Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Lahirkan Generasi Sehat, Kuat, Cerdas dan Bebas Stunting Melalui Pola Asuh yang Tepat

BALIILU Tayang

:

ny. koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama usai dialog “Perempuan Bali Bicara”. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gerakan menyosialisasikan “cegah stunting itu penting” terus digelorakan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang diketuai Ny. Putri Suastini Koster, yang bersinergi dengan instansi terkait yang membidangi. Bali yang saat ini mencatat angka stunting berada di angka 10,9% masih termasuk terendah jika dibandingkan Provinsi se-Indonesia. Namun tetap saja angka stunting ini harus diperkecil jumlahnya, yakni dengan segala upaya yang melibatkan kader PKK se-Bali, instansi pemerintah terkait sehingga kasus stunting tidak menjadi momok menakutkan bagi kemajuan bangsa Indonesia kedepannya.

Pasalnya, sebuah negara akan maju dan berkembang apabila memiliki generasi yang sehat, kuat dan cerdas untuk memimpin. Pola pikir kecerdasan manusia terletak pada kesehatan fisik yang baik, yang nantinya akan mempengaruhi daya nalarnya dalam mengambil keputusan. Untuk melahirkan generasi yang sehat, kuat, cerdas dan bebas stunting tentu saja menjadi tanggung jawab orang tua secara internal untuk memberikan pengetahuan sejak dini kepada anak-anaknya (khususnya anak perempuan yang nantinya sebagai calon ibu) untuk menjaga pola makan, pola tidur, pola pikir positif, penggunaan gadget yang tidak berlebihan dan wajib mengkonsumsi tablet penambah darah semasa remaja.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat mengisi dialog “Perempuan Bali Bicara”, di Studio Bali TV, Sukra Paing Matal (19/8/2022).

ny. koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat mengisi dialog “Perempuan Bali Bicara”. (Foto: Ist)

Setelah tumbuh menjadi remaja, anak perempuan atau calon ibu jangan sampai lepas dari informasi pentingnya menjaga kesehatan. Karena selepas dilahirkan, bayi juga harus tetap mendapatkan perhatian lebih terkait asupan gizi yang lengkap, ASI eksklusif minimal 6 bulan, pengetahuan makanan tambahan bagi bayi agar tidak mengganggu pencernaan. Dengan kata lain bayi wajib mendapatkan perhatian dan asupan gizi yang lengkap bagi pertumbuhan dan perkembangan di 1.000 hari pertama kehidupannya termasuk masih berada di dalam kandungan ibunya.

Baca Juga  Puluhan Balita dan Lansia Ramaikan Pembukaan Posyandu Paripurna Denpasar Timur

“Anak-anak jangan dibiarkan tumbuh sendiri tanpa perhatian sehingga menyebabkan mereka kehilangan arah, bahkan mereka bisa tumbuh dengan perasaan kesepian. Maka sesibuk-sibuknya orangtua, marilah kita tetap pandai mengatur waktu untuk bekerja mencari nafkah hidup dan membagi waktu dengan anak-anak dan keluarga. Karena keharmonisan keluarga berawal dari perhatian yang melekat pada orang tua untuk anak-anaknya,” imbuh Ny. Putri Koster.

Dengan mengangkat tema “Cegah Stunting Melalui Pola Asuh”, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster yang menggandeng Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih tidak lelah meminta kepada masyarakat Bali untuk tidak lalai dalam menjaga tumbuh kembang anak, menjaga perhatian mereka terhadap anak-anak khususnya pola makan dan pola tidur agar tidak mengganggu perkembangan organ tubuh anak-anak kita. Apabila perkembangan fisik terganggu akibat adanya gangguan perkembangan organ tubuh, nanti serta merta juga akan membuat gangguan otak yang berdampak pada kecerdasan anak, sehingga lambat menerima dan mencerna informasi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih menambahkan bahwa pentingnya pola asuh melalui perhatian sangat mempengaruhi kecerdasan anak. “Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam tekanan sehingga mempengaruhi nafsu makan yang nantinya juga bisa menyebabkan mereka mengalami kondisi susah tidur karena anemia akut, yang menjadikan salah satu faktor penyebab stunting itu terjadi, karena secara medis stunting atau kondisi gangguan pada tumbuh kembang anak itu bukan genetik, melainkan terjadinya karena kurangnya perhatian pola asuh anak yang baik dan tepat,” ungkapnya.

Selain itu, kehidupan berdampingan dengan lingkungan selain keluarga yang penuh toleransi, penuh kasih sayang dan perhatian perlulah disadari bahwa konsep hidup saling asah, saling asih dan saling asuh itu penting bagi kenyamanan batin yang secara naluriah akan membawa manusia untuk dapat menumbuhkan rasa bahagia, berpikir positif dan memberikan kasih sayang terhadap sesamanya. (gs/bi)

Baca Juga  Cegah Potensi Stunting, Dinas Perikanan Badung Bagikan Paket Olahan Ikan kepada Masyarakat Desa Baha

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Cegah Stunting, Desa Pemogan Salurkan Paket Bantuan bagi Warga

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Ratusan Warga Kota Denpasar Terima Bantuan pada Aksi Sosial “Menyapa dan Berbagi” TP PKK Provinsi Bali

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Serahkan 196 Paket PMT kepada Balita di Kecamatan Dentim dan Densel

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca