Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Bapang Barong dan Mekendang Tunggal di Desa Mambal

Ajak Para Yowana Untuk Melestarikan Seni dan Budaya

Loading

BALIILU Tayang

:

Sekda Adi Arnawa
Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka acara Pesta Seni Budaya Yowana Abiansemal di Warung Semana, Desa Mambal, Sabtu (2/7). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung membuka acara Pekan Seni dan Budaya Yowana Abiansemal yang dirangkaikan dengan lomba Bapang Barong dan lomba Mekendang Tunggal se-Badung bertempat di Warung Semana, Desa Mambal, Sabtu (2/7).

Acara ini mengambil tema “Taksuning Urip, Menjadikan Hidup Berguna dan Bermanfaat Bagi Semua Orang” ini turut dihadiri Ketua DWP Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Kadis Kebudayaan Badung I GD Eka Sudarwitha, Kepala BPBD I Wayan Darma, Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, Perbekel Mambal I Nyoman Sugiarta, Perbekel Sibang Kaja Ni Nyoman Rai Sudani, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Badung Anak Agung Putu Sutarja, Bendesa Adat Umahanyar I Ketut Nuridja, Bendesa Adat Mambal IB Anom Darmawan, Owner Warung Semana Ida Bagus Pada Kusuma beserta tokoh masyarakat setempat.

Sekda Badung Adi Arnawa dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi kepada para yowana se-Kecamatan Abiansemal, yang sudah melaksanakan sekaligus melestarikan seni, budaya yang ada di wilayah Bali khususnya di Badung ini.

Ini merupakan langkah baik yang dilakukan oleh para yowana di wilayah Kecamatan Abiansemal, untuk itu pihaknya juga mengajak kepada para yowana, untuk terus melestarikan seni dan budaya di Bali khususnya di wilayah Badung ini. Disamping itu kepada para yowana agar tidak lepas dari ajaran agama dan budaya yang ada di Bali, karena Bali merupakan wilayah destinasi pariwisata yang di dalamnya adanya seni, agama, dan budaya seperti dalam hal ini, perlombaan bapang barong dan lomba mekendang tunggal.

“Kami selaku Pemerintah Kabupaten Badung tetap men-support kegiatan yang dilakukan oleh yowana kita, di samping tetap melestarikan seni dan budaya yang ada di wilayah Kabupaten Badung,” ungkapnya.

Baca Juga  Fraksi Partai Golkar DPRD Badung Kritisi KUA-PPAS 2023 Kabupaten Badung

Lebih lanjut dikatakan, jika berbicara pariwisata dengan adanya wabah pandemi Covid-19, hanya ada satu sektor yang masih bisa bertahan dalam situasi pandemi Covid-19 yakni sektor pertanian. Maka dari itu Sekda mengajak untuk introspeksi diri agar tidak terlepas dari budaya pertanian dan budaya seni.

“Untuk itu perlu dilakukannya perubahan pola kebijakan pembangunan dari sektor pariwisata ke sektor pertanian. Dimana Covid-19, sudah memberikan banyak pelajaran terhadap kita semua. Dalam situasi Covid-19 ada satu sektor yang mampu memberikan pertumbuhan ekonomi yaitu sektor pertanian dan UMKM,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana Pemkab.Badung sebesar Rp 20 juta kepada Ketua Panitia disaksikan oleh seluruh masyarakat setempat.

Sementara itu Ketua Panitia IB Agung Adhitya melaporkan acara pekan seni dan budaya ini bertujuan untuk membangkitkan kembali potensi seni dan budaya di Kecamatan Abiansemal, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan ini dikemas dengan pola modern, mulai dari progress perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

Sebagai salah satu penentuan juara favorit, berdasarkan interaksi atau like di sosial media pemilihan UMKM Warung Semana, dengan harapan mampu mengkolaborasikan kegiatan seni budaya dan UMKM yang utamanya digeluti oleh generasi muda di Kecamatan Abiansemal.

Dalam acara lomba ini yowana Abiansemal ingin mengembangkan potensi seni dan budaya dari generasi muda dari Badung Utara hingga Badung Selatan khususnya bapang barong dan mekendang tunggal. Sebagai salah satu Trend of bebas yang diikuti 20 peserta ini, terdiri dari kategori umur 14 sampai dengan 25 tahun. Adapun materi lomba yang diperlombakan yakni Topeng, Condong, Guak Macok, Sanggar Bhuana Giri Suara Desa Adat Batur Rening.

Lebih lanjut juga dikatakan, Adapun sponsor yang mendukung kegiatan ini yakni Five Elements, Bank BRI, PT. Tirta Investama Aqua, Pegadaian, KSP Satya Bhakti, Karya Tangan Indah, PT. BPR Santi Pala, PT. Bank Perkreditan Rakyat Mambal, Wars Production, PT. Yuda Pratama Sejati, Putra Busana Anyar Blahkiuh, Agung tedung, E P Milu Tuung, PDAM Tirta Mangutama, Yayasan Bali Lestari, Gemuh Sari, Jujung Multimedia, Bank BPD Bali, Prima Vapor, PT. Bali Es Atlas, Cahya Enterprise goUp, CV. Saren Grup, UD. Mulawarman, Raja Boga, Puri Lanang Prewedding Venue, Angga Design, Latu Koi Bali dan Sanggar Seni Sudamala. (gs/bi)

Baca Juga  SMP Negeri 5 Denpasar Gelar “Strengthen Creativity and Local Wisdom for Denpasar”

—

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Badung Adi Arnawa Hadiri Kerjasama Lapas Kelas II A Kerobokan dengan PT. Amura Pratama dan Indo Hose

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Cegah Degradasi Lahan, Badung Gelar FGD Subak

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Seminar Reformasi Birokrasi ASN

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca