Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Akreditasi Prodi Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah FK Unud

Asesor LAM-PTKes Lakukan Asesmen Lapangan

Loading

BALIILU Tayang

:

asesor
Rektor Unud Prof. Gde Antara lakukan pemukulan gong menandai dimulainya asesor lapangan dalam rangka akreditasi Prodi Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah FK Unud. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) melakukan Asesmen Lapangan dalam rangka akreditasi Program Studi Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, pada Jumat (22/7/2022). Tim Asesor yang hadir dalam asesmen lapangan tersebut sebanyak 2 orang yakni Prof. dr. Linda Wilhelma Ancella Rotty, Sp.PD-KHOM, FINASIM dan Prof. Dr. dr. Maimun Syukri, Sp.PD-KGH.

Dalam kesempatan ini Dekan Fakultas Kedokteran Unud Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes menyampaikan proses akreditasi ini merupakan yang kedelapan dalam tahun ini. Di Fakultas Kedokteran terdapat 33 program studi 4 di antaranya adalah profesi. Tahun ini rencananya akan melakukan reakreditasi untuk 15 program studi. Terkait dengan akreditasi sebagai suatu amanah undang-undang maka proses akreditasi wajib untuk diikuti oleh semua institusi pendidikan.

‘’Ini untuk menjamin bahwa proses Tri Dharma Perguruan Tinggi telah dilaksanakan sesuai standar yang sudah ditetapkan bersama dan tujuannya adalah lulusan yang kita hasilkan itu benar-benar memiliki kopetensi yang sesuai. Untuk menjamin hal itu dibutuhkan sistem penjaminan mutu, secara kelembagaan sistem penjaminan mutu di Unud telah ada baik dari tingkat universitas, fakultas, maupun program studi,’’ ujar Dekan.

Dekan Putra Pinatih memaparkan, sistem penjaminan mutu internal ini belum sepenuhnya bisa melihat celah atau kekurangan yang kita miliki. Oleh karena itu perlu dilengkapi oleh penjaminan mutu eksternal yang bisa menambal lubang atau celah yang masih bisa kita upayakan untuk proses perbaikannya. ‘’Hari ini kita kedatangan Tim Asesor dari LAM-PTKes untuk membantu kita menemukan celah atau kekurangan yang nantinya kita akan pakai sebagai acuan untuk pengembangan program studi kedepan agar menjadi lebih baik lagi,’’ kata Dekan.

Baca Juga  BBM Medindo dan FK Unud Gelar BIEBS 2022, “Management Emergency Evacuation In Obstetrics & Gynecology”

Dekan berharap Tim Asesor nantinya bisa memberikan masukan kepada kami sebanyak-banyaknya sehingga ini akan menjadi bekal kepada pengelola program studi untuk bisa melakukan suatu upaya perbaikan yang berkesinambungan. 

Para pimpinan di lingkungan FK Unud saat dilaksanakan asesor lapangan. (Foto: Ist)

Sementara itu, Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M. Eng.,IPU dalam sambutanya menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan Universitas Udayana diantaranya Dies Natalis Ke-60 Unud yang akan dilaksanakan beberapa minggu ke depan yang tepatnya akan jatuh pada tanggal 29 September 2022. Mudah-mudahan pada dies natalis tersebut menjadi refleksi bagaimana Unud ke depan bisa kita kembangkan dan bagaimana kita bisa mengevaluasi diri sehingga nanti hal-hal yang berkaitan model pengembangan institusi ini bisa dilajutkan di waktu yang akan datang.

Rektor mengatakan, Universitas Udayana juga beberapa bulan yang lalu sudah sah telah meraih akreditasi unggul, Unud memiliki kurang lebih 30.000 mahasiswa, 13 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana. Unud juga mengelola 1 Rumah Sakit Udayana yang sekarang sudah dinyatakan tipe B dan berharap rumah sakit tipe B ini bisa ditingkatkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan sehingga nantinya proses pendidikan untuk mahasiswa kedokteran bisa dilakukan lebih optimal lagi.

Kemudian Rumah Sakit Gigi dan Mulut juga sudah tahap proses pembangunan dan diharapkan nantinya dapat memberikan layanan kepada masyarakat juga melakukan tupoksinya sesuai dengan yang diharapkan yaitu meningkatkan kopetensi lulusan mahasiswa dari podi pendidikan dokter gigi dan mulut. Rumah sakit hewan juga di bawah FKH Unud juga akan dibangun tahun depan karena prosespek RS Hewan ini sangatlah bagus.

‘’Fakultas Kedokteran merupakan salah satu fakultas yang sangat penting di Unud karena  terdiri dari 33 program studi, di Unud terdapat sebanyak 118 program studi, 33-nya itu terdapat di FK Unud, itu artinya kurang lebih 28 persen prodinya ada di Fakultas Kedokteran dan semua prodi tersebut sangatlah luar biasa. Dari 118 prodi yang ada di Unud lebih dari 72 persen prodi-prodi tersebut akreditasinya sudah tersebar dalam klasifikasi sangat baik, A dan unggul dan sisanya itu terakreditasi B,’’ ujar Rektor.

Baca Juga  Yudisium Prodi Sarjana Kedokteran FK Unud, Lulusan Terbaik dengan IPK 3,99

Rektor berharap kedepannya banyak prodi yang terakreditasi unggul sehingga nanti peta jalan pengembangan manakala prodi sudah terakreditasi unggul tingkat nasional akan didorong menjadi prodi yang terakreditasi secara internasional.

Sampai tahun ini di Unud terdapat 9 prodi yang sudah terakreditasi Internasional. Tahun ini akan dikembangkan sekitar 14 prodi yang akan didorong menjadi akreditasi Internasional. Khusus untuk prodi-prodi humaniora akreditasinya itu adalah FIBAA, di tahun 2023 diharapkan 13 prodi lagi untuk didorong untuk capaian akreditasi Internasional termasuk prodi di FK Unud.

Rektor dalam kesempatan ini berharap mudah-mudahan dengan kehadiran para asesor ini bisa memberikan hal-hal yang menjadi patokan atau arahan bagaimana ke depan bisa kita kembangkan program studi jantung dan pembuluh darah dan prodi-prodi yang lain pada umumnya, serta diharapkan proses pelaksanaan asesmen ini dapat dilaksanakan secara maksimal. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4696-Asesor-LAM-PTKes-Lakukan-Asesmen-Lapangan-pada-Prodi-Spesialis-Jantung-dan-Pembuluh-Darah-Fakultas-Kedokteran-Unud.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Polresta Denpasar Gelar Rapat Analisa dan Evaluasi Forum Konsultasi Publik 2026

Perkuat Transparansi dan Kualitas Pelayanan kepada Masyarakat

Loading

Published

on

By

Rapat Analisa dan Evaluasi Forum Konsultasi Publik Polresta Denpasar di Ruang Catur Prasetya
EVALUASI: Rapat Analisa dan Evaluasi terkait Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Catur Prasetya Polresta Denpasar, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polresta Denpasar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Analisa dan Evaluasi Terkait Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Catur Prasetya Polresta Denpasar, Sabtu (22/8/2026).

Dengan dipimpin oleh Kabag Ren Polresta Denpasar AKP I Putu Agus Ady Wijaya, S.H. dan dihadiri para pejabat serta personel dari sejumlah satuan kerja, di antaranya Kanit Regident Sat Lantas, Ka SPKT, KBO Sat Reskrim, PS. Kauryamnin Sat Intelkam Polresta Denpasar, serta personel/staf masing-masing Satker yang ditunjuk.

Forum tersebut juga melibatkan unsur masyarakat sebagai bagian penting dalam memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, yakni Ketua PHDI Kecamatan Denpasar Selatan, Ketua PHDI Kecamatan Denpasar Barat, perwakilan mahasiswa Universitas Warmadewa, Elisabeth International, dan STIKES Bina Usada, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan media.

Kabag Ren Polresta Denpasar menyampaikan bahwa kegiatan FKP menjadi ruang komunikasi antara Kepolisian dan masyarakat untuk menyepakati serta mengevaluasi standar pelayanan publik. Transparansi menjadi salah satu prinsip utama dalam penyelenggaraan pelayanan, sehingga berbagai masukan dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

Selain membahas standar pelayanan, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai layanan Polisi 110 sebagai sarana quick response dalam memberikan bantuan Kepolisian kepada masyarakat.

Pada sesi berikutnya, Kanit Regident Sat Lantas Polresta Denpasar memaparkan standar pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM), mulai dari dasar hukum, persyaratan, hingga mekanisme pelayanan yang terbagi dalam tujuh zona, yakni zona pendaftaran, registrasi, identifikasi, pencerahan, uji teori, uji praktik, dan cetak SIM.

Baca Juga  BBM Medindo dan FK Unud Gelar BIEBS 2022, “Management Emergency Evacuation In Obstetrics & Gynecology”

Sementara itu, KBO Sat Reskrim Polresta Denpasar menjelaskan standar pelayanan pada proses penyelidikan dan penyidikan. Pelayanan Reskrim mengedepankan prinsip profesional, akuntabel, transparan, serta berorientasi pada penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Disampaikan pula bahwa standar pelayanan Reskrim tidak hanya berorientasi pada kecepatan penanganan perkara, tetapi juga mencakup kepastian proses, perlindungan hak saksi, korban, tersangka maupun masyarakat, tertib administrasi, serta akuntabilitas setiap tindakan. SOP menjadi instrumen pengawasan dan pengendalian agar seluruh proses penyelidikan dan penyidikan berjalan sesuai ketentuan hukum.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan bagian dari upaya Polresta Denpasar untuk memastikan pelayanan Kepolisian senantiasa terbuka terhadap evaluasi dan masukan masyarakat.

“Melalui Forum Konsultasi Publik ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pelayanan yang diberikan Polresta Denpasar benar-benar memenuhi standar, mudah diakses, transparan, serta memberikan kepastian kepada masyarakat. Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan,” ujar Kasi Humas.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam forum tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun pelayanan publik yang semakin responsif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan FKP Tahun 2026, Polresta Denpasar berharap terbangun komunikasi dua arah yang semakin kuat antara Kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjadi landasan dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tindaklanjuti Laporan Warga via Call Center 110, Polsek Dentim Datangi Lokasi Gangguan Musik Keras

Published

on

By

Polsek Dentim respons laporan gangguan musik keras
RESPONS LAPORAN: Personel Polsek Dentim saat merespons laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang disampaikan melalui Call Center Polri 110 terkait adanya gangguan suara musik keras yang mengganggu waktu istirahat warga di kawasan Jl. Dahlia 1, Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur, Jumat (21/8/2026) dini hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Dentim yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Ipda I Wayan Suartana, S.H., langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan.

Setibanya di lokasi, personel UKL Polsek Dentim tidak menemukan adanya aktivitas yang menghidupkan musik dengan suara keras. Petugas hanya mendapati sejumlah anak muda yang sedang duduk dan berbincang-bincang.

Dalam kesempatan tersebut, Pawas memberikan imbauan agar tetap menjaga ketertiban, tidak membuat keributan maupun menyalakan musik dengan volume keras, mengingat waktu sudah memasuki dini hari dan warga sekitar sedang beristirahat. Imbauan tersebut juga disampaikan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Setelah diberikan imbauan, anak-anak muda tersebut kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing. Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H., M.H., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center Polri 110 akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Polsek Dentim mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi maupun laporan terkait gangguan kamtibmas melalui Call Center Polri 110, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti oleh Kepolisian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Prodi Spesialis Ilmu Bedah FK Unud Gelar ‘’Visiting Lecture’’ Sesi II
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pembudidaya Lokal Badung Kebagian Pasar, Hasil Ikan Diserap untuk 6.200 Paket Gemarikan

Published

on

By

Kepala Dinas Perikanan Badung Nyoman Suardana bersama pembudidaya lokal mengemas paket olahan ikan Gemarikan
KEMAS PAKET OLAHAN IKAN: Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M. (kanan) bersama pembudidaya dan pengolah lokal saat mengemas paket olahan ikan. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Badung tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga menjadi pasar bagi pembudidaya maupun pengolah ikan lokal.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M., mengatakan bahan baku paket olahan ikan dalam program Gemarikan berasal dari pembudidaya dan pengolah lokal, yakni Kelompok Ikan Tunjung Putih yang juga berkolaborasi dengan kelompok pembudidaya di Kabupaten Badung guna pemenuhan bahan baku.

“Sehingga program ini juga turut mendukung sektor perikanan lokal,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Paket Gemarikan tersebut berisi ikan nila, ikan lele, hingga abon tuna yang siap dikonsumsi. Hasil budidaya dan olahan masyarakat lokal tersebut kemudian disalurkan sebagai bagian dari program pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

“Tahun ini, Pemkab Badung menargetkan penyaluran 2.000 paket olahan ikan untuk pencegahan stunting. Paket tersebut dibagikan dalam 10 tahap di 10 desa sasaran, dengan masing-masing desa mendapat 200 paket,”ujarnya.

“Secara khusus paket ini diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” sambung Suardana.

Selain itu, pihaknya juga rutin menyalurkan 350 paket olahan ikan setiap bulan. Sasarannya balita yang membutuhkan peningkatan status gizi atau berpotensi mengalami stunting.

“Jika digabung dengan berbagai kegiatan distribusi lainnya sepanjang 2026, total paket olahan ikan yang akan disalurkan kepada masyarakat Badung mencapai 6.200 paket,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, Gemarikan tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi hasil budidaya dan olahan ikan lokal untuk terserap. Pembudidaya dan pengolah ikan Badung pun ikut mendapat manfaat dari program pemerintah tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  BBM Medindo Bersama FK Unud Gelar Bali International Emergency Battle Summit 2022
Lanjutkan Membaca