/6), bertempat di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali.

“Kegiatan Bina Posyandu Angkatan Ke-7 ini berlangsung selama tiga hari, mulai 22–24 Juni 2026, dan diikuti oleh 96 peserta,” jelas Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan Bina Posyandu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan kader posyandu serta mensosialisasikan transformasi Posyandu menjadi layanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Perlu ada penyamaan persepsi dari seluruh jajaran Tim Pembina Posyandu mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi Dewata menyampaikan bahwa Bina Posyandu Angkatan Ke-7 juga diikuti oleh Ketua dan Sekretaris TP Posyandu Kabupaten Klungkung yang dijabat oleh istri Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, serta seluruh Tim Pembina dan Pengurus Posyandu lainnya dari tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan, hingga desa di Kabupaten Klungkung.

Kegiatan Bina Posyandu menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kapasitas Tim Pembina Posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan agar mampu menjalankan fungsi pembinaan secara optimal.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menyampaikan bahwa Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi dikembangkan menjadi pusat pelayanan dasar terpadu yang mencakup berbagai sektor pelayanan masyarakat.

“Transformasi ini menjadikan Posyandu sebagai wadah integrasi program pemerintah di tingkat desa/kelurahan sehingga berbagai layanan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terkoordinatif, dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Tekankan Pendidikan dan Kesadaran Kolektif dalam Penanganan Sampah Bali

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup transformasi Posyandu pada enam bidang SPM berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, isu strategis dan kebijakan implementasi Posyandu, materi bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, hingga penyusunan rencana kerja tindak lanjut. Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber dari perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Selamat untuk I Made Dwi Sathya Kurniawan, Putra Badung yang Terpilih Sebagai Paskibraka Pusat 2026

Published

on

By

Dwi Sathya Kurniawan
I Made Dwi Sathya Kurniawan, siswa SMAN 1 Kuta Utara, berhasil terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Kabar membanggakan datang dari generasi muda Kabupaten Badung. I Made Dwi Sathya Kurniawan, siswa SMAN 1 Kuta Utara, berhasil terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026 setelah melalui rangkaian seleksi berjenjang yang ketat hingga tingkat nasional.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelajar Badung memiliki kualitas, disiplin, dan daya saing yang mampu bersaing dengan peserta terbaik dari seluruh Indonesia.

Pada seleksi tingkat nasional, Kabupaten Badung mengirimkan dua wakil terbaik, yaitu I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMAN 1 Kuta Utara dan Vadeline Angelia dari JB School Badung.

Dari proses seleksi tersebut, I Made Dwi Sathya Kurniawan berhasil meraih hasil terbaik dan ditetapkan sebagai anggota Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026. Sementara itu, Vadeline Angelia juga menunjukkan prestasi yang membanggakan dengan mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Kepala Bakesbangpol Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan wujud pelaksanaan arahan Bupati dan Wakil Bupati Badung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Capaian tersebut juga tidak lepas dari sinergi yang baik antara berbagai pihak di Kabupaten Badung, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, pelatih, hingga seluruh tim pembina yang terlibat dalam proses seleksi dan pembinaan calon Paskibraka.

“Tahun ini menjadi momen yang membanggakan karena untuk pertama kalinya salah satu wakil Badung berhasil lolos sebagai Paskibraka tingkat nasional. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Mulai dari pemilihan pelatih terbaik, pola pembinaan yang terarah, hingga dukungan sekolah dalam mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengikuti seleksi.,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Lebih lanjut, Mas Arimbawa menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Badung serta penerapan metode pelatihan yang tepat dan sesuai dengan perkembangan aturan terbaru dalam baris-berbaris.

Baca Juga  Kuta Utara dan Mengwi Dukung Langkah Duta PSBS PADAS Percepat Pengelolaan Sampah di Badung

Selain kemampuan teknis, aspek karakter juga menjadi perhatian utama dalam proses pembinaan. Para peserta dinilai tidak hanya dari kemampuan fisik, tetapi juga dari sikap, etika, kemampuan bekerja sama, serta pemahaman terhadap nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan.

“Peserta yang terpilih memiliki kualitas akademik dan nonakademik yang baik, didukung sikap, akhlak, dan kedisiplinan yang kuat. Mereka memahami pentingnya nasionalisme, kerja sama tim, serta menghormati aturan yang berlaku selama proses pembinaan,” jelasnya.

Ia menegaskan, prestasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan sesaat. Ke depan, Bakesbangpol Badung akan terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem pembinaan agar capaian serupa dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Proses seleksi akan terus diperketat sejak tingkat sekolah dengan pendampingan yang lebih optimal, penerapan standar yang konsisten, serta berpedoman pada kriteria yang telah ditetapkan.

“Keberhasilan tahun ini harus menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan pada tahun-tahun mendatang. Target kami tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga berupaya meningkatkan jumlah wakil Badung yang lolos ke tingkat pusat,” katanya.

Terkait dukungan kepada I Made Dwi Sathya Kurniawan selama menjalani pendidikan dan pelatihan sebagai anggota Paskibraka Tingkat Pusat, Bakesbangpol Badung memastikan akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara intensif.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan orang tua maupun pihak terkait di tingkat pusat guna memastikan peserta dapat menjalankan seluruh tahapan pendidikan dan tugas kenegaraan dengan baik.

“Kami akan terus memantau perkembangan peserta dan menjalin koordinasi dengan berbagai pihak agar yang bersangkutan dapat menjalankan tugasnya secara optimal sebagai wakil Kabupaten Badung di tingkat nasional,” pungkasnya.

Ia menerangkan bahwa proses seleksi calon Paskibraka dilakukan secara menyeluruh, mulai dari seleksi di tingkat sekolah hingga kabupaten. Penilaian tidak hanya mencakup aspek kesehatan dan kemampuan fisik, tetapi juga wawasan kebangsaan, etika, sikap, kesehatan mental, serta penelusuran rekam jejak peserta, termasuk aktivitas digital dan lingkungan pergaulan.

Baca Juga  Buka Bina Posyandu Angkatan Ke-2, Putri Koster Dorong Pembinaan Kader hingga Desa untuk Percepat Posyandu 6 SPM

“Di tengah perkembangan media sosial yang begitu pesat, rekam jejak digital menjadi salah satu aspek penting yang turut diperhatikan dalam proses seleksi,” imbuhnya.

Setelah terpilih di tingkat kabupaten, para calon Paskibraka menjalani pembinaan intensif yang mencakup pengajaran, pelatihan, pengasuhan, serta pemantauan secara berkelanjutan oleh pelatih dan tim Bakesbangpol yang membidangi pembinaan ideologi.

“Para peserta merupakan generasi unggul yang harus terus dibina agar semakin berkembang. Karena itu, dukungan orang tua sangat penting agar proses pembinaan berjalan optimal dan mampu menghasilkan prestasi terbaik,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca