Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

KemenPAN-RB, UNDP dan KOICA Berkolaborasi Dukung Provinsi Bali dan Kabupaten Badung Perkuat SP4N

BALIILU Tayang

:

sp4n
Inspektur Daerah Provinsi Bali, I Wayan Sugiada saat mengikuti monitoring bersama KemenPANRB, UNDP dan KOICA. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) bersama United Nations Development Programme (UNDP) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA) pada tanggal 8 September 2022 mengadakan Diskusi Pelaksanaan dan Monitoring Bersama Pelaksanaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung. Pertemuan ini dilaksanakan di Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Bali untuk sesi pagi hari dan dilanjutkan sesi kedua di Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung.

SP4N-LAPOR! merupakan sebuah platform yang dapat digunakan untuk mengirim keluhan, aspirasi, dan permintaan informasi secara daring oleh masyarakat Indonesia. Sistem ini dibentuk untuk merealisasikan kebijakan “no wrong door policy” yang artinya pengelolaan pengaduan mengedepankan prinsip menerima pengaduan dari manapun dan jenis apapun serta menjamin bahwa pengaduan akan disalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menangani. SP4N-LAPOR! telah terhubung dengan 658 instansi pemerintah, termasuk 34 Kementerian, 100 Lembaga, 34 Pemerintah Provinsi, 396 Pemerintah Kabupaten, dan 94 Pemerintah Kota di Indonesia.

Sejak ditetapkannya SP4N-LAPOR! sebagai aplikasi umum pada tanggal 27 Oktober 2020, sebanyak 6 (enam) perwakilan pemerintah daerah telah berkomitmen untuk menjadi daerah proyek percontohan bagi peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam memenuhi standar nasional dari SP4N-LAPOR! Keenam pemerintah daerah tersebut adalah Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Keenam wilayah ini aktif melaksanakan kegiatan untuk mempromosikan SP4N-LAPOR! kepada masyarakat di masing-masing daerah.

Ms. Soyeon Ahn, Wakil Direktur KOICA Indonesia dalam sambutannya di kedua tempat mengatakan “KOICA sangat terbuka untuk berbagi pengalaman, pertukaran informasi dan pembelajaran dengan pemerintah Indonesia mengenai praktik baik yang dilakukan di Korea. Saat ini, Korea memiliki sistem penanganan pengaduan publik yang terintegrasi secara digital, yang dikenal sebagai e-People”.

Baca Juga  Raih Predikat WBBM dari KemenPAN-RB, RS Mata Bali Mandara Makin Giat Genjot Inovasi Pelayanan

“Meningkatnya jumlah pengaduan dari masyarakat tidak selalu berkonotasi negatif bahwa kualitas Pelayanan Publik yang disediakan adalah rendah. Sebaliknya, dengan jumlah pengaduan yang meningkat, dapat dikatakan bahwa sistem pengelolaan pengaduan dipercaya oleh para pengguna layanan dan mereka meyakini bahwa masukan, pengaduan maupun permintaan informasi yang mereka sampaikan akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik” kata Yanuar Ahmad, Asisten Deputi Transformasi Digital Pelayanan Publik KemenPANRB.

Siprianus Bate Soro, Kepala Unit Democratic Governance and Poverty Reduction UNDP Indonesia menyatakan, “SP4N-LAPOR! merupakan contoh nyata komitmen Pemerintah Indonesia dalam menjembatani suara masyarakat kepada penyedia pelayanan publik secara langsung tanpa adanya hambatan dan diskriminasi secara sosial ekonomi. Oleh karena itu, diharapkan SP4N-LAPOR! menjadi lebih inklusif dengan melibatkan kelompok masyarakat rentan seperti perempuan, pemuda, dan kelompok difabel”. Untuk itu, UNDP berupaya keras dalam memastikan baik laki-laki maupun perempuan memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam proses pelayanan publik dan juga memperoleh manfaat yang sama.

Dalam kedua kunjungan ini, KemenPAN-RB, UNDP dan KOICA telah melihat berbagai kemajuan dalam pelaksanaan proyek SP4N-LAPOR! di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Kedua Pemerintah Daerah telah menerbitkan peraturan yang menguatkan komitmen dalam mendukung sistem digital penanganan pengaduan dengan ditetapkannya Keputusan Gubernur Nomor: 817/02-B/HK/2021 mengenai Rencana Aksi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Pemerintah Provinsi Bali 2021-2024, Keputusan Gubernur Nomor 299/02-B/HK/2022 mengenai Tim Pengelola SP4N-LAPOR! di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali serta Surat Keputusan Bupati Nomor: 107/049/HK/2021 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengelola Pengaduan dan Petugas Administrasi SP4N-LAPOR! di Kabupaten Badung.

Dalam kegiatan monitoring bersama ini, Inspektur Daerah Provinsi Bali, I Wayan Sugiada, menyoroti 3 (tiga) isu dalam pelaksanaan SP4N-LAPOR! yaitu pemanfaatan data belum optimal, tindak lanjut normatif, dan keterbatasan SDM. Provinsi Bali memandang perlunya peningkatan kualitas dalam pengelolaan pengaduan pelayanan publik khususnya dari sisi sumber daya manusia, dan sangat mendukung kegiatan-kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Proyek SP4N-LAPOR! selama ini.

Baca Juga  DPMPTSP Badung Raih Penghargaan Pelayanan Prima (A) Keempat dari KemenPAN-RB
adi arnawa
I Wayan Adi Arnawa, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung saat acara monitoring bersama KemenPANRB, UNDP dan KOICA. (Foto: Ist)

I Wayan Adi Arnawa, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung mengapresiasi kunjungan ini dan menyatakan harapannya agar monitoring bersama KemenPANRB, UNDP dan KOICA ini dapat menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat guna menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan pemahaman pada masing-masing wilayah percontohan dalam rangka terwujudnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola layanan pengaduan SP4N-LAPOR! di tingkat pemerintah pusat maupun daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Ringankan Beban Warga, Wawali Arya Wibawa Apresiasi “Metatah” Massal Desa Tegal Harum

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Mepandes atau Metatah Massal di Balai Banjar Bhuana Merta, Desa Tegal Harum.
HADIRI MEPANDES: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan menghadiri pelaksanaan Upacara Mepandes atau Metatah Massal yang digelar Pemerintah Desa Tegal Harum di Balai Banjar Bhuana Merta, Rabu (19/8). (Foto; Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, mengapresiasi pelaksanaan Upacara Mepandes atau Metatah Massal yang digelar Pemerintah Desa Tegal Harum di Balai Banjar Bhuana Merta, Rabu (19/8). Kegiatan yang diikuti 72 peserta tersebut dilaksanakan secara gratis oleh Pemerintah Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Anggota DPRD Kota Denpasar Ni Luh Gede Ernawati, pimpinan OPD terkait Pemkot Denpasar, Perbekel Desa Tegal Harum, I Komang Adi Widiantara, serta tamu undangan lainnya.

Wawali Arya Wibawa didampingi Sekda Eddy Mulya di sela-sela kegiatan menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya Karya Mepandes dan Menek Kelih secara massal tersebut. Menurutnya, pelaksanaan upacara yang digelar Pemerintah Desa Tegal Harum ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pelaksanaan upacara secara massal ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat. Selain membantu warga dalam menjalankan kewajiban adat dan agama, kegiatan ini juga memperkuat semangat gotong-royong dan menyama braya dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut Arya Wibawa menambahkan, Mepandes memiliki makna penting sebagai bagian dari Manusa Yadnya sekaligus bentuk bakti kepada leluhur. Pelaksanaan secara bersama-sama juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan mendorong masyarakat agar terus menjaga semangat sagilik-saguluk, salunglung sabayantaka dalam kehidupan sosial.

Sementara Ketua Panitia Karya Menek Kelih dan Metatah Massal Desa Tegal Harum, I Made Karsana, mengatakan rangkaian kegiatan telah diawali dengan Upacara Menek Kelih pada Senin 17 Agustus 2026. Upacara yang berlangsung di Balai Banjar Bhuana Merta tersebut diikuti 52 peserta dan dipuput oleh Ida Pedanda Istri Ngurah dari Griya Gede Aan, Klungkung.

Baca Juga  DPMPTSP Badung Raih Penghargaan Pelayanan Prima (A) Keempat dari KemenPAN-RB

Sementara itu, Upacara Mepandes atau Metatah Massal dilaksanakan pada Rabu 19 Agustus 2026 dengan diikuti 72 peserta. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan Pemerintah Desa Tegal Harum dan tidak dipungut biaya dari peserta.

“Seluruh rangkaian acara dapat diselenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya sedikit pun dari para peserta. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk pelayanan nyata pemerintah desa kepada masyarakat,” ujar I Made Karsana. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pascagempa NTT, Kodam IX/Udayana Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Keselamatan dan Pemulihan

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memimpin Doa Bersama Lintas Agama untuk korban gempa NTT di Lapangan Makorem 163/Wira Satya.
DOA BERSAMA: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto Kodam IX/Udayana memimpin Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka memohon keselamatan dan pemulihan pascabencana gempa bumi, Rabu (19/8/2026), di Lapangan Makorem 163/Wira Satya. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Di tengah keprihatinan atas bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kodam IX/Udayana menggelar Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka memohon keselamatan dan pemulihan pascabencana gempa bumi, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto tersebut berlangsung di Lapangan Makorem 163/Wira Satya dan diikuti seluruh personel militer serta PNS se-Garnisun Denpasar.

Pangdam IX/Udayana menyampaikan bahwa doa bersama tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Kegiatan ini bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan momentum untuk menyatukan hati dan doa sebagai wujud kepedulian serta solidaritas terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah.

“Kita berkumpul bukan sekadar untuk melaksanakan kegiatan keagamaan, tetapi untuk menyatukan hati, pikiran, dan doa sebagai wujud kepedulian serta solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur,” ujar Pangdam.

Menurut Pangdam, perbedaan agama, keyakinan, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk bersatu dalam kemanusiaan. Musibah yang dialami masyarakat NTT merupakan keprihatinan seluruh bangsa Indonesia.

“Di tengah perbedaan agama, keyakinan, dan latar belakang, kita menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan dan semangat persaudaraan tetap menjadi kekuatan yang mempersatukan kita sebagai satu bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam mengajak seluruh peserta memanjatkan doa bagi masyarakat terdampak agar senantiasa diberikan keselamatan, perlindungan, kesehatan, kekuatan, dan ketabahan. Doa juga dipanjatkan bagi para korban meninggal dunia agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Bagi Kodam IX/Udayana, kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari pengabdian TNI. Kehadiran prajurit harus mampu memberikan rasa aman, meringankan beban, serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Baca Juga  Plt. Bupati Badung Hadiri Gebyar Pelayanan Prima Tahun 2024 dari Kemen PAN-RB

Ia juga mengajak pemerintah daerah, seluruh komponen bangsa, tokoh agama, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Kebersamaan dan semangat gotong royong menjadi kekuatan penting agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupannya.

Sementara itu, Ketua NU Provinsi Bali H. Mahrusun dalam ceramah kebangsaan mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mendoakan masyarakat NTT yang terdampak bencana. “Mereka adalah saudara kita dan warga bangsa Indonesia. Mari kita doakan agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Mahrusun juga mengajak seluruh peserta mendoakan prajurit TNI dan Polri, tenaga medis, serta para relawan yang bertugas di wilayah terdampak. Ia berharap seluruh petugas senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, dan perlindungan selama menjalankan tugas kemanusiaan.

Selanjutnya, doa bersama dipandu secara bergantian oleh tokoh agama Islam, Katolik, Protestan, dan Hindu. Rangkaian doa lintas agama tersebut menjadi simbol persatuan dan kebersamaan dalam memberikan dukungan moral dan spiritual kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa doa bersama tersebut merupakan wujud solidaritas keluarga besar Kodam IX/Udayana terhadap masyarakat NTT. Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana tidak hanya diwujudkan melalui bantuan dan kehadiran personel di lapangan, tetapi juga melalui dukungan moral dan doa.

“Saudara-saudara kita di NTT tidak sendiri. Keluarga besar Kodam IX/Udayana terus menunjukkan kepedulian, baik melalui aksi nyata di lapangan maupun dukungan moral. Semoga masyarakat terdampak diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit, segera bangkit, dan kembali menata kehidupan mereka,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dukung Gerakan Serentak Penanaman Bawang Putih untuk Perkuat Swasembada Pangan

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti aksi penanaman bawang putih serentak di Banjar Kelodan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
PENANAMAN BAWANG PUTIH: Gubernur Bali Wayan saat mengikuti secara langsung aksi penanaman bawang putih serentak di Banjar Kelodan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Rabu (19/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Gianyar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan terhadap gerakan penanaman bawang putih yang diinisiasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat mengikuti secara langsung aksi penanaman bawang putih serentak di Banjar Kelodan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Rabu (19/8). Kegiatan di Bali tersebut dilaksanakan secara bersamaan dengan gerakan penanaman bawang putih yang dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan diikuti melalui sambungan Zoom.

Dalam kegiatan tersebut, Koster bersama Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya dan jajaran Polda Bali serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait secara simbolis menanam bibit bawang putih di lahan seluas 30 are yang dikelola Kelompok Susbal Kumba, Banjar Kelodan.

“Bagus sekali aksi ini. Saya tentu mendukung,” kata Koster singkat.

Menurut Koster, penguatan produksi bawang putih memiliki arti penting bagi Bali, mengingat komoditas tersebut menjadi salah satu prioritas dalam upaya mewujudkan swasembada pangan daerah.

Gerakan Polri secara nasional tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat produksi bawang putih dari sektor hulu hingga hilir. Penanaman serentak dilakukan di lahan seluas 279,53 hektare yang tersebar di 17 wilayah Kepolisian Daerah (Polda).

Gerakan tersebut berpusat di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, dan berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Penanaman Bawang Putih secara Serentak di Lahan Terluas”.

Secara nasional, penanaman serentak itu diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.795 ton bawang putih. Polri juga telah mengidentifikasi potensi pengembangan lahan bawang putih mencapai 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda.

Baca Juga  Raih Predikat WBBM dari KemenPAN-RB, RS Mata Bali Mandara Makin Giat Genjot Inovasi Pelayanan

Khusus di Sembalun, pengembangan komoditas bawang putih menunjukkan peningkatan signifikan. Luas pertanaman yang pada 2025 baru mencapai sekitar 15 hektare kini berkembang hingga 534 hektare.

Program tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan luas tanam, tetapi juga membangun ekosistem produksi bawang putih secara menyeluruh. Polri bekerja sama dengan kelompok tani mengembangkan varietas bibit, antara lain Sangga Sembalun dan Lumbu Putih, yang diharapkan mampu beradaptasi pada wilayah dengan ketinggian di bawah 1.000 meter di atas permukaan laut.

Untuk mendukung produktivitas petani, turut disalurkan berbagai bantuan sarana pertanian, di antaranya 90 unit traktor tangan dan traktor roda empat, pompa air tenaga surya, serta belasan ton pupuk.

Dari sisi hilir, juga disiapkan infrastruktur pascapanen berupa gudang berkapasitas 300 ton dengan nilai pembangunan sekitar Rp 1,4 miliar. Hasil panen nantinya akan diserap Bulog untuk membantu menjaga stabilitas harga sekaligus sebagian dapat dimanfaatkan kembali sebagai benih.

Gerakan nasional tersebut dihadiri langsung Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pengembangan bawang putih dalam negeri merupakan bagian dari tantangan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia berharap kolaborasi dari sektor hulu hingga hilir dapat meningkatkan produksi bawang putih nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memerintahkan hal yang sama, ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut,” ujar Sigit.

Gerakan penanaman serentak ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya mencapai swasembada bawang putih membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari penyediaan lahan dan bibit, peningkatan teknologi pertanian, dukungan sarana produksi, hingga kepastian pasar bagi hasil panen petani.

Baca Juga  DPMPTSP Badung Raih Penghargaan Pelayanan Prima (A) Keempat dari KemenPAN-RB

Bagi Provinsi Bali, dukungan terhadap pengembangan bawang putih menjadi bagian dari langkah memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong peningkatan produksi komoditas strategis agar kebutuhan masyarakat semakin banyak dipenuhi dari hasil pertanian dalam negeri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca