Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

TBM Janar Duta FK Unud Laksanakan Pengobatan Gratis di Nongan

Persiapan Jelang Ngaben Massal Sekaa Suka-Duka Dwi Yadnya Desa Nongan Karangasem

Loading

BALIILU Tayang

:

kkn
Warga saat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis. (Foto: Ist)

Karangasem, baliilu.com – Badan Semi Otonom Tim Bantuan Medis (BSO-TBM) Janar Duta Fakultas Kedokteran Universitas Udayana melakukan pengobatan gratis serta pengecekan kesehatan masyarakat di Desa Nongan. Tim yang terdiri dari 13 orang ini berkolaborasi dengan 22 orang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) XXV Universitas Udayana Kelompok Desa Nongan melaksanakan pengobatan gratis di Banjar Bukian Desa Nongan Minggu (24/7) kemarin.

Pembina BSO-TBM Janar Duta, dr. I Gusti Ngurah Pramesemara, S.Ked, M.Biomed, Sp.And, di sela waktu melaksanakan pengobatan gratis mengatakan bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh Sekaa Suka-Duka Dwi Yadnya Desa Adat Nongan dalam rangka persiapan kegiatan Ngaben Massal di Desa tersebut sangat positif bagi masyarakat sekitar sekaligus memberi kesempatan yang bagus bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah.

“Dalam kegiatan (pelayan kesehatan gratis – red) ini, saya sengaja mengajak adik-adik mahasiswa karena mereka perlu memiliki pengalaman memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta sekaligus menerapkan apa yang mereka pelajari selama ini,” jelas dr. Pram seraya menegaskan di samping melaksanakan pengobatan gratis juga menyerahkan bantuan seperangkat peralatan P3K.

Dokter yang ibunya berasal dari Nongan ini juga menyampaikan doa terbaik bagi seluruh panitia dan anggota Sekaa yang melaksanakan ngaben massal ini serta mahasiswa KKN-PPM agar kegiatan yang telah direncanakan kedepannya dapat berjalan dengan baik. Pada kesempatan tersebut, dr. Pram juga memberikan saran-saran terkait upaya yang perlu dilakukan oleh masyarakat (sekaa ngaben – red) agar tetap sehat selama pelaksanaan prosesi upacara yang membutuhkan waktu dan sangat menguras tenaga.

Tidak hanya itu, mahasiswa KKN-PPM XXV Universitas Udayana yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sangat antusias dengan diadakannya kegiatan ini mengingat kegiatan ini merupakan salah satu tujuan bersama mahasiswa dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat terlebih dalam bidang kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Audio Hipnoterapi Manfaatkan Budaya Lokal Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis

Kadek Lalo Junartha, Koordinator KKN Desa Nongan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak TBM Janar Duta yang telah melaksanakan kegiatan dan mengizinkan seluruh mahasiswa KKN untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurut Lalo, kegiatan ini selaras dengan tema KKN Kelompok Desa Nongan, yaitu “Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Era Society 5.0 Menuju Desa Nongan BERSERI (Bersih, Sehat & Asri)”. Lalo berharap langkah ini dapat menjadi bukti kepedulian mahasiswa dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di tengah masyarakat.

Mahasiswa KKN Unud bersama TBM Janar Duta FK Unud foto bersama tokoh masyarakat Desa Nongan.

Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat sekitar. Diikuti lebih dari 150 warga yang melakukan pengobatan dan konsultasi kesehatan. Dari pagi antrean pasien sudah dilayani dengan baik. Diawali dengan pengambilan nomor antrean serta registrasi pasien. Kemudian pasien diarahkan untuk melakukan pemeriksaan kondisi vital seperti tekanan darah, suhu dan lain sebagainya. Dilanjutkan dengan konsultasi dokter dan juga akan dilakukan pemeriksaan laboratorium sederhana sekiranya pasien dirasa memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pasien akhirnya diarahkan untuk mengambil obat-obatan pada bagian farmasi pada kegiatan tersebut.

“Pasien yang datang pada hari ini sebagian besar memiliki keluhan alergi, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), dan maag (dispesia) namun kasus terbanyaknya sendiri adalah Hipertensi dan Rematik Tulang,” jelas Dwi Kukuh Prayitno selaku Koordinator Bidang Kesehatan Masyarakat KKN-PM XXV Desa Nongan yang mengkoordinasikan pihak mahasiswa KKN dengan pihak panitia kegiatan.

Kelihan Banjar Bukian, Nengah Sudira Tilem, mewakili Sekaa Suka-Duka Dwi Yadnya Nongan  menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya pelayanan pengobatan gratis ini seraya berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi di waktu yang akan datang sehingga kesehatan masyarakat Desa Nongan bisa tetap terjaga dengan baik serta dapat menjadi langkah awal bagi warga Desa Nongan dalam membentuk komunitas yang sehat demi terciptanya masyarakat Indonesia yang sehat. (gs/bi)

Baca Juga  Prodi Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik FK Unud Gelar Lokakarya Penyusunan Visi Misi dan Revisi Kurikulum

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  FK Unud Selenggarakan ‘’Bali Infectious Disease Symposium XIV’’ dan ‘’National Seminar of Infectious Disease 2022’’

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Prodi Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik FK Unud Gelar Lokakarya Penyusunan Visi Misi dan Revisi Kurikulum

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Hari Anak Nasional 2023, DK KMP KIA HMKM FK Unud Gelar Lomba Pendidik Sebaya

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca