Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sekda Adi Arnawa Hadiri Penutupan Ngerobok dan UMKM Kuliner

Ajak Sekaa Teruna Junjung Tinggi Kreativitas, Seni dan Budaya Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

penutupan ngerobok
Sekda Adi Arnawa menutup menghadiri penutupan acara Ngerobok yang diselenggarakan oleh para Yowana se-Desa Adat Kerobokan Kecamatan Kuta Utara yang dilaksanakan di Jaba Sisi Pura Masceti Ulun Tanjung Petitenget, Minggu (19/6). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung (Sekda) I Wayan Adi Arnawa menghadiri penutupan acara Ngerobok yang diselenggarakan oleh para Yowana se-Desa Adat Kerobokan Kecamatan Kuta Utara yang dilaksanakan di Jaba Sisi Pura Masceti Ulun Tanjung Petitenget, Minggu (19/6).

Seperti diketahui sebelumnya Ngerobok merupakan serangkaian acara yang diikuti oleh 52 Sekaa Teruna se-Desa Adat Kerobokan dalam upaya melestarikan tradisi, seni, adat dan budaya diantaranya lomba penjor serta dukungan terhadap UMKM yang dituangkan dalam bentuk Exhibition di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Kerobokan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Badung Dapil Kuta Utara AA. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Kadis Kebudayaan Badung Gede Eka Sudarwitha, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana, Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja, para Lurah Kerobokan, Kelian Adat dan Dinas se-Desa Adat Kerobokan.

Ketua Prawartaka Agus Ariana Putra dalam laporannya mengatakan tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah Ngerobok yang memiliki makna yang mendidih atau ngerodok dimana diharapkan para Sekaa Teruna memiliki semangat yang mendidih dan ngerodok terhadap upaya pelestarian seni, adat dan budaya Bali, salah satunya dalam pembuatan penjor sebagai generasi penerus Bali.

“Tujuan serta manfaat dilaksanakannya kegiatan ngerobok yaitu dapat membantu perekonomian khususnya di daerah Kerobokan karena bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan penjor berasal dari UMKM daerah Kerobokan. Di samping itu kegiatan ini juga menjadi penyalur kreativitas sekaa teruna di bidang seni mejejahitan dalam membuat penjor dan melahirkan para seniman muda,“ jelasnya.

Sementara itu Sekda Adi Arnawa dalam sambutannya menyampaikan, atas nama pemerintah saya menyampaikan apresiasi dan akan selalu mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang menjunjung tinggi kreativitas semacam ini yang dilaksanakan oleh para Yowana Desa Adat Kerobokan. Lebih lanjut dikatakan kegiatan lomba penjor ini agar tidak hanya dimaknai sebagai ajang untuk mencari juara, tetapi di balik kegiatan lomba penjor ini Yowana Desa Adat Kerobokan sudah melakukan langkah implementatif dalam pelestarian adat budaya di Bali dan di Badung pada khususnya, apalagi kalau membicarakan Kuta Utara yakni daerah sebagai tujuan pariwisata.

Baca Juga  Badung Terima Kunja Pemkab Siak Terkait Pengembangan Pariwisata

Menurutnya dalam upaya mendatangkan para wisatawan perlu melakukan langkah strategis salah satunya adalah mengadakan event-event seperti ini, baik itu event yang dibuat maupun event yang mewakili jati diri kita sebagai orang Bali. “Saya berharap para Yowana Desa Adat Kerobokan harus benar-benar melakukan apa yang dimaknai sebagai istilah ngerobok itu sendiri, sekaa teruna harus menumbuhkan rasa semangat yang mendidih dan ngerodok utamanya terhadap upaya pelestarian budaya Bali. Event seperti ini tidak boleh hanya terhenti di sini, semoga kedepannya ada event-event yang serupa dan Yowana Desa Adat Kerobokan bisa menjadi percontohan dari Yowana yang ada di Kabupaten Badung maupun di Bali,” ujarnya.

Di akhir acara Sekda Adi Arnawa didampingi DPRD dan Bendesa Adat Kerobokan menyerahkan bantuan secara simbolis sebesar Rp 130 juta kepada Manggala Yowana Desa Adat Kerobokan sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Selain itu juga dilakukan pengumuman juara dari lomba penjor yakni juara 1 diraih oleh ST. Eka Dharma Banjar Jambe, juara 2 diraih oleh ST. Dwi Tura Banjar Anyar Kaja, Juara 3 diarih oleh ST. Kuncup Mekar Banjar Jaba Pura, sementara harapan 1 diraih oleh ST. Dharma Kanti Banjar Lepang, Harapan 2 diraih oleh ST. Saraswati Banjar Anyar Kelod Kerobokan, dan harapan 3 diraih oleh ST. Dharma Kerthi Banjar Pengubengan Kauh. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Badung Wujudkan Pemerintahan Sehat, Berprestasi Tanpa Narkoba

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Acara Edukasi Publik Komisi Yudisial di Badung

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Jaga Netralitas Pemilu, Dewa Made Indra Minta Dukungan ASN Hanya Dilakukan di Bilik TPS

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca