Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Hadiri ‘’Karya Agung Ngenteg Linggih’’, Bupati Sanjaya Minta Masyarakat Tetap Kompak dalam Membangun

BALIILU Tayang

:

bongan pala
Bupati Tabanan Komang Sanjaya melakukan persembahyangan saat menghadiri Karya Agung Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Memungkah, Mupuk Pedagingan, Tawur, Padudusan Madya, Ngelemiji Aya, Menawa Ratna Madya ring Pura Prajapati, Taman Beji lan Padmasana Bale Banjar Adat Bongan Pala. (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Bersatunya masyarakat, bersama-sama mendukung dan mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, melalui beragam pembangunan dan kegiatan baik secara sekala dan niskala, mendapat apresiasi langsung dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M. Kehadiran jajaran Pemkab di tengah-tengah pembangunan tersebut telah menjadi komitmen yang akan terus dipertahankan. 

Dengan menghadiri Uleman Karya Agung Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Memungkah, Mupuk Pedagingan, Tawur, Padudusan Madya, Ngelemiji Aya, Menawa Ratna Madya ring Pura Prajapati, Taman Beji lan Padmasana Bale Banjar Adat Bongan Pala, Minggu (5/6), Bupati Tabanan berharap masyarakat bisa terus solid dalam melaksanakan pembangunan. 

Bertempat di Wantilan Pura Prajapati, Banjar Adat Panca Yadnya, Banjar Bongan Pala Tabanan, uleman ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Drs. I Made Urip M.Si., Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga beserta anggota, Sekda Tabanan, para OPD terkait dan juga unsur Muspika. 

Antusiasme masyarakat Bongan Pala dalam menyambut kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan sudah nampak sejak pagi dimulainya kegiatan. Seni gamelan dan tarian nampak riuh mengiringi kedatangan Bupati Sanjaya, sebelum dimulainya persembahyangan bersama. Rentetan acara uleman, diagendakan berlangsung sejak hari ini, Minggu (5/6), hingga puncak acaranya pada Kamis (9/6) tepatnya saat Hari Raya Manis Galungan. Dengan total anggaran perbaikan Beji dan Padmasana sejumlah Rp 265 juta, hasil dari punia bersama warga Bongan Pala. 

Karya Agung ini tentunya mendapat apresiasi yang mengalir deras dari Bupati Sanjaya. Pihaknya menekankan, kekompakan masyarakat dalam membangun karya mulai dari konsep perencanaan sampai dengan pelaksanaan sudah dilakukan dengan matang. Terbukti dari kompaknya krama melakukan giat sejak penyambutan sampai upacara, sarana upacara, tata-titi dan susila sudah dikerjakan dengan sangat baik. 

Baca Juga  Bupati Sanjaya Buka Festival Layang-layang II Desa Pangkung Karung

“Selaku pemerintah, saya sangat memberikan apresiasi kepada semeton di sini, karena baik di pemerintah maupun masyarakat semua pasti memiliki tujuan yang sama, ngrastiti bhakti, apalagi kita sadari bersama, semenjak terjadinya pandemi Covid, banyak sektor yang mengalami degradasi, kemacetan di sektor ekonomi, kesehatan dan sektor manapun, namun perlahan kita mulai bangkit dan terus membangun,” ujar Sanjaya. 

Sanjaya juga mengatakan, apa yang dilakukan semeton Bongan Pala, sudah termasuk bagian dari Visi Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dalam membangun keharmonisan dan keseimbangan jagat, baik secara sekala dan niskala. “Sudah masuk ke dalam bagian Nangun Sat Kerthi, begitu juga di dalam pelestarian adat, agama dan budaya. Saya harapkan masyarakat di sini sudah membangun karya dengan konsep gotong-royong, karena jika semua sudah bersatu, apapun bisa dilakukan, apalagi yadnya ini ditujukan untuk keharmonisan alam jagat kita,” tambahnya. 

Kekompakan ditunjukan dengan animo masyrakat yang hadir kala itu, sebagaimana disampaikan I Nyoman Sudiasa selaku Ketua Panitia, Punia yang digelontorkan masyarakat, bahkan telah melebihi biaya perbaikan.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada Pemkab Tabanan, terutama Bupati Tabanan, yang telah bersedia hadir menyaksikan karya Banjar Bongan Pala. Kami mohon doa restu, agar karya dapat berjalan dengan lancar, hingga puncak acara nanti,” ungkapnya. Acara berlanjut dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Tabanan, sebagai simbol resmi dikukuhkannya Taman Beji, Padmasana dan Balai Banjar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Badung “Nodya Karya Maligia Punggel“ di Griya Agung Banjar Aseman

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri “Karya Maligia Punggel” yang dirangkaikan dengan “nyekah” massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meringankan beban masyarakat kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4).

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat guna memastikan pelaksanaannya berjalan lancar. Bupati juga menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kelancaran pelaksanaan karya. Ia berharap seluruh rangkaian yadnya dapat berjalan dengan lancar hingga mencapai sida purna.

“Pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pelestarian adat dan budaya. Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu meringankan beban sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara tepat sasaran serta diawasi bersama. “Pelaksanaan nyekah massal ini tidak hanya memberikan keringanan biaya bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas dan gotong-royong, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali, tiyang selaku murdaning jagat Badung akan terus mendukung kegiatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan yang berpihak pada masyarakat dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya sembari mengajak dan mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Kegiatan yang dipusatkan di Bale Peyadnyan Tegal Suci ini berlangsung secara bertahap sejak 3 Maret 2026, diawali dengan matur piuning, hingga mencapai puncak karya pada 16 April 2026, dan ditutup pada 17 April 2026 dengan rangkaian pralina puja, nganyut, sangkud, serta nilapati. Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gotong-royong dengan melibatkan sekitar 63 pengiring serta dukungan swadaya krama.

Baca Juga  Wujudkan Harmonisasi, Bupati Sanjaya Berbagi Kasih di Gereja Immanuel Tabanan

Sementara itu, Perbekel Abiansemal sekaligus panitia, Ida Bagus Bisma Wiratma, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah serta kekompakan krama Banjar Aseman. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan biaya upacara mencapai ratusan juta rupiah, sehingga pelaksanaan secara massal menjadi solusi yang efektif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan seluruh pihak. Bantuan ini sangat membantu krama sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ungkapnya.

Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Kadisdukcapil I Nyoman Rudiarta, Sekcam Abiansemal beserta Tripika Abiansemal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri “Karya Atma Wedana” dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa, menghadiri “Karya Atma Wedana“ dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri Parikrama Tigang Sasih dan Mapetik Mejaya-jaya serangkaian Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan. Kegiatan tersebut berlangsung di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4), dan dipuput oleh Ida Pedanda Istri Griya Buduk.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya yadnya suci tersebut serta mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi dukungan pendanaan dari Desa Dinas, Desa Adat, serta LPD Desa Adat Padonan.

“Sebagai pratisentana, kita memiliki kewajiban melaksanakan yadnya sebagai wujud bakti kepada leluhur. Saya berharap Desa Adat Padonan dapat terus mandiri dan mampu menjaga tradisi di tengah perkembangan pariwisata,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh krama desa untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta mengelola sampah dengan baik melalui pemilahan sejak dari rumah tangga. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mengurai kemacetan dengan membangun ruas-ruas jalan baru di lokasi strategis guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Sementara itu, Bendesa Adat Padonan, I Made Sutarma, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta undangan lainnya. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah diawali dengan upacara Ngerit (Ngelungah) pada 31 Maret 2026.

Karya Atma Wedana ini merupakan program Desa Adat Padonan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, yang bertujuan menjaga tradisi leluhur, sima dresta, serta memperkuat kebersamaan dan semangat gotong-royong. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meringankan beban krama desa dalam melaksanakan upacara adat dan Manusa Yadnya.

Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun 2022. Meski sesuai jadwal berikutnya akan digelar pada 2027, namun dimajukan ke tahun 2026 karena adanya rencana pembangunan karya di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Padonan.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Motivasi Penari dan Penabuh Tari Jayaning Singasana AUM Saat Latihan

Adapun pendanaan kegiatan bersumber dari Rp 900 juta dana Desa Dinas, Rp 200 juta dari Desa Adat, serta sisa hasil usaha LPD Desa Adat Padonan. Dengan dukungan tersebut, pelaksanaan karya tahun ini tidak membebankan biaya kepada krama desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain anggota DPRD Badung Wayan Sandra, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana, Majelis Madya dan Majelis Alit Kuta Utara, Perbekel Tibubeneng, serta krama Desa Adat Padonan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Banjar Karangenjung Bhakti Sembung

Published

on

By

bupati adi arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Padudusan Alit, Wraspati Kalpa di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4).

Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut disambut hangat oleh Perbekel Desa Sembung I Ketut Sukerta, Bendesa Adat Sembung, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong masyarakat Banjar Karangenjung Bhakti. Menurutnya, kekompakan warga dalam ngayah merupakan cerminan nilai luhur yang harus diwariskan ke generasi penerus.

“Pelaksanaan yadnya ini bukan hanya wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sarana memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa mendukung upaya warga dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Semoga upacara ini berjalan lancar, labda karya, sida sidaning don,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Selain aspek spiritual, Bupati juga menyelipkan pesan penting terkait isu lingkungan. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah, dimulai dengan memilah dari tingkat rumah tangga. Hal ini selaras dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Badung yang saat ini tengah fokus menangani masalah sampah, kemacetan, dan banjir.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya, I Gusti Made Oka, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara besar ini telah dimulai sejak 26 Maret 2026 yang diawali dengan prosesi nancep surya.

“Rangkaian berlanjut pada 4 April dengan upacara Mecaru Panca dan Rsi Gana. Kemudian pada 7 April dilaksanakan Melasti ke Segara Batu Bolong, dan puncak karya jatuh pada 8 April lalu. 11 April, merupakan prosesi Nyegara Gunung ke Pura Ulun Danu Beratan, yang kemudian dilanjutkan dengan mekebat daun, mendem bagia, nyenuk hingga prosesi nyineb sebagai penutup seluruh rangkaian karya,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Buka Festival Layang-layang II Desa Pangkung Karung

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca