Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SULUH

Martin Tokan, Pengacara Muda Flores Timur, Bersinar di Jawa Timur

BALIILU Tayang

:

martin
Martin Tokan di depan kantornya. (Foto: Ist)

UMUMNYA anak muda NTT punya cita-cita menjadi pegawai negeri. Paradigma ini berbeda dengan Martin Tokan, asal Kampung Pukaone, Desa Neleblolong, Kecamatan Ile Bolong, Adonara, Flores Timur, NTT. Di usia sangat muda Martin sukses menjadi pengacara beken di Surabaya, Jawa Timur. Berikut sekilas kisah hidupnya. (*)

Martin Tokan lahir di rumah sakit Bukit, Lewoleba, Lembata pada 30 Januari 1985. Martin merupakan anak kedua dari Cristianus Asan Leki dan Helena Kewae Bolen. Masa kecilnya sampai dengan usia 18 tahun, Martin dan keluarga tinggal di Kalimantan karena ayahnya bekerja di perusahaan kayu, PT. Ratah Timber Company.

Sayangnya, saat Martin berusia 14 tahun, ibunda tercinta meninggal dunia karena sakit. Di masa kecilnya, Martin menunjukkan kecerdasan dan semangat juang yang tinggi. Dia lebih aktif dibandingkan dengan ketiga saudaranya, Imanuel Tokan, Damianus Geroda Bayon, dan Maria Paulina Kewae Bolen. Setelah beberapa tahun kemudian, Martin mempunyai ibu sambung yang bernama Bulu Sadu yang memberinya seorang adik tiri, Brigita Ina Tokan. 

Memasuki masa remaja, Martin justru sering menunjukkan perilaku nakalnya yang sangat membuat ayahnya cemas. Martin pun putus sekolah di bangku SMA. Tahun 2002, sang ayah memutuskan untuk memindahkan Martin ke Surabaya dalam pengasuhan adik dari ayahnya, Thomas Raya Tokan.

Di kota Surabaya, Martin merasa lebih tertantang. Apalagi, dia pernah berjanji pada almarumah ibunya bahwa dia harus sukses untuk bisa membahagiakan keluarga. Tidak lama dalam asuhan bapak Thomas Raya Tokan, Martin ingin hidup mandiri dan memutuskan tinggal di Margasiswa Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Surabaya, mengikuti Ancys Uba Ama, seorang keluarganya dari kampung yang lebih dulu tinggal di asrama PMKRI tersebut.

Baca Juga  Tiba di Provinsi Jawa Timur, Presiden Jokowi Bagikan Bansos di Pasar Pucang Anom

Sekitar sembilan bulan di situ, hidup Martin dan si kakak ini sangat memprihatinkan. Lebih sering makan sekali sehari. “Tapi itulah yang membentuk kami jadi manusia berguna di kemudian hari,” ujarnya.

Suatu ketika, Martin menerima tawaran untuk menguji talenta di dunia akting. Dengan penuh semangat, dia mengikuti test akting tersebut dan lolos. Martin pun ke Jakarta untuk mengikuti shooting. Pada hari pertama mengikuti shooting, dia mendapatkan pengalaman baru. Ternyata tidak mudah untuk menjadi artis karena harus standby di lokasi shooting seharian penuh. Merasa tidak cocok, Martin memutuskan kembali ke Surabaya.

Pada suatu hari, Martin bertemu dengan seseorang yang akhirnya mengubah jalan hidupnya hingga kini. Sosok itu bernama Arnold Nope Nitbani, asal So’E, Kabupaten Timor Tengah Selatan, yang kemudian menjadi ayah angkatnya. Arnold Nope Nitbani adalah seorang Katolik yang taat. Dia menghabiskan hari-harinya sebagai Pelayan Tuhan (Pendoa). Selain menyekolahkan Martin hingga selesai di bangku SMA, Arnold Nope juga mendidik Martin menjadi pribadi yang lebih baik dan takut akan Tuhan. Martin sering diajak beliau memberikan pelayanan doa dari rumah ke rumah, maupun di kantor – kantor.

Suatu ketika, dia memeluk Martin dan berkata, “Anakku Martin, suatu saat jika bapak sudah tiada, kamulah yang melanjutkan estafet untuk melayani Tuhan menggantikan saya dan kamu pasti bisa”. Martin sangat terpukul karena pada tahun 2014, ayah angkat yang baik hati ini tutup usia akibat kanker usus. Seiring berjalannya waktu, Martin pun mengikuti jejak beliau yaitu memberikan pelayanan di perusahaan-perusahaan di Surabaya. Dia mendapat berkat dan akhirnya bisa membiayai kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Wijaya Putra, Surabaya, dan juga kedua adiknya sampai menyandang gelar sarjana.

Baca Juga  Tiba di Provinsi Jawa Timur, Presiden Jokowi Bagikan Bansos di Pasar Pucang Anom

Dalam perjalanan memberikan pelayanan di gereja dan perusahaan-perusahaan, ada beberapa teman atau kolega yang sharing tentang permasalahan hukum yang mereka alami. Berawal dari situlah, dia merasa tertarik untuk lebih dalam mempelajari ilmu hukum dan menjadi pengacara.

Mimpinya pun terwujud. Pada tahun 2019, Martin dilantik menjadi pengacara setelah menjalani pendidikan profesi advokad di Universitas Airlangga, Surabaya. Kasus pertama yang ditangani adalah mendampingi sebuah perusahaan besar dan menang.  Saat itu, Martin masih bergabung dengan Law Office POTU & Partners Brothers Lawyer. Dalam waktu setahun, Martin dapat menyelesaikan kasus itu dengan baik. Fee miliaran rupiah pun mengalir ke koceknya. Seketika, nama Martin Tokan, pengacara muda asal Flores Timur itu menjadi buah bibir masyarakat Jawa Timur.

Saat masih bersama POTU & PARTERERS, MartinTokan mendapatkan penghargaan Platinum Lawyer Indonesia Award 2021 dari Yayasan Penghargaan Prestasi Indonesia (YPPI) karena dalam kurun waktu 6 bulan menang di atas rate 90 persen yang teregister website dan tercatat di MA tidak pernah kalah dalam perkara perdata. Martin dan rekan juga pernah mengalahkan tim pengacara Kopi Jhony yang ketuanya adalah Hotman Paris Hutapea dalam kasus Agung Raharjo.

Seiring berjalannya waktu, atas dukungan luar biasa dari sobat karibnya, Rolland Elias Potu, Martin sukses membuka kantor pengacara sendiri. Kantor yang berlokasi di perumahan elit Citraland ini diberi nama MT Law Office berdiri pada 24 April 2022 dan pemberkatan kantor oleh Romo Dami.

Kini, Martin sedang menangani beberapa kasus pidana seperti pencemaran nama baik, penipuan dan penggelapan serta tindak pidana cyber crime dan perkara perdata yaitu perceraian, gugatan harta bersama, gugat waris, gugatan wanprestasi dan gugatan perbuatan melawan hukum baik di Surabaya, Sidoarjo dan Malang.

Baca Juga  Tiba di Provinsi Jawa Timur, Presiden Jokowi Bagikan Bansos di Pasar Pucang Anom

Martin juga menjadi Corporate Lawyer / Pengacara Perusahaan baik di Jakarta, Surabaya, Semarang, Australia, Spanyol antara lain : PT. Stoddart Asia Pacific, PT. CFM – Spanyol, PT. Caterindo – Surabaya, PT. Jerindo Sari Utama – Surabaya, Jakarta, Semarang dan Australia, PT. Indo Perkasa Abadi – Pandaan, Jawa Timur.

Di luar kesibukannya sebagai pengacara, saat ini  Martin sedang menjalani pendidikan Magister Ilmu Hukum di Universitas Bhayangkara, Surabaya. Impian terbesarnya adalah menjadi pengacara sukses dan sumber berkat bagi orang lain. Dia berpesan dan memotivasi orang-orang muda dengan mengutip ayat Alkitab: “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru; mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yesaya 40:31). Ayat AlKitab tersebut di ataslah ilham dari Tuhan Yesus sehingga berdirilah MT Law Office dengan simbol sayap rajawali. (*/Rahman Sabon Nama, Denpasar)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SULUH

Ny. Putri Koster Apresiasi Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di Denpasar

Berharap Melalui Pasar Rakyat Dapat Memberikan Manfaat dan Menumbuhkan Perekonomian Masyarakat

Loading

Published

on

By

pasar rakyat
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster berbincang akrab dengan seorang ibu saat menghadiri Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di Denpasar, Jumat (11/11) di area parkir Pura Agung Jagatnatha. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengapresiasi pelaksanaan Pasar Rakyat dengan mengusung tema “Berbelanja dan Berbagi‘‘ yang kali ini dilaksanakan TP PKK Provinsi Bali bersinergi dengan TP PKK Kota Denpasar. Ny. Putri Koster berharap, melalui Pasar Rakyat ini para pelaku usaha dapat berdaya ekonomi, dapat memberikan manfaat dan menumbuhkan perekonomian masyarakat.

“Melalui Pasar Rakyat ini, para pelaku usaha yang berjualan di sini kita harapkan dapat mempromosikan produknya. Ngiring warga Kota Denpasar yang hadir di sini, mari kita belanja untuk memberdayakan usaha lokal para pelaku UMKM ini,” ajak Ny. Putri Koster saat menghadiri Pasar Rakyat yang digelar di area parkir Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Jumat (11/11). Pasar Rakyat ini menghadirkan lebih dari 50 stand pameran yang menjajakan beragam produk unggulan dari Kelompok UP2K PKK Kota Denpasar, Kelompok KWT, UMKM, Bumdes, Pedagang Kuliner serta IKM binaan Dekranasda Kota Denpasar.

Pasar Rakyat ini dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster beserta jajaran pengurus, beberapa OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali dan Pemerintah Kota Denpasar, Ketua dan jajaran pengurus TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali.

Ny. Putri Koster lanjut mengatakan, kegiatan Pasar Rakyat seperti ini akan terus berlanjut di tahun berikutnya sebagai aksi nyata program TP PKK Provinsi Bali yang akan bersinergi dengan TP PKK Kabupaten / Kota se-Bali. Pihaknya juga berharap kedepannya agar setiap waktu hadir di Kabupaten/Kota menyapa dan berbagi. “Kami ingin selalu aksi sosial itu dihiasi dengan berbagi. Jadi Kabupaten/Kota semua berbelanja, seluruh pengurus, ketua, sekretaris, semua berbelanja dan berbagi untuk masyarakat yang membutuhkan,” ucap Ny. Putri Suastini Koster.

Baca Juga  Tiba di Provinsi Jawa Timur, Presiden Jokowi Bagikan Bansos di Pasar Pucang Anom

Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri ini meminta, kegiatan yang sangat penting ini untuk terus digaungkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Karena ini merupakan kegiatan yang secara langsung bisa dirasakan oleh masyarakat. PKK juga bisa langsung bersosialisasi dan melakukan aksi sosial. Selain itu, PKK juga diingatkan mempunyai tanggung jawab untuk menata halaman rumah termasuk mensosialisasikan kepada masyarakat melalui program Hatinya PKK.

Pada kesempatan pagi itu, TP PKK Provinsi Bali serta Kabupaten/Kota membagi 400 tas kepada 100 orang penerima, yang masing-masing penerima mendapatkan 3 tas dari TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kabupaten/Kota dan PAKIS Provinsi Bali berisi kebutuhan pokok, hasil pertanian serta olahan makanan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara mengucapkan terima kasih karena TP PKK Kota Denpasar telah diberikan kesempatan untuk menggelar Pasar Rakyat ini.

“Terima kasih kepada Ibu Putri Koster yang selama ini telah berkeliling ke seluruh Kabupaten di Bali, hingga saat ini giliran kami di Kota Denpasar. Aksi sosial yang selama ini dilakukan telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat di Bali,” kata Ny. Antari Jaya Negara.

Sedangkan Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang juga hadir di tengah-tengah acara mengucap syukur bisa berbagi dengan masyarakat, khususnya masyarakat di Denpasar. Bunda Rai, juga menyatakan dukungannya karena kegiatan yang diinisiasi oleh TP PKK Provinsi Bali ini memberikan perhatian dan dampak langsung kepada masyarakat yang mengalami kendala perekonomian serta menitikberatkan pada kebersamaan dan gotong-royong. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SULUH

Prof. Pitana Tempati Rangking 18 dalam Top 100 Ilmuwan Sosial Indonesia

Prof. Pitana Sebut Unud selalu Memberikan Atmosfer Positif bagi Akademisi

Loading

Published

on

By

pitana
Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, M.Sc. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh 2 (dua) dosen Universitas Udayana, yang berhasil masuk ke jajaran Top 100 Ilmuwan Sosial di Indonesia. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, M.Sc., yang menempati peringkat 18, dan Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., yang menduduki peringkat 47.

Secara global maupun spesifik, perangkingan Top 100 ini meliputi negara-negara seperti Afrika, Asia, Eropa, Amerika Utara, Oceania, Arab League, ECCA, BRICS, Amerika Latin dan COMESA, yang didasarkan pada total H-index tanpa merinci area subyeknya. Rangking Top 100 ini meliputi subjek Pertanian dan Kehutanan, Seni, Desain dan Arsitektur, Bisnis dan Manajemen, Ekonomi dan Ekonometrika, Pendidikan, Teknik dan Teknologi, Sejarah, Filosofi, Teologi, Hukum dan Ilmu Hukum, Kedokteran, IPA dan Ilmu Sosial. Yang menjadikan prestasi ini luar biasa adalah Top 100 mempunyai kriteria yang sangat layak, karena perangkingannya berdasarkan H-indeks dan Citation, dimana kriteria sangat sulit untuk dimanipulasi. 

pitana
Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, M.Sc. (Foto: ist)

Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, M.Sc., ketika dihubungi menyatakan bahwa capaian ini adalah karena Universitas Udayana memberikan atmosfer yang bagus untuk para dosen untuk berkarya. “Capaian ini sebenarnya bukan semata-mata saya sendiri, karena saya banyak menulis bersama dengan mahasiswa bimbingan saya. Jadi, kredit layak saya berikan kepada para mahasiswa, terutama bimbingan S3 saya,’’ papar pria kelahiran Tabanan ini.

Prof. Pitana saat ini tercatat sebagai salah satu dosen tetap pada Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Ia adalah salah satu profesor dengan pengalaman kerja yang luar biasa dan terkenal dengan produktif di tengah kesibukannya. Sejak 2001 dipercaya untuk berkarir di Kementerian Pariwisata, dimulai dengan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Deputi Menteri Pariwisata Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan sejak tahun 2020 dipercaya sebagai Tenaga Ahli Gubernur Bali Bidang Pariwisata dan Festival Thematik.

Baca Juga  Tiba di Provinsi Jawa Timur, Presiden Jokowi Bagikan Bansos di Pasar Pucang Anom

Di tengah beragam kesibukan, Prof. Pitana ternyata memiliki rahasia membagi waktu dengan baik. ”Saya banyak menulis di dalam perjalanan, terutama pada waktu menunggu pesawat di bandara, atau saat di dalam pesawat yang terbang berjam-jam. Itulah sebabnya, saya katakan tadi, saya selalu rajin mencatat data untuk bisa dituangkan menjadi tulisan. Kebetulan ilmu yang saya tekuni masih relatif muda (pariwisata), sehingga belum begitu banyak ada referensi.  Dengan demikian, apa pun yang saya tulis, akan banyak dibaca dan dikutip,” ungkap pria yang pernah menjadi Guest Lecturer di Wageningen University, Wageningen, Belanda.

Prof. Pitana menambahkan, seorang akademisi tentu saja dinilai dari capaian akademisnya, seperti tulisan atau sitasi. Salah satu hal yang ia lakukan adalah dengan melakukan bimbingan yang sungguh-sungguh, baik untuk penulisan skripsi, thesis, maupun disertasi. Sehingga dari karya mahasiswa tersebut, ia melakukan penulisan bersama sehingga menghasilkan karya ilmiah yang baik. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SULUH

Daeng Ipung ‘’Launching’’ Buku, Beri Pesan kepada Keluarga Besarnya

Published

on

By

de
Daeng Ipung atau Siti Sapura. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Aktivis perempuan dan anak di Bali, Daeng Ipung atau Siti Sapura membuat buku. Banyak kisah diulas di dalam buku setebal 186 halaman ini, terutama tentang kehidupan pribadinya.

“Niat saya untuk membuat buku ini sudah sangat lama, jauh sebelum menangani kasus Angeline, saya sudah punya keinginan untuk membuat buku tentang saya,” ucapnya saat launching buku, Selasa (29/3/2022) di Denpasar.

Perempuan yang berprofesi sebagai pengacara ini mengungkapkan jika nama aslinya adalah Daeng Ipung, anak dari Daeng Abdul Kadir (almarhum). Bukan Sapura atau Siti Sapura seperti yang orang kenal selama ini.

Sejak ayahnya meninggal, Daeng Ipung mengatakan jika kehidupannya berubah drastis dari putri seorang pengusaha sukses di Serangan, Denpasar, menjadi anak sebatang kara.

Di usia 4 tahun, ia banting tulang menangkap nener (anak ikan bandeng) dan keong yang ada di pantai. Hal itu dilakukan tiga kali dalam sehari.

Tidak hanya itu, Daeng Ipung kecil juga mengurus pekerjaan rumah seperti mengepel lantai, mencuci piring dan pakaian, menyapu rumah dan lainnya. “Setiap saat harus siap dihardik atau dipukul ketika tanpa sengaja ada gelas atau piring meluncur jatuh dari tangan saya,” tuturnya.

Daeng Ipung atau Siti Sapura. (Foto: gs)

Peristiwa cukup tragis ia alami ketika usia 22 tahun. Dimana saat itu ia hanya mengenakan pakaian tidur, mendadak ditarik dari kamar oleh orang-orang yang selama ini dianggapnya keluarga. “Dengan tega mereka lalu menginjak-injak saya mulai dari kepala hingga kaki. Jangan ditanya rasa sakit dan luka hati yang saya alami. Setelah puas menginjak-injak, saya dilempar begitu saja di depan rumah,” bebernya.

Seminggu setelah dianiaya, Daeng Ipung nekat menenggak cairan pembasmi serangga. Namun ia hanya tidak sadarkan diri dan mati suri selama 4 hari dalam perawatan di RSUP Sanglah Denpasar.

Baca Juga  Tiba di Provinsi Jawa Timur, Presiden Jokowi Bagikan Bansos di Pasar Pucang Anom

Daeng Ipung tak berhenti menyalahkan Tuhan, lantaran ingin mengakhiri hidup namun masih diberi nafas. Pada saat sadar usai mati suri, ia terngiang petuah almarhum ayahnya, “Jadilah orang kuat, berani, berani, selama kamu benar dan jujur”.

Di titik inilah, Daeng Ipung sadar ada maksud dari Tuhan kenapa selalu menjaga agar nafasnya tak terlepas dari raganya. Perlahan Daeng Ipung bangkit, petuah dari almarhum Daeng Abdul Kadir kemudian ia jadikan pegangan hidup hingga saat ini.

“Petuah Bapak, orang yang sungguh mencintai saya dengan segenap rasa yang dimilikinya. Petuah Bapak akhirnya menjadi cemeti supaya tetap bertahan,” ujarnya.

“Dalam lakon kehidupan segetir apa pun, saya berupaya berjuang karena petuah Bapak yang melecut membangkitkan saya. Petuah Bapak, Daeng Abdul Kadir, lelaki berhati seluas samudera yang selalu menjadi matahari, menjadi lentera di kegelapan malam guna menerangi hari-hari saya,” tegasnya.

Daeng Ipung juga mengungkapkan, dibuatnya buku ini untuk mencari identitas tentang dirinya, memberi pesan kepada keluarga besar Daeng Abdul Kadir, Daeng Syaban dan Daeng Sappar bahwa di Denpasar, Bali ada keturunan mereka yang masih hidup sampai sekarang.

“Saya Daeng Ipung anak dari Daeng Abdul Kadir. Saya pingin mereka yang ada di Bugis mendatangi saya, saya masih hidup, carilah saya karena saya tidak bisa mencari kalian dan saya tidak mempunyai satu lembar identitas pun tentang diri saya,” tuturnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca