Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Asian Law Students Association Local Chapter Unud Gelar ALSA Career Talkshow 2022

BALIILU Tayang

:

asian law
Naufal Faiz Muhammad Vice President of Academic Activities and Training ALSA National Chapter Indonesia. (Foto: Ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Asian Law Students Association Local Chapter Universitas Udayana (ALSA LC Unud) menyelenggarakan kegiatan ALSA Career Talkshow dengan mengusung tema “We Strive To Succsess And Learn To Be Better” yang dilaksanakan secara daring dan luring dengan mengambil titik poin di Gedung Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (27/8/2022).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Hakim Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Saldi Isra, S.H, M.PA, Diplomat Indonesia Kementrian Luar Negeri Ahmad Almaududy Amri, P. Hd, Partner dan Co-Founder di Assegaf Hamzah & Partners, Ahmad Fikri Assegaf, S.H., L.LM, Komisaris Utama Bank Pembangunan Daerah Bali Ida Bagus Putu Anom Redhi S.H., M.M, Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Udayana I Made Sarjana, S.H., M.H, Pembina ALSA Local Chapter Universitas Udayana Ni Gusti Ayu Dyah Satyawati, S.H., M.Kn, LLM, Director ALSA LC Unud Ambrosius Andhika Satria Kumentas, Project Officer ALSA Career Talkshow 2022 Delvino Ahmad Hidayat Lolianto serta seluruh panitia pelaksana dan peserta ALSA Career Talkshow 2022.

Project Officer ALSA Career Talkshow 2022 Delvino Ahmad Hidayat Lolianto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur dan elemen yang telah membantu dan menyukseskan acara ALSA Career Talkshow 2022 sehingga pada akhirnya kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Ini pertama kalinya ALSA kembali melaksanakan program kerja dimana banyak peserta datang secara offline.

‘’Dengan mengusung tema di atas, kami percaya bahwa kita semua baik disadari maupun tanpa disadari selalu berkeinginan tinggi untuk menjadi yang lebih baik dan selalu terpacu untuk terus belajar sampai hal yang diinginkan tercapai. ALSA Career Talkshow 2022 berupaya untuk terus berkontribusi dengan memberikan event yang berkualitas dengan mendatangkan pembicara-pembicara yang sangat ahli di bidangnya. Teruslah mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya, jadikanlah kegiatan ini sebagai titik tonggak perubahan, banyak hal yang kita bisa gapai dan banyak hal yang teman-teman bisa capai,” ujarnya.

Sementara itu Director ALSA LC Unud Ambrosius Andhika Satria Kumentas menyampaikan ALSA merupakan organisasi yang mewadahi seluruh mahasiswa Fakultas Hukum yang tersebar di 16 Nasional Chapter di Asia dan 14 Local Chapter di Indonesia. ‘’Kami bersama-sama bersinergi untuk menciptakan dan membentuk anggota kami menjadi seorang insan hukum yang luar biasa nantinya. Maka dari itu ALSA LC Unud dengan sangat bangga mempersembahkan salah satu program kerja terbaiknya yaitu ALSA Career Talkshow yang bertujuan untuk menambah ilmu, pandangan serta pengetahuan mahasiswa hukum yang nantinya ketika lulus dapat berguna setelah dari bangku perkuliahan,’’ ujarnya seraya mengatakan  ALSA LC Unud berusaha semaksimal mungkin membuka kesempatan khususnya para anggotanya serta mengajak rekan-rekan dari ALSA LC lain untuk dapat berinteraksi dan mengenal lebih dekat dengan para tokoh insan hukum yang luar biasa yang saat ini menjadi para pembicara dalam ALSA Career Talkshow.

Begitu juga Naufal Faiz Muhammad Vice President of Academic Activities and Training ALSA National Chapter Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia ALSA Career Talk Show 2022 yang telah menyediakan wadah bagi para peserta serta masyarakat luas untuk berdiskusi dan memperluas pengetahuannya mengenai dunia karir bagi para mahasiswa Fakultas Hukum di masa depan. Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia serta pembicara yang telah meluangkan waktunya di tengah berbagai kesibukannya untuk hadir dan bersedia membagikan ilmu dan pengalamannya kepada seluruh peserta. Semoga suhu ilmu yang didapatkan selama kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta terutama dalam mempersiapkan diri untuk memasuki dunia profesional hukum.

Dalam kegiatan ini Pembina ALSA LC Unud Ni Gusti Ayu Dyah Satyawati, S.H., M.Kn, LLM juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pembicara yang sungguh hebat dan luar biasa yang sudah berkenan meluangkan waktu untuk berbagi dengan mahasiswa ALSA LC Unud, memberikan waktu untuk menginspirasi, meyakinkan dan memberikan pegangan kepada mahasiswa kami jika sekarang mereka memanfaatkan waktu belajarnya dengan baik. Kelak mereka bisa memiliki karir profesi dan kesempatan luar biasa seperti para pembicara. Kepada peserta diharapkan betul-betul bisa memetik manfaat positif dari kegiatan ini sebagai bekal pegangan untuk karir ke depan yang lebih baik.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum Unud Dr. I Made Sarjana, S.H.,M.H. dalam kesempatan ini memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota ALSA LC Unud yang telah menyelenggarakan acara ini. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini para peserta diharapkan nantinya mampu mengadopsi dan memahami materinya semua apa yang disampaikan oleh para pembicara secara baik.

asian law
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T.,Ph.D.,IPU. (Foto: Ist)

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T.,Ph.D.,IPU dalam sambutannya menyampaikan, dengan diambilnya tema tersebut diharapkan nantinya para mahasiswa dapat mengadopsi dan menumbuhkannya pada diri sendiri, menjadi tekad moto hidup dan terus dikembangkan sehingga nantinya bisa sukses dan karirnya tercapai. Ini merupakan kesempatan yang sangat langka yang harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk berdiskusi dan tentu untuk memperoleh pengetahuan baru, menambah wawasan mengenai banyak hal dari para narasumber yang sangat luar biasa.

‘’Para mahasiswa adalah calon-calon pemimpin di masa depan, maka dari itu bekali diri sejak dini dengan berbagai kegiatan baik organisasi, belajar melakukan perubahan-perubahan menuju ke arah yang lebih baik, meningkatkan kompetensi kreativitas dan inovatif. Dalam Talkshow ini kami harapkan adanya timbal balik diskusi dua arah sehingga banyak hal yang bisa didapatkan oleh para mahasiswa,’’ ujar Suardana. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4800-Asian-Law-Students-Association-Local-Chapter-Universitas-Udayana-Gelar-ALSA-Career-Talkshow-2022.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca